Anda di halaman 1dari 29

ASPEK MEDIKOLEGAL ABORTUS

Pokok Bahasan
Definisi Faktor-faktor Penyebab Tindakan Abortus Jenis Abortus Metode-metode Abortus dan Efek Sampingnya Komplikasi Abortus Pembuktian Kasus Abortus Abortus dalam Aspek Hukum Abortus dalam Aspek Agama Abortus dalam Aspek Sosial

Definisi
Dalam pengertian medis, abortus adalah gugur kandungan atau keguguran dimana keguguran itu sendiri berarti berakhirnya kehamilan, sebelum fetus dapat hidup sendiri di luar kandungan. Pengertian pengguguran kandungan menurut hukum ialah tindakan menghentikan kehamilan atau mematikan janin sebelum waktu kelahiran, tanpa melihat usia kandungannya.

Faktor-faktor Penyebab Tindakan Abortus


Faktor Ibu Faktor Janin

Jenis Abortus
Menurut pengertian kedokteran terbagi dalam : Abortus spontan Abortus provokatus, yang terbagi lagi ke dalam: 1.Abortus provokatus terapeutik 2.Abortus provokatus kriminalis*
*Abortus provokatus kriminalis sajalah yang termasuk ke dalam lingkup pengertian pengguguran kandungan menurut hukum.

Jenis Abortus
Secara klinis di bidang medis dikenal istilahistilah abortus sebagai berikut : 1. Abortus Imminens, 2. Abortus Insipiens 3. Abortus Incompletus 4. Abortus Completus 5. Missed Abortion 6. Abortus Habitualis

Abortus Provokatus
Ditinjau dari aspek hukum dapat digolongkan ke dalam dua golongan yakni : 1. Abortus provokatus legal 2. Abortus provokatus illegal

Metode-metode Abortus dan Efek Sampingnya


Kekerasan mekanik Obat-obatan Abortif

Komplikasi Abortus
Kematian lambat Kematian yang tak begitu cepat Kematian Segera (immediate)

Pembuktian Kasus Abortus


Pemeriksaan Korban Hidup Pemeriksaan Post Morterm 1. Menentukan perempuan tersebut dalam keadaan hamilatau tidak 2. Mencari tanda-tanda cara abortus provocatus yang dilakukan. 3. Menentukan sebab kematian

Pembuktian Kasus Abortus


Dilakukan pemeriksaan luar Pembedahan jenazah (autopsi) Pemeriksaan toksikologik Pemeriksaan mikroskopik

Pemeriksaan Pada Janin


Tentukan usia bayi (janin). 1. Panjang bayi 2. Lingkaran kepala 3. Pusat penulangan

Abortus dalam Aspek Hukum


Menurut hukum-hukum yang berlaku di Indonesia, aborsi atau pengguguran janin yang termasuk dalam kejahatan, dikenal dengan istilah Abortus Provocatus Criminalis. Yang menerima hukuman adalah: 1. Ibu yang melakukan aborsi 2. Dokter atau bidan atau dukun yang membantu melakukan aborsi 3. Orang-orang yang mendukung terlaksananya aborsi

Berdasarkan KUHP
Pasal 229 Pasal 341 Pasal 342 Pasal 343 Pasal 346 Pasal 347 Pasal 348 Pasal 349

Pasal 229
Barang siapa dengan sengaja mengobati seorang wanita atau menyuruhnya supaya diobati, dengan diberitahukan atau ditimbulkan harapan, bahwa karena pengobatan itu hamilnya dapat digugurkan, diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun atau denda paling banyak tiga ribu rupiah. Jika yang bersalah, berbuat demikian untuk mencari keuntungan, atau menjadikan perbuatan tersebut sebagai pencarian atau kebiasaan, atau jika dia seorang tabib bidan atau juru obat, pidananya dapat ditambah sepertiga. Jika yang bersalah, melakukan kejahatan tersebut, dalam menjalani pencarian maka dapat dicabut haknya untuk melakukan pencarian itu.

Pasal 341
Seorang ibu yang, karena takut akan ketahuan melahirkan anak, pada saat anak dilahirkan atau tidak lama kemudian, dengan sengaja merampas nyawa anaknya, diancam, karena membunuh anak sendiri, dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun.

Pasal 342
Seorang ibu yang, untuk melaksanakan niat yang ditentukan karena takut akan ketahuan bahwa akan melahirkan anak, pada saat anak dilahirkan atau tidak lama kemudian merampas nyawa anaknya, diancam, karena melakukan pembunuhan anak sendiri dengan rencana, dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun.

Pasal 343
Kejahatan yang diterangkan dalam pasal 341 dan 342 dipandang, bagi orang lain yang turut serta melakukan, sebagai pembunuhan atau pembunuhan dengan rencana.

Pasal 346
Seorang wanita yang sengaja menggugurkan atau mematikan kandungannya atau menyuruh orang lain untuk itu, diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun.

Pasal 347
Barangsiapa dengan sengaja menggugurkan atau mematikan kandungan seorang wanita tanpa persetujuannya, diancam dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun. Jika perbuatan itu mengakibatkan matinya wanita tersebut, dikenakan pidana penjara paling lama lima belas tahun.

Pasal 348
Barangsiapa dengan sengaja menggugurkan atau mematikan kandungan seorang wanita dengan persetujuannya, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun enam bulan. Jika perbuatan itu mengakibatkan matinya wanita tersebut, dikenakan pidana penjara paling lama tujuh tahun.

Pasal 349
Jika seorang tabib, bidan atau juru obat membantu melakukan kejahatan yang tersebut pasal 346, ataupun melakukan atau membantu melakukan salah satu kejahatan yang diterangkan dalam pasal 347 dan 348, maka pidana yang ditentukan dalam pasal itu dapat ditambah dengan sepertiga dan dapat dicabut hak untuk menjalankan pencarian dalam mana kejahatan dilakukan.

Kesimpulan Dari Rumusan Pasal-pasal Tersebut


Seorang perempuan hamil yang dengan sengaja melakukan aborsi atau ia menyuruh orang lain, diancam hukuman empat tahun penjara. Seseorang yang dengan sengaja melakukan aborsi terhadap ibu hamil dengan tanpa persetujuan ibu hamil tersebut, diancam hukuman penjara 12 tahun, & jika ibu hamil tersebut mati, diancam penjara 15 tahun penjara. Jika dengan persetujuan ibu hamil, maka diancam hukuman 5,5 tahun penjara & bila ibu hamil tersebut mati diancam hukuman 7 tahun penjara. Jika yang melakukan & atau membantu melakukan aborsi tersebut seorang dokter, bidan atau juru obat ancaman hukumannya ditambah sepertiganya & hak untuk berpraktik dapat dicabut. Setiap janin yang dikandung sampai akhirnya nanti dilahirkan berhak untuk hidup serta mempertahankan hidupnya.

Berdasarkan UU Kesehatan, Abortus atas indikasi medik ini diatur dalam Undang Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan pasal-pasal yang terkait diantaranya:

Pasal 75 Pasal 76 Pasal 77

PRO?? KONTRA??

AGAMA
ISLAM
BUDHA HINDU

KRISTEN

Abortus dalam Aspek Agama


Islam
Aborsi adalah membunuh. Membunuh berarti melawan terhadap perintah Allah Majelis Ulama Indonesia Memfawatkan bahwa : 1. Aborsi haram hukumnya sejak terjadinya implantasi blastosis pada dinding rahim ibu (nidasi) 2. Aborsi dibolehkan karena adanya uzur, baik yang bersifat darurat maupun hajat

Budha
Dalam agama Budha perlakuan aborsi tidak dibenarkan karena suatu karma harus diselesaikan dengan cara yang baik, jika tidak maka akan timbul karma yang lebih buruk lagi

Abortus dalam Aspek Agama


Kristen
Pertama : Jangan pernah berpikir bahwa janin dalam kandungan itu belum memiliki nyawa Kedua : Aborsi karena alasan janin cacat tidak dibenarkan Tuhan Ketiga : Aborsi karena ingin menyembunyikan aib tidak dibenarkan Tuhan Keempat : Anak-anak adalah pemberian Tuhan. Jagalah sebaikbaiknya

Hindu
Aborsi dalam Teologi Hinduisme tergolong pada perbuatan yang disebut Himsa Karma yakni salah satu perbuatan dosa yang disejajarkan dengan membunuh, menyakiti, dan menyiksa. Oleh karena itulah perbuatan aborsi disetarakan dengan menghilangkan nyawa, maka aborsi dalam Agama Hindu tidak dikenal dan tidak dibenarkan

Abortus dalam Aspek Sosial