Anda di halaman 1dari 26

KOMA

KELOMPOK V

KONSEP MEDIS

DEFENISI
Koma adalah keadaan penurunan kesadaran dana

respons dalam bentuk yang berat, kondisinya seperti tidur yang dalam dimana pasien tidak dapat bangun dari tidurnya. (W. Sudoyo dkk, 2006)

EITIOLOGI
Terjadi karena cedera kepala ringan atau berat
Keracunan Keabnormalan metabolik

Penyakit sistem saraf pusat


Luka neurologis seperti stroke dan hipoksia Agen farmasentika

Manifestasi klinis
Pasien koma tidak dapat dibangunkan
Tidak memberikan respon normal terhadap rasa sakit

atau rangsangan cahaya Tidak memiliki siklus tidur-bangun Tidak dapat melakukan tindakan sukarela

KLASIFIKASI
Koma epileptik
Koma farmakologis

Pemeriksaan Diagnostik
Uji laboratorium
Pemeriksaan tambahan lainnya adalah CT-Scan atau

MRI kepala, untuk menyingkirkan kemungkinan adanya cedera otak atau perdarahan

KOMPLIKASI
GANGGUAN PERNAPASAN
PNEMONIA DEKUBITUS

ASPIRASI

Pengkajian
Head t toe Kepala Leher Dada Abdomen Genitalia Kulit ekstremitas

Diagnosa Keperawatan
Resiko tinggi terhadap kerusakan integritas kulit berhubungan dengan imobilisasi 2. Kurang kebutuhan nutrisi berhubungan dengan kerusakan neuromuskuler yang mempengaruhi refleks menelan 3. Pola jalan napas tidak efektif berhubungan dengan penurunan ekspansi paru 4. Perubahan proses keluarga berhubungan dengan ketidakpastian tentang hasil
1.

Inrevensi Dx 1
Inspeksi seluruh area kulit, catat pengisian kapiler,

adanya kemerahan, pembengkakan. Berikan perhatian khusus pada daerah belakang kepala, kulit di daerah kaus kaki atau lekukak dimana kulit sering tersentuh/tertekan R: kulit buasanya rusak rusak karena perubahan sirkulasi perifer, ketidak mampan untuk merasakan tekanan, imobilisasi dan gangguan pengaturan suhu.

Lakukan massase dan lubrikasi pada kulit dan

losion/minyak. Lindungi sendi dengan bantalan busa, wool. Matras egg crate pada daerah tumit/sikut. Gunakan pengeras kulit khusus, seperti tikar benzoin, karaya, krim sween. R: meningkatkan sirkulasi dapan melindungi permukaan kulit.

Besihkan dan keringkan kulit khsususnya daerah-

daerah kelembaban tinggi seperti perineum. R: kulit yang bersih dan kering tidak akan cenderung mengalami ekskorisasi/kerusakan

Intervensi Dx 2
Auskultasi bising usus, evaluasi adanya distensi

abdomen R: perubahan fungsi lambung sering terjadi akibat imobilisasi Berikan diet tinggi kalori atau protein nabati R: makanan suplementasi dapat meningkatkan pemasukan nutrisi Pasang/pertahankan selang NG. berikan makanan enteral/parenteral R: membantu pasien dalam pemenuhan nutrisi

Intervensi Dx 3
Inspeksi adanya edema pada wajah dan leher

R: edemad/konprensi trakea atau trauma saraf dapat mengganggu fungsi perrnapasan Auskultasi suara napas, catat adanya suara ronchi/mengi R: menendakan adanya akumulasi sekret/pembersihhan jalan napas yang tidak efektif

Berikan oksigen tambahan

R: dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan oksigen Pantau hasil analisa gas darah R: memantau keefektifan pola napas Lakukan penghisapan sekret R: penghisapan dibutuhkan untuk meningkatkian distrribusi udara dan mengurangi resiko infeksi pernapasan

Intervensi Dx 4
Catat bagian-bagian dari unit keluarga,

keberadaan/keterlibatan sistem pendukung R: menentukan adanya sumber keluarga dan mengidentifikasikan hal-hal yang diperlukan Anjurkan keluaga untuk mengemukakan hal-hal yang menjadi perhatiannya tentang keseriusan kondisi, kemungkinan untuk meninggal, atau kecacatan (ketidakmampuan) R: pengungkapan rasa takut secara terbuka dapat menurunkan ansietas dan meningkatkan koping secara realitas

Tingkatkan pentingnya untuk selalu menjaga suatu

dialog terbuka secara terus-menerus antara anggota keluarga R: memberikan kesempatan untuk mengungkapkan perasaan secara terbuka. Saling mengenal dan kesadaran terhadap satu dengan yang lainnya akan meningkat dan mengilangkan rasa marah

Evaluasi/diskusikan harapan/tujuan keluarga

R: keluarga mungkin percaya bahwam pasien akan hidup, rehabilitasi akan sangat dibutuhkan untuk pengobatannya walaupun informasinya akurat, harapan dapat tidak terwujud. Tentukan peran khusus dan antisipasi adanya perubahan R: tanggung jawab/peran harus sebagian atau keseluruhan dibebankan pada anggita keluarga yang lain, yang selanjutnya akan menimbulkan kerumitan koping keluarga

Bantu keluarga untuk mengenal kenutuhan semua

anggota keluarga R: perhatian mungkin juga terpusat pada anggota keluarga yang mengalami sakit yang membuat anggota keluarga yang lain merasa terisolasi yang mana dapat mengganggu keutuhan keluarga

Beri dukungan terhadap keluarga yang merasa

kehilangan anggotanya. Ukur normalitas rentan perasaan yang lebar dan proses-proses alamiah R: walaupun berduka tidak pernah teratasi secara penuh dan keluarga mungkin bimbang terhadap berbagai tahap, memahami bahwa ini adalah khas mungkin membantu membantu keluarga untuk menerima kegagalan.

Libatkan keluarga dalam pertemuan tim rehabilitasi dan

perencanaan keperawatan/pengambilan keputusan. R: memfasilitasi komunnikasi, memungkinkan keluarga untuk menjadi integral rehabilitasi dan memberikan rasa kontrol Identifikasi sumber-sumber komunitas yang ada seperti perawatan dirumah, konselor mengenai hukum dan finansial R: memberikan bantuan dengan masalah yang mungkin meningkat sebagai akubat dari gangguan funsi peran

Rujuk pada terapi keluarga, atau kelompo-kelompok

penyokong lainnya R: perubahan yang terjadi pada anggota keluarga yang sakit mungkin akan mempengaruahi perilaku anggota keluarga yang lain.

evaluasi
Dx 1 : Resiko terhadap terjadinya integritas kulit akan

berkurang Dx 2: Normalitas nilai-nilai laboratorium dan tidak ada malnutrisi Dx 3: Bebas dari sianosis dan tanda lain hipoksia dengan GDA dalam batas normal Keluarga mampu meneriama keadaan yang terjadi