Anda di halaman 1dari 23

TEKNIK INDUSTRI

KONSEP DASAR MANAJEMEN LOGISTIK DAN SUPPLY CHAIN MANAJEMEN

Di susun oleh :
1. Damar Hidayah Jiwandana (41610120020) 2. Dwi Ariyanto (41610120021) 3. Hendro Wibowo (41610120015) 4. Irvan Basten Oetama (41610120018) 5. Sodaqta Hariyadi (41610120018)

TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS MERCU BUANA JAKARTA 2011

PENGERTIAN SUPPLY CHAIN MANAJEMEN


yaitu memecah perbatasan-perbatasan antar perusahaan yang secara tradisional memisah-misahkan pelaku pengadaan barang atau jasa dan memecahkan daya kemampuannya untuk meningkatkan efisiensi. Dengan cara mengadakan analisis dari keseluruhan supplysampai kepada ultimate consumption. proses, dari initial

KEUNTUNGAN-KEUNTUNGAN SUPPLY CHAIN :


1. Mengurangi inventory barang dengan berbagai cara: -inventory merupakan bagian paling besar dari aset perusahaan, yang berkisar antara 30%-40%. - sedangkan biaya penyimpanan barang ( inventory carrying cost) berkisar antara 20%-40% dari nilai barang yang disimpan. - oleh karena itu, usaha dan cara harus dikembangkan untuk sedikit mungkin menimbun barang ini dalam gudang agar biaya dapat ditekan menjadi sesedikit mungkin.

2. Menjamin kelancaran penyediaan barang - kelancaran barang yang perlu dijamin adalah mulai dari asal barang (pabrik pembuat), supplier, perusahaan sendiri, wholesaler, retailer sampai kepada final customers. - jadi rangkaian perjalanan dari bahan baku sampai menjadi barang jadi dan diterima oleh pemakai/pelanggan merupakan suatu mata rantai yang panjang (chain) yang perlu dikelola dengan baik.

3.

Menjamin mutu - mutu barang jadi (finished product) ditentukan tidak hanya oleh

proses produksi barang tersebut tetapi juga oleh mutu bahan mentahnya dan mutu keamanan dalam pengirimannya. - jaminan mutu ini juga merupakan serangkaian mata rantai panjang (chain) yang harus dikelola dengan baik.

KONSEP MANAJEMEN LOGISTIK


1. Menurut The Council of Logistics Managements (CLM) Manajemen logistik merupakan bagian dari proses Supply Chain yang berfungsi untuk merencanakan, melaksanakan dan mengendalikan keefisienan dan keefektifan aliran serta penyimpanan barang, pelayanan dan informasi terkait dari titik permulaan (point of-origin) hinggi ke titik konsumen (point of consumption) dalam tujuannya untuk memenuhi kebutuhan para pelanggan.

2. Adapaun menurut Martin (1998), manajemen logistik merupakan sebagai proses yang secara strategik mengatur pengadaan bahan ( procurement), perpindahan dan penyimpanan bahan, komponen dan penyimpanan barang jadi (dan informasi terkait) melalui organisasi dan jaringan pemasarannya dengan cara tertentu sehingga keuntungan dapat dimaksimalkan baik untuk jangka waktu saat ini maupun waktu mendatang melalui pemenuhan pesanan dengan biaya yang efektif.

KONSEP SUPLLY CHAIN MANAJEMEN :


Definisi SCM menurut beberapa para pakar logistik, seperti: a) Fortune Magazine (artikel Henkoff,1994) Sebutan distribusi, logistik atau SCM artinya sama yakni merupakan proses dimana perusahaan memindahkan material, komponen dan produk ke pelanggan. Karena tekanan tinggi untuk bersaing dengan para kompetitor baik harga maupun kualitas, perusahaan berusaha memperolehnya dengan kemampuan mereka dalam hal mengirim barangdalam jumlah yang tepat, lokasi tepat dan tepat waktu.

b) Ross (1998) SCM adalah filosofi manajemen yang secara terus-menerus mencari sumber-sumber fungsi bisnis yang kompeten untuk digabungkan baik dalam perusahaan maupun diluar perusahaan seperti mitra bisnis yang berada dalam satu supply chain untuk memasuki system supply yang berkompetitif tinggi dan memperhatikan kebutuhan pelanggan, berfokus pada pengembangan solusi inovatif serta sinkronisasi aliran produk, jasa dan informasi untuk menciptakan sumber nilai ( customer value) yang bersifat unik.

c) Martin (1998) SCM merupakan jaringan organisasi yang melibatkan hubungan upstream dan downstream dalam proses dan aktivasi yang berbeda yang memberi nilai dalam bentuk produk dan jasa pada pelanggan. e) Simchi-Levi et al. (1999, p.l) SCM merupakan serangkaian pendekatan yang diterapkan untuk mengintegrasikan supplier, pengusaha, gudang (warehouse), dan tempat penyimpanan lainnya secara efisien sehingga produk dihasilkan kemudian didistribusikan dengan kuantitas yang tepat, lokasi tepat dan waktu yang tepat untuk memperkecil biaya dan memuaskan kebutuhan pelanggan.

KESIMPULAN PENGERTIAN SCM Dari beberapa penjelasan di atas, intinya Supply chain (rantai pengadaan) adalah suatu sistem tempat organisasi menyalurkan barang produksi dan jasanya kepada para pelanggannya. Rantai ini juga merupakan jaringan dari berbagai organisasi yang saling berhubungan yang mempunyai tujuan yang sama yaitu sebaik mungkin menyelenggarakan pengadaan atau penyaluran barang tersebut. Kata penyaluran mungkin kurang tepat karena dalam istilah supply termasuk juga proses perubahan barang tersebut jadi misalnya dari bahan mentah menjadi barang jadi.

Melihat definisi tersebut, maka dapat dikatakan bahwa supply chain ialah logistics network. Dalam hubungan ini ada beberapa pemain utama yang merupakan perusahaanperusahaan yang mempunyai kepentingan yang sama tersebut yaitu: 1. Suppliers 2. Manufacturer 3. Distribution 4. Retail outlets 5. Customers

Chain 1 : Suppliers Jaringan bermula dari sini, dimana merupakan sumber yang menyediakan bahan pertama dimana mata rantai penyaluran barang akan bermulai. Bahan pertama ini dapat dalam bentuk bahan baku, bahan mentah, bahan penolong, bahan dagangan, subassemblies, spare parts dan sebagainya Chain 1 - 2 : Suppliers Manufacturer Rantai pertama dihubungkan dengan rantai ke dua yaitu manufacturer atau plants atau assembler atau fabricator atau bentuk lain yang melakukan pekerjaan membuat, memfabrikasi, mengasembling, merakit, mengkonversikan ataupun menyelesaikan barang ( finishing).

Chain 1 - 2 - 3 : Suppliers Manufacturer Distribution Barang yang sudah jadi yang sudah dihasilkan oleh manufacturer sudah mulai harus disalurkan kepada pelanggan. Walaupun tersedia banyak cara untuk penyaluran barang ke pelanggan, yang umum adalah melalui distributor dan ini biasanya ditempuh oleh sebagian besar supply chain Chain 1 - 2 - 3 - 4 : Supplier Manufacturer Distribution Retail Outlets Pedagang besar biasanya mempunyai fasilitas gudang sendiri atau dapat juga menyewa dari pihak lain. Gudang ini digunakan untuk menimbun barang sebelum disalurkan lagi ke pihak pengecer.

Chain 1 - 2 - 3 - 4 - 5 : Supplier Manufacturer Distribution Retail Outlets Customers Dari rak-raknya, para pengecer atau retailers ini menawarkan barangnya langsung kepada para pelanggan atau pembeli atau pengguna barang tersebut. Dalam pengertian outlets ini termasuk toko, warung, super market, toko koperasi, mal, club stores dan sebagainya pokoknya dimana pembeli akhir melakukan pembelian.

MODEL SUPPLY CHAIN

Model supply chain menurut A.T.Kearney

Konsep yang digunakan dan dikembangkan untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas
1.Mengurangi jumlah Supplier Konsep ini dikembangkan sejak akhir tahun 1980-an yang bertujuan mengurangi ketidakseragaman, biaya-biaya negosiasi dan pelacakan (tracking) 2.Mengembangkan Supplier Partnership atau Strategic Alliance Konsep ini menganggap bahwa hanya dengan supplier partnership, key suppliers untuk barang tertentu merupakan strategic sources yang dapat dihandalkan dan dapat menjamin lancarnya pergerakan barang dalamsupply chain.

Perbedaan Manajemen Logistik dan Supply Chain Management


Manajemen logistik disini lebih memfokuskan pada pengoptimalan rencana orientasi dan kerangka kerja berupa pembuatan rencana tunggal untuk aliran produk dan informasi di dalam perusahaan, sedangkan SCM merasa tidak cukup hanya integrasi bagian dalam. Tujuan utama SCM adalah mengurangi atau bahkan menghilangkan persediaan buffer yang terlibat antara beberapa departemen dalam satu rantai dengan cara membagi informasi mengenai permintaan ( demand) dengan persediaan yang ada saat ini.

Pencapaian Supply Chain terintegrasi

Tahap 1 Dalam tahap 1, ada semacam kesendirian dan ketidak-saling-tergantungan fungsi misalnya antara fungsi produksi dan fungsi logistik. Mereka melakukan program-program sendiri yang terlepas satu sama lain ( in complete isolation). Tahap 2 Dalam tahap 2, perusahaan sudah mulai menyadari penting adanya integrasi perencanaan walaupun dalam bidang yang masih terbatas yaitu diantara fungsi internal yang paling berdekatan,

Tahap 3 Tahap selanjutnya yang logis diteruskan, yaitu tahap 3, adalah integrasi perencanaan dan pengawasan atas semua fungsi yang terkait dalam satu perusahaan (internal integration). Tahap 4 Tahap 4 menggambarkan tahap sebenarnya dari supply chain integration yaitu integrasi total dalam konsep, perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan (manajemen) yang telah dicapai dalam tahap 3 diteruskan ke upstreams yaitu suppliers dan downstreams sampai ke pelanggan.

Sekian dan terima kasih