Anda di halaman 1dari 22

Presentan : Ira Susanti Haryoso NIM : 105103003416 Pembimbing : dr. Toni Agus Setiono, Sp.

PENDAHULUAN
Thrombophlebitis : peradangan yang terjadi pada

pembuluh darah vena yang berhubungan dengan pembentukan thrombus.


Ada dua jenis thrombophlebitis, yaitu :

1) Trombophlebitis vena superfisialis 2) Trombophlebitis vena dalam

Thrombophlebitis vena superfisialis jarang mengancam

kehidupan
Thrombophlebitis vena dalam banyak menyebabkana

kematian emboli paru masif


Sebanyak 300.000 kematian setiap tahun di Amerika. Insidensi Vena Thrombo Emboli (VTE) :

laki-laki > wanita (meningkat dengan usia di kedua jenis kelamin)

TINJAUAN PUSTAKA
Anatomi dan Fisiologi

Terdapat 3 sistem vena yang mempunyai arti klinis, yaitu (1) sistem vena superfisialis (system dangkal), (2) sistem vena profunda (sistem dalam), (3) sistem komunikans atau sistem penghubung. Seluruh sistem vena dilengkapi dengan katup yang menghadap ke arah jantung. Sistem vena dalam terletak didalam bungkusan otot. Sistem ini diperas kosong kearah proksimal pada setiap kontraksi otot tungkai. Sistem vena dangkal di tungkai ini terdiri atas : sistem vena safena magna, dan vena safena parva.

PATOFISIOLOGI

Sistem pembuluh darah vena

keutuhan katup di ketiga sistem vena

Katup vena dangkal tidak memadai


Vena dangkal akan terus dibebani tekanan tinggi hidrostatik dari jantung

Katup vena komunikans tidak memadai

Katup vena dalam tidak memadai


Darah akan kembali keluar dari vena dalam ke vena dangkal (superfisialis) saat otot berkontraksi

Darah akan kembali dari proksimal ke distal

Terjadi pelebaran di vena dangkal menambahkan lagi kebocoran katup

vena makin melebar, memanjang

katup yang mengalami insufisiensi >> dan menanggung tekanan hidrostatik di vena safena magna dan atau di vena safena parva

Gangguan lain yang mungkin merupakan sebab awal

dari kelainan sistem vena :


faktor yang mempengaruhi terjadinya thrombosis

seperti yang dikemukakan oleh Virchow dengan triasnya, yaitu :


kelainan dinding, stasis atau hambatan aliran, dan kecenderungan pembekuan darah.

Selain itu, sejumlah faktor resiko dikenal sebagai

penyebab penyakit vena, yaitu : obesitas, pekerjaan yang membutuhkan berdiri lama, hormonal (menopause), kehamilan, dan faktor familial.6

TROMBOSIS
Definisi :

Pembentukan massa bekuan darah dalam system kardiovaskular yang tidak terkendali, dan massa itu disebut trombus. sebagian atau seluruh thrombus dapat lepas membentuk embolus mengikuti aliran pembuluh darah ke tempat lain. Thrombosis dan embolisme bersama-sama sering disebut tromboembolisme. Thrombosis dan embolisme menimbulkan nekrosis iskemik pada sel dan jaringan disebut infark jika mengenai jantung, paru, otak dapat menyebabkan

Patogenesis trombus
Penyebab jejas endotel : Infeksi, endotoksin, hiperkolesterol, asap rokok,

Keadaan statis & turbulensi


1. membiarkan trombosit bersinggungan dengan endotel, 2. mencegah pelarutan factor yang mempercepat pembekuan dibawah konsentrasi yang membahayakan, 3. perlambatan aliran faktor-faktor penghambat pembekuan, 4. pembentukan agregasi trombosit dan mulai timbulnya fibrin, 5. mempermudah hipoksia sel dan jejas, mempermudah trombosit dan fibrin tertimbun, dan mengurangi penglepasan t-PA, dan 6. turbulensi menambah terjadinya jejas endotel.

Hiperkoagulasi

Merusak endotel P.darah

Merangsang pelekatan trombosit, melepaskan faktor-faktor jaringan, aktifator plasminogen

1. meningkatkan konsentrasi fibrinogen plasma, 2. Protrombin 3. menurunkan aktivitas fibrinolitik

TROMBUS

TROMBOPHLEBITIS
Definisi :

Thrombophlebitis adalah peradangan pada vena yang berhubungan dengan pembentukan thrombus.

Patogenesis
Reaksi radang lokal pada dinding vena

Trombus
Melambatnya aliran darah

TROMBOPHLEBITIS

Trombophlebitis Vena Superfisialis


Thrombophlebitis superfisialis :

merupakan reaksi inflamasi dengan thrombus yang berada di pembuluh darah vena di bawah kulit. Thrombosis vena berbeda dengan flebitis vena. Namun,pada sebagian besar thrombosis vena superfisialis juga terdapat flebitis vena.8 Penderita umumnya mengeluh nyeri di daerah vena disertai nyeri tekan, sedangkan kulit disekitarnya kemerahan dan panas. Kadang ditemukan edema atau pembengkakan lokal, nyeri ketika menggerakan lengan pada gerakan otot tertentu. 4

Epidemiologi
Angka kematian dari thrombophlebitis superfisialis jarang

terjadi. McColl dan rekan-rekan telah memetakan risiko kemungkinan terjadinya thrombophilia sebagai akibat dari kehamilan, yang dapat menyebabkan thrombophlebitis. Thrombophlebitis superfisial sering terjadi pada kelompok usia mulai dari usia dewasa muda hingga usia setengah baya. Namun paling sering adalah usia > 60 thn.

Faktor Resiko Kegemukan, Varises vena Usia lebih dari 60 tahun Merokok Bahan/material caustic, seperti cairan ringan dan obat jalan yang disuntikkan ke intravena. Keadaan Hiperkoagulasi seperti mutasi faktor V Leiden, mutasi gen prothrombin, dan defisiensi protein S.

Manifestasi Klinis Kemerahan, Nyeri di sepanjang vena, Pembengkakan, Perdarahan dapat terjadi pada varises vena. 8

Laboratorium Faktor V Leiden Mutasi gen protrombin, protein C dan protein S Antithrombin C, antibodi antifosfolipid, antikoagulan lupus Faktor pmbekuan VIII Homosistein

Imaging Usg dupleks Venography

TATALAKSANA Tatalaksana bergantung : etiologi, luasnya trombosis, dan gejalanya.


Untuk lokalisasi superfisialis,& daerah nyeri tekan ringan pada

thrombophlebitis :

Analgesik ringan, seperti aspirin, dan Penggunaan beberapa jenis dukungan elastis biasanya sudah cukup. Pasien dianjurkan untuk melanjutkan kegiatan mereka sehari-hari biasa. Jika gejalanya menetap, phlebectomy dari segmen yang terlibat dapat diindikasikan.

Untuk thrombophlebitis yang lebih berat gejalanya seperti adanya

tingkat rasa sakit dan kemerahan yang berlebih, dan tingkat abnormalitas tersebut, maka :
bedrest dengan elevasi ekstremitas dan penerapan kompres hangat. Long-leg heavy-gauge elastic stockings atau beberapa elastis (Ace)

perban dapat diindikasikan untuk pasien-pasien yang mobilitasnya tinggi.

Pasien dengan trombosis vena safena dapat

dipertimbangkan untuk pemberian antikoagulasi atau ligasi vena safena.

Pasien dengan kontraindikasi pemberian

antikoagulasi atau mereka yang sudah menerima pengobatan antikoagulasi dalam jangka panjang harus dipertimbangkan untuk dilakukan ligasi vena safena.
Antibiotik biasanya tidak diperlukan kecuali jika

terdapat peradangan supuratif.

Trombophlebitis Vena Dalam


Mortalitas / Morbiditas
Kematian dari trombosis vena dalam emboli paru masif

yang menyebabkan sebanyak 300.000 kematian setiap tahun di Amerika. Insidensi Vena Thrombo Emboli (VTE) lebih tinggi pada pria dibandingkan pada wanita dan meningkat dengan usia di kedua jenis kelamin. Dari 366 kejadian VTE, sekitar 191 kasus VTE sekunder berhubungan dengan lebih dari satu kondisi yang mendasari, antara lain: Kanker (48%), rawat inap (52%), operasi (42%), dan trauma besar (6%). Morbiditas jangka panjang pokok dari DVT adalah sindrom pasca-trombotik (PTS), yang akan berkembang dalam waktu 2 tahun sesudahnya, di tandai oleh adanya edema tungkai yang menetap, varises yang progresif, dan nyeri. 5

Umum

Usia Imobilisasi lebih dari 3 hari Kehamilan dan periode postpartum Operasi mayor 4 minggu sebelumnya Lamanya perjalanan dengan pesawat ataupun mobil (> 4 jam) pada 4 minggu sebelumnya

Medis

Kanker Riwayat DVT sebelumnya Stroke Infark miokard akut Gagal jantung kongestif (CHF) Sepsis Sindrom nefrotik Colitis ulseratif

Trauma

Hematologi
Gangguan koagulasi /

Multiple trauma
cedera tulang belakang Luka bakar Fraktur ekstremitas

bawah
Vaskulitis

Sistemik lupus

erythematosus (SLE) dan Lupus antikoagulan Behet sindrom Homocystinuria

fibrinolisis Trombositosis Polisitemia vera rubra Defisiensi Antithrombin III Defisiensi protein C Defisiensi protein S Mutasi prothrombin 20210A Faktor V Leiden Dysfibrinogenemias dan gangguan aktivasi plasminogen

Obat-obatan
Penyalahgunaan obat

intravena Kontrasepsi oral Estrogen Trombositopenia akibat heparin

Manifestasi klinis antara lain : Edema, terutama unilateral, adalah gejala paling spesifik. Cyanosis Iskemia Eritema Teraba hangat Nyeri pada kaki terjadi pada 50% pasien, namun tidak spesifik. Nyeri dapat terjadi pada dorsifleksi kaki (Homans tanda).

Laboratorium. Uji D-dimer Pemeriksaan darah lainnya, antara lain:


Protein S

Imaging
Duplex ultrasonografi Impedansi plethysmography (IPG). MRI Kedokteran nuklir CT venography

Protein C
Antithrombin III Faktor V Leiden Mutasi Prothrombin

20210A Antibodi antifosfolipid, dan Kadar homosistein.

Tujuan utama

Tatalaksana :
Antikoagulan
Stoking kompresi Terapi bedah

pengobatan :
mencegah terjadinya

emboli paru (pulmonary embolism (PE)), mengurangi morbiditas, dan mencegah atau meminimalkan resiko berkembangnya sindrom pascaflebitis.