Anda di halaman 1dari 24

Kelompok 2

Aris siswanto Bagus sunarno Daniel ervin Debby natalia Dwi p Esterina Nawangsari Frendy Pratama Hamam eril Margaretha Rahmat adi Septyan adyatma Yosep christian

Pengertian depresi
Gangguan alam perasaan (mood)

yang ditandai dengan : kemurungan dan kesedihan dalam menilai realitas Depresi adalah suatu kondisi yang dapat disebabkan oleh defisiensi relatif salah satu atau beberapa aminergik neurotransmiter (noradrenalin, serotonin, dopamin) pada sinaps neuron di SSP (terutama pada sistem limbik).(Menurut Maslim 2002).

Tanda dan gejala


1. Gangguan tidur Keluhan somatik Nyeri kepala Nyeri abdominal Dizzi (puyeng) Rasa nyeri Pandangan kabur

2. Gangguan Psikomotor Aktivitas tubuh meningkat atau menurun Aktivitas mental meningkat atau menurun Tidak mengacuhkan kejadian disekitarnya Fungsi seksual berubah (mencakup libido menurun) Variasi diurnal dari suasana hati dan gejala biasanya lebih buruk di pagi hari

3. Gangguan Psikologis Suasana hati disforik, rasa tidak bahagia, sedih, letupan menangis Kognisi yang negatif Perasaan negatif terhadap diri sendiri Perasaan negatif terhadap persahabatan serta hubungan sosial Mudah tersinggung, marah, emosi meledak Menarik diri dari pergaulan sosial

Gejala Depresi
Gejala Utama Afek depresi Kehilangan minat dan kegembiraan Berkurangnya energi Mudah lelah Berkurangnya aktifitas

Gejala Lainya Konsentrasi dan perhatian berkurang Harga diri dan kepercayaan diri berkurang Rasa bersalah Rasa tidak berguna Pesimis Gagasan yang membahayakan diri: bunuh diri Tidur terganggu Nafsu makan berkurang/ berlebihan

Macam-macam Depresi
Depresi ringan Depresi sedang Depresi berat

Trias Depresi
Anhedonia Sulit atau bahkan tidak dapat merasakan kesenangan, bahkan dari hal-hal yang dulu menjadi hobi berat individu tersebut Anergia Tubuh menjadi lemas, lesu, tidak bertenaga, kehilangan semangat dalam kegiatan sehari-hari

Afek depresif Perasaan sedih, "hampa", lemah, tidak percaya diri

Akibat Depresi
Meningkatkan detak jantung dan tekanan darah sehingga detak jantung menjadi lebih cepat dan tekanan darah tinggi

Menyebabkan darah membeku lebih cepat sehingga timbul plak pada dinding pembuluh darah. Dengan banyaknya plak-plak tersebut akan menyebabkan terjadinya Penyakit Jantung Koroner.

Menyebabkan kadar gula darah dan insulin meningkat dan tetap bertahan pada tingkat tinggi sehingga kadar trigliserida dan kolesterol juga meningkat sehingga terjadi kegemukan yang menetap

Menyebabkan hilangnya kalsium, magnesium dan potassium dalam tulang. Hal ini menyebakan kerapuhan pada tulang (Osteoporosis)

Merusak system kekebalan tubuh. Hal ini mengakibatkan virus, bakteri dan jamur tidak bisa dimusnahkan oleh system kekebalan tubuh yang telah dirusak oleh hormon tersebut. Sehingga orang tersebut akan mudah terkena penyakit infeksi dan Kanker

Selain itu dengan rusaknya system kekebalan tubuh (sel-sel darah putih masih mampu menyerang sel-sel asing, namun kemampuan untuk mengenalinya yang berkurang) mengakibatkan kebingungan, dimana tubuh melihat allergen (zat penyebab alergi) maka system kekebalan tubuh akan menyerang. Selama penyerangan sel darah putih mengeluarkan histamin, yang dapat mengakibatkan gejalagejala bersin-bersin, mata gatal, hidung ingusan dan tersumbat.dll

Pengobatan Depresi
Antidepressant seperti Prozac, Zoloft dapat menolong.

Bila obat antidepresan tidak dapat menolong, biasanya karena depresinya yang sudah parah tindakan terapi kejang listrik (ECT) merupakan cara pengobatan yang efektif

Konseling dan psikoterapi merupakan dukungan yang terbaik

Peran keluarga juga sangat penting bagi pemulihan mereka yang mengalami depresi

Pemeriksaan penunjang

Gambaran PET-Scan pada pasien depresi Tampak pada gambar di atas adalah hasil f-MRI pada pasien depresi. Terlihat bahwa gambaran pasien yang tidak depresi lebih banyak bagian otaknya yang aktif (bercahaya) dibandingkan dengan pasien depresi yang lebih banyak yang tidak aktif (tidak bercahaya). Hal ini memang secara teori dan klinik terbukti bahwa pasien yang mengalami depresi kebanyakan mengalami gangguan dalam kognitif (fungsi pikirnya) sehingga tampak sulit konsentrasi, sulit berpikir, sulit memutuskan sesuatu dan kesulitan daya kognitif yang lain

Gambar di atas adalah pasien depresi yang telah mengalami perbaikan setelah pengobatan. Gambaran PET-SCAN memperlihatkan bagian-bagian otak yang mulai aktif secara menyeluruh yang sangat berbeda dengan gambaran sebelumnya.

Pemeriksaan inilah yang secara penelitian membuktikan adanya perbaikan yang nyata pada pasien depresi ataupun cemas, depresi yang diberikan pengobatan, baik dengan obat atau psikoterapi