Anda di halaman 1dari 15

PENDAHULUAN

Rumusan masalah

Tujuan penulisan

Metode penulisan

Manfaat Penulisan

Definisi

Inhibisi orgasme wanita yang rekuren atau persisten

Masturbasi atau pun koitus

Disfungsi orgasme

Manifestasi : - Keterlambatan orgasme yang rekuren -tidak adanya orgasne

Setelah fase rangsangan seksual yang nnormal : fokus, intensitas dan durasinya

Epidemiologi

Etiologi

Kecemasan dan kekhawatiran akan kehamilan Faktor psikososial

usia

Disfungsi orgasme

Kesehatan fisik dan mental

genetik Faktor fisiologis


Obat : antidepresan (SSRI)

Patofisiologi

Refleks sumsum tulang belakang : dibawah kontrol tonik desenden inhibisi batang otak

Daerah pengaturan mediasi orgasme penting : inti paragigantocellaris di ventral medulla (memiliki proyeksi langsungke neuron eferen panggul dan interneuron di sumsum tulang belakang lumbosakral
Kadar esterogen dan androgen

Aktifasi daerah otak pada saat orgasme


Aktivasi awal

amigdala

insula

Ganglia basal

Korteks cingulate

Saat orgasme

Nucleus accumbens

Inti paraventrikular hipotalamus

hipokampus

Manifestasi klinis

Wanita yang nonorgasmik


Tanpa

gejala lainnya Gejala :


frustasi

dalam berbagai cara Keluhan pada pelvis, nyeri abdomen,keteganggan yang meningkat, mudah tersinggung dan kelelahan.

Diagnosis

DSM 5
1.

Dihampir semua/semua aktivitas seksual, baik pengalaman :


a) b)

tertunda secara nyata, jarang atau tidak ada orgasme Orgasme kurang intens secara nyata

2.

3.

4.

Gejala diatas telah berlangsung selama lebih kurang 6 bulan Gejala-gejala diatas menyebabkan penderitaan yang signifikan terhadap individu Disfungsi tidak dapat dijelaskan baik oleh gangguan nonseksual mental, kondisi medis, efek dari obat-obatan, atau stres lainnya.

PPPDGJ III F52.3 disfungsi orgasme


Baik

orgasme tidak terjadi sama sekali maupun yang sangat terlambat. Termasuk psychogenik anorgasmy

Terapi

Terapi kognitif perilaku


Fokus

ke perubahan sikap dan pikiran seksual yang relevan, mengurangi kecemasan , dan meningkatkan kemampuan orgasme. Pendidikan seks, pelatihan keterampilan komunikasi, latihan kegel

Farmako terapi
bupropion
PDES5

inhibitor Apomorphine

Prognosis

Beberapa kasus ada yang menghilang secara spontan Disfungsi orgasme yang hadir sejak pengalaman seksual pertama, tampaknya memiliki prognosis yang baik dengan pengobatan.

Kesimpulan

Gangguan orgasme wanita, disebut orgasme wanita terinhibisi dalam DSM edisi ketiga yang direvisi (DSM-III-R) dan juga disebut orgasmia, adalah didefinisikan sebagai inhibisi orgasme wanita yang recuren atau persisten , dan dimanifestasikan sebagai keterlambatan orgasme yang rekuren atau tidak adanya orgasme setelah fase perangsangan seksual yang normal yang dianggap klinisi adekuat dalam focus, intensitas,dan durasinya. Gangguan ini adalah ketidakmampuan wanita untuk mencapai orgasme melalui masturbasi atau koitus. Wanita yang dapat mencapai orgasme dengan salah satu metoda tersebut tidak dikategorikan sebagai anorgasmik, walaupun suatu tingkat inhibisi seksual dapat didalilkan. Angka kejadian dari disfungsi orgasme pada wanita cukup sementara , etiologinya sendiri masih belum pasti.dalam hal penegakan diagnosis perlu kecermatan dalam menyingkirkan factor-faktor yang mempengaruhi dan terapi paling efektif untuk disfungsi orgasme pada wanita adalah terapi perilaku kognitif