Anda di halaman 1dari 57

DENTAL WAXES (MALAM GIGI)

DYAH IRNAWATI BAG. ILMU BIOMATERIAL KG FKG UGM (2012)

DENTAL WAXES

POKOK BAHASAN : MATERIAL DENTAL WAX /LILIN GIGI/ MALAM GIGI


SUB POKOK BAHASAN : 1. Pendahuluan 2. Macam 3. Guna 4. Modelling wax (lilin model) 5. Sticky wax (lilin perekat) 6. Inlay wax (lilin inlay) (komposisi, sifat kimia, sifat fisik, syarat)

PENDAHULUAN
WAXES ( MALAM) : substansi seperti plastik yang bersifat padat pada suhu kamar dan menjadi cairan bila dilelehkan (dipanaskan) Ester asam lemak dengan berat molekul rendah, merupakan derivat dari komponen alami atau sintetis yang melunak hingga kondisi plastis pada suhu yang relatif rendah. SIFAT : Termoplastis (- dekomposisi)
Padat Massa kental (Suhu Kamar) (Suhu >>)

Berubah bentuk bila diberi tekanan

PENDAHULUAN
DENTAL WAXES (MALAM GIGI): Malam yang digunakan di bidang kedokteran gigi. Biasanya dalam bentuk campuran berbagai malam alami & sintetis sebagai bahan utama. Pencampuran malam diperlukan agar diperoleh sifat yang seusai untuk aplikasi tertentu di bidang kedokteran gigi.

FUNGSI DENTAL WAXES

FUNGSI DENTAL WAXES


Berbagai prosedur dalam kedokteran gigi (restoratif, rehabilitatif) tidak dapat diselesaikan tanpa pemakaian malam gigi.

Malam gigi digunakan sebagai pola, material pembantu dalam proses, atau material untuk pencetakan gigi.
Malam gigi digunakan sejak awal abad 18 sebagai material cetak. Sekarang dipakai secara luas di klinik dan laboratorium.

COMPONENTS OF DENTAL WAXES


NATURAL WAXES
MINERAL
PLANT COLORANTS INSECT NATURAL RESINS

SYNTHETIC WAXES

ADDITIVES

STEARIC ACID OILS

ANIMAL

SYNTHETIC RESINS

MINERAL
ASAL : PETROLEUM (Minyak Bumi) PROSES : Pemecahan / penyulingan minyak bumi dengan cara yang berbeda. MACAM : 1. PARAFFIN 2. MICROCRYSTALLINE 3. CERESIN 4. MONTAN 5. BARNSDAHL 6. OZOKERITE

PARAFFIN
ASAL : fraksi petroleum dengan suhu tinggi KOMPOSISI : Hidrokarbon jenuh rantai lurus (atom C 26-30 ) TITIK LEBUR : 40 71 0C (BM TL ) SIFAT : * Pendinginan kristal * Kontraksi volumetrik 11-15% APLIKASI : Komponen malam gigi

MICROCRYSTALLINE
ASAL : fraksi petroleum KOMPOSISI : Hidrokarbon rantai bercabang (C 41-50) TITIK LEBUR : 60 91 0C SIFAT : perubahan volumetrik lebih kecil FUNGSI : TL paraffin

CERESIN
ASAL : destilasi petrolium yg dimurnikan KOMPOSISI: Hidrokarbon rantai lurus & bercabang SIFAT : BM Kekerasan FUNGSI : meningkatkan titik lebur

PLANT
ASAL : TANAMAN (Daun, Batang, Buah,) MACAM : 1. CARNAUBA WAX 2. OURICURY WAX 3. CANDELILLA WAX 4. JAPAN WAX 5. COCOA BUTTER

CARNAUBA WAX (Brazil Wax)


Asal Komposisi Titik Lebur Sifat Fungsi : pohon palem Copernicia Cerifera : ester, alkohol, asam, hidrokarbon : 84 91 0C : keras dan getas : Titik lebur dan kekerasan parafin

CANDELILLA WAX
ASAL : Euphorbia Antisyphillitica & Pedilanthus Pavonis (Mexico) KOMPOSISI : parafin, alkohol, asam, ester, lactone TITIK LEBUR: 68 - 75 0C FUNGSI : menambah keras parafin

PLANT

Rhus Succedanea

Tanaman penghasil OURICURY WAX


JAPAN WAX COCOA BUTTER

INSECT
BEESWAX Asal : Rumah lebah Komponen : Ester kompleks Titik Lebur : 63 70 0C Sifat : Suhu kamar getas Suhu tubuh plastis Fungsi : Modifikasi parafin, bahan utama sticky wax

ANIMAL
SPERMACETI WAX
ASAL : Sperm whale KOMPONEN : Ester APLIKASI : Jarang digunakan di KG Sebagai pelapis dental floss

SYNTHETIC WAXES
KOMPOSISI SIFAT CONTOH : organik kompleks : fisis = alami, kemurnian > alami : Polietilena Polioksietilena glikol

Polyethylene wax

NATURAL RESINS
ASAL : getah tanaman, insekta FUNGSI : campuran waxes utk aplikasi KG MACAM : Copal, Dammar, Sandarac, Mastic, Shellac, Kauri
1. COPAL
2. DAMMAR 3. SANDARAC

2
4. MASTIC 5. SHELLAC 6. KAURI

SIFAT DENTAL WAXES


1. MELTING RANGE 2. SOLID-SOLID TRANSITION TEMPERATURE 3. THERMAL EXPANSION 4. MECHANICAL PROPERTIES 5. FLOW 6. RESIDUAL STRESS ( INTERNAL STRESS )

1. MELTING RANGE Wax cenderung memiliki melting range daripada melting point, sebab jenis molekul & Berat Molekulnya bervariasi Contoh : Paraffin : TL 44 - 62 C

CARA PENGUKURAN TITIK LELEH

Sampel malam (5 x 5 x 2 mm)

Melting point apparatus

Awal pelelehan
Titik leleh (oC)

CARA PENGUKURAN KEKERASAN


Sampel uji kekerasan Waterbath ( 25 oC, 1,5 jam)

Penetrometer
Indentasi (kecepatan 5dtk) Diulang 3 x (tempat berbeda) Kekerasan (penetrasi 0,1 mm)

2. SOLID-SOLID TRANSITION TEMPERATURE (SUHU TRANSISI PADAT-PADAT) Wax dipanaskan suhu di bawah titik lebur perubahan struktur kristal sifat malam : tidak menyerpih & robek, tidak stress Contoh : Malam gigi yg harus bersifat kaku di dalam rongga mulut SSTT > 37oC

3. THERMAL EXPANSION Wax Ekspansi bila suhu Kontraksi bila suhu Koef. Ekspansi wax terbesar dari Bahan KG Mempengaruhi ketepatan restorasi

4. MECHANICAL PROPERTIES
* Elastic modulus , Proportional limit, dan compressive strength rendah Dipengaruhi oleh temperatur Brittle materials, meski punya flow atau viscous properties bila di tekan di bawah proportional limit.

5. FLOW ( DAYA ALIR )


* Hasil slippage molekul satu dengan lain Pengukuran flow : Cair viskositas Di bawah TL degree of plastic deformation Flow tergantung : Suhu, Gaya yg diberikan, Waktu

DAYA ALIR WAX

Time

Pengujian Daya Alir (ANSI/ADA no.4 /2000)


Diukur Panjang Awal (mm)
Disimpan dlm Waterbath (30, 37, 40, 45 0C/20 menit) Uji Daya Alir (19,6N/10 menit) Didinginkan (23 0C)

Diukur Panjang Akhir (mm)


Dihitung % Daya Alir

L akhir L awal
= L awal X 100%

6. RESIDUAL STRESS ( INTERNAL STRESS )

Wax = Konduktor panas rendah Dipanaskan panas sukar merata Wax dibentuk tanpa pemanasan cukup Stres internal wax dipanaskan pelepasan stress distorsi

CLASSIFICATION OF DENTAL WAXES


PATTERN PROCESSING IMPRESSION

INLAY CASTING BASEPLATE

BOXING UTILITY STICKY

CORRECTIVE BITE

PATTERN WAX Wax untuk membuat pola restorasi gigi dengan ukuran & bentuk yg sesuai, untuk kemudian diganti logam atau resin akrilik.

PROCESSING WAX Auxiliary aids dalam membuat restorasi dan alat di klinik atau laboratorium
IMPRESSION WAX Wax untuk mencetak di dalam mulut

SYARAT POLA MALAM


* Sesuai ukuran, bentuk, kontur

Perubahan dimensi minimal Dapat dihilangkan tanpa sisa

PELUNAKAN MALAM
(suhu transisi padat-padat) Dry Heat Oven, Annealer Merata Air hangat Waterbath larut + air Api Lampu spiritus tidak merata

ISTIRAHAT SEJENAK

INLAY PATTERN WAX


ARTI : Malam gigi yang diaplikasikan pada die untuk membentuk pola direk atau indirek dalam teknik lost-wax digunakan untuk pengecoran logam. GUNA : MALAM POLA INLAY, MAHKOTA, JEMBATAN

KOMPOSISI : Paraffin wax 60% Carnauba wax 25% Ceresin wax 10% Beeswax 5%

INLAY PATTERN WAX


TIPE : I. Hard (direct technique) II. Soft ( indirect technique) Hard, Regular, Soft (Daya alir beda) WARNA : deep blue, green, purple BENTUK : Rods, Sticks, pellets, cones, atau dalam metal ointment jar. PERSYARATAN: 1. Kontraksi termal rendah 2. Sifat daya alir yang sesuai 3. Dapat diwarnai 4. Mudah diukir tanpa chipping 5. Dapat dihilangkan dari mould tanpa residu.

INLAY PATTERN WAX


STANDAR ANSI / ADA no.4 (ISO 15854) 1. Daya alir Suhu 300C maks 1% (Tipe I), 370C maks 1% (Tipe II) Suhu 400C minimal 50% (I), maks. 20% (II) Suhu 450C minimal 70%, maksimal 90% (I&II)
2. Residu : maksimal 0,10% atau 20% dari pernyataan pabrik bila dibakar pada suhu 7000C

INLAY PATTERN WAX

1.RODS/STICKS

2. TRISIDES

3. BEADS

4. CONES 5. OINTMENT JAR

INLAY PATTERN WAX

PROSEDUR CASTING

HASIL
inlay
Crown & Bridge Crown & bridge Inlay

crown

CASTING WAX
GUNA : Malam pola untuk Kerangka logam Gigitiruan KOMPOSISI : Hampir sama Inlay wax SEDIAAN : Sheets, Ready shapes, Wax - up SIFAT : Lunak & Adaptif , Kurang Getas, Lengket, Akurat, Menguap 500 C

CASTING WAX
1.CONES 2.SHEETS 3. STICKS 4. READY SHAPES

CASTING WAX

CLASPS

Premolar Clasps
WIRES

CASTING WAX (Retentions)

METAL FRAMEWORKS

BASE PLATE WAX (MODELLING WAX)


ARTI : Malam gigi berbentuk lembaran yang digunakan untuk menentukan bentuk awal rahang dalam pembuatan gigi tiruan lengkap GUNA : Ukur dimensi vertikal rahang Plat dasar GTS / GTL / ORTHO KOMPOSISI : Ceresin 80% Beeswax 12% Carnauba wax 2,5 % Natural/Synthetic resins 3% Microcrystalline 2,5 %

BASE PLATE WAX


SEDIAAN : Sheets in Red / Pink TIPE : I, II, III (berdasarkan daya alir) PERSYARATAN : STANDAR ANSI / ADA no. 24 (ISO 12163) SIFAT : Tidak iritan Tidak menyerpih & lengket Tidak berbekas & mewarnai Mudah diukir & Permukaan halus

PROSES PRODUKSI BASEPLATE WAX

BASEPLATE WAX

APLIKASI BASEPLATE WAX

BITE BLOCKS & RIMS


BITE BLOCKS : Wax block for making rim. Soft and flexible in a room temperature.

BITE RIMS : Ready shaped wax for making wax rim. Soften in a hot water.

STICKY WAX
ARTI : Malam gigi yang bila dipanaskan hingga kondisi plastis akan menunjukkan adhesi yang cukup baik pada permukaan yang kering & bersih. GUNA : Sambung GTS / GTL patah (Logam, Resin akrilik) KOMPOSISI : Beeswax SEDIAAN : warna gelap / terang SIFAT : Suhu kamar getas, kuat, tdk lengket Cair lengket

STICKY WAX

REFERENSI textbooks
1. Anusavice KJ. Phillips science of dental materials. 11th ed. St. Louis : Elsevier; 2003. p. 22,73,98, 283-292

2. Combe EC. Notes on Dental Materials. 6th ed. Edinburgh: Churchil Livingstone ; 1992. p.194197 3. Craig RG, Powers JM. Restorative Dental Materials. 11th Ed. St. Louis: Mosby Co.; 2002. p. 424-443.

SUNSET AT THE NORTH POLE

Anda mungkin juga menyukai