Anda di halaman 1dari 17

Refresing Patograf

Pembimbing : dr. Susilawati, SP.OG Oleh : Puspita dewi kusuma

Definisi
Patograf adalah alat bantu yang digunakan selama persalinan.

Tujuan
1. Mencatat hasil observasi dan kemajuan persalinan 2. Mendeteksi apakah proses persalinan berjalan normal

Penggunaan Partograf
Semua ibu dalam fase aktif kala satu persalinan sampai dengan kelahiran bayi, sebagai elemen penting asuhan persalinan

Semua tempat pelayanan persalinan (rumah, puskesmas, klinik bidan swasta, dll)

Semua penolong persalinan yang memberi asuhan kepada ibu selama persalinan dan kelahiran

Halaman Depan Partograf


Informasi tentang ibu Waktu pecahnya selaput ketuban Kondisi janin Kemajuan persalinan Jam dan waktu Kontraksi uterus Obat-obatan dan cairan yang diberikan Kondisi ibu Asuhan, pengamatan dan keputusan klinik lainnya

Lembar Belakang Partograf


Data Dasar Kala I Kala II Kala III Bayi baru lahir Kala IV

Contoh Cara Pengisian Partograf


Contoh Kasus : Ny. A, 23 tahun, G1P0A0 datang pada pukul 13.00 tgl 25 Januari 2011 dengan kontraksi sejak pukul 05.00. Pada Anamnesis dan Pemeriksaan Fisik disimpulkan : - Kehamilan cukup bulan, presentasi kepala (UUK), presentasi kepala dengan penurunan 4/5, kontraksi uterus 3x dalam 10 menit, setiap kontraksi berlangsung 18 detik, dan DJJ 124x/menit

Lanjutan
- Pembukaan serviks 3 cm, tidak ada penyusupan dan selaput ketuban utuh - TD 110/70 mmHg, nadi 80x/menit, suhu 36,8 C - Ibu berkemih 200 ml sebelum dilakukan PD, hasil pemeriksaan urin tidak mendeteksi adanya protein dan aseton

Lanjutan
Pemeriksaan ke-2 pukul 17.00, kontraksinya terasa lebih kuat dan nyeri. Pemeriksaan abdomen dan PD ke-2, hasilnya : terjadi kontraksi 4x dalam 10 menit lamanya 20-40 detik, DJJ 134x/menit, penurunan kepala 3/5, pembukaan serviks 5 cm, tidak ada penyusupan kepala janin dan selaput ketuban masih utuh. TD 120/70 mmHg, nadi 88x/menit, suhu 37C dan ia berkemih 100 ml sebelum pemeriksaan dilakukan.

Lanjutan
Pukul 17.30 18.00 18.30 TD Suhu Nadi 80x/mnt 88x/mnt 90x/mnt His 4x/10 mnt, 30 dtk 4x/10 mnt, 45 dtk 4x/10 mnt, 45 dtk DJJ 144x/mnt 144x/mnt 140x/mnt Vol. Urin

19.00
19.30 20.00 20.30

36,8 C

97x/mnt
88x/mnt 88x/mnt 90x/mnt

4x/10 mnt, 45 dtk


4x/10 mnt, 45 dtk 5x/10 mnt, 45 dtk 5x/10 mnt, 45 dtk

134x/mnt
128x/mnt 128x/mnt 128x/mnt

150 cc

Lanjutan
Pada pukul 21.00 melakukan pemeriksaan abdomen dan dalam. Hasilnya : DJJ 130x/menit, 5 kontraksi dalam10 menit, lamanya lebih dari 45 detik, penurunan kepala 1/5, pembukaan serviks 10 cm, tidak ada penyusupan kepala janin, selaput ketuban pecah sebelum pemeriksaan (20.45), dan cairan ketuban jernih. TD 120/70 mmHg, Suhu 37 C, dan Nadi 80x/menit, Volume urin 80 cc.

Lanjutan
Pada Pukul 21.30, seorang bayi perempuan lahir, BB 3000 gram, dan PB 48 cm, bayi menangis spontan. Dilakukan penatalaksanaan aktif kala 3 dan plasenta lahir 5 menit setelah bayi lahir. Tidak dilakukan episiotomi dan tidak terjadi laserasi. Perkiraan kehilangan darah kurang lebih 150 ml. Setelah 15 menit pertama kala IV (21.45) dan 15 menit berikutnya pada jam pertama setelah plasenta lahir dan temuan selama 1 jam kedua (setiap 30 menit), adalah :

Jam ke-

Waktu

TD (mmHg)

Nadi/me nit

Suhu

TFU

Kontra ksi uterus

Kandun g kemih

Perdar ahan

1.

21.45

120/70

80

37,2

3 jr dibwh pusat

Baik

Koson g Koson g

Dlm batas Normal Dlm batas Normal

22.00

120/70

76

3 jr dibwh pusat

Baik

22.15

110/70

76

3 jr dibwh pusat
3 jr dibwh pusat 37 2 jr dibwh pusat 2 jr dibwh pusat

Baik

Koson g
Koson g 250 cc Koson g

Dlm batas Normal


Dlm batas Normal Sedikit

22.30

110/70

76

Baik

2.

23.00

110/70

80

Baik

23.30

110/70

80

Baik

Sedikit

Kesimpulan
Temuan Pada Partograf Air Ketuban Catat dan Nilai Setiap :

Penyusupan (Molase) Kepala Janin


Turunnya Kepala Pembukaan Serviks
Setiap 4 jam

Tekanan Darah
Suhu Urin DJJ Kontraksi tiap 10 menit/His Pemberian cairan dan obatobatan Nadi
Setiap 30 menit Setiap 2 jam

TERIMA KASIH