Anda di halaman 1dari 42

LAPORAN KASUS SIROSIS HEPATIS

Oleh : Ramadi Satryo Wicaksono. 05.70.0067

Pembimbing : dr. Johannes V Lucida, SpPD

STATUS PENDERITA

Nama Jenis Kelamin Umur Alamat Pekerjaan Agama Suku bangsa Masuk RS Tanggal Pemeriksaan

Tn. Y Laki Laki 46 tahun Ploso - Gedangan Islam Jawa 03 02 - 2012 08 02 - 2012

KELUHAN UTAMA
MUNTAH DARAH

ANAMNESA

Pasien mengeluh tiba tiba muntah darah warna hitam sejak 1hari sblm MRS 6 x Sulit tidur Merasa perutnya semakin membesar Nyeri pada ulu hati dan kiri bawah Tidak mual dan muntah, tidak nyeri dada, tidak sesak nafas waktu beraktivitas, tidur telentang tanpa bantal dan saat malam hari Lemas, penurunan nafsu makan, kembung Tidak ada mimisan dan pendarahan gusi waktu sikat gigi BAB berwarna hitam seperti petis BAK warna seperti teh Riwayat makan : makan teratur, 3x sehari, jumlah makan sedang

Riwayat Penyakit Dahulu : Diabetes Melitus (-) Hipertensi (-) Sirosis Hepatis (+) Riwayat Kebiasaan : Pasien tidak pernah minum minuman beralkohol Pasien juga tidak merokok

PEMERIKSAAN FISIK
Keadaan umum Kesadaran Tekanan darah

Nadi Respiratory Rate Suhu

Lemah Compos Mentis 90/60 mmHg (berbaring lengan kanan) 82x/menit regular, kuat 20x/menit 36,8C (aksiler)

Kepala & Leher

Mata

Telinga Hidung Leher


Kulit

Konjunctiva anemis (+/+) Sklera ikterus (+/+) Normal Pernafasan cuping hidung (-) Distensi vena jugularis (-) Pembesaran KGB (-) Hiperpigmentasi generalisata (-)

Thorax
Paru Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi Bentuk simetris Pergerakan simetris Pergerakan simetris Nyeri (-) Sonor pada seluruh paru Nyeri ketuk (-) Rhonki - / Wheezing - / -

Jantung Inspeksi Palpasi

Ictus Cordis (-) Heart Pulsation (-) Ictus Cordis (-) Thrill (-)
ICS II PSL sinistra ICS III 2 jari PSL sinistra ICS III 2 jari PSL sinistra ICS IV MCL sinistra ICS V 1 jari lateral MCL sinistra ICS II PSL dekstra ICS III 1 jari PSL dekstra ICS IV 2 jari PSL dekstra ICS V 2 jari PSL dekstra

Perkusi Sinistra

Dekstra

Abdomen
Inspeksi Palpasi perut membuncit, hernia umbilicalis (-), caput medusa(-) hepar tidak teraba lien tidak teraba ginjal tidak teraba nyeri tekan epigastrium dan hipokondrium kiri chestboard phenomena (-) rebound tenderness (-) murphy sign (-)

Perkusi Auskultasi

redup pada hipokondrium kiri ascites (+) dengan shifting dullness bising usus (+) lemah undulasi (-)

Ekstrimitas
Akral hangat Oedem (pitting) +/+ +/+ +/+ +/+

Pemeriksaan Penunjang
Laboratorium 06 02 - 2012 WBC 6,0 K/ul RBC 2,35 M/ul HGB 7,2 g/dl HCT 21,9 % PLT 48 K/ul GDS 164 mg/dl BUN 88,9 mg/dl SK 4,3 mg/dl Na 134 mmol/L K 3,8 mmol/L Cl 109 mmol/L (4,1-10,9 K/ul) (4,20-6,30 M/ul) (12,0-18,0 g/dl) (37,0-51,0 %) (140-440 K/ul) (<140 mg/dl) (6-23 mg/dl) (0,7-1,2 mg/dl) (137-145 mmol/L) (3,6-5,0 mmol/L) (99-107 mmol/L)

Laboratorium 06 02 - 2012 SGOT 48 u/l SGPT 42 u/l Albumin 2,3 g/dl Bil direk 0,65 mg/dl Bil total 1,75 mg/dl

(<40 u/l) (<41 u/l) (3,97-4,94 g/dl) (<0,30 mg/dl) (<1,20 mg/dl)

Resume

Tn Y / laki laki / 46 tahun Keluhan utama : Muntah darah RPS : pasien mengeluhkan muntah darah berwarna hitam sejak 1 hari sebelum MRS , nyeri ulu hati dan perut sebelah kiri bawah, lemas, penurunan nafsu makan, kembung, merasa perut semakin membuncit, BAK berwarna seperti teh , BAB berwarna hitam seperti petis RPD : Sirosis Hepatis 1 tahun yang lalu Riwayat kebiasaan : tidak pernah minum minuman beralkohol dan tidak merokok

Pada pemeriksaan fisik ditemukan Kondisi umum lemah, kesadaran compas mentis T : 90/60 mmHg N : 82 x/menit RR : 20x/menit Suhu : 36,8C konjunctiva anemis, ascites dengan metode shifting dullness, perkusi redup pada hipokondrium kiri, pitting edema pada kedua tangan dan kaki Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan 06.02.2012 : WBC : 6,0 RBC : 2,35 HBG : 7,2 HCT : 21,9% PLT : 48 06.02.2012 : SGOT : 48 SGPT : 42 Alb : 2,3 Bil direk : 0,65 Bil total : 1,75

Diagnosis

Sirosis hepatis dan hematemesis melena

Planing Diagnosis
Serologis Hbs Ag dan Ig M anti HCV GDA ulang UL

TERAPI

Inf Kamafusin Hepar : Martos Inj Ranitidine Inj Ceftazidin Inj Lasix Inj Ethygobal Tab Maxiliv Koreksi hipoalbuminemia

1:1 2 x 1 amp 3 x 1 gr 3 x 1 amp 2 x 1 amp 3 x 1 tab Plasbumin 20% 1 fl

TERIMA KASIH

SIROSIS HEPATIS

SIROSIS HEPATIS

Definisi suatu fase lanjut dari penyakit hati kronis yang ditandai dengan proses keradang an, nekrosis sel hati, usaha regenerasi dan penambahan jaringan ikat difus (fibrosis) sehingga terbentuk nodul yang mengganggu struktur lobulus hati

ETIOLOGI
Virus hepatitis B, C dan D Alkohol Metabolik, misal : hemakromasitosis, penyakit Wilson, NASH Kholestasis berkepanjangan (intra maupun ekstra hepatik) Obstruksi v. hepatika (Buddchiari Syndrome) Gangguan autoimun Obat obatan hepatotoksik (Methotrexate, Amio darone)

MANIFESTASI SIROSIS HEPATIS


Gejala / tanda kegagalan fungsi hati Gejala / tanda hipertensi portal

KEGAGALAN FUNGSI HATI


Kegagalan dalam faal hemostatis, metabolisme bilirubin, protein, melanosit dan estrogen yang bermanifestasi :
Ikterus Malnutrisi protein Hiperpigmentasi Palmar eritema Amenorhea Impotensi Bulu ketiak dan pubis rontok Hipoalbuminemia Ascites Spider naevi Ginekomastia Atrofi testis White nail Pendarahan kulit

HIPERTENSI PORTAL
Hipertensi portal adalah peningkatan tekanan vena porta melebihi normal (>7mmHg) Secara klinis tekanan vena porta di atas 12 mmHg akan menimbulkan gejala klinis yang nyata yang disebut Clinically Significant Portal Hypertension (CSPH)

Gejala klinis hipertensi portal


1.

2.
3. 4. 5.

Varises esofagus / cardiac Spenomegali Ascites Haemoroid Caput medusa

Pemeriksaan dan Diagnosis

Anamnese lemah, lesu, anoreksia, mual, muntah, nyeri perut, ikterus (dimulai dengan BAB yang coklat seperti teh), perut membuncit, libido menurun, kadang dite mukan muntah dan atau berak kehitaman, riwayat alkoholisme, riwayat pernah mende rita hepatitis (sakit kuning)

Pemeriksaan fisik keadaan umum dan nutrisi yang menurun, disertai tanda tanda kegagalan fungsi hati dan hipertensi portal Pemeriksaan laboratorium 1. Darah Lengkap ditemukan anemia, leu kopenia, trombositopenia 2. Kimia darah Bilirubin, SGOT/SGPT, Alka line Fosfatase, Albumin, Globulin, ISE 3. Serologis HbsAg dan IgM anti HCV

USG ukuran hati, kondisi vena porta, speno megali, ascites dll Endoskopi varises esofagus dan cardiac Laparoskopi gambaran makroskopi visualisa si langsung dari hati Biopsi pemeriksaan pasti sirosis hepatis

KOMPLIKASI
1. 2. 3. 4. 5.

Pecahnya varises esofagus / cardiac HM Ensefalopati Hepatik Ascites Permagna Peritonitis Bakterial Syndrome Hepatorenal Syndrome

Hematemesis Melena
Pecahnya varises esofagus / cardiac sangat dipengaruhi oleh ukuran dari varises dan tingginya tekanan vena portal yang melebihi 12 mmHg Hematemesis : muntah darah Melena : berak warna kehitaman, konsistensi lembek mirip petis, bau menyengat, frekuensi biasanya lebih dari 1x perhari

Ensefalopati Hepatik
Suatu sindroma neuropsikiatrik sekunder yang disebabkan karena kelainan hati akut (hepatitis fulminan, hepatitis toksik, fatty liver acute in pregnancy) atau kelainan hati kronis (sirosis hepatis) dengan manifestasi gejala kelainan neuromuskuloskeletal, kelainan mental dan gangguan rekaman EKG

Ascites Permagna
Ascites dengan jumlah cairan masive (biasanya sekitar 2-3 liter) dan seringkali disertai sesak nafas karena dorongan cairan dari cavum abdomen tx : paracentesis

Peritonitis Bakterial Spontan


Infeksi cairan ascites secara spontan pada penderita SH dekompensata, organisme penyebabnya biasanya adalah bakteri intestinal (90% kasus monomikrobial dan bakteri gram(-), kadar albumin ascites biasanya <1gr/dL dan sering tanpa gejala klinis dan kadar leukosit yang normal

Sindroma Hepatorenal
Gangguan fungsi ginjal sekunder yang disebabkan penyakit hati yang berat, baik akut maupun kronis, termasuk sirosis hepatis

PENATALAKSANAAN
Istirahat yang cukup Diet tinggi protein dan kalori

PENATALAKSANAAN

Ascites :
Diet rendah garam 0,5 gr/hr Total cairan 1,5 ltr/hr

Hematemesis dengan melena : pasang NGT untuk memastikan perdarahan dari saluran cerna Ensefalopati : koreksi faktor pencetus Peritonitis Bakterial Spontan : Inj Cefotaxime 2gr/8jam Sindroma Hepatorenal :

Balance cairan Atasi infeksi dengan antibiotik Parasintesis

TERIMA KASIH