Anda di halaman 1dari 27

Infeksi Saluran Kemih ( Urinary Tract Infection = UTI) Bertumbuh dan berkembang biaknya kuman atau mikroba dalam

m saluran kemih dalam jumlah bermakna. 2. Bakteriuria Terdapat nya bakteri dalam urin.
1.

3.
4.

Bakteriuria asimtomatik Terdapatnya bakteri dalam saluran kemih tanpa menimbulkan manifestasi klinis. ISK simtomatik ISK yang disertai gejala dan tanda klinis; ada pielonefritis dan sistitis.

5.

6.

ISK Simpleks Infeksi pada saluran kemih yang normal tanpa kelainan anatomi maupun fungsional yang menyebabkan stasis urin. ISK Kompleks Infeksi pada saluran kemih yang disertai kelainan anatomi maupun fungsional yang menyebabkan stasis urin ataupun refluks urin.

7.

8.

ISK kambuh (relaps) Bakteriuria yang timbul kembali setelah pengobatan dengan jenis kuman yang sama dengan kuman saat biakan pertama Reinfeksi Bakteriuria yang timbul setelah selesai pengobatan dengan jenis kuman yang berbeda dari kuman saat biakan pertama.

Penyebab

tersering 60-80% Escherichia coli (E. coli) pada ISK serangan pertama. Haemofilus influenza dan parainfluenza merupaka penyebab tersering ISK pada anak. Bila penyebabnya Proteus mirabilis, kemungkinan akan terbentuknya batu struvit.

ISK

merupakan penyakit yang relatif sering pada anak. Kejadian ISK tergantung pada umur dan jenis kelamin. Pravelensi pada neonatus 0,1% hingga 1% dan meningkat 14% jika neonatus demam dan pada bayi 5,3%. Resiko ISK pada anak sebelum pubertas 3-5% pada anak perempuan dan 1-2% pada anak laki-laki.

Pada

anak dengan demam umur < 2 tahun, pravelensi ISK 3-5%.

Diagnosis

ISK dapat ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium yang dipastikan dengan biakan urin.

Gejala
1. 2. 3. 4.

klinik dapat berupa: Gangguan kemampuan mengontrol kandung kemih, Gangguan pola berkemih Gangguan aliran urin Demam ( gejala klinis yang sering terjadi, dan kadang merupakan satu-satunya gejala pada anak ).

Pemeriksaan

massa dalam abdomen, kandung kemih, muara uretra. Genitalia eksterna diperiksa untuk melihat ada atau tidak fimosis, hipospadia, epispadia atau sinekia vagina.

Pada

anak merupakan ISK asimtomatik. Umumnya tidak belanjut menjadi pielonefritis, dan prognosis baik. Pada neonatus, gejala klnik tidak spesifik; apati, anoreksia, ikterus, diare, demam, tidak mau minum, iritabel, atau distensi abdomen

Pada

bayi sampai 1 tahun, demam, penurunan BB, gagal tumbuh, nafsu makan <<, cengeng, pada pemeriksaan ginjal anak merasa kesakitan. Demam tinggi dapat disertai kejang. Pada umur >4 tahun, demam tinggi hingga kejang, dan diare bahkan dehidrasi.

Pada

anak yg lebih besar, gejala klinik lokal salurah kemih ; polakisuria, disuria, urgency, frequency, ngompol, sedangkan sakit pinggang, atau pireksia jarang ditemukan. Pada pielonefritis, dapat dijumpai demam tinggi + menggigil, gejala GI tract; diare. TD normal, nyeri pinggang +, iritabel dan kejang. Pada sistitis, demam jarang >38C, nyeri perut bagian bawah, gangguan berkemih.

Urinalisis Leukosituria Biasanya ditemukan pada anak dengan ISK (8090%). Uji nitrit Darah Hematuria kadang dapat menyertai infeksi saluran kemih, tetapi tidak dipakai sebagai indikator diagnostik.
A.

Neutrophil

Gelatinase Associated Lipocalin Urine (uNGAL) dan rasio uNGAL dgn kreatinin urin. NGAL adalah suatu iron-carier protein yang terdapat di neutropil dan merupakan komponen imunitas innate yang memberikan respon terhadap infeksi bakteri. Peningkatan NGAL dan rasio NGAL/Cr > 30 ng/mg merupakan tanda ISK.

Pemeriksaan Darah Dapat membantu menegakkan diagnosis dan membedakan ISK atas dan bawah, namun sebagian besar pemeriksaan tidak spesifik. Indikator non-spesifik ISK atas; leukositosis, peningkatan neutrofil dan LED, CRP positif. Kadar prokalsitonin yang tinggi indikator untuk pielonefritis akut pada anak.
B.

Biakan urin Cara pengambilan spesimen urin Ada 4 cara; 1. Aspirasi suprapubik 2. Kateter urin 3. Midstream 4. Menggunakan urine collector. Penyimpanan spesimen pada suhu kamar >1/2 jam, kuman dapat berkembang biak cepat. Urin disimpan dalam suhu 4C selama 4872jam.
C.

Interpretasi

biakan urin Kriteria Kass, dgn kateter urin dan urin midstream, bakteriuria bermakna apabila 105

cfu/ml. Menurut Garin dkk (2007) dengan kateter urin bakteriuria bermakna apabila 50x103 cfu/mL. Paschke dkk. (2010) bakteriuria bermakna >50x103 cfu/mL dengan urin midstream.

ISK
1. 2. 3.

pada anak dibedakan berdasarkan Gejala Klinis; (ISK asimtomatik dan ISK simtomatik) Lokasi infeksi; (ISK atas dan ISK bawah) Kelainan saluran kemih; (ISK simpleks dan ISK kompleks).

Eradikasi

infeksi akut Tujuannya untuk mengatasi keadaan akut, mencegah terjadinya urosepsis dan kerusakan parenkim ginjal. Jika anak dicurigai ISK, berikan antibiotik dengan kemungkinan yang paling sesuai sambil menunggu hasil biakan urin, dan terapi selanjutnya disesuaikan dengan hasil biakan urin.

Untuk

pengobatan ISK simpleks di berikan antibiotik per oral selama 3-5 hari.
20-40 mg/Kg/hari 6-12 mg TMP dan 30-60 mg SMX /kgbb/hari dalam 2 dosis

Rawat jalan antibiotik oral (pengobatan standar)


Amoksisilin Sulfonamid Trimetroprim (TMP)sulfametoksazol (SMX) Sulfisoksazole Sefalosporin Sefiksim Sefaleksin 8 mg/kg/hari di bagi dalam 2 dosis 50 -100 mg/Kg/hari di bagi dalam 4 dosis

120-150 mg/kgbb/hari dibagi dalam 4 dosis

Obat Parenteral Seftriakson Sefotaksim Seftazidim

Dosis mg/kgBB/hari 75 150 150

Frekuensi

sekali sehari dibagi setiap 6jam. dibagi setiap 6 jam

Sefazolin
Ampisilin Gentamisin

50
100 7,5

dibagi setiap 8 jam


dibagi setiap 6 jam dibagi setiap 6 jam

Pengobatan

sistitis akut Direkomendasikan pemberian antibiotik oral seperti Trimetoprim-Sulfametoksazole, nitrofurantoin, amoksisilin, sefaleksin, dan sefiksim. Pengobatan pielonefritis Direkomendasikan pemberian antibiotik sefiksim per oral.

Tujuan

nya untuk mencegah infeksi berulang dan mencegah terjadi nya parut ginjal. Lama pemberian dapat berlangsung 3-4 bulan.
Terapi profilaksis Trimetoprim* Kotrimoksazol -Trimetoprim -Sulfametoksazole Sulfisoksazole 1-2mg/Kgbb/hari 5-10 mg/kgbb/hari 5-10 mg/Kgbb/hari 1-2mg/Kgbb/hari

Nitrofurantoin

1 mg/kgbb/hari

ISK merupakan penyakit yang sering ditemukan pada anak, merupakan tanda kelainan ginjal dan saluran kemih, dan potensial menyebabkan parut ginjal dan berlanjut menjadi gagal ginjal terminal. Tujuan pengobatan untuk mecegah terjadinya parut ginjal. Keberhasilan efektif ialah diagnosis dini dan pengobatan adekuat, serta tindak lanjut yang terprogram.

Anda mungkin juga menyukai