Anda di halaman 1dari 45

INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT (ISPA)

DEFINISI
ISPA Infeksi Saluran Pernafasan Atas ISPA meliputi saluran pernapasan bagian atas dan saluran pernapasan bagian bawah. Saluran pernapasan organ mulai dari hidung sampai gelembung paru, beserta organ-organ disekitarnya seperti sinus, ruang telinga tengah dan selaput paru. Berlangsung kurang dari 14 hari.

Sistem Respirasi

Saluran Pernafasan Atas

Paru - paru

Jenis jenis Infeksi Saluran Pernafasan Akut


Influenza

Common cold (pilek)


Faringitis Otitis Media Sinusitis Laringitis

Bronkitis
Bronkiolitus Pneumonia

EPIDEMIOLOGI
Prevalensi ISPA tertinggi pada balita (>35%), sedangkan terendah pada kelompok umur 15 24 tahun. Prevalensi cenderung meningkat lagi sesuai dengan meningkatnya umur. Prevalensi antara laki-laki dan perempuan relatif sama, dan sedikit lebih tinggi di pedesaan. Prevalensi ISPA cenderung lebih tinggi pada kelompok dengan pendidikan dan tingkat pengeluaran RT per kapita lebih rendah.

Gejala & Tanda Umum


Demam Sakit kepala Nyeri tenggorokan Hidung mampet, pilek Batuk Retraksi intercostal Gambaran paru abnormal Pemeriksaan darah abnormal

Nafas cepat & dalam

Tanda Bahaya (Red Flag)


Sistem respiratorik adalah: tachypnea, napas tak teratur (apnea),retraksi dinding thorak, napas cuping hidung, cyanosis, suara napas lemah atau hilang, grunting expiratoir dan wheezing. Sistem cardial adalah: tachycardia, bradycardiam, hypertensi, hypotensi dan cardiac arrest Tanda-tanda laboratoris : hipoksemia, hiperkapnia dan asidosis (metabolik dan atau respiratorik)

KLASIFIKASI ISPA
Program Pemberantasan ISPA (P2 ISPA) mengklasifikasi ISPA sebagai berikut:

Untuk golongan umur kurang 2 bulan ada 2 klasifikasi penyakit yaitu :


Pneumonia berat:
Ditandai secara klinis oleh adanya tarikan dinding dada kedalam (chest indrawing).

Bukan pneumonia:
Ditandai secara klinis oleh batuk pilek, bisa disertai demam, tanpa tarikan dinding dada kedalam, tanpa napas cepat. Rinofaringitis, faringitis dan tonsilitis tergolong bukan pneumonia

KLASIFIKASI ISPA
Untuk golongan umur 2 bulan sampai 5 tahun ada 3 klasifikasi penyakit yaitu : Pneumonia berat:
Bila disertai napas sesak yaitu adanya tarikan dinding dada bagian bawah kedalam pada waktu anak menarik napas (pada saat diperiksa anak harus dalam keadaan tenang tidak menangis atau meronta).

Pneumonia:
Bila disertai napas cepat. Batas napas cepat ialah untuk usia 2 -12 bulan adalah 50 kali per menit atau lebih dan untuk usia 1 -4 tahun adalah 40 kali per menit atau lebih.

Bukan pneumonia :
Batuk pilek biasa, bila tidak ditemukan tarikan dinding dada bagian bawah dan tidak ada napas cepat.

Faktor Resiko
Secara umum terdapat 3 (tiga) faktor resiko terjadinya ISPA yaitu :
faktor lingkungan faktor individu anak serta faktor perilaku.

1. Faktor lingkungan
a. Pencemaran udara dalam rumah b. Ventilasi rumah c. Kepadatan hunian rumah

2. Faktor individu anak


a. Umur anak b. Berat badan lahir c. Status gizi d. Vitamin A e. Status Imunisasi

3. Faktor perilaku

SINUSITIS

Definisi
Inflamasi pada dinding sinus paranasal

Gejala
Nyeri pada pipi, dahi, rahang, belakang mata, dan memburuk saat membungkuk atau bersin/batuk Kemerahan pada hidung, pipi, kelopak mata Hidung tersumbat Hiposmia Post nasal discharge

Etiologi
Rhinogenik vs Odontogenik Viral ( rhinovirus, influenza virus, adenovirus) , Bakterial (S.aureus, H. influenzae) , Fungal (aspergillus)

Tatalaksana Tentukan kausal


Bakteri antimikrobial Virus Simptomatik, kortikosteroid Alergi simtomatik, jauhi alergen, kortikosteroid Lain- lain drainase, operatif

COMMON COLD

Definisi
Penyakit virus yang mengakibatkan rinorea dan obstruksi hidung tanpa atau dengan gejala sistemik yang ringan seperti mialgia dan demam.

Gejala
Radang tenggorokan Hidung tersumbat dan pilek Batuk Mialgia ringan (badan meriang)

Etiologi viral
Rhinovirus Coronavirus Influenza virus

Tatalaksana
Simtomatik

LARINGITIS

Definisi
Peradangan pada laring

Gejala
Infeksi saluran pernafasan atas Nyeri tenggotokan Suara serak

Etiologi
Tersering diakibatkan virus

FARINGITIS AKUT

Definisi
Radang pada tenggorok

Gejala
Demam tinggi Nyeri tenggorokan Faring kemerahan Tonsil membesar Bisa terdapat rinorea, batuk

Etiologi
Bakterial : Streptokokus B-hemolitikus grup A Mycoplasma pneumoniae Neisseria gonnorheae Corynebacterium diphtheriae

Tatalaksana
Antimikrobial Simptomatik Hindari demam rematik

BRONKITIS AKUT

Definisi
Batuk disertai dahak yang berlangsung kurang dari 3 minggu

Gejala
Batuk berdahak 10-20 hari Demam ringan Gangguan pernafasan ringan Keadaan umum tampak lemas

Etiologi
Viral ( Influenza virus, parainfluenza, RSV, coronavirus) Bakterial ( mycoplasma, chlamydia pneumoniae, S. pnemumoniae , B. pertussis )

Tatalaksana
Antibiotik jarang memberi hasil yang memuaskan Terapi simtomatik

BRONKIOLITIS

Definisi
Infeksi akut pada bronkiolus yang biasa disebabkan oleh virus Seringkali menyerang bayi

Gejala
Anak rewel dan susah makan Demam ringan-sedang Mata kemerahan dan hidung mengeluarkan sekret Batuk, dispnu, wheezing pada hari ke 2-5

Etiologi
Viral ( RSV, parainfluenza virus, adenovirus)

Tatalaksana
Tidak perlu diberikan kortikosteroid dan bronkodilator Monitor intake oral dan suplementasi oksigen

PNEUMONIA

DEFINISI PNEUMONIA
Pneumonia adalah inflamasi yang mengenai parenkim paru

Sebagian besar disebabkan oleh mikroorganisme (virus/bakteri) dan sebagian kecil disebabkan oleh faktor lain.

Pembagian Berdasarkan Lokasi


Pneumonia Lobaris

Pneumonia Interstitial
Pneumonia Lobularis (Bronkopneumonia)

Tempat Terjadinya..
Pneumonia-masyarakat (community-acquired pneumonia), bila infeksinya terjadi di masyarakat

Pneumonia-RS atau pneumonia nosokomial (hospital-acquired pneumonia).

Faktor Resiko
Umur < 2 bulan

ASI memadai Polusi udara Kepadatan tempat tinggal Defisiensi vitamin A

Laki-laki Gizi kurang Berat badan lahir rendah Tidak mendapat

Etiologi

o o o

Neonatus dan bayi kecil


Streptokokus grup B

Bakteri gram negatif seperti E. Colli, Pseudomonas sp, atau Klebsiella sp


Chlamydia trachomatis

o
o o

Bayi yang lebih besar dan anak balita


Streptococcus pneumoniae
Haemophillus influenzae tipe B Staphylococcus aureus

Viral Pneumonia
Penyebab utama pneumonia di negara

maju
Etiologi virus tersering :
o Respiratory Syncytial Virus (RSV) o Rhinovirus o Virus Parainfluenzae

Secara klinis, umumnya pneumonia

bakteri sulit dibedakan dengan pneumonia virus.

Patofisiologi
Kuman masuk ke saluran napas atas Mekanisme pertahanan terganggu

Terbentuk sekret virulen

Inflamasi

Sekret berlebih turun ke alveoli

Pneumonia Pada Neonatus dan Bayi Kecil


Apnea Sianosis Merintih Napas cuping Tidak mau minum Takikardi atau

bradikardi
Retraksi subkosta Demam

hidung
Takipnea Letargi, muntah

Pneumonia Pada Neonatus dan Bayi Kecil


Sering terjadi akibat transmisi vertikal ibu-anak yang berhubungan dengan proses persalinan

Infeksi terjadi akibat kontaminasi dengan sumber infeksi dari ibu, misalnya melalui aspirasi mekonium, cairan amnion, atau dari serviks ibu.

Diagnosis
Predikator paling kuat pneumonia adalah demam,

sianosis, dan lebih dari satu gejala respiratori sebagai berikut :


o Takipnea o Batuk o Napas cuping hidung o Retraksi o Ronki o Suara napas melemah

Klasifikasi Takipnea
Usia
< 2 bulan 2 12 bulan 1 5 tahun 5-12 tahun

Frekuensi
60 x/mnt 50 x/mnt 40 x/mnt 30 x/mnt

Pedoman Diagnosis dan Tata Laksana Untuk Pelayanan Kesehatan Primer


Bayi berusia dibawah 2 bulan
Pneumonia

o Bila ada napas cepat atau sesak napas


o Harus dirawat dan diberikan antibiotik

Bukan pneumonia

o Tidak ada napas cepat atau sesak napas o Tidak perlu dirawat, cukup diberikan pengobatan

simptomatis

Tatalaksana
Dasar tatalaksana pneumonia rawat inap adalah pengobatan kausal dengan antibiotika yang sesuai, serta tindakan suportif Antibiotik dipilih berdasarkan pengalaman empiris, yaitu kemungkinan etiologi penyebab dengan mempertimbangkan usia dan keadaan klinis pasien serta faktor epidemiologis

TERIMA KASIH