Anda di halaman 1dari 17

Imunologi Kusta

Mycobacterium Leprae
Intraselular obligat
Saraf perifer Kulit Mukosa traktus respiratorius bagian atas Organ lain (kecuali saraf pusat)

Penularan
Masih belum diketahui pasti Anggapan:
Kontak antar kulit inhalasi

Kusta
Kuman dapat ditemukan di:
Kulit Folikel rambut Kelenjar keringat ASI Sputum

Semua usia, anak-anak lebih rentan Frekuensi tertinggi 25-35 tahun

Kusta
Makin rendah tingkat sosial ekonomi, maka makin berat penyakitnya dan makin sulit penyembuhannya Faktor genetik diduga mempengaruhi variasi reaksi terhadap infeksi M. leprae Kerusakan pada sensorik dan motorik:
Anestetik, paralisis, atrofi otot

Mycobacterium Leprae
Ditemukan oleh G.A. Hansen Belum dapat dibiakkan dalam media artifisial Ukuran 3-8 um x 0,5 um Tahan asam Tahan alkohol Gram positif

Mycobacterium Leprae
Patogenisitas dan daya invasi rendah Bentuk tipe klinis bergantung pada sistem imunitas selular (SIS) penderita:
SIS baik, maka gambaran klinis ke arah tuberkuloid SIS buruk, maka ke arah lepromatosa

Pembagian menurut WHO:


Pausibasilar (sedikit kuman; TT, BT, I, IB < 2) Multibasilar (banyak kuman; LL, BL, BB, IB > 2)

Reaksi Kusta
ENL (eritema nodusum leprosum) Reaksi reversal atau reaksi upgrading atau reaksi borderline (Li,BL,BB,BT,Ti)

ENL
Dapat timbul pada LL dan BL Makin tinggi multibasilar, makin mungkin ENL Respon imun humoral
M. leprae + IgG,IgM + komplemen

Kadar imunoglobulin kusta lepromatosa > kusta tuberkuloid ENL lebih banyak saat pengobatan

ENL
Predileksi:
Lengan dan tungkai > nodus eritem + nyeri Organ lain: inflamasi

Reaksi Reversal
Gejala klinis tanpa nodus Sebagian atau seluruh lesi yang telah ada bertambah aktif dan atau timbul lesi baru dalam waktu singkat

Fenomena Lucio
Reaksi sangat berat pada kusta lepromatosa non-nodular difus Plak atau infiltrat difus, merah muda, bentuk tak teratur, nyeri Lesi utama di ekstrimitas kemudian ke seluruh tubuh

Fenomena Lucio
Lesi yang berat tampak lebih eritematosa, disertai purpura dan bula, kemudian dengan cepat terjadi nekrosis serta ulserasi yang nyeri Lesi lambat menyembuh dan akhirnya terbentuk jaringan parut

Fenomena Lucio
Histopatologi:
Nekrosis epidermal iskemik Nekrosis pembuluh darah superfisial Proliferasi endotelial pembuluh darah lebih dalam Basil M.leprae di endotel kapiler Deposit imunoglobulin dan komplemen di dinding pembuluh darah