Anda di halaman 1dari 32

IMUNOFARMAKOLOGI

dr. Chenny A. Bagian Farmakologi FK UWKS

SEL - SEL IMUN

Senyawa Imunosupresan Senyawa Imunomodulator


Mekanisme Alergi Obat

SENYAWA IMUNOSUPRESAN
1. CORTICOSTEROID
Bekerja pd multiple cellular site a efek luas pd proses inflamasi dan imun Biokimia a pe sintesa prostaglandin, leukotrien, sitokin dan molekul2 lain yg berpartisipasi pd respon imun Seluler a supresi limfosit T & B a mengurangi imunitas seluler dan humoral

Pd dosis imunosupresan a sitotoksik thd sel T tertentu Terapi kontinyu a me katabolisme Ig G a kadar Ig G me Mampu menginduksi apoptosis a tx kanker Menekan reaksi imunologis pd px penerima transplantasi E.S : supresi adrenal, hambatan pertumbuhan, penurunan massa otot, osteoporosis, retensi garam, diabetogenesis, psikosis

2. CYCLOSPORIN,TACROLIMUS &SIROLIMUS
Antibiotika peptida a mengikat imunophyllin a mengganggu fungsi sel T Siklosporin & Tacrolimus a menghambat calcineurin yang berfungsi meregulasi kemampuan nuclear factor activated T cell (NF-AT) a untuk men-translokasi ke nucleus dan meningkatkan produksi sitokin a hasil : produksi sitokin menurun Sirolimus a menghambat respon sel T thd sitokin tanpa mempengaruhi produksi sitokin

Sirolimus a inhibitor poten thd proliferasi sel B, produksi Ab, respon sel mononuclear thd colonystimulating factor Faktor utama keberhasilan transplantasi organ dan penyakit imun E.S : disfungsi renal, hipertensi, neurotoksik, hiperglikemia, hiperlipidemia, kolelithiasis Sirolimus > sering menyebabkan hiperlipidemia, myelosupresi,hepatotoksik dan diare

3. MYCOPHENOLATE MOFETIL dikonversi mjd mycophenolic acid a menghambat inosine monophosphate dehydrogenase (enzim utk sintesa purin) a menekan aktivasi limfosit B & T Transplantasi ginjal, liver, jantung E.S : gangguan GIT, myelosupresan

4. AZATHIOPRINE
Mrpkan Prodrug a diubah mjd antimetabolit mercaptopurin yang menghambat enzim metabolisme purin sitotoksik pd fase awal proliferasi sel limfoid Peny. Autoimun (SLE, RA), imunosupresan pd homograft renal E.S : supresi sumsum tulang, iritasi GIT, skin rash, disfungsi liver, pe insidens kanker - E.S ditingkatkan oleh Allopurinol

5. CYCLOPHOSPHAMIDE
Prodrug a diubah oleh enzim liver mjd senyawa alkilating yg bersifat sitotoksik thd sel limfoid proliferatif a efek thd sel B > sel T Penyakit autoimun (mis, anemia hemolitik), Abinduced red cell aplasia, transplantasi organ Pada Transplantasi sumsum tulang a tdk mencegah graft-host rejection E.S : pansitopenia, gangguan GIT, alopecia, hemorrhagic cystitis, sterilitas

6. ETARNECEPT
Protein chimeric a mrpkan bentuk recombinant reseptor TNF mns a mengikat TNF-a a pe pembentukan interleukin dan adhesi molekul utk aktivasi lekosit Digunakan utk RA E.S : hipersensitifitas, reaksi di tmp injeksi

7. LEFLUNOMIDE
Menghambat dihydroorotic acid dehydrogenase a menahan limfosit di fase G1 siklus sel Untuk terapi RA E.S : alopecia, rash, diare

8. THALIDOMIDE
Supresi produksi TNF reaksi leprosy, SLE, antikanker, apthous ulcer dan wasting syndrome pd px AIDS Terkenal karena efek teratogeniknya

9. ANTI LYMPHOCYTE GLOBULIN & ANTI THYMOCYTE GLOBULINE


dihasilkan dari kuda/domba yg diimunisasikan pd sel thymus manusia Cara kerja : Mengikat sel T ( selektif mem blok imunitas seluler ) diberikan sblm transplantasi a menekan organ graft rejection kombinasi dgn siklosporin / obat sitotoksik / keduanya a Untuk maintenance stlh transplantasi sutul, jantung, ginjal E.S : hipersensitifitas, nyeri dan eritema di tempat injeksi, limfoma (komplikasi lanjut)

10. Rh0(D) IMMUNOGLOBULINE Preparat Ig G mns yg mengandung Ab utk antigen Rh0(D) eritrosit Diberikan pd ibu Rh0(D) neg, bayi Rh0(D)+ a memblok respon imun primer a mencegah penyakit Rh hemolitik pd bayi baru lahir Ibu diterapi dg Rh0(D) Ig a Ab maternal utk sel Rh + tdk dihasilkan pd kehamilan berikutnya

11. MUROMONAB-CD3 Mengikat antigen CD3 pd permukaan timosit mns dan sel T matur a memblok efek membunuh sel T dan mengganggu fungsi sel T lainnya a mengatasi renal homograft rejection crisis Pemberian dosis I a demam, dispnea, edema paru, efek hipersensitif

12. DACLIZUMAB
Mengikat subunit reseptor IL-2 yang dimiliki sel T dan mencegah aktivasi oleh IL-2 Transplantasi ginjal a tidak digunakan utk episode penolakan akut

13. INFLIXIMAB
Mekanisme kerja = etanercept Menginduksi remisi pd Chrons dis. yang resisten thd terapi Kombinasi dg methotrexate a mengurangi keluhan pd pasien RA E.S : reaksi infus, peningkatan kecepatan infeksi

SENYAWA IMUNOMODULATOR
1. ALDESLEUKIN
Rekombinan IL-2 a mendorong produksi sitotoksik T-cell dan mengaktivasi NK cell Terapi tambahan utk Renal Cell Ca, Melanoma maligna & pemulihan fungsi imun

2. INTERFERON
Interferon a-2a a menghambat proliferasi sel a hairy cell leukemia, CML, malignant melanoma, Kaposis sarcoma, hepatitis B dan C Interferon b-1b a multiple sclerosis yg relaps Interferon g-1b a meningkatkan sintesa TNF memp. efek imunomodulator > daripada interferon lainnya

3. BCG (Bacille Calmette-Guerin)


Meng-aktivasi makrofag a pe respons imun Imunisasi TBC, imuno stimulan pd tx Ca bladder superfisial

4. THYMOSIN
mrpkan Hormon protein dari kelenjar thymus a stimulasi maturasi pre T-cell dan mendorong pembentukan T-cell dari lymphoid stem cell biasa Untuk DiGeorges syndrome (thymic aplasia)

MEKANISME ALERGI OBAT


1. ALERGI OBAT TIPE I (SEGERA)
rangkai silang ( cross linking ) Ig E a Ig E terikat kuat pada basofil / sel mast jaringan oleh Antigen Paparan berikutnya a obat berikatan dg Ig E pd permukaan mast cell & basofil a rilis mediator respon vaskuler dan trauma jaringan ( histamine, kinin, leukotrien, prostaglandin) Reaksi berupa : anafilaksis, urtikaria, angioedema Sering a penicillin, sulfonamide

2. ALERGI OBAT TIPE II


Melibatkan Ig G / Ig M a mengikat eritrosit Paparan ulang a lisis eritrosit krn komplemen Contoh : anemia hemolitik krn methyldopa, SLE krn hydralazine/procainamide,

Thrombocytopenic purpura krn


quinidine, Agranulositosis krn brbagai obat

3. ALERGI OBAT TIPE III


Mrpkan tipe kompleks reaksi alergi obat yang melibatkan Ig M atau Ig G complement-fixing Contoh : drug induced serum sickness, vasculitis, Steven-Johnson syndrome

4. ALERGI OBAT TIPE IV


Mrpkan cell mediated reaction Timbul o.k pemberian obat secara topikal a dermatitis kontak

Comparison of Different Types of Hypersensitivity


Characteristi Type-I cs (anaphylacti c) Antibody Antigen IgE Exogenous Type-II (cytotoxic) IgG, IgM Cell surface Type-III (immune complex) IgG, IgM Soluble Type-IV (delayed type) None Tissues & organs

Response time
Appearance

15-30 minutes
Weal & flare

Minuteshours
Lysis & necrosis Antibody and complement

3-8 hours
Erythema and edema, necrosis Complement and neutrophils

48-72 hours
Erythema and induration Monocytes and lymphocytes

Histology

Basophils and eosinophils

Characteris Type-I Type-II tics (anaphylact (cytotoxic) ic)


Transferred Antibody with Examples Systemic anaphylaxis, Local anaphylaxis, Hay fever, Asthma, Eczema Antibody Blood transfusion reactions, haemolytic disease of the newborn, autoimmune haemolytic anaemia, Good Pasteurs nephritis

Type-III (immune complex)


Antibody Arthus reaction (Localised); Systemic reactions, disseminate d rash, arthritis, glomerulonephritis, SLE, farmer's lung disease

Type-IV (delayed type)


T-cells Contact dermatitis, Tubercular lesions

MODIFIKASI ALERGI OBAT


Kortikosteroid amenghambat proliferasi sel limfoid dan menurunkan kerusakan jaringan dan edema Epinephrine, theophylline, dopamine a untuk reaksi tipe I a memblok rilis mediator atau sbg antagonis fisiologis mediator

REAKSI ALERGI

Steven Johnson Syndrome