Anda di halaman 1dari 20

Oleh : Nia Savitri Tamzil R.A.

Gita Tanelvi Eka Manyasari Ayu Fadhilah Leoandri Fahlefi

Tonsil adalah massa yang terdiri dari jaringan limfoid dan ditunjang oleh jaringan ikat dengan kriptus di dalamnya. Terdapat 3 macam tonsil yaitu tonsil faringal ( adenoid ), tonsil palatina dan tonsil lingual yang ketiga-tiganya membentuk lingkaran yang disebut cincin Waldeyer

Tonsil mendapat pendarahan dari cabang-cabang A. karotis eksterna, yaitu 1) A. maksilaris eksterna (A. tonsilaris dan A. palatina asenden) 2) A. maksilaris interna (A. palatina desenden) 3) A. lingualis (A. lingualis dorsal) 4) A. faringeal asenden Kutub bawah tonsil bagian anterior diperdarahi oleh A. lingualis dorsal dan bagian posterior oleh A. palatina asenden Kutub atas tonsil diperdarahi oleh A. faringeal asenden dan A. palatina desenden

Tonsil bagian atas mendapat sensasi dari serabut saraf ke V melalui ganglion sfenopalatina dan bagian bawah dari saraf glosofaringeus.

Thane & Cody membagi pembesaran tonsil dalam ukuran T1-T4: 1. T1 : batas medial tonsil melewati pilar anterior sampai jarak pilar anterior-uvula 2. T2 : batas medial tonsil melewati pilar anterioruvula sampai jarak pilar anterior-uvula 3. T3 : batas medial tonsil melewati pilar anterioruvula sampai jarak pilar anterior-uvula 4. T4 : batas medial tonsil melewati pilar anterioruvula sampai uvula atau lebih.

Pada tonsil terdapat sistim imun kompleks yang terdiri atas sel M (sel membran), makrofag, sel dendrit, dan APCs yang berperan dalam transportasi antigen ke sel limfosit sehingga terjadi sintesis imunoglobin spesifik. Juga terdapat sel limfosit B, limfosit T, sel plasma dan sel pembawa IgG.

Tonsil mempunyai 2 fungsi utama yaitu 1) menangkap dan mengumpulkan bahan asing dengan efektif. 2) sebagai organ utama produksi antibodi dan sensitisasi sel limfosit T dengan antigen spesifik.

Difteri tonsilitis adalah radang akut pada tonsil yang disebabkan oleh Corynebacterium

diphtheriae

Epidemiologi
sering pada anak usia kurang dari 10 tahun frekuensi tertinggi pada usia 25 tahun Umumnya terjadi pada anak-anak yang tidak mendapatkan imunisasi primer

Infeksi Corynebacterium diphtheriae


Menempel di mukosa sal. Nafas atas Produksi toksin Toksin penetrasi kedalam sel

Terus berlanjut Produksi toksin semakin banyak Daerah infeksi semakin lebar Pembuluh darah melebar Sel-sel epitel rusak Terbentuk membran putih keabu-abuan (pseudomembran)

Menghambat pembentukan protein dalam sel Nekrosis sel Terjadi proses inflamasi lokal Membentuk bercak-bercak eksudat

Edema

1. Dapat mengenai jantung : myocarditis toksik 2. Dapat menyebabkan nekrosis fokal pada hati, ginjal, dll

Gejala umum: kenaikan suhu tubuh biasanya subfebris, nyeri kepala, tidak nafsu makan, badan lemah, nadi lambat, serta keluhan nyeri menelan

Gejala lokal : tonsil membengkak ditutupi bercak putih kotor yang makin lama makin meluas dan bersatu membentuk semu. Membran ini dapat meluas ke palatum molle, uvula, nasofaring, laring, trakea dan bronkus dan dapat menyumbat saluran nafas

Pada perkembangan penyakit ini bila infeksinya berjalan terus, kelenjar limfa leher akan membengkak sedemikian besarnya sehingga leher menyerupai sapi( bull neck) atau disebut juga Burgermeesters hals.

Sediaan apus pada media Loeffler dan dilanjutkan dengan tes toksigenitas

Fluorescent antibody technique Polymerase Chain Reaction (PCR)

Isolasi dan Karantina Penderita diisolasi sampai biakan negatif 3 kali berturut-turut setelah masa akut terlampaui
Pengobatan Umum : bed rest selama 2 minggu, pemberian cairan dan diet yang adekuat

Khusus : Anti Diptheria Serum


Tipe Difteria Dosis ADS (KI) Cara Pemberian Difteri hidung 20.000 IU intramuscular Difteria Tonsil 40.000 IU intramuscular/intravena Difteria faring 40.000 IU intramuscular/intravena Difteria laring 40.000 IU intramuscular/intravena Kombinasi lokasi diatas 80.000 IU intravena Difteria + penyulit, bullneck 80.000 100.000 IU intravena Terlambat berobat (>72 jam) 80.000 100.000 IU intravena

Antibiotik :
Penisilin prokain 50.000-100.000 KI/BB/hari selama 7-10 hari, bila alergi bisa diberikan eritromisin 40 mg/kg/hari.

Kortikosteroid :
Prednison 1,0-1,5 mg/kgBB/hari, p.o. tiap 6-8 jam pada kasus berat selama 14 hari.

Carrier (mereka yang tidak menunjukkan keluhan, mempunyai Reaksi Schick negatif tetapi mengandung basil diphtheria dalam nasofaringnya)
penisilin oral 100 mg/kgBB/hari oral/suntikan, atau eritromisin40 mg/kgBB/hari atau suntikan selama satu minggu.

Tonsilektomi
Indikasi absolut : 1. Pembesaran tonsil yang menyebabkan sumbatan jalan napas atas,disfagia berat,gangguan tidur, atau terdapat komplikasi kardiopulmonal 2. Abses peritonsiler yang tidak respon terhadap pengobatan medik dan drainase, kecuali jika dilakukan fase akut. 3. Tonsilitis yang menimbulkan kejang demam 4. Tonsil yang akan dilakukan biopsi untuk pemeriksaan patologi

Indikasi relatif Terjadi 3 kali atau lebih infeksi tonsil pertahun, meskipun tidak diberikan pengobatan medik yang adekuat. Halitosis akibat tonsilitis kronik yang tidak ada respon terhadap pengobatan medik. Tonsilitis kronik atau berulang pada pembawa streptokokus yang tidak membaik dengan pemberian antibiotik kuman resisten terhadap -laktamase. Kontraindikasi 1. Gangguan perdarahan 2. Risiko anestesi yang besar atau penyakit berat 3. Anemia 4. Infeksi akut yang berat 5. Asma 6. tonus otot yang lemah 7. sinusitis 8. albuminuria 9. hipertensi 10. rinitis alergika 11. demam yang tidak diketahui penyebabnya

Laringitis difteri Miokarditis Kelumpuhan otot palatum mole, otot mata, otot faring, otot pernafasan, albuminuria

Prognosis tergantung kepada Virulensi kuman Lokasi dan perluasan membrane Kecepatan terapi Status kekebalan Umur penderita,karena makin muda umur anak prognosis makin buruk. Keadaan umum penderita, misalnya prognosisnya kurang baik pada penderita gizi kurang Ada atau tidaknya komplikasi Secara umum, pasien dengan tonsillitis difteri tanpa komplikasi yang berespon baik terhadap pengobatan memiliki prognosis yang baik. Penyembuhan bisa mengambil masa yang lama dan kadar kematian adalah 5 10% bagi semua kasus difteri respiratorik.

Thank You

Anda mungkin juga menyukai