Anda di halaman 1dari 11

Inaktivitas (tirah baring lama)

Penurunan kapasitas fungsional

Deconditioning

Disabilitas tambahan (permanen/temporer)

Sistem Muskuloskeletal

Efek Kontraktur, kelemahan dan atrofi otot, gangguan eksitasi elektrik, osteoporosis, degenerasi kartilago, atrofi sinovial, ankilosis

Jantung

Redistribusi cairan tubuh, hipotensi ortostatis, penurunan kapasitas fungsional kardiopulmoner, tromboembolisme

Paru

Resistensi mekanis pernapasan, pneumonia hipostatis, peningkatan


kapasitas total paru, emboli paru

Genitourinaria Gastrointestinal

Statis urinaria, batu ginjal, infeksi saluran kemih Gangguan berkemih, penurunan nafsu makan. konstipasi

Saraf

Deprivasi sensoris, anxietas, depresi dan cemas, penurunan kapasitas intelektualitas, gangguan keseimbangan dan koordinasi.

Kulit

Ulkus dekubitus,

Tata Laksana:

Redistribusi cairan tubuh

Hipotensi postural

Tromboembolisme

Dekondisi kardiovaskular

Cek manifestasi klinis, lakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang untuk mengetahui kelainan kardiovaskular yang terjadi Terapi tromboemboli vena : menurangi stasis vena dengan fisioterapi

Meningkatnya ekskresi nitrogen

Hipoproteinemia Edema Turunnya berat badan

Meningkatnya pemecahan protein dan menurunnya sintesis protein

Hipoproteinemia

Meningkatnya tekanan vena sentral

Inhibisi ADH diuresis kehilangan natrium

Ketidaktabilan hormon tiroid


BMR menurun

Meningkatnya resitensi insulin


hiperglikemik

Peningkatan adrenokortikotropis, LDL, dan kolesterol

Peningkatan PTH
Hiperkalsemia Penurunan spermatogenesis

Kurangnya tekanan intraabdomen untuk membantu urinasi

Pencegahan:
Pemberian cairan yang cukup untuk mencegah kolonisasi bakteri Penjadwalan buang air kecil Pemasangan kateter (bila perlu)

Stagnasi urin/retensi urin

Pembentukan batu ginjal. Kolonisasi bakteri meningkat.

Kapasitas paru menurun. Pergerakan diafragma dan interkosta menghilang.

Pencegahan:
Sering bertukar posisi Pulmonary toilet Pengeluaran sekresi dengan suctioning Bronkodilator (bila perlu)

Restriksi mekanik saat bernafas

Nafas menjadi dangkal dan cepat. Menyulitkan pembersihan sekresi mukus dari jalan nafas.

Kehilangan nafsu makan

Penurunan absorbsi makanan

Pencegahan konstipasi :
Hipoproteinemia Konstipasi

pemberian asupan maknan dan cairan yang adekuat Penjadwalan post meal toileting Penggunaan stool softener Pemberian suppositories

Berkurangnya psikomotor

Kecemasan, depresi, insomnia, perubahan konsentrasi dan orientasi

Pencegahan:

Kelabilan emosional

Stimulasi fisik dan psikososial di awal imobilisasi Sesi grup terapi Sosialisai Melakukan kegiatan avokasional Dukungan keluarga

Penurunan fungsi sensoris dan psikososial

TERIMA KASIH