Anda di halaman 1dari 13

Oleh : Dian Putri Wulandessi 20060310197 Pembimbing : dr. Tolkha Amarudin, Sp.

THT


Telinga luar adalah sangat sensitif terhadap trauma karena telinga menonjol dari kepala. Sebagai tambahan, manusia akan memutar kepala mereka untuk menghindari trauma wajah secara langsung, jadi menyingkap telinga dari perlukaan dengan kekuatan penuh. Perlukaan pada telinga paling baik dikategorikan berdasarkan mekanisme dari trauma : tumpul, tajam dan thermal.


Pemeriksaan telinga luar adalah dengan inspeksi langsung dan palpasi. Pemeriksaan otoskopik harus dilakukan untuk menilai canal telinga dan membran timpani. Memetik jari atau menggunakan jam tangan bisa menilai pendengaran pada situasi ruangan emergency. Karena nervus fasial melewati tulang temporal dan telinga tengah, fungsi nervus fasial harus dinilai dan didokumentasikan.


Perlukaan pada telinga bisa dihubungkan dengan perlukaan yang mengancam jiwa lainnya yang harus ditetapkan sebelum melaporkan penilaian dari telinga. Patah pada tulang temporal bisa disebabkan oleh pukulan keras penuh kekuatan pada telinga. Patah pada tulang temporal harus disuspek jika ada cairan serebrospinal otorea, kehilangan pendengaran, vertigo, laserasi dari membran timpani atau paralisis nervus fasial.


Abrasi biasanya terjadi pada anak-anak dan harus dibersihkan keseluruhan dan didebrid untuk mencegah infeksi dan gambar tato. Abrasi bisa diobati dengan topical bacitracin dan pengobatan yang tidak lengket seperti kain kasa xeroform.


Hematoma pada telinga memisahkan pericordium dari kartilago mati dan menghasilkan kelainan yang dikenal sebagai telinga bunga kol (cauliflower ear). Hematoma pada telinga harus dievakuasi dengan lengkap dan sebuah pembalut luka bertekanan digunakan untuk mencegah pengumpulan ulang dari darah. Salah satu dari Telfa gauze atau tie-over, benar-benar menyangga kain kassa gulung diatas gigi digulung terkunci dengan benang jahit nilon 4.0 memberikan penghancuran sangat baik dari setiap ruangan mati berpotensial dan harus ditinggalkan pada tempat selama sedikitnya 5 hari. Antibiotik sistemik tidak diperlukan.


Kebanyakan perforasi membran timpani sembuh secara spontan. Beberapa perforasi membran timpani bisa saja berhubungan dengan telinga tengah dan perlukaan labyrintine, menyebabkan kehilangan pendengaran, vertigo dan tinnitus. Tes garputala Weber dan Rinne dapat membantu menentukan derajat dari tuli konduktif dan perlukaan ossicular yang berhubungan. Tes beside fistula dapat dilakukan dengan menekan tragus keatas canal telinga.


Laserasi sederhana dapat diperbaiki setelah irigasi dan debridement untuk menyegarkan tepi lecet. Yang terbaik adalah menggunakan sedikit mungkin benang jahit. Antibiotik sistemik tidak diperlukan. Laserasi pada lobus telinga biasanya hasil dari tarikan pada telinga. Setelah memotong celah epitelial, laserasi pada lobus telinga dapat diperbaiki.


Kehilangan kulit memerlukan ketebalan penuh skin grafting. Jika perikordium intak, skin grafting dapat dilakukan dengan segera. Jika ada kartilago terbuka tanpa perikordium, kemudian grafting harus ditunda sampai lapisan padat jaringan granulasi terbentuk. Bagian donor terbaik adalah kulit dibelakang sulcus postauricular.


Pemotongan terbuka dapat digunakan untuk avulsi dekat dan kecil (<2 cm) tanpa deformitas kosmetik yang berarti. Kekurangan yang lebih besar membutuhkan kartilago grafting. Yang paling penting untuk mempertahankan atau merekonstuksi aspek superior dari helix untuk memberikan dukungan untuk kacamata. Avulsi parsial yang besar, walaupun dengan kulit dayung tipis, dapat diperkirakan ulang dengan laju tinggi keberhasilan.


Hasil paling baik untuk total amputasi telinga dapat diraih dengan mikrovaskular anastomosis. Pecahan amputasi harus di angkat dalam saline yang dingin dengan generasi pertama sefalosporin. Pengobatan bantuan termasuk medical leeches, antikoagulasi heparin, dan oksigen hiperbarik. Gigitan bisa diperbaiki jika kurang dari 12 jam lamanya. Selain itu, harus diperbolehkan untuk menyembuhkan dengan tujuan kedua. Gigitan manusia memerlukan antibiotik profilaksis agresif (ticarcillin intravena atau clavulanate, amoxicillin oral atau clavulanate.


Radang dingin harus diobati dengan penghangatan segera dengan perendaman saline. Lima puluh persen luka bakar kepala dan leher meliputi telinga. Perikondritis kontaminasi tidak langsung dengan Pseudomonas dan Staphylococcus aureus. Perikondritis harus diobati dengan antibiotik topikal (sulfamylon krim luka bakar) ciprofloxacin oral, pembersihan rutin, pencegahan terhadap tekanan, atau pemotongan deformitas telinga dapat dilakukan. Kondritis pada telinga adalah kegawatan yang sungguh-sungguh meliputi insisi, drainase, debridement dari kartilago dan antibiotik infiltrasi langsung menggunakan sebuah kateter intravena.