Anda di halaman 1dari 25

Sudahkah anda.

* MENYEDIAKAN WAKTU * BERKOMUNIKASI SECARA PRIBADI * MENGHARGAI ANAK * MENGERTI ANAK * MENCIPTAKAN HUBUNGAN BAIK * MEMBERIKAN SENTUHAN * MEMBERIKAN KONTAK MATA * MENDENGARKAN ANAK

PROTEKSI KEMAJUAN IT
Safri Dhaini. S.Psi Psikolog Klinis Jumat, 19 Maret 2010

Dorothy Nolte
Jika anak dibesarkan dengan celaan, ia belajar memaki Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, ia belajar berkelahi Jika anak dibesarkan dengan cemoohan, ia belajar rendah diri Jika anak dibesarkan dengan penghinaan, ia belajar menyesali diri Jika anak dibesarkan dengan toleransi, ia belajar menahan diri Jika anak dibesarkan dengan dorongan, ia belajar percaya diri Jika anak dibesarkan dengan sebaik-baiknya perlakuan, ia belajar keadilan Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang, ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan.

Orangtua lingkungan pertama dan utama dalam kehidupan seorang anak Harmonis tidaknya hubungan orangtua dan anaknya tergantung dari pola asuh yang dilakukan Anak adalah anugerah sekaligus titipan dari Allah yg harus dijaga dan dirawat sehingga anak bisa mandiri Orangtua perlu mengembangkan pengetahuan sehingga menjadi bijak

Gambaran Umum Perkembangan Anak


3 aspek perkembangan anak usia 6-12 th : 1. Perkembangan Psikososial
tumbuh kemandirian, anak mulai memahami pandangan orang lain, suka mengadu, perasaan tergantung dari lingkungan keluarga, perasaan anak mudah tersinggung

2. Perkembangan Fisik
mengenal perbedaan laki-/perempuan, otot mulai terbentuk, mulai melakukan aktivitas fisik

3. Perkembangan Mental
memikirkan perilakunya, mulai membaca dan menulis, tidak tahan duduk dalam waktu yang lama

Pola asuh orang tua terhadap anak-anaknya memegang peranan besar dalam proses perkembangannya.

1. Pola Asuh Otoriter


Menekankan ketaatan mutlak dalam segala hal. Hukuman jika anak membangkang. Tidak ada kebebasan berpendapat. Efek anak takut menunjukkan hasil karya, tidak berani mencoba hal baru, tidak PD, tidak berani berpendapat, tergantung, kurang mampu bergaul, tingkat depresi tinggi, bisa jadi memiliki jiwa pemberontak.

2. Pola Asuh Permisif


Tidak memberikan batasan yang jelas mengenai apa yang tidak dan boleh dilakukan. Disiplin sangat longgar, membiarkan anak melakukan apa saja yang diinginkannya. Efek anak berbuat sekehendak hatinya, kontrol diri rendah, kurang bertanggung jawab, lebih mungkin terlibat kenakalan dan berprestasi rendah di sekolah, kurang PD, sulit bahkan tidak bisa mengambil keputusan.

3. Pola Asuh Permisiff


Orang tua cuek/tidak mau ambil pusing akan apa yang dilakukan anak. Anak dibiarkan melakukan apa yang diinginkannya. Efek anak tidak matang, bermasalah, sulit mengembangkan diri, mudah terpengaruh.

4. Pola Asuh Otoritatif


Orang tua memberikan petunjuk dan bimbingan yang dibutuhkan anak. Mendorong anak mandiri. Melakukan komunikasi dengan anak. Memberikan anak kebebasan untuk berpendapat dan berekspresi sembari terus diarahkan. Efek Anak dapat mengontrol diri, asertif, tumbuh menjadi pribadi matang, bertanggung jawab, mudah mengambil keputusan, independen dan dapat bekerja sama dengan orang lain.

Kombinasi yang baik dalam penerapan keempat pola asuh adalah metode yang terbaik dilakukan orang tua dalam mengasuh/mendidik anak.

Beberapa contoh penerapan kombinasi pola asuh dapat terlihat pada beberapa contoh kasus berikut.

Contoh kasus.1: Ketika seorang anak main pisau


Pola Asuh (1) digunakan. Ibu : Eitsini pisaunya! Anak : Tapi, Bu Ibu : Tidak! Ayo diberikan pada Ibu Setelah pisau diambil, Pola Asuh (4) digunakan. Ibu : Nak, ini apa? Anak : Pisau Ibu : Coba lihat, daun/kertas ini sobek nggak kalau kena pisau Anak : Sobek Ibu : Nah, kalau kena kulit orang sobek enggak? Anak : Sobek Ibu : Kalu kena kulit, berdarah enggak? Anak : Berdarah, dst.

Contoh Kasus.2: Menangis di Mall saat permintaannya tidak diikuti.


Pola Asuh (2) digunakan. Ibu: Ya udah, menangis aja! anak merasa Lho, kok enggak mempan, ya? Jika anak sudah tenang, Pola Asuh (4) digunakan. Ibu: Ibu hanya punya uang 10.000 rupiah dari sisa belanja tadi, tidak cukup untuk membeli mobil-mobilan yang kamu inginkan. (Coba berikan penawaran lain kepada anak) Ibu: Bisakan kita membeli mobil-mobilan tersebut lain kali setelah uang ibu cukup atau kalau adik tidak suka menangis lagi?

Apa Yang Harus Dilakukan?


Secara umum, dalam mengasuh/mendidik anak hendaknya: 1. Disertai kecintaan dan kasih sayang. 2. Terapkan disiplin yang membangun mengenalkan dan mencontohkan perilaku yang boleh dan tidak boleh dilakukan. 3. Luangkan waktu bagi kebersamaan. 4. Ajarkan konsep benar-salah/baik-buruk; berlaku ramah dan jujur serta tidak menyakiti orang lain.

Apa Yang Harus Dilakukan?


5. Kembangkan sikap saling menghargai dan menghormati orang lain. 6. Perhatikan dan dengarkan pendapat anak. 7. Membantu anak mengatasi masalah. 8. Melatih anak mengenal diri sendiri dan lingkungannya. 9. Mengembangkan kemandirian. 10. Memahami keterbatasan anak. 11. Menerapkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari sejak dini.

Kiat Menasehati Anak


Nasehat harus jelas. Nasehat jangan memvonis. Nasehat jangan menggunakan kata-kata kasar. Nasehat jangan sambil lalu. Nasehat sebaiknya dilakukan jika anak sudah menyelesaikan kegiatannya

Pola Asuh Effektif


Pola asuh penuh cinta : # Pola asuh Harus dinamis harus sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan anak. Ayah ibu mesti kompak # Pola asuh harus disertai perilaku positif dari orang tua # komunikasi Efektif # Disiplin # Konsisten

METODE PENDIDIKAN
KETELADANAN PEMBIASAAN NASEHAT/ PENGARAHAN MEKANISME KONTROL/PENGAWASAN

Stres Pada Anak


Salah satu sumber stres pada anak adalah orang tua berupa: 1. Kecemasan orang tua. 2. Suka menakut-nakuti anak. 3. Tidak konsisten. 4. Sering mencela/mengkritik. 5. Ambisi orang tua.

Gejala Stres Pada Anak


Gejala stres pada anak dapat dilihat dari sikap/perilaku yang ditampilkan, seperti: Agresif Hiperaktif Pendiam Menarik diri Prestasi menurun Menarik perhatian Banyak membuat masalah

Anak-anak bukan milikmu Mereka putra-putri kehidupan yang rindu pada dirinya Meski mereka bersamamu, mereka bukan hakmu Berikan kasih sayangmu, namun jangan paksakan kehendakmu Sebab mereka punya alam pikiran sendiri Berikan tempat bagi raganya, tetapi tidak untuk jiwanya Sebab jiwa mereka penghuni masa depan yang tidak dapat kau kunjungi, juga tidak dalam mimpi Kau boleh berusaha menyerupai mereka, namun tidak membuat mereka menyerupaimu, sebab kehidupan tidak berjalan mundur dan tidak tenggelam di masa silam - Khalil Gibran -

TIPS.
JAGA NADA BICARA TEGURLAH PERBUATANNYA HINDARI MENGHAKIMI LANGSUNG INGATKAN HINDARI DIDEPAN ORANG LAIN KONSISTEN HINDARI BERLEBIHAN HINDARI DISERTAI ANCAMAN BERI REWARD

Penutup
Mengasuh dan mendidik anak tidak semudah yang ditulis dalam makalah ini, namun bukan berarti kita pasrah dengan keadaan yang ada. Anak adalah miniatur orang dewasa, ia harus diperlakukan sebagai orang dewasa kecil, karena ia juga berpikir, berperasaan seperti orang dewasa Diperlukan usaha dengan pengorbanan, kesabaran, dan keikhlasan dalam mengasuh dan mendidik anak.

Good Luck & Terima Kasih

Seandainya aku harus membesarkan anak lagi, Aku harus membangun harga diri dulu, baru membangun rumah, Aku akan lebih banyak memperindah, dan lebih sedikit memerintah Aku akan lebih sedikit melakukan koreksi dan membina lebih banyak hubungan Aku tidak akan memata-matai tetapi menjaga Aku tidak ingin tahu lebih banyak, tetapi peduli lebih banyak Aku akan lebih sering mengajaknya jalan-jalan dan menerbangkan lebih banyak layang-layang Aku akan berhenti berpura-pura, dan lebih bersungguh-sungguh Aku akan berlari melewati banyak sawah ladang dan melihat lebih banyak bintang Aku akan lebih banyak memeluk dan lebih sedikit memukul Aku akan lebih sering melihat pohon Ek di dalam bijinya Aku akan sedikit bersikap keras, dan lebih sering memberikan persetujuan Aku akan lebih sedikit memperagakan cinta, kekuatan dan lebih banyak memperagakan kekuatan cinta Diane Loomane chicken soup for the soul