Anda di halaman 1dari 21

Morbili/Measles/ Campak pada Anak

Oleh Kelompok 2

FK UNILA

Bandar Lampung, Oktober 2011

Anggota kelompok
Husni H.P.P Arnia Elis Sri Alawiyah Marlintan Sukma A Risti Graharti Shella Arivia Syahrul Hamidi N Ummi Kaltsum Widhi Astuti Yeni Octaria Desfi Lestari 0918011026 0918011032 0918011041 0918011062 0918011073 0918011078 0918011080 0918011083 0918011087 0918011089 0918011092

Etiologi
Paramiksovirus, genus Morbilivirus.

Virus campak (Morbilivirus)


Virus RNA Bentuk agak bulat dengan diameter 140 nm. Tidak memiliki daya tahan tinggi Dapat tumbuh pada berbagai macam tipe sel. Serotipe: 1 jenis.

Patogenesis Penyakit
Hari 0 Droplet kontak dengan permukaan epitel nasofaring/konjungtiva. Infeksi pada sel epitel dan multiplikasi virus. Hari 1-2 Penyebaran infeksi ke jaringan limfatik regional. Hari 2-3 Viremia primer. Hari 3-5 Multiplikasi virus campak pada epitel saluran nafas di tempat infeksi pertama, dan pada RES regional/daerah jauh.

Hari 5-7 Viremia sekunder. Hari 7-11 Manifestasi pada kulit dan tempat lain yang bervirus, termasuk saluran nafas. Hari 11-14 Virus pada darah, saluran nafas dan organ lain. Hari 15-17 Viremia berkurang lalu hilang, virus pada organ menghilang.

Manifestasi Klinis dan Diagnosis


1. Stadium masa inkubasi/tunas : 10-12 hari. 2. Stadium masa prodromal : demam ringan-sedang, batuk meningkat, koriza, radang mukosa mata, enantema/bercak Koplik mukosa pipi dan faring. 3. Stadium akhir : demam tinggi, ruam, dari belakang telinga kemudian menyebar ke muka, dada, tubuh, lengan, dan kaki. 2 hari kemudian suhu turun, ruam mengalami hiperpigmentasi dan mengelupas.

Laboratorium - pemeriksaan sitologik - pemeriksaan serologi. - deteksi antigen - isolasi dan identifikasi virus

Bercak koplik

Laringitis akut Bronkopneumonia Kejang demam Ensefalitis SSPE Otitis media Enteritis dll

Diagnosis Banding

Diagnosis Banding
German measles/Rubella. - Gejala yang timbul tidak seberat campak. - Tidak ada bercak koplik - Ruam berwarna merah muda dan timbul lebih cepat dari campak. Alergi obat. - tidak ada gejala prodormal - ada riwayat pemakaian obat.

Feigin et al.2004.Textbook of Pediatric Infectious Diseases 5th edition

Scarlet Fever. - Ruam: papular, difus terutama di abdomen. - - Tanda patognomonik berupa lidah berwarna merah stroberi serta tonsilitis eksudativa atau membranosa
Eksantema subitum (Rubeola infantum) - ruam terlihat ketika ketika demam menghilang (suhu tubuh kembali normal).
Feigin et al.2004.Textbook of Pediatric Infectious Diseases 5th edition

Pengobatan
Tanpa penyulit Cukup cairan dan kalori simptomatik

TL Vitamin A
Dengan penyulit TL penyulit

Tatalakasana penyulit
Bronkopneumonia kombinasi antibiotik ampisilin 100 mg/kgBB/hari dengan kloramfenikol 75 mg/kgBB/hari.
enteritis

Rehidrasi dengan cairan IV

Otitis media antibiotik kotrimoksazolsulfametoksazol 4 mg/ kgBB/hari.

Ensefalopati reduksi pemberian cairan hingga kebutuhan mengurangi edema otak kortikosteroid.

pencegahan
Dari virus hidup yang dilemahkan imunisasi Dari virus yang dimatikan Dosis baku minimal : 0,5 ml Efek proteksi sementara Timbul gejala atypical measles yang hebat

kesimpulan
Penyakit campak/morbili/measles disebabkan oleh morbilivirus. Penegakkan diagnosis didasarkan pada manifestasi klinis dan pemeriksaan laboratorium. Penanganan campak tergantung ada atau tidaknya penyakit penyulit.

Daftar pustaka
Feigin et al. 2004. Textbook of Pediatric Infectious Diseases 5th edition. http://www.atpm.org/education/TIME/ATPM_MeaslesS.pdf http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/imagepages/ 2558.htm http://pathmicro.med.sc.edu/mhunt/mump-meas.htm Jawetz, Melnick, Adelbergs : Mikrobiologi Kedokteran, Edisi 23. Jakarta:EGC Poorwo Soedarmo, Sumarmo S, dkk. 2010. Buku Ajar Infeksi dan Pediatri Tropis Edisi Kedua. Jakarta: IDAI.

Anda mungkin juga menyukai