Anda di halaman 1dari 38

Gyan Adytya

20080310135

 Plexus hemoroid merupakan pembuluh darah normal yang terletak pada mukosa rektum bagian distal dan anoderm.
  • Plexus hemoroid merupakan pembuluh darah

normal yang terletak pada mukosa rektum bagian distal dan anoderm.

  • Gangguan pada hemoroid terjadi ketika plexus vaskular ini membesar.

  • Hemoroid adalah kumpulan dari pelebaran satu segmen atau lebih vena hemoroidalis di daerah anorektal.

 Penyebab hemoroid tidak diketahui pasti, konstipasi kronis dan mengejan saat defekasi penting dalam patofisiologi hemoroid.
  • Penyebab hemoroid tidak diketahui pasti, konstipasi kronis dan mengejan saat defekasi penting dalam patofisiologi hemoroid.

  • Mengejan terus menerus pembuluh darah hemoroidalis berdilatasi secara progresif +

jaringan sub mukosa kehilangan perlekatan normalnya dengan sfingter internal dibawahnya prolaps hemoroid + berdarah.

Primer  Keturunan  Anatomik dan fisiologik  Kelemahan tonus sfingter anus Sekunder  Pekerjaan 

Primer

  • Keturunan

  • Anatomik dan fisiologik

  • Kelemahan tonus sfingter anus

Sekunder

  • Pekerjaan

  • Umur

  • Endokrin

  • Mekanis

  • Pola makan

  • Pola defekasi

  • Kehamilan

  • obstruksi vena

  • Peningkatan tekanan intra abdominal

 Hemoroid Interna  Hemoroid Eksterna  Hemoroid Gabungan
  • Hemoroid Interna

    • Hemoroid Eksterna

      • Hemoroid Gabungan

 Pelebaran pleksus hemoroidalis interna yang berada di atas linea dentata dan ditutupi oleh mukosa 
  • Pelebaran pleksus hemoroidalis interna yang berada di atas linea dentata dan ditutupi oleh mukosa

    • Inervasi somatik (-) nyeri (-)

    • “Three Primary Hemorrhoidal Areas” oleh Miles :

kanan depan (jam11) kanan belakang (jam7) lateral kiri (jam 3)

 

Hemoroid Interna

Derajat

Berdarah

Prolaps

Reposisi

I

+

-

-

II

+

+

Spontan

III

+

+

Manual

IV

+

Tetap

Irreponibel

3. Gejala Iritatif  Kelembaban + rangsangan mukus  iritasi kulit perianal.  Sekresi mukosa anus
  • 3. Gejala Iritatif

    • Kelembaban + rangsangan mukus iritasi kulit perianal.

    • Sekresi mukosa anus + perdarahan sering mengotori pakaian dalam maserasi kulit.

  • 4. Nyeri

    • Bila ada komplikasi berupa prolaps, trombosis atau akibat penyerta lainnya.

    • Puncak nyeri biasanya muncul setelah defekasi.

  •  Hemoroid Interna * perdarahan saat defekasi (darah merah segar) * nyeri (-) * BAB kadang
    • Hemoroid Interna * perdarahan saat defekasi (darah merah segar) * nyeri (-) * BAB kadang bercampur lendir * prolaps pd saat defekasi * rasa tidak enak di anus * rasa gatal di anus * gejala anemia

    • Hemoroid Eksterna

      • - rasa tidak enak di anus

      • - nyeri (+/-)

      • - nyeri (+) jika ada

    trombus

    • - iritasi kronis

    Posisi terbaik : posisi miring (sims position) atau posisi menungging (knee chest). Inspeksi  Perdarahan atau

    Posisi terbaik : posisi miring (sims position) atau posisi

    menungging (knee chest).

    Inspeksi

    • Perdarahan atau bekas perdarahan pd anus

    • Prolaps hemoroid interna (pasien mengejan), catat pada posisi jam berapa.

    • Benjolan pd tepi anus (hemoroid externa), kelainan anorectal (fisura, fistula).

    • Rectal toucher dilakukan untuk menyingkirkan kemungkinan ca rektum.

    Indikasi :  Hemoroid interna grade I dan II (dg perdarahan minimal)  Penderita yang menolak

    Indikasi :

    • Hemoroid interna grade I dan II (dg perdarahan minimal)

    • Penderita yang menolak operasi

    • Kondisi penderita yang tidak memungkinkan dilakukan operasi.

     Non-Operatif  Diet tinggi serat  Skleroterapi – Ligasi dengan gelang karet
    • Non-Operatif

      • Diet tinggi serat

      • Skleroterapi

    Ligasi dengan gelang karet

     Non-Operatif  Diet tinggi serat  Skleroterapi – Ligasi dengan gelang karet
     Non-Operatif  Diet tinggi serat  Skleroterapi – Ligasi dengan gelang karet
     Protektan mencegah iritasi area perianal dg menghambat kontak kulit yang mengalami iritasi, meredakan iritasi, gatal
    • Protektan mencegah iritasi area perianal dg menghambat kontak kulit yang mengalami iritasi, meredakan iritasi, gatal nyeri dan rasa terbakar.

    • Antiseptik menghambat pertumbuhan bakteri dan organisme lain.

     Analgesic dapat meredakan nyeri, rasa gatal dan terbakar dengan menekan reseptor nyeri.  Kortikosteroid dapat
    • Analgesic dapat meredakan nyeri, rasa gatal dan terbakar dengan menekan reseptor nyeri.

    • Kortikosteroid dapat mengurangi inflamasi dan rasa gatal

    Indikasi  Pasien dg keluhan menahun dan pada hemoroid grade III-IV  Pasien dg perdarahan berulang

    Indikasi

    • Pasien dg keluhan menahun dan pada hemoroid grade III-IV

    • Pasien dg perdarahan berulang dan anemia yg tidak membaik dg terapi non-operatif

    • Hemoroid interna dg penyulit (perdarahan) dan prolaps

    • Hemoroid eksterna dg penyulit (trombosis)

     Eksisi yg hanya dilakukan pd jaringan yg berlebihan.  Eksisi sehemat mungkin dg tidak mengganggu
    • Eksisi yg hanya dilakukan pd jaringan yg berlebihan.

    • Eksisi sehemat mungkin dg tidak mengganggu sfingter anus

    • Eksisi harus digabung dg rekonstruksi tunika mukosa

    1. Teknik Milligan-Morgan Paling popular dan sebagai gold standart
    • 1. Teknik Milligan-Morgan Paling popular dan sebagai gold standart

    1. Teknik Milligan-Morgan Paling popular dan sebagai gold standart
    2. Teknik Langenbeck Cara yg mudah dan tidak ada resiko pembentukan jaringan parut sekunder yg bisa

    2. Teknik Langenbeck

    Cara yg mudah dan tidak ada resiko

    pembentukan jaringan parut sekunder yg bisa menimbulkan stenosis

    : Tampon kasa  Hari I Puasa Infus dan obat-obatan parenteral  Hari II : Diet

    : Tampon kasa

    • Hari I

    Puasa

    Infus dan obat-obatan parenteral

    • Hari II

    : Diet rendah serat

    Tampon anus dilepas

    • Hari III : Keluar RS Obat peroral, randam duduk antiseptik

    Edukasi

    (Sitz Bath)

    KOMPLIKASI DINI KOMPLIKASI LANJUT  Nyeri post op  Infeksi  Perdarahan post op  Bengkak

    KOMPLIKASI DINI

    KOMPLIKASI LANJUT

    • Nyeri post op

    • Infeksi

    • Perdarahan post op

    • Bengkak jaringan kulit

    • Retensi urine

    • Inkontinensia urine

    • Anus mengalami stenosis atau terbentuk fissura

    • Pembentukan skin tag

    • Rekurensi

    • Inkontinensia alvi

    • Perdarahan

     Sebagian besar hemoroid akan sembuh secara spontan atau dg terapi konservatif saja.  Prognosis kambuhnya
    • Sebagian besar hemoroid akan sembuh secara spontan atau dg terapi konservatif saja.

    • Prognosis kambuhnya hemoroid bergantung pada keberhasilan edukasi, yaitu pada perubahan pola makan, defekasi dan gaya hidup.

     Dardjat, M.N., Achijat, A.K., 1987, Kumpulan Kuliah Ilmu Bedah Khusus, Aksara Medisina, Jakarta  Dudley,
    • Dardjat, M.N., Achijat, A.K., 1987, Kumpulan Kuliah Ilmu Bedah Khusus, Aksara Medisina, Jakarta

    • Dudley, H.A.F, 1992, Hamilton Bailey: Ilmu Bedah Gawat Darurat, Edisi XI, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta

    • FKUI, 2006, Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid I Edisi IV, Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam, Jakarta

    • Manjoer Arief, dkk, 2000, Kapita Selekta Kedokteran, Edisi 2, Media Aesculapius, Jakarta

    • Sabiston, 1994, Buku Ajar Bedah, Bagian II, EGC, Jakarta

    • Sabiston, 1997, Atlas Bedah Umum, Binarupa Aksara, Jakarta

    • Schrock, R, Theodore, M.D., 1993, Ilmu Bedah, Edisi VII, EGC, Jakarta

    • Sjamsuhidajat, R, Wim De Jong, 1997, Buku Ajar Ilmu Bedah, EGC, Jakarta