Anda di halaman 1dari 21

KELOMPOK 30

Pak Tono berumur 35 tahun dibawa oleh istrinya ke Unit Gawat Darurat dengan ambulans setelah mengalami kolaps dirumah. Menurut istrinya sebelumnya Pak Tono merasa sakit tenggorokan, dan 2 jam yang lalu telah meminum 2 tablet sekaligus obat Penisilin. Pada pemeriksaan paramedik melaporkan tanda vital di lapangan yang bermakna untuk tekanan darah 70/30 mm Hg, kecepatan denyut jantung 140 kali permenit, kecepatan respirasi 40x permenit, dan saturagi oksigen 76 %. Cairan intravena dan oksigen telah diberikan selama di UGD. Dengan semakin letargik, Pak Tono diberikan ventilasi sungkup ambu bag yang di pasangkan oleh tenaga medik, kesadaran Pak Tono tampak menurun dengan sianosis perioral dan nafas tersengal, pemeriksaan paru menunjukkan gerakan udara yang buruk dan kulitnya terasa dingin dan lembab dengan lesi utikari besar dan difus.

Mengalami kolaps dirumah Sebelumnya Pak Tono merasa sakit tenggorokan 2 jam yang lalu telah meminum 2 tablet sekaligus obat Penisilin Tekanan darah 70/30 mm Hg Kecepatan denyut jantung 140 kali permenit Kecepatan respirasi 40x permenit Saturagi oksigen 76 %

Apa yang terjadi dengan Pak Tono? Bagaimana keadaan pak tono selanjutnya? Bagaimana penanganan yang perlu dilakukan kepada pak Tono?

Identitas Pasien Nama : tn. Tono Jenis kelamin : Laki-laki Umur : 35 tahun Pekerjaan : Sopit trevel bus Status : menikah

Mengalami kolaps setelah minum 2 tablet sekaligus penisilin 2 jam lalu.

Pak Tono mengalami kolaps, kesadaran menurun Tanda vital menurun Letargik Sianosis perioral Napas tersenggal Kulit dingin lebab Lesi urtikaria besan difus

Sebelumnya Pak Tono sakit tenggorokan 2 jam yang lalu setelah minum 2 tablet obat Penisilin mendadak tiba-tiba Pak Tono mengalami Kolaps Sebelumnya tak pernah mengalami hal seperti ini

Ada riwayat alergi tetracylin Kalau makan obat keluar gatal-gatal dan badan terasa gemetar

Tanda Vital Tekanan Darah Respiration rate Heart rate Temparature GCS Kesadaran

: : : : : :

70/30 mmHg 40 x per minute 140 x per minute 360 C 345 Stupor

Airway Breathing kuat Circulation

: bebas : pasang desigenasi yang : sioanosis

Inspeksi : Kepala : mengantuk Mulut : pembengkakan lidah, merah, sianosis perioral Hidung : napas tersengal Paru-paru : Tachipneu Jantung : Tachycardy Abdomen : kaku

Palpasi :

Abdomen Ekstermitas

: kram : akral dingin dan lembab

Perkusi :

Thorak Abdomen

: normal : normal

Auskutasi

Paru-paru

mengi yang difus

(wheezing), terdapat napas tambahan

Jantung

Tachycardy

Pemeriksaan laboratorium : Pemeriksaan darah lengkap terutama jumlah eosinosil darah tepi Pemeriksaan IgE spesifik dengan RAST atau ELISA Analisa gas darah EKG Elektrolit Gula darah

Syok anafilatik Syok neurogenic Emboli paru Syok Cardiogenik

Dari serangkaian anamnesa, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan kepada pasien, dapat disimpulkan bahwa pasien mengalami Syok Anafilatik

: Anamnesa + Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan Penunjang
Disebabkan Adanya Hipotensi Tachycardi Tachypneu Dispnue Urtricaria Segera berikan adrenaling keras

Diagnosa Syok Anafilatik

PENATALAKSANAAN : baringkan penderita pada alas yang keras Penilaian A, B, C dari tahapan resusitasi jantung paru

Prognosis dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:


1. Beratnya penyakit. 2. Tenaga yang menangani. 3. Peralatan dan ketersediaan obat. 4. Waktu (cepat-tepatnya) penanganan. 5. Waktu pemaparan alergen, lama antara masuknya alergen dengan timbulnya gejala, semakin lama semakin mudah tertolong. 6. Cara pemberian obat dan dosis alergen; pemberian secara intravena dandosis tinggi, maka prognosisnya buruk. 7. Frekuensi kejadian reaksi anafilaksis terhadap antigen yang sama, semakin sering semakin buruk prognosisnya. Mortalitas (angka kematian) mencapai 3-9%, 50-80% pada jam pertama.

Syok Anafilaktik dapa menyebabkan beberapa komplikasi, yaitu: asidosis metabolik. Komplikasi tingkat sel Komplikasi tingkat organ, antara lain: Oliguric renal failure Kegagalan fungsi hati Failure of intestinal barrier (sepsis bleeding) Edema paru Kebocoran kapiler paru Kematian.

Memberitahukan pada keluarga pasien (istri pasien) bahwa keadaan kolaps yang diderita oleh Tn. Tono adalah Syok Anafilatik

Menggunakan bahasa yang mudah dimengerti dan dipahami oleh pasien. Menggunakan nada bahasa yanag sesuai dengan keadaan. Menyampaikan informasi sesuai dengan kondisi pasien. Memberikan saran atau nasihat untuk proses pengobatan yang lebih baik.