Anda di halaman 1dari 89

KELAINAN PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN DENTOFASIAL

ORTODONSIA I SEMESTER V OLEH : DARMAWAN SUTANTYO

ORTODONSIA
Ortodonsia adalah lapangan Ilmu Kedokteran Gigi yang mengawasi pertumbuhan dan perkembangan gigi-geligi dan struktur anatomi yang berhubungan dengan gigi-geligi ini, mencegah dan membetul kan gigi-gigi yang tidak teratur sampai tercapainya fungsi dan oklusi yang normal dan bentuk muka yang menyenangkan.

Perawatan ortodontik dilakukan untuk mengatur atau merapikan gigi-gigi yg malposisi sebagai akibat dari penyimpangan pertumbuhan dan perkembangan dento fasial.
Harus menguasai : Falsafah ortodonsia Tujuan dan falsafah perawatan ortodontik Pertumbuhan dan perkembangan dentofasial Maloklusi sbg akibat penyimpangan pertum.& perkem. Macam perawatan ortodontik dan macam alat ortodon tik.

Pengetahuan tentang embryologi: Khususnya pertumbuhan dan perkembangan dentofasial. Kesalahan pada saat bertumbuh dan berkembang akan menghasilkan kelainan pada gigi dan wajah seseorang.

Anomali kraniodentofasial terjadi sbg akibat ketidak se imbangan antara ukuran gigi dng tulang alveolus, atau ketidak seimbangan ant masing-masing komponen kraniodentofasial yg menyusun komplek tsb.
Perhitungan yg tepat ttg pertumb & perkemb oklusi & tulang kraniofasial merup petunjuk bagi keberhasilan perawatan ortodontik. Besar, arah dan waktu (jadwal).

SUB POKOK BAHASAN


1. 2. 3. 4. Pola arah pertumbuhan kepala Kelainan pertumbuhan kepala Perkembangan oklusi gigi Kelainan perkembangan oklusi gigi.

1. POLA ARAH PERTUMBUHAN MUKA DAN


KEPALA Pertumbuhan seseorang menuruti pola : - ras - keluarga - umur Tidak ada manusia mempunyai bentuk wajah sama, kecuali kembar satu telur. Variasi terjadi karena : - kombinasi gena kedua orang tua - reaksi yg berlainan thd pengaruh lingkungan Adanya variasi, bentuk wajah normal sukar diberi satu ukuran yg tetap. Normal ? Normal : statistik, evolusi, fungsional, estetis dan klinis.

Normal dapat dilihat dr bbrp segi :


1. 2. 3. 4. 5. statistik evolusi fungsional estetis klinis.

Ukuran tubuh dan ukuran kraniofasial Bentuk tubuh :


1. endomorfi 2. mesomorfi

Bentuk kepala:
1. brakisefali 2. mesosefali 3. dolikosefali

3. ektomorfi

Bentuk muka :
1. euriprosop 2. mesoprosop 3. leptoprosop

Gena & pengaruh lingkungan:


Pengaruh lingkungan tidak akan menghilangkan pola asli. Perawatan ortodontik mempengaruhi pertumbuhan Besar, arah, tempat dan lamanya kekuatan diberikan akan menghasilkan bentuk yg estetis dan fungsi yg optimal. Kalsifikasi tulang dilihat dng: - Ro. Foto - Indek karpal Keduanya tidak dapat untuk menunjukkan kemajuan pertumbuhan seseorang ttp dapat menunjukkan malformasi atau kelainan pertumbuhan yg luar biasa.

Perbandingan tengkorak manusia dan hewan

Perbandingan kepala anak dan dewasa

EMBRIOLOGI PERTUMBUHAN KEPALA

PERTUMBUHAN KEPALA
1. Pertumbuhan Neurocranium 2. Pertumbuhan Basiscranium 3. Pertumbuhan Viscerocranium

Pertumbuhan Neurocranium

Fontanela anterior Menutup pd 1-2 tahun

Pertumbuhan Basiscranium

Pertumbuhan Viscerocranium
Pertumbuhan Maxilla

Pertumbuhan Mandibula

Hasil akhir pertumbuhan & perkembangan

Beberapa contoh kelainan pertumbuhan

Celah wajah unilateral Ensephalokoele hipertelorism

Celah langit-langit Pada ensephalokoele

Turricephaly (turret skull) Kraniosinostosis Penggabungan dini sutura kepala. Penggabungan sutura koronal & lambdoid

Twin

Kembar

UMUR
Umur biologis : 1. Umur kronologis 2. Umur fisiologis : a. Umur skeletal b. Umur dental c. Umur genital

UMUR DENTAL Penting pada masa gigi bercampur Umur dental ditentukan dari 3 karakteristik : 1. Dilihat dari gigi yang mana sudah erupsi. 2. Banyaknya resorpsi akar gigi susu 3. Banyaknya akar gigi permanen sudah terbentuk.

PERTUMBUHAN & PERKEMBANGAN GIGI Schour & Massler : 1. Growth a. Inisiasi b. Proliferasi c. Histodeferensiasi d. Morfodeferensiasi e. Aposisi 2. Kalsifikasi 3. Erupsi 4. Atrisi

ONTOGENI GIGI
Embryo minggu ke 6, epitel ektoderm yang melapisi rongga mulut mengalami proliferasi sepanjang tepi bukal lengkung maksila dan mandibula. Penebalan terdiri dari 2 lapis meluas sampai mesoderm, lapisan sebelah labial memisahkan diri menjadi vestibulum oris, lapisan sebelah lingual akan menjadi benih gigi disebut lamina dentalis. Lamina dentalis mengalami penebalan masuk ke dalam mesoderm berbentuk kuncup. Kuncup berjumlah 10 akan menjadi calon gigi decidui. Pada permulaan minggu ke 10, ke 10 kuncup lamina dentalis akan membentuk kuncup baru dan ada penambah an kuncup baru kearah distal yang akan menjadi benih gigi permanen. Lamina dentalis terus berproliferasi masuk ke dalam mesoderm dan menjadi berbentuk bel (lonceng).

Stadium Kuncup Pada permulaan terbentuknya gigi, organ email memben- tuk kuncup kecil. Pada daerah tepi terdiri dari sel-sel kolum ner dan pada daerah tengah terdapat sel-sel poligonal. Sel mesoderm disekeliling mengadakan proliferasi dan me- madat. Ada 2 daerah yang mengalami pemadatan yaitu da erah tepat dibawah organ email disebut papila dentalis dan daerah disekeliling benih gigi disebut sakus dentalis. Kedua daerah yang memadat ini belum jelas terlihat.

Stadium Kap Benih gigi terus berproliferasi sehingga organ email berben tuk kap. Lapisan luar organ email disebut epitel email luar, lapisan sebelah dalam disebut epitel email dalam. Diantara terdapat sel-sel poligonal disebut retikulum stelat. Dua daerah yang memadat semakin jelas terlihat.

Stadium Bel Pertumbuhan lebih lanjut organ email akan menghasilkan bentuk seperti lonceng. Sel-sel epitel email dalam berdife- rensiasi menjadi bentuk kolumner tinggi disebut ameloblas akan membentuk email. Tampak l;apisan sel skuamus dian tara epitel email dalam dan retikulum stelat disebut stratum intermedium yang sangat penting untuk pembentukan email. Sebelum epitel email dalam membentuk Mail, sel pada papila dentalis yang berbatasan akan berdiferensiasi menjadi odontoblas membentuk dentin.

Stadium Pembentukan Akar Pembentukan akar mulai setelah pembentukan email dan dentin mencapai cemento-enamel junction . Epitel email luar dan dalam bergabung membentuk lapisan yang disebut Hertwigs epithelial root sheath yang bertugas membentuk akar gigi.

Lamina dentalis terus berproliverasi masuk ke dalam meso derm, sel yang berbatasan dengan papila dentalis akan me manjang dan teratur menjadi ameloblas (ganoblas) yang membentuk email, maka lamina dentalis disebut organ email.

FAKTOR YG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN & PERKEMBANGAN A. Heriditer B. Lingkungan 1. Trauma a. Trauma prenatal b. Trauma postnatal 2. Agen fisis a. Prematur ekstraksi gigi susu b. Makanan 3. Kebiasaan buruk a. Mengisap jempol & mengisap jari b. Menjulurkan lidah c. Mengisap & menggigit lidah d. Posture e. Menggigit kuku f. Kebiasaan buruk yg lain.

4. Penyakit a. Penyakit sistemik b. Kelainan endokrin c. Penyakit lokal : - Penyakit nasofaringeal & gangguan pernafasan - Penyakit periodontal - Tumor - Karies - Premature loss gigi susu - Gangguan urutan erupsi gigi permanen - Hilangnya gigi permanen 5. Malnutrisi C. Gangguan perkembangan oleh sebab yang belum belum diketahui.

Moyers (1972) : Pertumbuhan dipengaruhi oleh : 1. Faktor keturunan 2. Nutrisi 3. Penyakit 4. Ras 5. Musim 6. Sosial ekonomi 7. Latihan jasmani.

Tiga istilah :

1. Pertumbuhan : Adalah proses biofisis pada mahluk hidup yangmenyebabkan bertambah besar.

2. Perkembangan : Kejadian bertahap perubahan dari ovum yang dibuahi sperma sampai menjadi macam-macam sel yang berbeda fungsinya membangun suatu mahluk hidup yang sempurna

3.Pemasakan : Proses stabilisasi dari bentuk dan fungsi yang dihasilkankan oleh pertumbuhan dan perkembangan.

Pertumbuhan: Somatogenetik : Bertambah banyaknya sel sehingga badan menjadi besar. Dibawah pengaruh kelenjar : 1. Tiroid 2. Adrenal 3. Gonade.

Morfogenetik

: Perubahan jaringan dari embrio menjadi bermacam-macam sel yang menghasilkan bentuk dan struktur organ yang berlainan dalam tubuh. Dibawah pengaruh kelenjar: 1. Hipofise lobus anterior

Seseorang itu tumbuh dari bayi menja di dewasa. Pada proses menjadi dewasa ini, badan menjadi besar dan terjadi perubahan-perubahan dalam bagian dan komponen tubuh dan juga perubahan hubungan komponen-komponen itu satu sama lain.

Contoh pertumbuhan abnormal :

1. Dwarfisme
Jika pertumbuhan terhenti sebelum mencapai ukuran normal.

2. Gigantisme
Mula-mula pertumbuhan normal tetapi kemudian bertambah cepat sampai mencapai besar yang abnormal.

3.Irregular
Jika pertumbuhan pada suatu saat terganggu tetapi kemudian berjalan normal kembali.

4.Interupted
Jika sesudah terjadi gangguan, pertumbuhan tidak menjadi normal kembali.

Proses kehidupan manusia

dewasa

anak-anak

neonatus

tua

embrio pembuahan

degenerasi mati

Sindroma Goldenhar

Supernumerary teeth

Supernumerary teeth

Frenulum labii superior

Diastema sentral Krn.frenulum labii superior Ras (genetik)

Ugly duckling stage

SINDROM TREACHER COLLIN

SINDROM PIERE-ROBIN

SINDROM CROUZON

Atropi hemifasial Sindroma Romberg

Sindroma Down

Trauma pada kedua incisivi rahang atas

Ankylosis pada mandibula akibat trauma

diet kariogenik

b. Jenis makanan

Atrisi

Kebiasaan ngedot

a. Mengisap jempol & mengisap jari

b. Menjulurkan lidah

openbite

Nge DOT