Anda di halaman 1dari 24

Vidyani Adiningtyas 03006271 Kepaniteraan Klinik Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin RSUD Kota Semarang FK TRISAKTI

Uma Shankar Agarwal, Raj Kumar Besarwal, Kalyani Bhola Department of Dermatology, SMS Medical Collage and Hospital Jaipur, Rajasthan, India
Indian Journal of Dermatology, Venereology, and Leprology Year 2011 Volume 77 Issue 6

Peradangan kronik dari unit pilosebaceous

Ditandai dengan komedo, papul,pustul, nodul, kista,abses,dan terkadang jaringan sikatris yang luas

Umumnya dimulai pada usia remaja dan membaik pada usia pertengahan 20 tahun

Terdistribusi umumnya di wajah, punggung atas, dada, dan lengan atas

Derajat Keparahan

Topical

Sistemic

Antibiotik

Isotretinoin

Untuk membandingkan efek dan toleransi dari bermacam regimen (harian, alternate, pulse, dan dosis rendah), dilakukan uji prospektif ini

Efek samping

Diberikan 0.51mg/kgbb/hari pc pada acne nodulocystic berat, hingga dosis kumulatif 120150mg/kgbb

Dosis rendah

Tergantung pada dosis, dapat mengenai mukokutaneus dan sistemik

Mungkin dapat efektif dalam menurunkan efek samping dan biaya, maka dapat digunakan regimen lain dibanding dosis umum harian

Dosis

Macam regimen terapiutik

harian

alternate

pulse

dosis rendah

Include
120 penderita acne vulgaris

Exclude

Wanita hamil, berencana hamil, menggunakan KB


Riwayat keluarga Riwayat Penyakit dengan Hiperlipidemia/Di abetes Melitus

Informed consent

Rekam Medis

Pasien drug incuded acne

Ringan

Sedikit hingga beberapa papul/pustul Tanpa nodul Beberapa hingga banyak papul/pustul Sedikitbeberapa nodul

Sedang

Berat

Papul dan pustul yang luas/banyak Banyak nodul

Komedo non inflamasi, terbuka dan tertutup (tanpa eritema) 0.5 Komedo/Papul dikelilingi eritema -1

Superficial pustul <2mm dengan atau tanpa eritema -1


Pustule dengan diameter >2mm -2 Pustule dengan eritema yang signifikan -2 Infiltrasi dalam dengan atau tanpa pustul/nodul/kista terisolasi -3

APABILA
TG > 400mg/dl AP > 264 U/L(wanita) >500 U/L (pria) AST >80U/L cholesterol >300mg/dl ALT >62U/L

Darah rutin, LFT, dan serum lipid

Diulang tiap 4 minggu, selama 16minggu

STOP!

I S O T R E T I N O I N

Grup A 1mg/kgbb/hari

Grup B 1mg/kgbb alternate

Grup C 1mg/kgbb selama 1minggu tiap 4minggu sekali

Grup D dosis rendah 20mg selang seling selama 16minggu

Selain oral isotretinoin,

Oral Azitromycin 1x500mg a.c selama 3 hari dalam seminggu selama 3 minggu

Clyndamicin topikal 1% 2x sehari

Difollowup tiap 2 minggu selama 24minggu

Perbaikan lesi dicatat dengan menghitung Total Acne Load saat followup

Pemantauan efek samping

Dosis rendah hampir sama efeknya dengan dosis tinggi, namun efek samping dan biayanya minimal

Untuk acne berat, bisa dengan dosis tinggi pada umumnya atau dengan dosis tinggi untuk 8minggu awal dan diturunkan menjadi dosis rendah

Dipertimbangkan pada acne ringan dan sedang dalam dosis rendah dan alternate, karena efektivitas dan keamanan

1.Dreno B, Poli F. Epidemiology of acne. Dermatology 2003;43:1042-8. 2.Kaymak Y, Ilter N. The effectiveness of intermittent isotretinoin treatment in mild or moderate acne. J Eur Acad Dermatol Venereol 2006;20:1256-60. [PUBMED] [FULLTEXT] 3.Harper JC, Thibutot DM. Pathogenesis of acne: Recent research advances. Adv Dermatol 2003;19:1-10. 4.Cunliffe W, Gollnick H. Acne. In: Arndt KA, LeBoit PE, Robinson JK, Wintroub BU, editors. Cutaneous Medicine and Surgery. Philadelphia, Pa: WB Saunders Co; 1996. p. 461-80. 5.Pochi PE, Shalita AR, Strauss JS, Webster SB, Cunliffe WJ, Katz HI, et al. Report of the consensus conference on acne classification. J Am Acad Dermatol 1991;24:495-500. [PUBMED] 6.Liden S, Goransson K, Odsell L. Clinical evaluation in acne. Acta Dermato Venereol Suppl (Stockh) 1980;89:47-52. 7.Akman A, Durusoy C, Senturk M, Koc CK, Soyturk D, Alpossy E. Treatment of acne with intermittent and conventional isotretinoin: A randomised controlled multicenter study. Arch Dermatol Res 2007;299:467-73. 8.Culniffe WJ, van de Kerkhof PC, Caputo R, Cavicchini S, Cooper A, Fyrand OL, et al. Roaccutane treatment guidelines: results of an international survey. Dermatology 1997;194:351-7. 9.Peck GL, Olsen TG, Yoder FW, Downing DT, Pandya M, et al. Prolonged remissions of cystic and conglobate acne with 13-cisretinoic acid. N Engl J Med 1979;300:329-33. [PUBMED] [FULLTEXT] 10.Farrell LN, Strauss JS, Stranieri AM. The treatment of severe cystic acne with 13-cis-retinoic acid. Evaluation of sebum production and the clinical response in a multiple-dose trial. J Am Acad Dermatol 1980;3:602-11. [PUBMED] 11.Bellosta M, Vignini M, Miori L, Rabbiosi G. Low-dose isotretinoin in severe acne. Int J Tissue React 1987;9:443-6. [PUBMED] 12.Goulden V, Clark SM, Cunliffe WJ. Post adolescent acne: A review of clinical features. Br J Dermatol 1997;136:6670. [PUBMED] 13.Hermes B, Praetel C, Henz BM. Medium dose isotretinoin for the treatment of acne. J Eur Acad Dermatol Venereol 1998;11:117-21. [PUBMED] 14.Geissler SE, Michelsen S, Plewig G. Very low dose isotretinoin is effective in controlling seborrhoea. J Dtsch Dermatol Ges 2003;1:952-8. [PUBMED] [FULLTEXT] 15.Amichai B. Long term mini doses of isotretinoin in the treatment of relapsing acne. J Dermatol 2003;30:572. [PUBMED] [FULLTEXT] 16.Sardana K, Garg VK, Sehgal VN, Mahajan S, Bhushan P. Efficacy of fixed low-dose isotretinoin (20 mg, alternate days) with topical clindamycin gel in moderately severe acne vulgaris. J Eur Acad Dermatol Venereol 2009;23:556-60. [PUBMED] [FULLTEXT] 17.Mandekou- Lefaki I, Delli F, Teknetzis A, Euthimiadou R, Karakatsanis G. Low dose schema of isotrinoin in acne vulgaris. Int J Clinical Pharmacol Res 2003;23:41-6. 18.Sardana K, Garg VK. Efficacy of low dose of isotretinoin in acne vulgaris. Indian J Dermatol Venereol Leprol 2010;77:7-13. 19.Strauss JS, Leyden JJ, Lucky AW, Lookingbill DP, Drake LA, Hanifin JM, et al. A randomized trial of the efficacy of a new micronized formulation versus a standard formulation of isotretinoin in patients with severe recalcitrant nodular acne. J Am Acad Dermatol 2001;45:187-95. [PUBMED] [FULLTEXT] 20.Amichai B, Shemer A, Grunwald MH. Low-dose isotretinoin in the treatment of acne vulgaris. J Am Acad Dermatol 2006;54:644-6. [PUBMED] [FULLTEXT] 21.Palmer RA, Sidhu S, Goodwin PG. 'Microdose' isotretinoin. Br J Dermatol 2000;143:205-6. [PUBMED] [FULLTEXT] 22.Sardana K, Sehgal VN. Retinoids: Fascinating up-and-coming scenario. J Dermatol 2003;30:355-80. [PUBMED] [FULLTEXT] 23.Ross JI, Snelling AM, Carnegie E, Coates P, Cunliffe WJ, Bettoli V, et al. Antibiotic-resistant acne: Lessons from Europe. Br J Dermatol 2003;148:467-78. [PUBMED] [FULLTEXT] 24.Rafiei R, Yaghoobi R. Azithromycin versus tetracycline in the treatment of acne vulgaris. J Dermatolog Treat 2006;17:217-21. [PUBMED] [FULLTEXT]

Terimakasih atas perhatiannya