Anda di halaman 1dari 21

Pembimbing : dr.Sitti Hajar, Sp.

KK KELOMPOK B Rizki Kurniawan Cut Mila Sari Fajriah

Nama : Bayi AH Umur : 10 bln Jenis Kelamin : Perempuan Pekerjaan :Status Perkawinan : BB : 7,5 Kg Alamat : Lam Ateuk Hp/Telp : 081377228851 No. RM : 95 01 75

1. Keluhan Utama : Bercak putih di wajah sejak 2 bulan yang lalu. 2. Riwayat Perjalanan Penyakit : Pasien datang dengan keluhan timbul bercak putih di wajah sejak 2 bulan yang lalu. Awalnya bercak sedikit, namun semakin lama semakin banyak.

3. Riwayat Pemakaian Obat : Salap dari Puskesmas 4. Riwayat Penyakit Dahulu : Disangkal 5. Riwayat Penyakit Keluarga : Kakek pasien menderita Pitiriasis Versikolor 6. Riwayat Kebiasaan Sosial: Pasien jarang terpapar matahari

a. Status Dermatologis Ad Regio :Facialis Lesi :Tampak makula hipopigmentasi berbatas tegas, tepi reguler, disertai skuama halus,jumlah multiple, ukuran milier hingga rentikuler, distribusi bilateral.

b. Tes Klinis Wood Lamp: warna kuning keemasan

1. 2. 3.

Pitiriasis Versikolor Pitiriasis Alba Vitiligo

a. Pemeriksaan yang dikerjakan: Uji Kulit : tidak dilakukan Pemeriksaan Laboratorium Kerokan Kulit : KOH 10% hasil tidak ditemukan hifa b. Pemeriksaan Anjuran : tidak dilakukan

Pitiriasis Versikolor

a. Medikamentosa Sistemik : tidak diberikan injeksi/Oral Topikal : Ketokonazole Cream dioleskan pagi dan malam b. Edukasi Menjaga kebersihan pasien

1. Definisi Infeksi jamur superfisial yang ditandai dengan adanya makula di kulit, skuama halus disertai gatal. 2. Etiologi

Malassezia furfur/Pityrosporum orbiculare.

3. Gambaran Klinis : Gatal bila berkeringat Lokasi lesi pada umumnya terdapat pada badan (dada, punggung). Leher, lengan atas, selangkang. Bisa ditemukan pada daerah lain termasuk muka.

Terdapat 3 bentuk lesi : a. Makular : Soliter dan biasanya saling bertemu dan tertutup skuama b. Papuler :Bulat-bulat kecil perifolikuler, sekitar folikel rambut dan tertutup skuama. c. Campuran Lesi makular dan papuler

Warna Lesi bervariasi : Putih (lesi dini), kemerahan dan coklat (lesi lama).Bentuk kronis akan didapatkan bermacam warna.

Selesai terapi biasanya didapatkan depigmentasi residual tanpa skuama diatasnya yang akan menetap dalam beberapa bulan sebelum kembali normal.

4. Patofisiologi

Malassezia furfur merupakan lipophilic yeast,

dimana dalam keadaan biasa merupakan flora normal yang terdapat pada permukaan kulit. Malassezia furfur yang berbentuk ragi atau spora dapat berubah menjadi patogen dalam bentuk filamen atau hifa oleh faktor-faktor predisposisi sebagai berikut:

Endogen :Kulit berminyak, hiperhidrosis, genetika,immunodefisiensi, sindroma Cushing, malnutrisi. Eksogen :Kelembaban dan suhu tinggi, hygene, oklusi pakaian. Pitiriasis Versikolor tidak lagi digolongkan sebagai penyakit menular. Timbulnya infeksi jamur ini lebih disebabkan oleh faktor individual yang spesifik yang belum dapat diketahui dengan pasti. Aspek-aspek endogen (genetik) merupakan faktor-faktor kontributor yang menyebabkan timbulnya pitiriasis versikolor.

5. Pemeriksaan Penunjang Larutan KOH 20% atau campuran 9 bagian KOH 20% dengan 1 bagian tinta parker blueblack superchrome. Hasil positif hifa pendek, lurus, bengkok (seperti huruf I,V,J) dan gerombolan spora budding yeast yang berbentuk bulat mirip seperti sphagetti with meatballs. Hasil negatif bila tidak ada lagi hifa,maka berarti bukan pityriasis versikolor walaupun ada spora. Lampu Wood terlihat fluoresensi berwarna kuning emas pada lesi tersebut.

6. Diagnosis Gambaran klinis yang khas : gatal bila berkeringat, makula warna putih, merah, coklat, konfluens (bertumpuk-tumpuk). Pemeriksaan sediaan langsung kerokan kulit dengan KOH 20% (gambaran sphagetti dan meatballs) Pemeriksaan Fluoresensi lesi kulit dengan lampu Wood (berwarna kuning belerang/emas).

7. Diagnosis Banding Diagnosis banding pitiriasis versikolor dengan lesi hiperpigmentasi yaitu; Pitiriasis rosea, Eritrasma, Dermatitis seboroika dan Tinea Korporis. Diagnosis banding pitiriasis versikolor dengan lesi hipopigmentasi yaitu; Pitiriasis alba, Vitiligo, Morbus Hansen, Tipe Tuberkuloid dan Hipopigmentasi pascainflamasi (leukoderma).

1. Pada riwayat perjalanan penyakit pada pasien ini keluhan timbul bercak putih di wajah sejak 2 bulan yang lalu. Awalnya bercak sedikit, namun semakin lama semakin banyak. Dari literatur yang Kami baca salah satu gejala klinisnya gatal pada saat berkeringat (ATLAS Penyakit Kulit dan Kelamin Edisi 2). Pasien ini tidak diketahui apakah ada rasa gatal atau tidak, karena pasien ini masih berumur 10 bln, orang tuanya pun tidak mengetahui.

2. Lesi yang ditemukan pada pasien ini adalah lesi makula dan warna lesi berwarna putih,artinya lesi ini masih dini. Kasus ini sesuai dengan literatur. 3. Pada pemeriksaan KOH 10% tidak ditemukan hifa pada pasien ini, karena kemungkinan spesimen yang diambil tidak terdapat skuama. Hal ini tidak sesuai dengan literatur yang menyebutkan bahwa ditemukannya hifa. 4. Pemeriksaan lampu wood terlihat fluoresensi berwarna kuning emas pada lesi pasien ini. Hal ini sesuai dengan literatur yang Kami baca.

5. Tatalaksana topikal pasien ini diberikan obat Ketokonazole Cr. Pada literatur yang Kami baca tatalaksana pityriasis versikolor dengan lesi yang sedikit diberikan Miconazole 2% atau shampo Ketokonazole 1-2%.

TERIMA KASIH