Anda di halaman 1dari 20

BY DESTI LESTARI HARAHAP

Telinga merupakan salah satu organ keseimbangan disamping dipengaruhi mata dan alat perasa pada tendon dalam. Dimana secara anatomi fungsi keseimbangan pada telinga bagian dalam berada di tulang labirin, yang terdiri dari bagian vestibuler (kanalis semisirkularis, utriculus, sacculus) dan bagian koklea.

Telinga dalam memiliki komponen khusus lain, yaitu aparatus vestibularis, yang memberikan informasi yang penting untuk sensasi keseimbangan dan untuk koordinasi gerakan gerakan kepala dengan gerakan gerakan mata dan postur tubuh.

1. Uji Romberg Penderita berdiri dengan kedua kaki dirapatkan, mula-mula dengan kedua mata terbuka kemudian tertutup. Biarkan pada posisi demikian selama 20-30 detik. Harus dipastikan bahwa penderita tidak dapat menentukan posisinya (misalnya dengan bantuan titik cahaya atau suara tertentu). Pada kelainan vestibuler hanya pada mata tertutup badan penderita akan bergoyang menjauhi garis tengah kemudian kembali lagi, pada mata terbuka badan penderita tetap tegak. Sedangkan pada kelainan serebeler badan penderita akan bergoyang baik pada mata terbuka maupun pada mata tertutup. tentang gangguan keseimbangan karena gangguan vestibuler, maka input visual diganggu dengan menutup mata dan input proprioseptif dihilangkan dengan berdiri di atas tumpuan yang tidak stabil

Uji Berjalan (Stepping Test) Pasien Berjalan di tempat 50 langkah, bila tempat berubah melebihi jarak 1 meter dan badan berputar lebih dari 30 derajat berarti sudah terdapat gangguan.

3. Tes Unterberger Pasien Berdiri dengan kedua lengan lurus horisontal ke depan dan jalan di tempat dengan mengangkat lutut setinggi mungkin selama satu menit.Pada kelainan vestibuler posisi penderita akan menyimpang atau berputar ke arah lesi dengan gerakan seperti orang melempar cakram, kepala dan badan berputar ke arah lesi, kedua tangan bergerak ke arah lesi dengan lengan pada sisi lesi turun dan yang lainnya naik.Keadaan ini disertai nistagmus dengan fase lambat ke arah lesi

4.Past-pointing test (Uji Tunjuk Barany)


Dengan jari telunjuk ekstensi dan lengan lurus ke depan, penderita disuruh mengangkat lengannya ke atas, kemudian diturunkan sampai menyentuh telunjuk tangan pemeriksa.Hal ini dilakukan berulangulang dengan mata terbuka dan tertutup.Pada kelainan vestibuler akan terlihat penyimpangan lengan penderita ke arah lesi.3

5. Rangsangan Kalori Rangsangan kalori adalah suatu tes yang menggunakan perbedaan temperatur untuk mendiagnosa adanya kerusakan saraf ke delapan yang menyebabkan vertigo.(caloric stimulation-internet)Dengan tes ini dapat ditentukan adanya kanal paresis atau directional preponderance ke kiri atau ke kanan.

5.a.Tes Kobrak

Digunakan spuit 5 atau 10 mL, ujung jarum disambung dengan kateter.Perangsangan dilakukan dengan mengalirkan air es (0C), sebanyak 5 mL selama 20 detik ke dalam liang telinga. Suatu cairan dingin yang dialirkan ke liang telinga kanan akan menimbulkan nistagmus dengan fase lambat ke kanan.Kecepatan maksimum dari komponen lambat dan lamanya nistagmus diukur bila tidak timbul penglihatan

5b. Tes Kalori Bitermal

Tes kalori ini dianjurkan oleh Dick & Hallpike.Pada cara ini dipakai 2 macam air, dingin dan panas.Suhu air dingin adalah 30C, sedangkan suhu air panas adalah 44C.volume air yang dialirkan ke dalam liang telinga masing-masing 250 mL, dalam waktu 40 detik.Setelah air dialirkan, dicatat lama nistagmus yang timbul.

6. Tes Nistagmus Spontan Nylen memberikan kriteria dalam menentukan kuatnya nistagmus ini.Bila nistagmus spontan ini hanya timbul ketika mata melirik searah dengan nistagmusnya, maka kekuatan nistagmus itu sama dengan Nylen 1.Bila nistagmus timbul sewaktu mata melihat ke depan, maka disebut Nylen 2, dan bila nistagmus tetap ada meskipun mata melirik berlawanan arah nistagmus, maka kekuatannya disebut Nylen 3

7. Tes Nistagmus Posisi Tes nistagmus posisi ini dianjurkan oleh Hallpike dan cara ini disebut Perasat Hallpike.Caranya adalah, mula-mula pasien duduk, kemudian tidur terlentang sampai kepala menggantung di pinggir meja periksa, lalu kepala diputar ke kiri, dan setelah itu kepala diputar ke kanan.

Penderita didudukkan di atas kursi yang diletakkan pada pusat aksis rotasi dari suatu motor torque dan mempunyai perlengkapan untuk menjaga kepala dan kaki.Kursi khusus ini dikenal dengan kursi Barany, yang khusus dibuatuntuk tes ini.Bila subyek duduk tegak dengan memiringkan kepala 30 ke bawah, maka kanalis horisontalis dapat dirangsang secara maksimum.Gerakan leher dicegah sehingga rotasi akan menggerakkan tubuh dan kepala bersamaan.Rotasi dilakukan dengan mata tertutup, dalam satu arah dengan percepatan konstan dalam waktu singkat (mis. 20 detik) atau secara osilatorik (mis. Sinusoid).Untuk percepatan konstan dilakukan pengukuran amplitudo dan lamanya respon, sedangkan untuk rotasi sinusoid diukur fase serta hasil yang didapat. Pada akhir putaran (rotasi) dihentikan mendadak dan penderita langsung disuruh melihat jari pemeriksa yang dilakukan di depan penderita dan terhadap telinga yang diperiksa.Pada tes ini dicatat waktu dalam detik, lama pasca nistagmus, dan pada orang normal akan hilang kurang lebih 25 sampai 35-40 detik.

8. Posturografi Alat pemeriksaan keseimbangan dapat menilai secara obyektif dan kuantitatif kemampuan keseimbangan postural seseorang. Untuk mendapatkan gambaran yang benar tentang gangguan keseimbangan karena gangguan vestibuler, maka input visual diganggu dengan menutup mata dan input proprioseptif dihilangkan dengan berdiri di atas tumpuan yang tidak stabil

8.a. Sensory Organization Test (SOT)

Secara obyektif mengidentifikasikan problem pengontrolan posisi dengan mengukur kemampuan pasien untuk mengefektifkan informasi penglihatan, vestibuler dan proprioseptif.
Eyes Eyes Eyes Eyes Eyes open, fixed surface and visual surround. closed, fixed surface. open, fixed surface, sway referenced visual surround. open, sway referenced surface, fixed visual surround. closed, sway referenced surface.

Eyes open, sway referenced surface and visual surround.

8.b. Motor Control Test (MCT)


Mengukur kemampuan pasien untuk secara cepat dan otomatis pulih dari provokasi eksternal yang tidak terduga.

8.bTes Adaptasi Mengukur kemampuan pasien untuk memodifikasi reaksi motorik.

9. Elektronigtagmogram Pemeriksaan ini hanya dilakukan di rumah sakit, dengan tujuan untuk merekam gerakan mata pada nistagmus, dengan demikian nistagmus tersebut dapat dianalisis secara kuantitatif. Pemeriksaan ini bertujuan untuk menetukan apakah gangguan keseimbangan tersebut disebabkan oleh penyakit di telinga dalam atau tidak.

Ada empat bagian utama tes dari elektronistagmografi: Tes kalibrasi berguna untuk mengevaluasi rapid eye movements. Tracking test mengevaluasi pergerakan dari mata selama mengikuti gerakan dari benda target. Tes posisi mengukur nistagmus yang diukur posisi kepala. Tes kalori mengukur respon terhadap air panas dan dingin yang dimasukkan ke dalam liang telinga.

THANKS

Anda mungkin juga menyukai