Anda di halaman 1dari 25

TERMODINAMIKA

Termodinamika (bahasa Yunani: thermos = 'panas' and dynamic = 'perubahan). Termodinamika adalah Ilmu yang mempelajari hubungan antara kalor (panas) dengan bentuk bentuk energi Neraca Energi dalam sistem dan lingkungan.

Perlu pemahaman tentang jenis-jenis sistem dan lingkungan

Sistem dan lingkungan


Sistem adalah sebuah benda atau sekumpulan benda yang hendak diteliti. Benda-benda lainnya di alam semesta dinamakan lingkungan. Biasanya sistem dipisahkan dengan lingkungan menggunakan penyekat/pembatas/pemisah.

Misalnya kita hendak menyelidiki air yang berada di dalam termos. Air yang ada di dalam termos merupakan sistem, sedangkan udara dan benda-benda lainnya yang berada diluar termos merupakan lingkungan. Dinding termos, baik dinding kaca pada bagian dalam termos maupun dinding plastik pada bagian luar termos berfungsi sebagai penyekat alias pemisah.
Termos air merupakan salah satu ilustrasi mengenai sistem dan lingkungan.

Terdapat beberapa jenis sistem, yakni sistem terbuka dan sistem tertutup dan sistem terisolasi.
Sistem terbuka merupakan sistem yang memungkinkan terjadinya pertukaran materi dan energi antara system dengan lingkungan. Contoh sistem terbuka adalah tumbuhtumbuhan, hewan dkk. Tumbuh-tumbuhan biasanya menyerap air dan karbondioksida dari lingkungan (terjadi pertukaran materi). Tumbuhan juga membutuhkan kalor yang dipancarkan matahari (terjadi pertukaran energi).

Lingkungan

Pembatas

Sistem

Sistem terbuka: terjadi pertukaran energi (panas dan kerja) dan benda dengan lingkungannya. Sebuah pembatas memperbolehkan pertukaran benda disebut permeabel. Samudra merupakan contoh dari sistem terbuka.

Sistem terisolasi: tak terjadi pertukaran panas, benda atau kerja dengan lingkungan. Contoh dari sistem terisolasi adalah wadah terisolasi, seperti tabung gas terisolasi.
Sistem tertutup: terjadi pertukaran energi (panas dan kerja) tetapi tidak terjadi pertukaran benda dengan lingkungan. Rumah hijau adalah contoh dari sistem tertutup di mana terjadi pertukaran panas tetapi tidak terjadi pertukaran kerja dengan lingkungan.

Apakah suatu sistem terjadi pertukaran panas, kerja atau keduanya biasanya dipertimbangkanh sebagai sifat pembatasnya:
pembatas adiabatik: tidak memperbolehkan pertukaran panas. pembatas rigid: tidak memperbolehkan pertukaran kerja.

Faktor yang berpengaruh terhadap sistem : 1.Suhu 2.Tekanan Suhu? Suhu dari suatu benda adalah suatu indikator dari keadaan panas yang dimiliki-nya didasari kepada kemampuan benda tersebut untuk mentransfer panas ke benda lain.

Skala untuk menentukan besar kecilnya suhu yang sudah dikenal adalah : Fahrenheit Celcius Kelvin Rankine
Untuk melihat perbedaan skala dari ke empat skala tersebut, bisa dilihat pada gambar berikut ini

Skema Perbandingan Suhu

2. Tekanan
Tekanan secara matematis dapat diefinisikan seperti berikut ini : P=Fn/A

Fn = Komponen Gaya Normal tegak lurus A A = Luas penampang Lintang

Skema Perbandingan Tekanan

Hukum-hukum dasar thermodinamika


Hukum ke-nol thermodinamika Hukum pertama thermodinamika Hukum kedua thermodinamika Hukum ketiga thermodinamika

Hukum dasar yang mendasari pengukuran suhu dikenal dengan hukum ke-nol thermodinamika Hukum ke-nol thermodinamika menyatakan bahwa apabila dua buah benda masing-masing berada dalam keadaan kesetimbangan thermal dengan benda yang ketiga, maka kedua benda ini berada dalam kesetimbangan termal satu sama lain, artinya, suhu kedua benda tersebut adalah sama. .

Hukum pertama termodinamika


Eksperimental tentang hukum pertama termodinamika telah dilakukan oleh Joule (1840-1878) Hukum I Thermodinamika menerangkan tentang prinsip konservasi energi yang menyatakan bahwa, energi tidak dapat diciptakan dan dimusnahkan, namun demikian energi tersebut dapat diubah dari satu bentuk ke bentuk yang lain menjadi kerja misalnya.

Dari konsep ini, dapat dikatakan bahwa energi dapat diubah menjadi kerja dan juga kerja dapat diubah menjadi energi.
Dalam kaitan dengan Thermodinamika salah satu bentuk dari energi yang dimaksud adalah Panas (Heat), dan kerja (Work).

Pada sistem tertutup, persamaan energi di peroleh dari penyusunan Neraca Energi, yaitu seperti berikut :

q bertanda positif bila energi diserap sistem Q bertanda negatif bila energi dilepas sistem W bertanda positif bila sistem dikenai kerja W bertanda negatif bila sistem melakukan kerja

Keterangan : Q = Panas yang berpindah dari atau ke sistem ( Qin Qout ) W = Kerja dalam berbagai bentuk ( Wout Win ) = Perubahan Energi total dari sistem, ( E2 E1 ) Perubahan Energi total dinyatakan sebagai jumlah dari perubahan energi dalam , energi potensial , dan energi kinetik pada suatu sistem, maka persamaan menjadi :

Kebanyakan sistem tertutup adalah stasioner sehingga perubahan energi kinetik dan potensial dapat diabaikan, persamaan menjadi :

Untuk menghitung nilai Kerja (W) dari suatu proses pada sistem tertutup ini, akan diilustrasikan dari pergerakan piston di dalam sebuah silinder, seperti gambar berikut ini.

Silinder Piston

Menurut Hukum thermodinamika pertama, energi dalam dari sistem akan berubah bila sistem akan berubah bila sistem tersebut menerima kerja atau melepaskan panas. Dari gambar dapat dikatakan bahwa bila piston ditekan dengan tekanan tertentu secara konstan, maka volume cairan akan berubah sampai suatu saat sistem tersebut diberikan sejumlah kalor (panas) sehingga cairan tersebut kembali mengekspansi sampai ke keadaan semula. Akhirnya satu siklus proses tadi dapat dikatakan reversibel pada tekanan tetap dan volume tetap. Dalam bentuk formulasi matematisnya dapat dinyatakan sebagai berikut.

Kerja (W) = Gaya (F) x Jarak perpindahan (L) Gaya (F) = P x A, dimana A adalah luas penampang lintang piston yang bekerja pada cairan, dengan demikian kerja (W) dapat ditulis sebagai : Untuk perubahan volume yang sangat kecil (dV), maka dapat ditulis sebagai : dW=PdV Hasil integrasi adalah :

Enthalpi Enthalpi didefinisikan dalam bentuk persamaan matematis: H = U + PV


keterangan : H = enthalpi P = tekanan absolut V = volume Hasil kali P dengan V mempunyai satuan energi, demikian juga dengan U. Oleh karena U, P dan V adalah fungsi keadaan (state functions), bentuk differensial dari persamaan dapat ditulis sebagai : dH = dU +d(PV) persamaan ini digunakan apabila adanya suatu perubahan differensial pada suatu sistem.

Eksperimen tentang hukum ke-nol dan hukum pertama termodinamika Modul percobaan Panas Netralisasi Asam Basa Panas Netralisasi Asam Basa: Prinsif ? Sistem ?