Anda di halaman 1dari 51

CHF + ATRIAL FIBRILASI EC SUSP.

MITRAL STENOSIS
Oleh Baiq jatna atmwati M. Furqan Hidayat

IDENTITAS

Nama : Ny.S Usia : 54 tahun Jenis kelamin : Perempuan Alamat : Kebon Timur, Labu Api, Lobar Suku : Sasak Bangsa : Indonesia Agama : Islam Status : Menikah Pendidikan terakhir : Pendidikan SD Pekerjaan : IRT No. RM : 511985 MRS : 6 Mei 2013 Tanggal pemeriksaan : 7 Mei 2013

RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG

Pasien mengeluh sesak sejak 8 bulan yang lalu, memberat sejak 1 hari sebelum MRS. Sesak dirasakan terutama jika beraktivitas, berkurang jika pasien istirahat. Sesak dirasakan semakin memberat jika dalam posisi terlentang dan pasien biasanya tidur menggunakan 2 atau 3 bantal bantal. Setelah keluhan sesak ini dirasakan, pasien mengeluhkan kurang tidur karena saat malam hari sering terbangun. Sesak tidak dipengaruhi oleh cuaca maupun makanan. jika sesak timbul, pasien tidak kuat berjalan meskipun hanya 10 meter. Sesak tidak berbunyi ngik. Pasien tidak mengeluhkan batuk dan demam. Pasien mengeluhkan bengkak pada kaki sekitar 2 minggu yang lalu. Namun sejak 1 minggu yang lalu bengkak sudah mulai menghilang.

Pasien mengeluh dada sering berdebar-debar sejak 8 bulan yang lalu. Perasaan berdebar ini dirasakan terutama jika pasien beraktivitas berat. Pasien mengatakan kadang-kadang jantungnya terasa lebih keras dan cepat, terkadang tidak teratur, hal ini menyebabkan pasien merasa tidak nyaman. Pasien juga mengeluhkan badan terasa lemas dan tidak bertenaga. Pasien tidak mengeluhkan nyeri dada maupun nyeri ulu hati. Pasien mengeluh nafsu makan berkurang selama keluhan muncul dan berat badan pasien turun. Riwayat pingsan disangkal. Pasien juga tidak mengeluhkan batuk, mual ataupun muntah. BAB lancar, konsistensi normal, warna kuning, darah (-), BAB hitam (-). BAK lancar, 3-4 kali sehari, volume normal, warna kuning, darah (-), kening berpasir (-) dan nyeri saat BAK (-).

RIWAYAT PENYAKIT DAHULU


Riwayat HT (-) Riwayat DM (-) Riwayat sakit jantung (-) Riwayat asma (-) Riwayat TBC (-) Riwayat gagal ginjal kronis (-) Riwayat alergi (-) Riwayat nyeri tenggorokan (+), pasien mengaku saat remaja, pernah sakit tenggorokan dan sakit jika menelan, namun sering kambuh-kambuhan. Nyeri sendi (+) hilang timbul pada kedua kaki Riwayat demam tinggi (-)

RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA


Riwayat HT (-) Riwayat DM (-) Riwayat sakit jantung (-) Riwayat asma (-) Riwayat TBC (-)

OBJECTIVE
Status Generalis Keadaan Umum: Sedang Kesadaran: Composmentis/ GCS: E4V5M6 Status gizi: BB: 45 kg, TB: 160, (BMI = 17,5) underweight Vital Signs: Tekanan darah : 110/60 mmHg. Nadi : 80 x/menit, teratur dan kuat angkat. Frekuensi nafas : 24 x/menit, teratur, tipe torakoabdominal. Suhu : 36,3 C, aksiler.

STATUS LOKALIS
Kepala Ekspresi wajah : normal. Bentuk dan ukuran : normal. Rambut : normal. Edema (-). Malar rash (-). Parese N VII (-). Hiperpigmentasi (-). Nyeri tekan kepala (-). Massa (-). Mata Simetris. Alis : normal. Xantelasma (-) Exopthalmus (-/-). Ptosis (-/-). Nystagmus (-/-).

Strabismus (-/-). Edema palpebra (-/-). Konjungtiva: anemis (-/-), hiperemia (-/-). Sclera: ikterus (-/-), hyperemia (-/-), pterygium (-/-). Kornea : normal, arcus senilis + Pupil : isokor, bulat, miosis (+/+), midriasis (-/-). Lensa : normal, katarak (-/-). Pergerakan bola mata ke segala arah : normal Nyeri tekan (-).

Telinga Bentuk : normal simetris antara kiri dan kanan. Lubang telinga : normal, secret (-/-). Nyeri tekan (-/-). Peradangan pada telinga (-) Pendengaran : normal.

Hidung Simetris, deviasi septum (-/-). Napas cuping hidung (/-). Perdarahan (-/-), secret (-/-). Penciuman normal.

Mulut Simetris. Bibir : sianosis (-), stomatitis angularis (-), pursed lips breathing (-), bibir lembab Gusi : hiperemia (-), perdarahan (-), ulserasi () Lidah: glositis (-), atropi papil lidah (-), lidah berselaput (-), tremor (-), lidah kotor (-).

Leher Kaku kuduk (-). Scrofuloderma (-). Pembesaran KGB (-). Deviasi trakea (-). JVP : 5 + 3. Normal Pembesaran otot sternocleidomastoideus (+). Penggunaan otot bantu nafas SCM (+). Pembesaran kelenjar thyroid (-).

THORAX
Inspeksi:

Bentuk & ukuran: normal, simetris, barrel chest (-). Pergerakan dinding dada: simetris. Permukaan dada: spider naevi (-), vena kolateral (-), massa (-), ginekomasti (-/-) Penggunaan otot bantu nafas: SCM aktif, hipertrofi SCM (+), otot bantu abdomen tidak aktif Iga dan sela iga: normal, simetris, pelebaran atau penyempitan ICS (-) Fossa supraclavicularis, fossa infraclavicularis: simetris kiri dan kanan. Fossa jugularis: berada di tengah. Tipe pernapasan: torako-abdominal Ictus cordis: tampak di ICS V midclavicula line

Palpasi:

Gerakan dinding dada simetris. Fremitus vocal: +/+, simetris.

Trakea: tidak ada deviasi.


Nyeri tekan (-), benjolan (-), edema (-), krepitasi (-), Ictus cordis teraba di ICS VI linea midclavicula sinistra.

Perkusi: Sonor (+/+). Batas paru-hepar Inspirasi: ICS VII, Ekspirasi: ICS V, Ekskursi: 2 ICS Batas paru-jantung: Kanan: ICS II linea parasternalis dekstra Kiri: ICS VI linea anterior axilari line sinistra Kesan: kardiomegali

Auskultasi: Cor: S1 S2 tunggal regular, murmur diastolik (+), gallop (-) Pulmo: Suara nafas: vesikuler (+/+) Suara nafas tambahan: Rhonki (-/-), Wheezing (/-) Tes bisik (-) Tes percakapan (-)

ABDOMEN
Inspeksi: Distensi (-) Umbilicus: masuk merata Permukaan kulit: tandatanda inflamasi (-), venektasi (-), massa (-), vena kolateral (-), caput meducae (-). Auskultasi: Bising usus (-), normal Metallic sound (-) Bising aorta (-) Perkusi: Timpani pada seluruh lapang abdomen (+) Nyeri ketok (-) Shifting dullness (-) Nyeri ketok CVA (-/-) Palpasi: Nyeri tekan (-), massa (-) Hepar/lien/ren: tidak teraba Tes Undulasi (-)

RESUME

Anamnesis Pasien perempuan 54 tahun mengeluh : Sesak sesak sejak 8 bulan yang lalu, memberat sejak 1 hari sebelum MRS. Sesak dirasakan terutama jika beraktivitas, berkurang jika pasien istirahat (dispneu deffort) Saat malam hari, pasien sering terbangun (paroksismal nokturnal dispneu) dan pasien biasanya tidur menggunakan 2 bantal. Bengkak pada kaki sekitar 2 minggu yang lalu (edema tungkai) Dada sering berdebar-debar sejak 8 bulan yang lalu, terutama jika pasien beraktivitas berat (palpitasi) Riwayat nyeri tenggorokan (+), pasien mengaku saat remaja, pernah sakit tenggorokan dan sakit jika menelan, namun sering kambuh-kambuhan. Demam tinggi (-) Nyeri sendi (+) hilang timbul pada kedua kaki Pemeriksaan fisik Pem fisik : KU : sedang, kes : CM, status gizi : underweight, TD :110/60 mmHg, N : 75 x/menit, RR : 24 x/menit, Suhu : 36,3 C, aksiler. Kepala/leher: SCM aktif, hipertropi SCM (+),JVP normal, thorax : kesan cardiomegali, Ves +/+, rh -/-, wh -/-, S1S2 tunggal, reguler, gal (-), murmur diastolik (+). Abdomen : dbn, ekstrimitas dbn.

PLANNING DIAGNOSIS
EKG Roentgen thorax AP DL Elektrolit Ekokardiografi ASTO

EKG 05/05/2013 (21.00)


Irama ireguler HR : 110 bpm Axis : Normal Gel P tidak dapat diidentifikasi Kompleks QRS : normal

Kesan : Atrial Fibrilasi

EKG 06/05/2013
Irama : ireguler HR : 110 bpm Axis : normal Gel P : tidak dapat diidentifikasi Kompleks QRS : normal

Kesan : Atrial fibrilasi

EKG 07/05/2013

Irama : ireguler HR : 80 bpm Axis : RAD Gel P : tidak dapat diidentifikasi Kompleks QRS : normal PVC Kesan : Atrial fibrilasi + PVC occasional

EKG 08/05/2013

Irama : ireguler HR : 85 x/menit Axis : Normal Gel P tidak dapat diidentifikasi Kompleks QRS normal

Kesan : Atrial fibrilasi

EKG 09/05/2013

Irama : ireguler HR : 100 x/m Axis : Normal Gel P tidak dapat diidentifikasi Kompleks QRS Normal

Kesan : Atrial fibrilasi

EKG 10/05/2013

Irama : ireguler HR : 80 bpm Axis : Normal Gel P tidak dapat diidentifikasi Kompleks QRS normal

Kesan : Atrial Fibrilasi

PEMERIKSAAN DARAH LEGKAP


Parameter 26 /04/2013 Nilai Normal

HGB
RBC

12,7
4,20

P : 11,5-16,5 g/dL
P : 4,0 5,0 [10^6/L]

HCT
MCV MCH MCHC WBC PLT GDS Kreatinin Ureum SGOT SGPT

38,6
91,9 30,2 32,9 10,07 269 86 0,7 27 33 10

P : 37-45 [%]
82-92 fL 27-31 pg 32-37 g/dL 4,0 11,0 [10^3/ L] 150-400 [10^3/ L] <160 0,6-1,1 mgl/dl 10-50 mg/dL < 40 mgl/dl < 41 mgl/dl

ELEKTROLIT
Na+ : 130 (135-146 mmol/l) K+: 4,6 (3,4-5,4 mmol/l) Cl - : 100 (95-108 mol/l)

RONTGEN THORAX
Deskripsi hasil rontgen: Foto thoraks proyeksi AP Insipirasi : cukup Kondisi foto : cukup Soft tissue dalam batas normal, tidak ada udara subkutis maupun edema Volume hemitoraks normal, sela iga kanan dan kiri simetris. Tulang iga intak. Sudut costrofrenikus kiri dan kanan lancip. Cor : CTR 80 %, apeks downward Pulmo : kesan normal Kesan : Kardiomegali

ASSESSMENT

CHF NYHA FC III + Atrial fibrilasi ec susp.Mitral stenosis

PLANNING TERAPI

TERAPI IGD
O2 2 lpm RL 8 tpm Inj fargoxin dlm 10 cc NaCL dimasukkan dalam 10 menit Obs Keluhan dan TTV tiap 4 jam

TERAPI DI RUANGAN Medikamentosa


RL 10 tpm Injeksi furosemid 1 A/8 jam Spironolakton 1 x 25 mg Digoksin 1 x 0,25 mg Aspilet 1 x 160 mg

Non medikamentosa

O2 2 lpm Diet TKTP 2160 kkal Batasi minum 1 lt/hari Pasang Kateter urin Tirah baring

Tanggal 08-05-2013

S Sesak berkurang Jantung berdebar (-)

O Keadaan Umum: Sedang Vital Signs: CHF

A NYHA FC III ec -

P O2 2 lpm Diet TKTP 2160 kkal

susp.Mitral stenosis

Nyeri dada (-)


Lemas (+)

TD : 110/60 mmHg.
Nadi : 60 x/menit Frekuensi nafas : 24 x/menit Suhu : 36,3 C, aksiler. Kepala/leher : SCM aktif, hipertropi SCM (+), JPV 5 + 3 Thorax : ves +/+, rh -/-, wh -/S1 S2 tunggal, gal (-), murmur diastolik (+). Batas paru-jantung: o Kanan: ICS II linea

RL 10 tpm
Injeksi furosemid 1 A/8 jam

Spironolakton 1 x 25 mg

Digoksin 1 x 0,25 mg Aspilet 1 x 160 mg Pasang Kateter urin Tirah baring

parasternalis dekstra o Kiri: ICS VI linea anterior axilari line sinistra o Kesan: kardiomegali

Abdomen : dbn
Ekstrimitas : dbn

09-05-2013

Sesak berkurang Jantung berdebar (-) Nyeri dada (-) Lemas (+)

Keadaan Umum: Sedang Vital Signs: TD : 110/60 mmHg. Nadi : 60 x/menit Frekuensi nafas : 22 x/menit Suhu : 36,3 C, aksiler. Kepala/leher : SCM aktif, hipertropi SCM (+), JPV 5 + 3 Thorax : ves +/+, rh -/-, wh -/S1 S2 tunggal, gal (-), murmur diastolik (+). Batas paru-jantung:

CHF

NYHA

FC

III

ec -

Terapi lanjut

susp.Mitral stenosis

Kanan:

ICS

II

linea

parasternalis dekstra o Kiri: ICS VI linea anterior axilari line sinistra o Kesan: kardiomegali

Abdomen : dbn Ekstrimitas : dbn

10-05-2013

Sesak (-) Jantung berdebar

Keadaan Umum: Sedang Vital Signs:

CHF NYHA FC III ec BPL susp.Mitral stenosis Obat pulang :

(-)
Nyeri dada (-) Lemas (+)

TD : 110/60 mmHg.
Nadi : 60 x/menit Frekuensi nafas : 20 x/menit Suhu : 36,3 C, aksiler. Kepala/leher : SCM tidak aktif, hipertropi SCM (+), JPV 5 + 3 Thorax : ves +/+, rh -/-, wh -/S1 S2 tunggal, gal (-), murmur

Furosemid 1 x 2
Spronolakton 1 x 25 mg

Digoxin 1 x 0,25 Asfilet 1 x 160 mg

diastolik (+).
Batas paru-jantung: o Kanan: ICS II linea parasternalis dekstra o Kiri: ICS VI linea line

anterior sinistra o

axilari

Kesan: kardiomegali

Abdomen : dbn Ekstrimitas : dbn

PEMBAHASAN

DISPNEU

Sesak Sesak saat beraktivitas Tidur dengan bantal tinggi Terkadang terbangun di malam hari karena sesak

HEART FAILURE

Pemeriksaan fisik dan Roentgen Thorax : Kesan Kardiomegali

MAYOR Paroxysmal nocturnal dyspneu Distensi vena leher Ronki paru Kardiomegali Edema paru akut S3 gallop Peninggian tekanan vena jugularis Refluks hepatojugular

MINOR Edema ekstremitas Batuk malam hari Dyspneu on excertion Hepatomegali Efusi pleura Penurunan kapasitas vital paru 1/3 dari normal Takikardia >120 x/menit

Pada pasien, dijumpai 2 kriteria mayor dan 2 kriteria minor CHF

NYHA

Sesak memberat jika aktifitas dan membaik jika istirahat CHF NYHA FC III

TATALAKSANA
Diuretik : bertujuan untuk mengurangi kelebihan cairan, kelebihan natrium dan menurunkan preload Ace inhibitor : memperbaiki status hemodinamik dan memperbaiki abnormalitas faktor neurohoronal B blocker : meningkatkan fungsi miokard, rate control pada pasien dengan aritmia (fibrilasi atrial) Digitalis : meningkatkan kualitas hemodinamik baik saat istirahat ataupun saat aktifitas, memperbaiki abnormalitas neurohormonal yang terjadi dan memperbaiki keluhan atau gejala.

PALPITASI
Palpitasi

Palpitasi tak teratur dapat cepat Atrial fibrilasi

Palpitasi tidak teratur dan lebih lambat,


Denyut ektopik

Palpitasi yang berkaitan dengan nadi pelan AV blok atau penyakit nodus sinus

Palpitasi cepat dan berhenti mendadak

Gambaran EKG : atrial fibrilasi

takikardia atrium, nodusa atrioventrikel atau takikardia ventrikel

TATALAKSANA
Atrial fibrilasi, maka tatalaksana awal yang bisa dilakukan adalah dengan memberikan untuk mengontrol respon ventrikel (rate control) seperti Beta-Blocker, digoksin atau CCB (diltiazem,verapamil). Ketika pasien datang ke unit gawat darurat, penangan pertama yang dilakukan adalah O2 2 lpm, infus RL 8 tpm dan diberikan injeksi digoksin 1 amp yang diencerkan dalam 10 cc NaCl 0,9 % dimasukkan secara pelan-pelan.

MURMUR DIASTOLIK

Murmur pada pasien : lemah dan suara S1 terdengar lebih keras dibandingkan dengan S2 stenosis mitral : pastikan dengan ekokardiografi

ETIOLOGI MITRAL STENOSIS


Penyebab mitral stenosis terbanyak adalah karena kerusakan katup jantung (katup mitral) yang diakibatkan oleh adanya karena infeksi streptococus hemolitik group A. bakteri ini biasanya mengakibatkan nyeri tenggorokkan (faringitis), demam tinggi dan nyeri sendi, gejala ini tidak spesifik untuk mendiagnosis adanya suatu demam rematik, namun harus dibuktikan dengan pemeriksaan ASTO.

TERIMA KASIH