Anda di halaman 1dari 24

Dicky Achmad Ansyari 032010101041

Definisi
Hiperplasia : penambahan ukuran suatu

jaringan > sel pembentuknya. Hiperplasia prostat : pembesaran yang bersifat jinak, menyumbat proses pengeluaran urin dari kandung kemih. Dapat berupa berupa hiperplasia kelenjar atau hiperplasia fibromuskular

Anatomi dan Histologi Prostat


Ukuran : 4x3x2.5 cm Beratnya : 20 gram inervasi : Pleksus prostatikus Parasimpatik korda spinalis S2-4 Simpatik nervus hipogastrikus (T10-L2) arteri pudenda interna, arteri vesikalis inferior arteri rektalis media vena iliaca interna

Pembagian zona prostat

Etiologi dan Patogenesis


Teori dihidrotestosteron Ketidak seimbangan antara estrogen-testosteron Interaksi stroma-epitel Berkurangnya kematian sel (apoptosis) prostat Teori stem sel
NADPH
Testosteron

NADP

5-reduktase

Dihidrotestosteron Reseptor androgen DHT-RA

Pertumbuhan sel prostat BPH Aktivitas enzim 5-reduktase >> reseptor >>

Growth faktor

Hiperplasia prostat
Penyempitan lumen uretra posterior Tekanan intravesikal

Buli-buli Hipertrofi otot detrusor Trabekulasi Selula Divertikel buli-buli

Ginjal dan Ureter Refluks vesiko-ureter Hidroureter Hidronefrosis Pionefrosis pilonefrosis Gagal ginjal

Gambaran KIinis

Obstruksi Hesistensi Pancaran miksi lemah Intermitensi Miksi tidak puas Menetes setelah miksi

Iritasi Frekuensi Nokturi Urgensi Disuri

Rt : tonus spingter anus (+), mukosa dan pembengkakan dalam rektum dan prostat, konsistensi kenyal , simetris, nodul (-), batas atas teraba.

Derajat BPH
Grading Stage 0 Stage 1 Stage 2 Clinical grading sisa urin tidak ada 0-50 cc 50-150 cc Rectal grading teraba < 1 cm 1-2 cm 2-3 cm berat < 10 gram 20-25 gram 25-60 gram

Stage 3
Stage 4

> 150 cc
retensi urin total

3-4 cm
> 4 cm

60-100 gram
> 100 gram

Diagnosis

Pemeriksaan standar meliputi : Hitung skor gejala, dengan skor IPSS (International Prostate Symptom Score) Riwayat penyakit lain atau pemakaian obat yang memungkinkan gangguan miksi. Pemeriksaan fisik khususnya colok dubur. Pemeriksaan Tambahan: Pemeriksaan uroflowmetri (pengukuran pancaran urin pada saat miksi) Pemeriksaan TRUS-P (Transrectal Ultrasonography of the prostate) Pemeriksaan serum PSA (Prostatic spesific antigen) Pemeriksaan USG transabdominal Pemeriksaan patologi anatomi (diagnosa pasti).

Diagnosis Banding
Prostatitis

Keganasan prostat
Striktur uretra Batu uretra posterior

Terapi
Watchfull waiting Tx medikamentosa
adrenoreseptor-1
5-reduktase inhibitor fitofarmaka

Operatif
Transurethral resection of the prostate (TURP) Transurethral incision of the prostate Open simple prostatectomy

Invasif minimal

Kasus
IDENTITAS PENDERITA

Nama
Umur Jenis kelamin

Alamat
Agama Suku Tanggal MRS Tanggal Pemeriksaan

: Tn. Sapik : 59 tahun : Laki-laki : Sukowono, Jember : Islam : Madura : 5 januari 2009 : 5 januari 2009

Anamnesis
Keluhan utama:

Sulit BAK Riwayat Penyakit Sekarang Pasien mengeluh sulit BAK sejak 3 bulan yang lalu dan jika BAK pasien merasa tidak tuntas (merasa masih ada sisa). Saat pasien BAK awalnya lancar kemudian saat pertengahan pancaran mulai mengecil dan pasien harus mengejan untuk mengeluarkan kencingnya, terkadang urine pasien merembes keluar sendiri sedikit-sedikit, pasien tidak merasakan nyeri, tidak demam. Pasien berobat ke mantri dan dipasang selang kencing sejak 3 bulan yang lalu, diganti setiap 2 minggu sampai sekarang sehingga pasien bisa BAK. BAK jernih kekuningan, tidak ada darah.

Riwayat Penyakit Dahulu:

Disangkal Riwayat Penyakit Keluarga: Disangkal Riwayat Pengobatan Pasien telah dipasang selang kencing oleh mantri setempat semenjak 3 bulan yang lalu

Pemeriksaan Klinis
Keadaan umum Kesadaran Vital Sign

: Sedang : Baik : T : 180/100 mmHg N : 88 x/mnt

RR : 22 x/mnt t : 36,2 C

Status Generalis Kepala Leher Thorax Abdomen

: a/i/c/d : -/-/-/: dbN : I : Flat A : BU (+) N P : Soepel, ren dbN, massa (-) P : Timpani, nyeri ketok sudut kostovertebra (-) Genitalia Eksterna: dbN Ekstremitas : dbN

Status Lokalis: R. Pubica : I : flat P : nyeri tekan (+), massa (-) P : Redup setinggi 2 jari diatas simfisis RT : TSA (+), BCR (+), mukosa licin Prostat : tepi atas tidak teraba, sulkus tidak teraba, konsistensi padat kenyal, membesar lobus simetris, nodul (-), ukuran 5 cm Darah (-), lendir (-), feses (+)
Asessment:

BPH Planning: Pro TURP

Pemeriksaan penunjang

Lab
DL Hb Lekosit Hematokrit Trombosit Faal Hati SGOT SGPT Albumin Gula darah Acak : 81 : : 12.0 gr/dl : 7.6 x 109/L : 38 % : 396 x109/L : : 20 U/L : 15 U/L : 3,6 gr/dL Faal Ginjal : Kreatinin serum : 1.1 mg/dL BUN : 13 mg/dL Asam urat : 4.5 mg/dL

PPT/ control APTT/control

: 13.8 detik / 13.1 : 33.1 detik/ 30.6

Urine lengkap Warna : Kuning keruh PH : 9.0 BJ : 1.015 Protein : negatif Reduksi : normal Urobilin : normal Bilirubin Elektrolit Natrium Kalium Chloroda : negative

Nitrit : negatif Eritrosit : 25-50 Leukosit : 10-25 epitel squamous: 5-10 Epitel renal : negatif Kristal : triple phosfat > 100, urat amorf Silinder : negatif

: 142.9 : 3.14 : 98.8

6 Januari 2009 S : Nyeri saat BAK O : KU : sedang Kesadaran : cm VS : T : 160/100 mmHg RR : 20 x/mnt N : 88 x/mnt t : 36,3 C Status generalis : dbN Status lokalis : tetap A : BPH P : Pro TURP hari ini Informed consent (+) Hasil laboratorium (+) Consul spesialis jantung & paru Siapkan darah 2 kolf Pasien puasa

7 Januari 2009 S :O : KU : sedang Kesadaran : composmentis VS : T : 140/80 mmHg RR : 20 x/mnt N : 82 x/mnt t : 36,6 C Status generalis : dbN Status lokalis : R.pubica : nyeri tekan (+) R.genitalia eksterna : terpasang kateter 3 way UP : 1800cc/24 jam (hematuria ringan) A : BPH post TURP H-1 P : Infus RL 1000 : D5% 1000 Inj: Cefotaxim 3 x 1 gr Antrain 3 x 1 amp Transamin 3 x 1 amp Spull PZ Diet bebas TKTP Mobilisasi Aff traksi

8 Januari 2009 S :O : KU : sedang Kesadaran : composmentis VS : T : 140/80 mmHg RR : 20 x/mnt N : 72 x/mnt t : 36,4 C Status generalis : dbN Status lokalis : R.pubica : nyeri tekan (+) R.genitalia eksterna : terpasang kateter 3 way UP : 1500cc/24 jam (hematuria ringan) A : BPH post TURP H-2 P : Inj : Cefotaxim 3 x 1 gr Antrain 3 x 1 amp Transamin 3 x 1 amp Diet bebas TKTP Mobilisasi aff spull

9 Januari 2009 S :O : KU : sedang Kesadaran : composmentis VS : T : 140/80 mmHg RR : 20 x/mnt N : 82 x/mnt t : 36,6 C Status generalis : dbN Status lokalis : R.pubica : nyeri tekan berkurang R.genitalia eksterna : terpasang kateter 3 way UP : 1500cc/24 jam (Jernih) A : BPH post TURP H-3 P : Infus RL 1000 : D5% 1000 Oral : Cefixime 2x500 mg Asam mefenamat 3x500 mg Diet bebas TKTP Mobilisasi Aff DK KRS

Terima Kasih