Anda di halaman 1dari 25

MODUL 1 TIDAK HAID

KELOMPOK 3

RITA MARIANA WISMOYO INDRA ZULMAN ANDI ASAD MUBARAK INDAH YUNISARI IIN ALFRIANI AMRAN MUH. ADITYA MANULUSI SUARNIATI AHMAD YANI MUH. ICHSAN L

SKENARIO
Nona Ani, 15 tahun, datang ke klinik dengan keluhan belum mendapat haid. Pada pemeriksaan fisik didapatkan perkembangan payudara (+).

KATA KUNCI
Nn Ani 15 tahun. Keluhan belum mendapat haid Perkembangan payudara (+)

PERTANYAAN
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Jelaskan anatomi dan fisiologi organ yg terkait! Jelaskan fisiologi haid dan hormon-hormon apa saja yg berperan! Jelaskan patomekanisme tidak haid, hubungannya dengan pertumbuhan payudara (+) Apa saja Diferential Diagnosis nya? Pemeriksaan Penunjang? Penatalaksanaannya? Prognosisnya?

Mekanisme tidak haid


Apa itu Amenorea? Amenorea adalah keadaaan tidak terjadinya menstruasi pada seorang wanita. Hal tersebut normal terjadi pada masa sebelum pubertas, kehamilan dan menyusui, dan setelah menopause.

Amenorea primer

Amenorea primer adalah keadaan tidak terjadinya menstruasi pada wanita usia 16 tahun. Amenorea primer terjadi pada 0.1 2.5% wanita usia reproduksi Amenorea sekunder Amenorea sekunder adalah tidak terjadinya menstruasi selama 3 siklus atau atau 6 siklus setelah sebelumnya mendapatkan siklus menstruasi biasa. Angka kejadian berkisar antara 1 5%

Anilisis Kasus
Pasien belum mendapatkan haid, akan tetapi ditemukan perkembangan payudara (+) (AMINOREA PRIMER)

Jadi, Pasien ini tidak mengalami gangguan pada sistem hormonal sehingga dapat di simpulkan tidak ada gangguan pada GLANDULA HYPOPHYSE ATAU KEMUNGKINAN PALING TERAKHIR PASIEN INI HAMIL

PEMERIKSAAN FISIS
*Pemeriksaan

PEMERIKSAAN GINEKOLOGI
Pemeriksaan genItalia interna dan eksterna.

berat badan ,tinggi badan *tanda-tanda pertumbuhan seks sekunder seperti payudara,bulu ketiak dan pubis.

Pemeriksaan Labolatorik.
Pada semua wanita dengan amenorea primer harus dilakukanpemeriksaan kromosom. Pemeriksaan endokrinologi hanya dilakukan bila ingin mencari penyebab dari amenorea tersebut. Amenorea primer sangat jarang disebabkan oleh kelainan hormonal.

DD
1. Agenesis duktus Mullery 2. Sindroma insensitivitas Androgen 3. Hamil????

HAMIL ATAU TIDAK????? Anamnesis:


1. Apakah pernah melakukan hubungan seksual sebelumnya? 2. Apakah ada tanda-tanda klinis kehamilan ( mual, muntah)?

Langkah diagnosis: Pemeriksaan hormon hCg

Agenesis duktus Mullery Kelainan ini diakibatkan oleh tidak terjadinya kanalisasi alat genitalia. introitus vagina kelihatan normal tetapi tidak terbentuk vagina. Gejala : tdk mncul haid, prtumbuhan payudara, vulva, rmbt ketiak/pubis dan prtmbuhan tubuh lainnya brada dlm bts normal.

Pemeriksaan fisik
a.

Pertumbuhan tanda-tanda seksual sekunder normal dan timbulnya setelah masa pubertas, sama seperti wanita normal lainnya. b. Tinggi badan normal c. Pemeriksaan vagina dengan spekulum tidak mungkin atau mengalami kesulitan tergantung tingkat agenesis vagina.

Pemeriksaan Laboratorium
a. Pemeriksaan kromosom perlu dilakukan untuk

menyingkirkan kelainan kariotipe kromosom X (misalnya sindroma Turner) b. Gangguan kromosome lainnya mungkin termasuk kariotipe 46,XY, yaitu bentuk dari sindroma insentisasi androgen (Androgen Insesitivity Syndrome/AIS) c. Kadar hormon hCG, LH dan FSH dalam sirkulasi normal, menunjukkan fungsi ovarium yang normal.

Pemeriksaan pencitraan Ultrasonografi Magnetic Resonance Imaging (MRI) Laparoskopi Radiologi

Penanganannya dapat dilakukan vaginoplasti

Sindroma insensitivitas Androgen


Kelainan kongenital ini disebut juga sebagai pseudohermaphroditismus masculinus dengan genotip wanita,yang disebabkan oleh berkurangnya jumlah reseptor androgen didalam sitoplasma Gejala: Tidak pernah haid, brpenampilan normal dan cantik, payudara normal, vagina tidak ada, introitus vagina normal, uterus kecil, kdng ditemukan testis di dalam inguinal.

Manifestasi
Wanita tidak pernah haid Berpenampilan normal dan cantik, payudara normal, namun pada1/3 wanita, rambut ketiak dan rambut pubis tidak ada, atau kalaupun ada sangat sedikit (hairless women). Vagina tidak ada, atau jika ada terlihat pendek, tetapi alat kelamin luar dan introitus vagina normal, Uterus kecil, kadang-kadang ditemuka testis di daerah inguinal, vagina, labia atau intra abnominal.

Pemeriksaan laboratorium
Pada pemeriksaan kromosom ditemukan karyotip XY dana Barr body negatif. Pada pemeriksaan hormone ditemukan kadar testosterone tinggi.

Prognosis

Bila cepat terdiagnosa maka langkah penanganan penyakit ini dapat segera terlaksana sehingga mampu memberikan prognosis yang baik

TERIMA KASIH

Hipotalamus GnRH(FSH-RH, LH-RH) Hipofisis anterior FSH & LH Ovarium


Merangsang

Folikel Primordial

Folikel Sekunder

Folikel Primer

Folikel tersier (Folikel de graff)

Fase Folikularis

ESTROGEN

Uterus

Fase Ovulasi

Fase Proliferasi

Fase sekresi Fase Luteal Fase menstruasi

C.Rubrum

C.Luteum

C.albicans