Anda di halaman 1dari 43

Anemia pada Anak

Definisi
Penurunan volume/jumlah sel darah merah (eritrosit) dalam darah atau penurunan kadar Hemoglobin sampai dibawah rentang nilai yang berlaku untuk orang sehat (Hb<10 g/dL), sehingga terjadi penurunan kemampuan darah untuk menyalurkan oksigen ke jaringan

Gejala Klinis

lemas, pucat dan cepat lelah berdebar-debar sakit kepala dan iritabel pucat pada mukosa bibir dan faring, telapak tangan dan dasar kuku konjungtiva okuler berwarna kebiruan atau putih mutiara (pearly white) Takikardi Jika karena infeksi parasit cacing akan tampak pot belly Penderita defisiensi besi berat mempunyai rambut rapuh, halus serta kuku tipis, rata, mudah patah dan berbentuk seperti sendok.

Anemia dapat diklasifikasikan menjadi 4:


1.

2.
3. 4.

Anemia defisiensi Anemia aplastik Anemia hemolitik Anemia post hemoragi

Anemia defisiensi

terjadi akibat kekurangan satu atau beberapa bahan yang diperlukan untuk pematangan eritrosit, seperti defisiensi besi, asam folat, vitamin B12, dan sebagainya.

Menurut morfologinya dibagi jadi 3 :


Mikrositik hipokrom Makrositik normokrom Dimorfik (campuran anemia mikrositik hipokrom dan anemia megaloblastik)

Anemia Mikrositik Hipokrom (defisiensi besi)

Jumlah besi dalam badan orang dewasa adalah 4-5 gr sedang pada bayi 400 mg, yang terdiri dari : masa eritrosit 60 %, feritin dan hemosiderin 30 %, mioglobin 5-10 %, hemenzim 1 %, besi plasma 0,1 %

Kebutuhan besi pada bayi dan anak lebih besar dari pengelurannya karena pemakaiannya untuk proses pertumbuhan, dengan kebutuhan ratarata 5 mg/hari tetapi bila terdapat infeksi meningkat sampai 10 mg/hari

Cadangan besi pada :


Bayi normal/sehat cukup untuk 6 bulan Bayi prematur cukup untuk 3 bulan

Ekskresi besi yang normal dari tubuh :


Bayi 0,4 mg/hari Anak 4-12 tahun Laki-laki dewasa Wanita dewasa Wanita hamil 0,3
0,4 1 mg/hari 1 1,5 mg/hari 1 2,5 mg/hari 2,7 mg/hari

Berdasarkan umur penderita penyebab dari defisiensi besi dapat dibedakan:


bayi < 1tahun : persediaan besi kurang karena BBLR, lahir kembar, ASI eklusif tanpa suplemen besi, susu formula rendah besi, pertumbuhan cepat, anemi selama kehamilan

anak 1-2 tahun : masukan besi kurang, kebutuhan yang meningkat karena infeksi berulang (enteritis,BP), absorpsi kurang

anak 2-5 tahun : masukan besi kurang, kebutuhan meningkat, kehilangan darah karena divertikulum meckeli Anak 5-remaja : perdarahan karena infeksi parasit dan polip, diet tidak adekuat

Terapi
Pengobatan kausal Makanan adekuat Sulfas ferosus 3x10 mg/KgBB/hari (diharapkan kenaikan Hb 1 g/dL setiap 1-2 minggu) Transfusi darah bila kadar Hb <5 g/dL Antibiotik jika ada infeksi

Anemia Makrositik Normokrom (Megalobalstik)

Hal ini diakibatkan oleh gangguan atau terhentinya sintesis asam nukleat DNA seperti yang ditemukan pada defisiensi B12 dan atau asam folat

Anemia Defisiensi Asam Folat


Jumlah asam folat dalam tubuh berkisar 6-10 mg, dengan kebutuhan perhari 50mg Tanpa adanya asupan folat, persediaan folat biasanya akan habis kira-kira dalam waktu 4 bulan

Hasil Lab
Hb menurun, MCV >96 fL Retikulosit biasanya berkurang Hipersegmentasi neutrofil Aktivitas asam folat dalam serum rendah (normal antara 2,1-2,8 mg/ml) SSTL eritropoetik megaloblastik, granulopoetik, trombopoetik

Terapi
Asam folat 3X5 mg/hari untuk anak Asam folat 3X2,5 mg/hari untuk bayi

Anemia Defisiensi Vitamin B12


Dihasilkan dari kobalamin dalam makanan terutama makanan yang mengandung sumber hewani seperti daging dan telur Anemia jenis ini biasanya disebabkan karena kurangnya masukan, panderita alkoholik kronik, pembedahan lambung dan ileum terminale, malabsorpsi dan lain-lain

Adapun gejala dari penyakit ini berupa penurunan nafsu makan, diare, sesak napas, lemah, dan cepat lelah Untuk terapinya dapat diberikan suplementasi vitamin B12

Anemia Dimorfik

Biasanya disebabkan oleh defisiensi dari asam folat dan besi. Dari hasil pemeriksaan laboratorium didapatkan :
hipokrom makrositik mikrositik normokrom MCV, MCH, MCHC mungkin normal SI menurun sedikit IBC agak menurun SSTL terlihat gejala campuran dari kedua jenis anemia

Anemia Aplastik / Pansitopenia

Berkurangnya sel-sel darah dalam darah tepi sebagai akibat terhentinya pembentukan sel hemapoetik dalam SSTL, sehingga penderita mengalami pansitopenia yaitu kekurangan sel darah merah, sel darah putih dan trombosit

Secara morfologis sel-sel darah merah terlihat normositik dan normokrom, hitung retikulosit rendah atau hilang, biopsi sumsum tulang menunjukkan keadaan yang disebut pungsi kering dengan hipoplasia yang nyata dan terjadi penggantian dengan jaringan lemak Dibedakan menjadi 2 yaitu :

Kongenital didapat

Kongenital
Timbul perdarahan bawah kulit Anemia progresif dengan clinical onset 1,5-22 tahun, rata-rata 6-8 tahun

Didapat
radiasi sinar rontgen dan sinar radioaktif zat kimia seperti benzena, insektisida, As, Au, Pb obat seperti kloramfenikol, busulfan, metotrexate, sulfonamide, fenilbutazon Individual seperti alergi Infeksi seperti TBC milier, hepatitis Lain-lain

Hasil Lab
Anemia hipokrom normositik dan makrositik Retikulosit menurun Leukopenia Trombositopenia SSTL hipoplasia / aplasia yang diganti oleh jaringan lemak atau jaringan penyokong

Terapi
Kortikosteroid 2-5 mg/KgBB/hari secara oral Transfusi darah bila perlu Pengobatan terhadap infeksi sekunder Transplantasi sumsum tulang pada pasien muda, antithymocyte globulin (ATG) untuk pasien tua

Anemia Hemolitik
umur eritrosit menjadi lebih pendek (normal umur eritrosit 100-120 hari) bilirubin meningkat bila fungsi hepar buruk dan keaktifan sumsum tulang untuk mengadakan kompensasi terhadap penghancuran tersebut sehingga dalam darah tepi banyak eritrosit berinti, retikulosit meningkat, polikromasi, bahkan eritropoesis ektrameduler

Adapun gejala klinis penyakit ini berupa : menggigil, pucat, cepat lelah, sesak napas, jaundice, urin berwarna gelap, dan pembesaran limpa Penyakit ini dapat dibagi dalam 2 golongan besar yaitu :

Gangguan Intrakorpuskular (kongenital) Gangguan Ekstrakorpuskular

Gangguan Intrakorpuskular (kongenital)

Kelainan ini umumnya disebabkan oleh karena ada gangguan dalam metabolisme eritrosit sendiri. Dapat dibagi menjadi 3 golongan yaitu:
Gangguan pada struktur dinding eritrosit (sferositosis, ovalositosis) Gangguan enzim (def G6PD, def glutation reduktase, def glutation, def piruvat kinase, def TPI, dll) Hemoglobinopati

Hemoglobinopatia
Hemoglobin orang dewasa normal teridi dari HbA (98%), HbA2 tidak lebih dari 2 % dan HbF tidak lebih dari 3 % Pada bayi baru lahir HbF merupakan bagian terbesar dari hemoglobinnya (95%), kemudian pada perkembangan konsentrasi HbF akan menurun sehingga pada umur 1 tahun telah mencapai keadaan yang normal.

Terdapat 2 golongan besar gangguan pembentukan Hemoglobin ini yaitu :


gangguan struktural pembentukan hemoglobin (hemoglobin abnormal) misal HbE, HbS dan lain-lain. Gangguan jumlah (salah satu atau beberapa) rantai globin misal talasemia

Gangguan Ekstrakorpuskular

Biasanya penyebabnya merupakan faktor yang didapat (acquired) dan dapat disebakan oleh :
obat-obatan, racun ular, jamur, bahan kimia (bensin, saponin, air), toksin (hemolisisn) streptokokkus, virus, malaria.

Hipersplenisme anemia akibat penghancuran eritrosit karena reaksi antigen-antibodi. Seperti inkompabilitas golongan darah, alergen atau hapten yang berasal dari luar tubuh, bisa juga karena reaksi autoimun

Anemia pada Neonatus

Etilogi
Akibat perdarahan Hemolisis Gangguan pembentukan eritrosit

Anemia karena perdarahan


1. Perdarahan okulta sebelum persalinan = perdarahan fetomaternal, transfusi feto fetal 2. Perdarahan internal = perdarahan ekstrakranial, intrakranial, intraabdomen.

Anemia yang timbul adalah anemia normokrom. Gejala klinis yang ditemukan merupakan tanda dari hipovolemik dan hipoksemi ( takikardi , takipneu dan hipotensi )

ANEMIA HEMOLISIS

Proses patologik yang menyebabkan pemendekan umur eritrosit

1. Anemia hemolitik non imun = kelainan membran eritrosit herediter,defek G6PD 2. Anemia hemolitik autoimun

Hemolitik neonatal umumnya mempunyai manifestasi sbb : a. Peningkatan hitung retikulosit secara persisten tanpa atau dengan penurunan kadar Hb atau tanpa riwayat perdarahan. b. Penurunan Hb tanpa peningkatan retikulosit, tanpa ada perdarahan.

Anemia karena kegagalan produksi eritrosit


Anemia Diamond Blackfan akibat kegagalan eritropoeisis sedangkan produksi leukosit dan trombosit normal ( penurunan prekursor eritroid ) Diduga diturunlan secara autosomal resesif.

Sindrom ini terjadi pada BBLR ( 10% ) dan 30% disertai kelainan kongenital. Kelainan lain yang dpat ditemukan = mikrosefali, palatoschisis, kelainan pada mata dan kelainan pada ibu jari.

Thank you