Anda di halaman 1dari 29

Oleh : Henderi Saputra

Kualitas hidup dimulai sejak konsepsi Balita dan Apras adalah masa emas pertumbuhan dan perkembangan Pertumbuhan dan perkembangan merupakan 2 peristiwa yang sifatnya berbeda, namun saling berkaitan dan sulit dipisahkan

PERTUMBUHAN

PERKEMBANGAN

Masalah perubahan besar, jumlah, ukuran atau dimensi tingkat sel Dapat diukur dengan ukuran Pola bervariasi

Bertambahnya kemampuan (skill) dalam struktur dan fungsi tubuh yang kompleks dalam pola yang teratur dan dapat diramalkan, Sebagai hasil dari proses pematangan Sistematis, progresif dan berkesinambungan

PERTUMBUHABN

PERKEMBANGAN
sensorik

Berat Badan Tinggi Badan Lingkar Kepala Lingkar Lengan

(dengar, lihat, raba, rasa, cium) motorik (gerak kasar, halus) kognitif (pengetahuan, kecerdasan) komunikasi / berbahasa emosi - sosial kemandirian

Tumbuh kembang adalah proses yang berkelanjutan sejak di dalam kandungan sampai dewasa, yang terjadi secara bersama-sama Dipengaruhi oleh faktor bawaan dan lingkungan Pola perkembangan anak adalah sama pada semua anak, tapi kecepatannya berbeda antara anak satu dengan lainnya Arah perkembangan anak adalah dari atas ke bawah Aktivitas seluruh tubuh diganti dengan reaksi yang khas. Lenyapnya tanda-tanda lama diiringi dengan munculnya tanda-tanda baru.

Tahap perinatal : mulai konsepsi s/d lahir Tahap neonatal : mulai lahir s/d 2 minggu Tahap bayi : mulai 2 minggu s/d 2 tahun Tahap anak awal : mulai 2 tahun s/d 6 tahun Tahap anak akhir : mulai 6 tahun s/d 12 tahun Tahap remaja : mulai 12 tahun s/d 18 tahun Tahap dewasa : mulia 18 tahun s/d 40 tahun Usia Pertengahan : mulai 40 tahun s/d 60 tahun Tahap Usia Lanjut : usia di atas 60 tahun

Faktor Genetik Faktor Lingkungan


Faktor lingkungan prenatal Faktor lingkungan perinatal Faktor lingkungan postnatal

Asuh (fisik-biomedik) Asih (emosi dan kasih sayang) Asah (stimulasi)

BB TB/PB LK LLA

Kelainan bawaan Penyakit-penyakit infeksi Penyakit-penyakit parasit Pemasukan makanan yang kurang Tabu

Deteksi penyimpangan perkembangan harus dilakukan sedini mungkin. Masa balita adalah masa emas, kritis dan peka terhadap penyimpangan perkembangan, untuk itu perlu pelayanan deteksi dini yang menyeluruh, terpadu dan berkelanjutan

Skrining Diagnosis Tatalaksana (stimulasi)

Tingkat Pelayanan Keluarga dan Masyarakat

Pelaksana Orang Tua Kader Kesehatan Petugas PADU Guru TK Terlatih

Alat yang digunakan KMS Buku KIA KPSP KPSP

Puskesmas

Dokter Bidan Perawat Dokter / Dokter spesialis Perataw Terlatih

Rumah sakit, Praktek Dokter/Dokter Spesialis

PEDS Denver II

1. Neonatus (lahir 28 hari) Pada tahap ini, perkembangan neonatus sangat memungkinkan untuk dikembangkan sesuai keinginan.

14

2. Bayi (1 bulan 1 tahun) Bayi usia 1-3 bulan : mengangkat kepala mengikuti obyek dengan mata melihat dengan tersenyum bereaksi terhadap suara atau bunyi mengenal ibunya dengan penglihatan, penciuman, pendengaran dan kontak menahan barang yang dipegangnya mengoceh spontan atau bereaksi dengan mengoceh

15

Bayi usia 3-6 bulan : mengangkat kepala sampai 90 mengangkat dada dengan bertopang tangan belajar meraih benda-benda yang ada dalam jangkauannya atau diluar jangkauannya menaruh benda-benda di mulutnya, berusaha memperluas lapang pandang tertawa dan menjerit karena gembira bila diajak bermain mulai berusaha mencari benda-benda yang hilang

16

Bayi 6-9 bulan : duduk tanpa dibantu tengkurap dan berbalik sendiri merangkak meraih benda atau mendekati seseorang memindahkan benda dari satu tangan ke tangan yang lain memegang benda kecil dengan ibu jari dan jari telunjuk bergembira dengan melempar benda-benda mengeluarkan kata-kata tanpa arti mengenal muka anggota keluarga dan takut pada orang lain mulai berpartisipasi dalam permainan tepuk tangan

17

Bayi 9-12 bulan : berdiri sendiri tanpa dibantu berjalan dengan dituntun menirukan suara mengulang bunyi yang didengarnya belajar menyatakan satu atau dua kata mengerti perintah sederhana atau larangan minat yang besar dalam mengeksplorasi sekitarnya ingin menyentuh apa saja dan memasukkan benda-benda ke mulutnya berpartisipasi dalam permainan

18

3. Todler (1-3 tahun) peningkatan kemampuan psikososial dan perkembangan motorik Anak usia 12-18 bulan : mulai mampu berjalan dan mengeksplorasi rumah serta sekeliling rumah menyusun 2 atau 3 kotak dapat mengatakan 5-10 kata memperlihatkan rasa cemburu dan rasa bersaing

19

Anak usia 18-24 bulan : mampu naik turun tangga menyusun 6 kotak menunjuk mata dan hidungnya menyusun dua kata belajar makan sendiri menggambar garis di kertas atau pasir mulai belajar mengontrol buang air besar dan buang air kecil menaruh minat kepada apa yang dikerjakan oleh orang yang lebih besar memperlihatkan minat kepada anak lain dan bermain-main dengan mereka
20

Anak usia 2-3 tahun : anak belajar meloncat, memanjat, melompat dengan satu kaki membuat jembatan dengan 3 kotak mampu menyusun kalimat mempergunakan kata-kata saya Bertanya mengerti kata-kata yang ditujukan kepadanya menggambar lingkaran bermain dengan anak lain menyadari adanya lingkungan lain di luar keluarganya

21

4. Pre sekolah (3-6 tahun) Dunia pre sekolah berkembang. Selama bermain, anak mencoba pengalaman baru dan peran sosial. Pertumbuhan fisik lebih lambat. Anak usia 3-4 tahun: berjalan-jalan sendiri mengunjungi tetangga berjalan pada jari kaki belajar berpakaian dan membuka pakaian sendiri menggambar garis silang menggambar orang (hanya kepala dan badan) mengenal 2 atau 3 warna bicara dengan baik bertanya bagaimana anak dilahirkan mendengarkan cerita-cerita bermain dengan anak lain menunjukkan rasa sayang kepada saudara-saudaranya dapat melaksanakan tugas-tugas sederhana.

22

Anak usia 4-5 tahun : mampu melompat dan menari menggambar orang terdiri dari kepala, lengan dan badan dapat menghitung jari-jarinya mendengar dan mengulang hal-hal penting dan cerita minat kepada kata baru dan artinya memprotes bila dilarang apa yang diinginkannya membedakan besar dan kecil menaruh minat kepada aktivitas orang dewasa.

23

Anak usia 6 tahun: ketangkasan meningkat melompat tali bermain sepeda menguraikan objek-objek dengan gambar mengetahui kanan dan kiri memperlihatkan tempertantrum mungkin menentang dan tidak sopan

24

5. Usia sekolah (6-12 tahun) Kelompok teman sebaya mempengaruhi perilaku anak. Perkembangan fisik, kognitif dan sosial meningkat. Anak meningkatkan kemampuan komunikasi. Anak usia 6-7 tahun : membaca seperti mesin mengulangi tiga angka mengurut ke belakang membaca waktu untuk seperempat jam anak wanita bermain dengan wanita anak laki-laki bermain dengan laki-laki cemas terhadap kegagalan kadang malu atau sedih peningkatan minat pada bidang spiritual

25

Anak usia 8-9 tahun: kecepatan dan kehalusan aktivitas motorik meningkat menggunakan alat-alat seperti palu peralatan rumah tangga ketrampilan lebih individual ingin terlibat dalam segala sesuatu menyukai kelompok dan mode mencari teman secara aktif

26

Anak usia 10-12 tahun: pertambahan tinggi badan lambat pertambahan berat badan cepat perubahan tubuh yang berhubungan dengan pubertas mungkin tampak mampu melakukan aktivitas seperti mencuci dan menjemur pakaian sendiri memasak, menggergaji, mengecat menggambar, senang menulis surat atau catatan tertentu membaca untuk kesenangan atau tujuan tertentu teman sebaya dan orang tua penting mulai tertarik dengan lawan jenis sangat tertarik pada bacaan, ilmu pengetahuan

27

6. Remaja (12-18/20 tahun) Konsep diri berubah sesuai dengan perkembangan biologi Mencoba nilai-nilai yang berlaku Pertambahan maksimum pada tinggi,berat badan Stres meningkat terutama saat terjadi konflik Anak wanita mulai mendapat haid, tampak lebih gemuk Berbicara lama di telepon, suasana hati berubahubah (emosi labil), kesukaan seksual mulai terlihat menyesuaikan diri dengan standar kelompok anak laki-laki lebih menyukai olahraga, anak wanita suka bicara tentang pakaian, make-up hubungan anak-orang tua mencapai titik terendah, mulai melepaskan diri dari orang tua takut ditolak oleh teman sebaya

28

Pada akhir masa remaja : mencapai maturitas fisik, mengejar karir, identitas seksual terbentuk, lebih nyaman dengan diri sendiri, kelompok sebaya kurang begitu penting, emosi lebih terkontrol, membentuk hubungan yang menetap.

29