Anda di halaman 1dari 83

ANGGARAN BERBASIS KINERJA

IR. HASMIRIZAL LUBIS,


DASAR HUKUM
Anggaran berbasis kinerja disusun dengan dasar hukum :

1. Undang-Undang No. 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara


2. Undang-Undang No. 32 Tahun 2004 Sistem Pemerintahan Daerah
3. Undang-Undang No. 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara
Pemerintah,Pusat dan Daerah
4. PP No. 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah
5. Permendagri 13 than 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah

IR. HASMIRIZAL LUBIS,


DEFENISI ANGGARAN BERBASIS KINERJA
Penganggaran merupakan metode bagi pengambil Keputusan untuk
mengaitkan setiap pendanaan yang dituangkan dalam kegiatan-kegiatan
dengan keluaran dan hasil yang diharapkan termasuk efisisiensi dalam
pencapaian hasil dari keluaran tersebut. Keluaran dan hasil tersebut
dituangkan dalam target kinerja pada setiap unit kerja.

KINERJA adalah keluaran/hasil dari kegiatan/program yang akan atau telah


Dicapai sehubungan dengan penggunaan anggaran dengan kuantitas dan
kualitas yang terukur,

Anggaran Berbasis Kinerja (ABK) merupakan metode penganggaran bagi


manajemen untuk mengaitkan setiap biaya yang dituangkan dalam kegiatan-
kegiatandengan manfaat yang dihasilkan. Manfaat tersebut dideskripsikan
pada seperangkat tujuan dan sasaran yang dituangkan dalam target kinerja
pada setiap unit kerja.

IR. HASMIRIZAL LUBIS,


Sambungan……
Program adalah Penjabaran kebijakan SKPD dalam bentuk upaya yang berisi satu atau
lebih kegiatan dengan menggunakan sumber daya yang disediakan untuk mencapai
hasil yang terukur.

Kegiatan adalah bagian dyang dilaksanakan oleh satu atau lebih unit kerja pada skpd
sebagai bagian dari pencapaian sasaran terukur.

MAsukan adalah sumber daya yang digunakan untuk memberikan pelayanan


pemerintah.

Sasaran adalah hasil yang diharapkan dari suatu program atau keluaran yang
diharapkan dari suatu kegiatan.

Keluaran adalah barang atau jasa yang dihasilkan dari suatu kegiatan yang
dilaksanakan untuk mendukung pencapaian sasaran dan tujuan program dan kegiatan.

HASIL adalah segala sesuatu yang mencerminkan berfungsinya keluaran dari kegiatan-
kegiatan dalam satu program.

IR. HASMIRIZAL LUBIS,


RENSTRA

RENJA

ABK PS

PS
ASB URUSAN
URUSAN PILIHAN
WAJIB
SPM TOLOK UKUR

Catatan :
ASB = Analisis Standar Biaya
SPM = Standar Pelayanan Minimal
PS = Public Service

SKEMA KETERKAITAN ANTARA ASB, RENSTRA DAN URUSAN PEMERINTAH

IR. HASMIRIZAL LUBIS,


PR INS IP- PR INS IP ANGG ARAN
KINE RJA
PERMENDAGRI No 13 Tahun 2006

RKPD

KUA

PPAS

PENILAIAN
PROGRAM KINERJA
HASIL
KEGIATAN 1
KEGIATAN 2 PENYUSUNAN KELUARAN
DST………… ANGGARAN

MASUKAN

IR. HASMIRIZAL LUBIS,


HUBU NGAN P ROGRA M DAN KEG IAT AN
DEN GAN TO LOK U KUR KIN ERJ A
POLA PIKIR PERMENDAGRI No 13 Tahun 2006

RPJM RKPD RENJA KUA/PPA

RKPD
SASARAN 1 TAHUN

OUTCOME /
SASARAN 5 TAHUN HASIL PROGRAM
OUTCOME / HASIL • Prosentas
e (%)
1. Prosentase (%) • Kegiatan
• Rasio 1
2. Rasio
3. Kuantitas,
• Kuantitas, • Kegiatan
Jumlah Jumlah 2
• Dst……..

KELUARAN
• Kuantitas
• Jumlah
IR. HASMIRIZAL LUBIS,
PE NE RAPAN PE NY USUNAN
ANG GARAN K INE RJA
POLA PIKIR YANG DIKEMBANGKAN DALAM
PERMENDAGRI No 13 Tahun 2006
• Mempertimbangkan Tingkat Kesulitan Dalam
Pelaksanaan Kepmendagri No 29 Tahun 2002
• Penyederhanaan Format Dan Cara Pengisian
RASK (RKA-SKPD)
• Penyederhanaan Tolok Ukur Kinerja
• Penjelasan Hubungan Yang Lebih Rinci antara
Tolok Ukur Kinerja Dengan Program dan
Kegiatan
• Penjelasan Hubungan Yang Lebih Rinci antara
Tolok Ukur Kinerja Program dan Kegiatan
PRASYARAT
DALAM PENERAPAN ANGGARAN KINERJA

DATA YANG RELIABLE DAN VALID

TOLOK UKUR KINERJA YANG BENAR

IR. HASMIRIZAL LUBIS,


PRINSIP-PRINSIP ANGGARAN BERBASIS KINERJA

1. Transparansi dan akuntabilitas anggaran


2. Disiplin Anggaran
3. Keadilan Anggaran
4. Efisiensi dan Efektifitas Anggaran
5. Disusun dengan pendekatan kinerja

IR. HASMIRIZAL LUBIS,


STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM)

Pengertian SPM merupakan standar minimal pelayanan publik yang harus


disediakan oleh pemerintah daerah kepada masyarakat. Adanya SPM akan
menjamin minimal pelayanan yang berhak diperoleh masyarakat dari pemerintah.
Dengan adanya SPM maka akan terjamin kuantitas dan atau kualitas minimal dari
suatu pelayanan publik yang dapat dinikmati oleh masyarakat, sehingga diharapkan
akan terjadi pemerataan pelayanan publik dan menghindari kesenjangan pelayanan
antar daerah.

Manfaat SPM :
1. Memberikan jaminan bahwa masyarakat akan menerima suatu pelayanan publik dari
pemerintah daerah sehingga akan meningkatkan kepercayaan masyarakat,
2. Dengan ditetapkannya SPM akan dapat ditentukan jumlah anggaran yang
dibutuhkan untuk menyediakan suatu pelayanan publik,
3. Menjadi dasar dalam menentukan anggaran berbasis kinerja,
4. Sebagai alat ukur bagi kepala daerah dalam melakukan penilaian kinerja yang telah
dilaksanakan oleh unit kerja penyedia suatu pelayanan,
5. Menjadi dasar bagi pelaksanaan pengawasan yang dilakukan oleh institusi
pengawasan.

IR. HASMIRIZAL LUBIS,


PROSES PENYUSUNAN RANCANGAN APBD

RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH

KEBIJAKAN UMUM APBD

PRIORITAS DAN PLAFOND ANGGARAN SEMENTARA

RENCANA KERJA DAN ANGGARAN SKPD

RANCANGAN PERDA APBD

PERDA APBD

IR. HASMIRIZAL LUBIS,


BEBERAPA INDIKATOR KINERJA
1. Masukan

Masukan merupakan sumber daya yang digunakan untuk memberikan


pelayanan pemerintah. Indikator masukan meliputi biaya personil, biaya
operasional, biaya modal, dan lain-lain yang secara total dituangkan
dalam belanja Pegawai, Barang Jasa dan Modal

Contoh :
- Rupiah yang dibelanjakan untuk peralatan
- Jumlah jam kerja pegawai yang dibebankan;
- Biaya-biaya fasilitas;
- Ongkos sewa;
- Jumlah waktu kerja pegawai.

IR. HASMIRIZAL LUBIS,


BEBERAPA INDIKATOR KINERJA
2. Output

Produk dari suatu aktivitas/kegiatan yang dihasilkan satuan kerja perangkat


daerah yang bersangkutan disebut keluaran (out put). Indikator keluaran dapat
menjadi landasan untuk menilai kemajuan suatu kegiatan apabila target kinerjanya
(tolok ukur) dikaitkan dengan sasaran-sasaran kegiatan yang terdefinisi dengan
baik dan terukur. Karenanya, indikator keluaran harus sesuai dengan tugas pokok
dan fungsi unit organisasi yang bersangkutan. Indikator keluaran (ouput)
digunakan untuk memonitor seberapa banyak yang dapat dihasilkan atau
disediakan. Indikator tersebut diidentifikasikan dengan banyaknya satuan hasil,
produk-produk,
Contoh :

- Jumlah izin yang dikeluarkan;


- Jumlah panjang jalan yang diperbaiki;
- Jumlah orang yang dilatih;
- Jumlah kasus yang dikelola;
- Jumlah dokumen yang diproses;

IR. HASMIRIZAL LUBIS,


BEBERAPA INDIKATOR KINERJA
3. Hasil (Outcomes)
Indikator ini menggambarkan hasil nyata dari keluaran (output) suatu kegiatan.
Pengukuran indikator hasil seringkali rancu dengan pengukuran indikator output.
Sebagai contoh penghitungan “jumlah bibit unggul” yang dihasilkan dari suatu
kegiatan merupakan tolok ukur keluaran (output) namun penghitungan “besar
produksi per ha” merupakan tolok ukur hasil (outcome).

Ukuran hasil (outcome) digunakan untuk menentukan seberapa jauh tujuan dari
setiap fungsi utama, yang dicapai dari output suatu aktivitas (produk atau jasa
pelayanan), telah memenuhi keinginan masyarakat yang dituju.

IR. HASMIRIZAL LUBIS,


PE RENCA NAA N PE MBA NG UN AN DAE RAH

Perencanaan pembangunan oleh pemerintah daerah terdiri dari :

1) rencana pembangunan jangka panjang;


2) rencana pembangunan jangka menengah;
3) rencana pembangunan tahunan.

IR. HASMIRIZAL LUBIS,


RENCANA PEMBANGUNAN
JANGKA PANJANG

IR. HASMIRIZAL LUBIS,


PENGERTIAN RPJP DAERAH

Rencana Pembangunan Jangka Panjang Provinsi disingkat RPJP


Daerah (Provinsi) adalah dokumen perencanaan pembangunan
daerah (provinsi) untuk periode 20 tahun kedepan

• Acuan penyusunan Rencana Pembangunan


Jangka Menengah Daerah untuk setiap jangka
waktu 5 tahun.

• Bersifat makro yang memuat visi, misi dan


arah pembangunan jangka panjang daerah.

• Penyusunan melalui pendekatan partisipatif


yaitu melibatkan seluruh unsur stakeholder
atau pelaku pembangunan.

IR. HASMIRIZAL LUBIS,


LANDASAN HUKUM RPJP DAERAH

• UU No. 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan


Pembangunan Nasional,
• UU No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan
Daerah,
• UU No. 17 tahun 2007 tentang RPJP Nasional 2005-
2025

IR. HASMIRIZAL LUBIS,


HUBUNGAN
RPJP DENGAN DOKUMEN PERENCANAAN LAINNYA

Pedoman Pedoman RINCIAN


RENSTRA KL RENJA KL RKA KL APBN

Pemerintah
Pedoman

Pusat
diacu
RPJP Pedoman RPJM dijabarkan Pedoman
NASIONAL NASIONAL RKP RAPBN APBN
diperhatikan
diacu

Diserasikan melalui MUSRENBANG

Pedoman
RPJM dijabarkan KUA Pedoman
RPJP
DAERAH
RKPD
Pedoman
RAPBD APBD

Pemerinta
DAERAH
PPAS
Pedoman

Daerah
h
RENSTRA Pedoman RENJA Pedoman RKA
SKPD SKPD PENJABARAN
SKPD
APBD/DPA
SKPD

PENGANGGARAN
PERENCANAAN

IR. HASMIRIZAL
VISI PEMBANGUNAN
VISI

”Terwujudnya Masyarakat Sumatera Utara


yang Beriman, Maju, Mandiri, Mapan dan Berkeadilan
didalam ke Bhinnekaan
yang didukung oleh Tata Pemerintahan yang Baik”

IR. HASMIRIZAL LUBIS,


MISI PEMBANGUNAN
 Membangun dan Mengembangkan Ekonomi Daerah
termasuk Mendorong Ekonomi Kerakyatan yang bertumpu
pada Pertanian, Agroindustri, Pariwisata, dan Sektor Unggulan
lainnya dengan cara Investasi dalam dan Luar Negeri dengan
Memanfaatkan Sumber Daya Alam yang Berwawasan
Lingkungan.

 Mendorong Pengembangan Kualitas Masyarakat dan


Sumber Daya Manusia yang Cerdas, Terampil, Kreatif,
Inovatif, Produktif dan memiliki Etos Kerja yang tInggi
serta memiliki Semangat Berpartisipasi untuk Pembangunan
Lingkungannya maupun Daerah secara Keseluruhan.

 Meningkatkan Rasa Keadilan, Kesetaraan, Kebersamaan


dan Rasa Persatuan dalam Masyarakat yang Perwujudannya
dapat terlihat dari antara lain: Komposisi Pejabat di Pemda
yang Menggambarkan Konfigurasi Kemajemukan Masyarakat
Sumatera Utara yang Serasi.
IR. HASMIRIZAL LUBIS,
TUJUAN PEMBANGUNAN JANGKA PANJANG
PROVINSI SUMATERA UTARA TAHUN
2005-2025

Mewujudkan masyarakat Sumatera


Utara yang produktif, mandiri,
berdaya saing kuat, baik dalam
bidang ekonomi maupun sosial,
berkeadilan dibawah pemerintahan
Propinsi Sumatera Utara yang
demokratis, bersih
dan jujur.

IR. HASMIRIZAL LUBIS,


RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA
MENENGAH

IR. HASMIRIZAL LUBIS,


BAB I PENDAHULUAN

DOKUMEN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH TAHUN


2006 -2009

FUNGSI
PEDOMAN DAN ACUAN BAGI INSTANSI
DALAM MENYUSUN RENSTRA.

MAKSUD DAN TUJUAN


MEMBERIKAN ARAH DAN PEDOMAN PENYELENGGARAAN
PEMERINTAHAN, PENGELOLAAN PEMBANGUNAN, DAN
PENYAMPAIAN PELAYANAN KEPADA MASYARAKAT

IR. HASMIRIZAL LUBIS,


VISI DAN MISI

VISI DAN MISI PEMBANGUNAN


SUMATERA UTARA

VISI

”Terwujudnya Masyarakat Sumatera Utara yang Beriman, Maju,


Mandiri, Mapan dan Berkeadilan didalam ke Bhinnekaan yang
didukung oleh Tata Pemerintahan yang Baik”

IR. HASMIRIZAL LUBIS,


MISI

• Meningkatkan Keimanan dan Ketaqwaan kepada Tuhan yang Maha


Esa, sebagai Sumber Moral dan Akhlak yang Baik untuk Menunjang Kehidupan
Bermasyarakat dan Bernegara.

• Meningkatkan Kualitas dan Sistem Pembinaan Aparatur


Pemerintahan, mengurangi KKN, dalam rangka Menghilangkannya sama
sekali untuk Mewujudkan Tata Pemerintahan yang Baik sebagai Landasan
Pembangunan Masyarakat Madani.

• Mendorong Penegakan Hukum yang Konsisten dan Meningkatkan Rasa


Aman Masyarakat.

• Membangun Prasarana dan Sarana Daerah untuk Menunjang Kegiatan


Ekonomi Daerah dengan tetap Memperhatikan Kesenjangan Wilayah melalui
Kerjasama antar Daerah dan Kerjasama Pemda dengan Swasta dan Kerjasama
Regional dan Internasional.

IR. HASMIRIZAL LUBIS,


LANJUTAN 1……………………………………….

 Membangun dan Mengembangkan Ekonomi Daerah termasuk Mendorong


Ekonomi Kerakyatan yang bertumpu pada Pertanian, Agroindustri, Pariwisata,
dan Sektor Unggulan lainnya dengan cara Investasi dalam dan Luar Negeri
dengan Memanfaatkan Sumber Daya Alam yang Berwawasan Lingkungan.

 Mendorong Pengembangan Kualitas Masyarakat dan Sumber Daya


Manusia yang Cerdas, Terampil, Kreatif, Inovatif, Produktif dan
memiliki Etos Kerja yang tInggi serta memiliki Semangat Berpartisipasi
untuk Pembangunan Lingkungannya maupun Daerah secara Keseluruhan.

 Meningkatkan Rasa Keadilan, Kesetaraan, Kebersamaan dan Rasa


Persatuan dalam Masyarakat yang Perwujudannya dapat terlihat dari antara
lain: Komposisi Pejabat di Pemda yang Menggambarkan Konfigurasi
Kemajemukan Masyarakat Sumatera Utara yang Serasi.

IR. HASMIRIZAL LUBIS,


Skema urutan RPJM Transisi Sumut 2006-2009

AGENDA NASIONAL 1. Menciptakan Indonesia yang


aman dan damai
2. Menciptakan Indonesia yang adil
dan demokratis
3. Meningkatkan kesejahteraan rakyat

VISI & MISI AGENDA SUMUT


• Menciptakan Good Governance Dan Mendorong
Penegakan Hukum
• Pembinaan SDM Yang Berkualitas
• Membina Masyarakat yang Harmonis Dengan
Rasa Keadilan, Kesetaraan, Dan Rasa Persatuan
• Membangun Ekonomi Daerah Termasuk
Pengentasan Kemiskinan

IR. HASMIRIZAL LUBIS, • Membangun Prasarana Dan Sarana Daerah


RENCANA KERJA PEMERINTAH
DAERAH

IR. HASMIRIZAL LUBIS,


1. PROGRAM PRIORITAS PROVINSI

2. PELAKSANAAN PEMBANGUNAN LINTAS


WILAYAH BAIK PROVINSI MAUPUN KAB/KOTA

3. PELAKSANAAN KEBIJAKAN NASIONAL YANG


DITERJEMAHKAN DI DAERAH

IR. HASMIRIZAL LUBIS,


1. PENINGKATAN PERCEPATAN PEMBANGUNAN
INFRASTRUKTUR
2. PENINGKATAN AKSESIBILITAS DAN KUALITAS
PENDIDIKAN DAN KESEHATAN
3. MEMPERBAIKI PERKONOMIAN DAERAH MELALUI
REVITALISASI PERTANIAN, PERKEBUNAN,
RKPD PETERNAKAN, PERIKANAN DAN KELAUTAN,
2008 KEHUTANAN DAN PENINGKATAN AKSES
MASYARAKAT TERHADAP SUMBER-SUMBER
PEMBIAYAAN DAN AKSES SUMBER DAYA
PRODUKTIF LAINNYA
4. MENDORONG PENINGKATAN STABILITAS
POLITIK, HUKUM DAN KEAMANAN SERTA
PENINGKATAN KESEJAHTERAAN SOSIAL

IR. HASMIRIZAL LUBIS,


SASARAN
PEMBANGUNAN TAHUN
2008

IR. HASMIRIZAL LUBIS,


INFRASTRUKTUR 1. Rehab/pemel jln Nasional 1,957 Km dan Prov.
2,104 Km
Jalan
2. Peningkt./Pemb. Jln Nasional 123 Km dan Prov.
362,68 Km
3. Pemb. Jln Tol Medan-Binjai sep. 16 Km
4. Pemb. Jln Tol Tj. Morawa-Kuala Namu-T. Tinggi
sep. 53 Km.
5. Rehab/Pemel jembatan NAsional 290 m dan
Prov. 500 M
6. Peningkt./Pemb. Jembatan Nasional 3.250 M
dan Prov. 4.190 M

1. Perbaikan sal. Irigasi seluas 46.467 ha


PEngairan
2. Perbaikan luas daerah rawa yg rusak 36.173 ha
atau 147 DR
3. Penanganan kerusakan irigasi kewenangan
Provsu seluas 10.179 ha
4. Penanganan daerah potensi banjir di perkotaan
2.554 ha, industri 1.516 ha dan
pertanian/perdesaan 34.564 ha
Sambungan infrastruktur………………….
1. Pembangunan Bandara Baru di Labuhan Batu
PELABUHAN 2. Perpanjangan run way (1000 x 23 m) Bandara
UDARA Sibisa
3. Rehab/Peningkatan fungsi Bandara Perintis
seperti Silangit, F.L Tobing, Aek Godang Binaka,
lasondre

1. Penyelesaiaan Pembangunan Dermaga


PELABUHAN LAUT Penyeberangan Sibolga
2. Pembangunan berbagai dermaga sungai seperti
Paluh Subur di Hamparan Perak; Kampung
Nelayan, Teluk Buluh/Buluh Tolang dan Tj
Sarang Elang

1. Pembangunan PLTMH Sebanyak 6 Unit.


Kelistrikan 2. Pembangunan PLTS Sebanyak 2500 Unit.

IR. HASMIRIZAL LUBIS,


PENDIDIKAN DAN KESEHATAN
Pendidikan
IPM  72,7
Tingkat Melek Huruf 97,55 persen
Rata-Rata Lama sekolah 9,6 Tahun
APK SD/MI/SDLB/PAKET A 95,28
APK SMP/MTs/SMPLB/PAKET b 95,98%
APK SMA/MA/SMK/SMALB/PAKET C 70,98 %
APK pt/pta 10,37
Persentase Buta Aksara > 15 thn 2,99 %

KESEHATAN PDRB

Persentase tkt kesakitan 15,50 % PDRB PER KAPITA ADH BERLAKU


RP. 15,7 JUTA
Total Fertility Rate 2,41 Rata-rata kelahiran PUS
Infant Mortality Rate Per 23,52 per 1000
kelahiran hidup
IR. HASMIRIZAL LUBIS,
PENINGKATAN PEREKONOMIAN
PERTANIAN

1. PADI luas Tanam =750.961 ha


Produksi = 3.247.340
Ton

KOPERASI & UKM 2. jagung Luas Tanam = 223.759 ha


PRoduksi =818.178
TON
• Meningkatnya laju pertumbuhan produktifitas Kop
dan UKM 16-18%/thn
• Penyerapan t. kerja di bid. Koperasi rata-rata
15%/thn
• Terbentuknya sentra klaster menjadi 10 unit
• Terwujudnya koperasi berkulitas sebanyak 3.382
koperasi
• TErbentuknya Unit USaha Baru sebanyak 332.750
unit
IR. HASMIRIZAL LUBIS,
STABILITAS POLITIK

Terselenggaranya Pilkadasung
Gubernur Sumatera Utara Tahun
2008-2013 secara aman, langsung,
umum, bebas dan rahasia sesuai
dengan peraturan perundang-
undangan yang berlaku

IR. HASMIRIZAL LUBIS,


INDIKATOR MAKRO
EKONOMI

TARGET
TAHUN TAHUN TAHUN
NO INDIKATOR SATUAN TAHUN
2005 2006 2007 *)
2007

1. PERTUMBUHAN EKONOMI % 5,48 6,18 6,52 7,02


2. PDRB-BERLAKU TRILIUN RP 136,90 159,32 49,50 175,26
3. PDRB KONSTAN 2000 TRILIUN RP 87,89 94,79 24.91 100,62
4. PDRB PERKAPITA HARGA JUTA RP 11,10 12,64 13,73
BERLAKU

5. STRUKTUR EKONOMI
- PERTANIAN % 23,93 23,78 31,32 23,14
- INDUSTRI % 33,34 30,66 28,89 31,87
- JASA- JASA % 42,73 45,56 39,89 44,99
6. VOLUME EKSPOR **) JUTA TON 8,17 7,25 4,19 8,39
7. NILAI EKSPOR **) MILYAR US$ 4,563 4,563 3,65 4,45
8. VOLUME IMPOR **) JUTA TON 3,72 3,64 2,75 3,74
9. NILAI IMPOR **) MILYAR US$ 1,178 1,175 1,12 1,63
10 NTP (NILAI TUKAR PETANI) - - 93,91 94,29 103
(NOV 2006)

11 INFLASI % 22,41 6,11 4,04 6,50

*) Triwulan III (Bulan Januari s/d. September)

IR. HASMIRIZAL LUBIS,


INDIKATOR MAKRO SOSIAL
TAHUN TAHUN
NO INDIKATOR SATUAN 2005 2006
1. JUMLAH PENDUDUK RIBU JIWA 12,326 12,643

2. PERSENTASE PENDUDUK MISKIN PERSEN 14,28 15,66 1)

3. PERSENTASE TINGKAT KESAKITAN PERSEN 18,00 17,00

4. ANGKA HARAPAN HIDUP TAHUN 68,7 70,2 *)

5. TOTAL FERTILITY RATE (TFR) RATA-RATA 2,627 2,579 *)


KELAHIRAN PUS

6. INFANT MORTALITY RATE (IMR) PER 1000 29,6 28,2 *)


KELAHIRAN
HIDUP

7. IPM - 72 72,40 *)

8. TINGKAT PENGANGGURAN TERBUKA (PENDUDUK UMUR 15 PERSEN 11,90 11,51


TAHUN KEATAS) (METODE BARU) (Nop 2005) (agt 2006)

9. TINGKAT MELEK HURUF PERSEN 97,00 97,45

10. RATA-RATA LAMA SEKOLAH TAHUN 8,5 9.0

11. RUMAH TANGGA YG MENDAPAT LAYANAN LISTRIK PERSEN 87,20 87.20

12. RUMAH TANGGA MENURUT SUMBER AIR MINUM LEDENG PERSEN 22,40 22.40
DAN AIR DALAM KEMASAN

1) Hasil Susenas Panel PEbruari 2006


*) Angka sementara

IR. HASMIRIZAL LUBIS,


TARGET
PEREKONOMIAN DAN SOSIAL
TAHUN 2007 DAN 2008

IR. HASMIRIZAL LUBIS,


TARGET MAKRO EKONOMI
TARGET SUMUT
TARGET
NO INDIKATOR SATUAN 2007 2008
1. PERTUMBUHAN EKONOMI % 7.02 7.54
2. PDRB-BERLAKU TRILIUN RP 175.26 202.19
3. PDRB KONSTAN 2000 TRILIUN RP 100.62 108.20
4. PDRB PERKAPITA HARGA BERLAKU JUTA RP 13.73 15.66
5. STRUKTUR EKONOMI
- PERTANIAN % 23.14 22.92
- INDUSTRI PENGOLAHAN % 31.87 32.08
- JASA- JASA % 44.99 45.00
6. VOLUME EKSPOR JUTA TON 8.39 8.79
7. NILAI EKSPOR MILYAR US$ 4.45 4.58
8. VOLUME IMPOR JUTA TON 3.74 3.84
9. NILAI IMPOR MILYAR US$ 1.63 1.67
10 NTP (NILAI TUKAR PETANI) - 103 103.00
11 INFLASI % 6.50 6.50

Sementara untuk sektor pertanian target yang ingin dicapai :


- pertumbuhan produksi beras rata-rata sebesar 1,45 %/tahun.
- Meningkatnya luas areal perkebunan sebesar 0,3 %/tahun dan produksi sebesar 2,57
%/tahun.
- Meningkatnya populasi ternak rata-rata sebesar 2,4 %/tahun, produksi susu ternak 3,03
%/tahun, produksi daging ternak sebesar 2,2 %/tahun dan telur unggas 3,34 %.
- Produksi perikanan budidaya tumbuh 6,5%, perikanan tangkap 6,4%
TARGET SOSIAL KEMASYARAKATAN SUMUT
2008

NO INDIKATOR SATUAN TARGET


2008
1. JUMLAH PENDUDUK RIBU JIWA 12.914

2. PERSENTASE PENDUDUK MISKIN PERSEN 11.40

3. PERSENTASE TINGKAT KESAKITAN PERSEN 15.50

4. ANGKA HARAPAN HIDUP TAHUN 71.48

5. TOTAL FERTILITY RATE (TFR) RATA-RATA KELAHIRAN PUS 2.41

6. INFANT MORTALITY RATE (IMR) PER 1000 23.52


KELAHIRAN HIDUP
7. IPM - 72.7

8. TINGKAT PENGANGGURAN TERBUKA (PENDUDUK PERSEN 9.60


UMUR 15 TAHUN KEATAS)
(METODE BARU)

9. TINGKAT MELEK HURUF PERSEN 97.55

10. RATA-RATA LAMA SEKOLAH TAHUN 9.6

11. RUMAH TANGGA YG MENDAPAT LAYANAN LISTRIK PERSEN 88.60

12 RUMAH TANGGA MENURUT SUMBER AIR MINUM PERSEN 25.50


LEDENG DAN AIR DALAM KEMASAN

IR. HASMIRIZAL LUBIS,


DUKUNGAN KABUPATEN/KOTA
DALAM MENCAPAI TARGET PEMBANGUNAN
PROVSU 2008

IR. HASMIRIZAL LUBIS,


TARGET PERTUMBUHAN EKONOMI & TPT KAB/KOTA SE SUM. UTARA 2007-
2008
Pertumbuhan Ekonomi (persen) Tkt Pengangguran Terbuka /TPT persen
Kabupaten/Kota
2007 2008 2007 2008
1. Nias 5,63 6,25 6,55 6,28
2. Mandailing Natal 6,23 6,70 7,73 7,42
3. Tapanuli Selatan 5,64 7,26 8,44 Tertinggi 8,10
4. Tapanuli Tengah 5,88 6,13 11,12 Kab 10,68
5. Tapanuli Utara 5,95 6,62 6,01 5,76
6. Toba Samosir 6,37 7,10 9,59 Terendah 9,21
Kab
7. Labuhan Batu 6,15 7,00 10,75 10,33
8. Asahan 6,26 7,10 9,88 9,49
9. Simalungun 5,37 7,29 11,10 10,66
10. Dairi 5,87 6,98 9,18 8,81
11. Karo 5,39 Tertinggi 6,06 7,61 7,30
12. Deli Serdang 6,71 Kab 7,46 10,85 10,42
13. Langkat 4,97 6,01 10,22 9,81
Terendah
14. Nias Selatan 6,14 Kab 5,83 6,71 6,44
15. Humbang Hasundutan 6,08 6,44 6,27 6,01
16. Pakpak Bharat 6,50 6,71 8,01 7,68
17. Samosir 5,71 6,64 7,73 7,41
Terendah
18. Serdang Bedagai 6,24 6,77 7,42 7,11
Kota
19. Sibolga 6,25 6,79 11,25 10,81
20. Tanjung Balai 6,51 7,19 10,11 9,71
Terendah
21. Pematang Siantar 6,67 7,44 11,07 10,63
Kota
22. Tebing Tinggi 6,34 Tertinggi 6,93 10,06 9,66
Kota
23. Medan 8,60 9,03 11,30 10,86
24. Binjai 6,63 7,17 11,66 Tertinggi 11,20
25. Padang Sidempuan 6,78 7,09 12,09 Kota 11,62
Sumatera Utara 7,02 7,54 10,00 9,60
TARGET PERTUMBUHAN EKONOMI Kab/Kota se SUMUT PER SEKTOR
ATAS DASAR HARGA KONSTAN TAHUN 2008

Pertanian Petamb, Industri Listrik, Gas Perdag, Htl Angk. & Keu, P.Sewa Jasa-
NO KABUPATEN/KOTA Bangunan
Energi Pengolahan & Air bersih & Rest Komu. & Js Prshn Jasa-
1 Nias 5.15 9.28 7.82 6.95 5.97 6.68 7.87 7.09 7.06
2 Mandailing Natal 6.52 7.70 7.70 7.13 6.41 7.70 6.51 7.26 5.66
3 Tapanuli Selatan 6.91 6.40 7.65 7.04 7.54 7.65 7.75 7.65 6.91
4 Tapanuli Tengah 5.90 7.29 6.92 7.02 6.11 5.94 7.12 7.05 5.94
5 Tapanuli Utara 6.48 6.74 8.30 5.87 7.09 6.42 7.28 7.41 6.50
6 Toba Samosir 7.22 7.53 7.22 5.83 7.24 7.29 6.28 7.53 5.90
7 Labuhan Batu 4.92 7.99 8.00 6.99 7.42 7.25 8.40 6.57 5.65
8 Asahan 4.74 7.60 8.37 9.23 7.46 7.10 8.97 7.79 5.30
9 Simalungun 6.87 7.69 8.63 7.94 7.26 7.82 9.30 6.46 6.43
10 Dairi 7.06 6.25 6.72 6.69 7.72 7.32 7.14 6.20 5.30
11 Karo 4.81 6.97 8.70 6.95 6.90 8.84 8.06 6.85 6.58
12 Deli Serdang 4.90 7.34 8.47 7.52 7.68 8.51 8.96 6.53 5.60
13 Langkat 5.34 3.63 8.27 7.18 6.57 7.50 7.36 7.27 5.76
14 Nias Selatan 6.11 6.49 6.49 6.38 6.86 6.10 6.63 6.92 5.44
15 Humbang Hasundutan 6.24 11.49 8.05 6.22 7.17 6.98 7.29 6.47 6.17
16 Pakpak Bharat 6.41 6.75 6.61 6.41 6.20 8.45 6.47 6.76 7.08
17 Samosir 6.51 12.78 7.33 6.94 6.50 6.50 8.88 6.85 6.24
18 Serdang Bedagai 6.55 6.88 8.17 6.91 6.47 7.05 7.64 6.62 5.81
19 Sibolga 5.13 5.11 8.73 7.00 7.65 7.74 9.35 6.81 5.95
20 Tanjung Balai 6.31 6.82 6.29 7.44 6.57 7.24 13.11 6.38 6.07
21 Pematang Siantar 5.65 5.18 7.99 9.11 7.32 7.23 9.49 6.97 5.89
22 Tebing Tinggi 4.93 5.98 6.61 7.54 7.09 10.74 7.64 7.25 6.26
23 Medan 4.69 3.57 6.93 9.22 9.88 7.61 10.44 7.65 6.33
24 Binjai 5.72 6.41 7.79 7.62 8.17 7.62 7.70 7.26 5.93
25 Padangsidempuan 6.05 6.01 7.14 7.16 8.20 8.79 8.39 7.40 6.04
5.76 5.62 7.94 8.67 8.67 7.50 9.81 7.44 6.06
TARGET INFLASI KAB/KOTA 2007-2008
Kabupaten/Kota Kota Pengamatan Inflasi 2007 2008
1. Nias Gunung Sitoli 7,28 7,18
2. Mandailing Natal Panyabungan 7,41 6,46
3. Tapanuli Selatan Gunung Tua 8,71 7,73
Tertinggi
4. Tapanuli Tengah Barus 4,57 4,54
Kab
5. Tapanuli Utara Tarutung 4,94 4,81
6. Toba Samosir Balige 8,80 8,61
7. Labuhan Batu Rantau Prapat 5,48 4,61
8. Asahan Kisaran 5,14 4,16
9. Simalungun Tiga Raja 4,72 4,03
10. Dairi Sidikalang 5,17 4,42
11. Karo Berastagi 5,40 Terendah 4,65
12. Deli Serdang Lubuk Pakam 6,28 Kab 6,27
13. Langkat Stabat 5,51 5,62

14. Nias Selatan - - -


15. Humbang Hasundutan - - -
16. Pakpak Bharat - - -
17. Samosir - - -
18. Serdang Bedagai - - -
19. Sibolga Sibolga 4,93 4,82
Tertinggi
20. Tanjung Balai Tanjung Balai 6,41 Kota 6,12
21. Pematang Siantar Pematang Siantar 5,40 4,80
22. Tebing Tinggi Tebing Tinggi 6,00 6,26
23. Medan Medan 5,84 5,72
Terendah
24. Binjai Binjai 5,66 Kota 5,99
25. Padang Sidempuan Padang Sidempuan 7,24 5,24
Sumatera Utara 6,50 6,50
Nasional 6,50 6,50
TARGET KOMODITI PADI 2007-2008

2007 2008
NO KABUPATEN/KOTA Luas Luas
Produksi (ton) Produksi (ton)
Panen (Ha) Panen (Ha)

1 Medan 3,588 16,288 3,640 16,524.18


2 Langkat 70,361 300,864 71,381 305,226.53
3 Deli Serdang 68,828 326,109 69,826 330,837.58
4 Simalungun 89,816 393,752 91,118 399,461.40
5 Karo 21,540 77,686 21,852 78,812.45
6 Asahan 62,538 263,099 63,445 266,913.94
7 Labuhan Batu 62,499 297,995 63,405 302,315.93
8 Tapanuli Utara 32,208 126,450 32,675 128,283.53
9 Tapanuli Tengah 27,173 107,225 27,567 108,779.76
10 Tapanuli Tengah 77,576 346,065 78,701 351,082.94
11 Nias 10,447 38,655 10,598 39,215.50
12 Dairi 24,225 81,614 24,576 82,797.40
13 Tebing Tinggi 887 4,017 900 4,075.25
14 Tanjung Balai 444 1,865 450 1,892.04
15 Binjai 3,592 15,264 3,644 15,485.33
16 Pematangsiantar 3,964 18,270 4,021 18,534.92
17 Toba Samosir 21,663 91,073 21,977 92,393.56
18 Mandailing Natal 35,328 156,679 35,840 158,950.85
19 P. Sidempuan 6,534 28,473 6,629 28,885.86
20 Serdang Bedagai 67,379 319,240 68,356 323,868.98
21 Humabang Hasundutan 20,440 80,249 20,736 81,412.61
22 Pakpak Bharat 7,035 23,702 7,137 24,045.68
23 Samosir 8,518 35,808 8,642 36,327.22
24 Nias Selatan 13,645 50,485 13,843 51,217.03

740,228 3,200,927 750,961 3,247,340


TARGET JUMLAH PENDUDUK KAB/KOTA SE SUMATERA UTARA 2007-2008
Jumlah Penduduk
Kabupaten/Kota (ribu jiwa)
2007 2008
1. Nias 446,12 451,50
2. Mandailing Natal 417,59 422,62
3. Tapanuli Selatan 635,04 642,70
4. Tapanuli Tengah 300,60 304,23
5. Tapanuli Utara 258,82 261,94
6. Toba Samosir 170,68 172,74
7. Labuhan Batu 996,31 1.008,32
8. Asahan 1.048,18 1.060,82
9. Simalungun 849,00 859,24
Tertinggi
10. Dairi 270,11 273,37
Kab
11. Karo 345,73 349,90
12. Deli Serdang 1.649,26 1.669,15
13. Langkat 1.023,25 1.035,59
Terendah
14. Nias Selatan 273,54 Kab 276,84
15. Humbang Hasundutan 154,17 156,03
16. Pakpak Bharat 35,15 35,57
17. Samosir 131,87 Terendah 133,46
Kota
18. Serdang Bedagai 611,24 618,62
19. Sibolga 92,79 93,91
20. Tanjung Balai 157,93 159,83
21. Pematang Siantar 237,55 Tertinggi 240,42
Kota
22. Tebing Tinggi 139,24 140,92
23. Medan 2.086,45 2.111,62
24. Binjai 246,52 249,49
25. Padang Sidempuan 183,55 185,77
Sumatera Utara 12.760,70 12.914,60
TARGET JLH PENDUDUK MISKIN DAN TKT MELEK HURUF KAB/KOTA SE SUMUT 2007-
2008 Jumlah Penduduk Miskin Tingkat Melek Huruf
Kabupaten/Kota (persen) (persen)
2007 2008 2007 2008
1. Nias 29,36 26,35 88,35 88,40
Tertinggi
2. Mandailing Natal 16,54 14,85 99,40 99,45
Kab
3. Tapanuli Selatan 19,60 17,59 99,63 99,65
4. Tapanuli Tengah 25,35 22,76 97,06 97,11
5. Tapanuli Utara 17,62 15,82 97,16 97,21
6. Toba Samosir 14,48 12,99 99,09 99,14
7. Labuhan Batu 11,52 10,34 97,21 97,26
8. Asahan 10,85 9,74 97,12 97,17
9. Simalungun 15,73 14,12 97,90 97,95
10. Dairi 17,97 Terendah 16,13 98,41 98,46
11. Karo 17,00 Kab 15,26 98,57 98,62
12. Deli Serdang 5,10 4,58 98,31 98,36
Terendah
13. Langkat 15,94 14,31 97,00 Kab 97,05
14. Nias Selatan 30,55 27,42 68,13 68,16
15. Humbang Hasundutan 17,95 16,12 96,15 96,20
Tertinggi
16. Pakpak Bharat 19,20 Kab 17,24 98,09 98,14
17. Samosir 24,81 22,27 97,80 97,85
Tertinggi
18. Serdang Bedagai 10,01 8,98 97,83 Kota 97,88
19. Sibolga 8,18 7,35 99,61 99,63
20. Tanjung Balai 10,15 9,11 99,36 99,41
21. Pematang Siantar 9,79 Terendah 8,79 99,47 99,49
Kota
22. Tebing Tinggi 8,45 7,58 99,37 99,42
23. Medan 6,30 5,66 99,42 99,44
Terendah
24. Binjai 5,18 Tertinggi 4,65 99,20 99,25
Kota Kota
25. Padang Sidempuan 9,91 8,89 99,15 99,20
Sumatera Utara 12,70 11,40 97,50 97,55
TARGET ANGKA IPM KAB/KOTA SE SUMATERA UTARA 2006-2007

INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA (IPM)


Kabupaten/Kota

2006 2007
1. Nias 66,81 67,18
2. Mandailing Natal 69,64 70,07
3. Tapanuli Selatan 72,98 Terendah 73.38
Kab
4. Tapanuli Tengah 69,22 69.39
5. Tapanuli Utara 72.88 73.28
6. Toba Samosir 74.95 75.19
7. Labuhan Batu 71.42 71.59
8. Asahan 70.36 70.49
Tertinggi
9. Simalungun 71.82 Kab 72.08
10. Dairi 70.89 71.09
11. Karo 74.28 74.68
12. Deli Serdang 72.92 73.18
13. Langkat 71.69 71.89
14. Nias Selatan 64.42 64.68
15. Humbang Hasundutan 70.25 70.49
16. Pakpak Bharat 68.96 69.09
17. Samosir 72.52 72.69
TertinggiKo
18. Serdang Bedagai 71.98 ta 72.38
19. Sibolga 73.39 73.49
20. Tanjung Balai 71.99 72.19
21. Pematang Siantar 76.06 76.19
Terendah
22. Tebing Tinggi 74.49 Kota 74.59
23. Medan 75.85 76.09
24. Binjai 74.66 74.79
25. Padang Sidempuan 73.75 73.99
Sumatera Utara 72.40 72.60
KEBIJAKAN UMUM
ANGGARAN

IR. HASMIRIZAL LUBIS,


PENYUSUNAN KUA DAN PPAS
(UU 17/2003, UU 25/2004 UU 32/2004, UU 33/2004)

RPJMD RPJM

5 tahun
5 tahun
Renstra
SKPD

5 tahun
1 tahun 1 tahun

Renja
RKPD RKP
SKPD

1 tahun 1 tahun

Dibahas
bersama
DPRD
KUA PPAS

NOTA KESEPAKATAN PIMPINAN DPRD


NOTA KESEPAKATAN
DGN KDH PIMPINAN DPRD
DGN KDH

53
IR. HASMIRIZAL LUBIS,
PENGERTIAN
KEBIJAKAN UMUM APBD
SASARAN DAN KEBIJAKAN DAERAH
DALAM SATU TAHUN ANGGARAN YANG
MENJADI PETUNJUK DAN KETENTUAN
UMUM YANG DISEPAKATI SEBAGAI
PEDOMAN PENYUSUNAN R-APBD DAN
RP-APBD

54
IR. HASMIRIZAL LUBIS,
Substansi Perbedaan
Arahan, mandat &
Pembinaan Pem Pusat KEPMENDAGRI NO 29
DATA HISTORIS
RENSTRADA
MASYARAKAT
Tokoh Masy, LSM,
Penjaringan Ormas, Asosiasi Profesi,
Aspirasi Perguruan Tinggi dll
Pokok-pokok
pikiran DPRD

Arah & Kebijakan DPRD


PE MDA
Umum APBD

PERMENDAGRI
NO 13 RPJMD RPJM
5 tahun
5 tahun 5 tahun
Renstra
SKPD
1 tahun

Renja RKP
RKPD
SKPD
1 tahun
1 tahun
Rancangan KUA Dibahas
bersama
DPRD Pemda

Nota Kesepakatan 55
IR. HASMIRIZAL LUBIS,
PERBEDAAN DOKUMEN
KEPMENDAGRI No. 29/2002 PERMENDAGRI BARU
• RENSTRADA/DOKUMEN • RPJPD
PERENCANAAN DRH
LAINNYA • RPJMD
• RKPD
• KU APBD
• ARAH & KEBIJAKAN UMUM • PRIORITAS DAN PLAFON
APBD
ANGGARAN SEMENTARA
• STRATEGI & PRIORITAS
APBD

56
IR. HASMIRIZAL LUBIS,
Substansi dan Lingkup Materi Kebijakan
Umum APBD
Bab I Pendahuluan
 Kondisi/prestasi yang telah berhasil dicapai pada tahun
sebelumnya, tahun berjalan dan perkiraan pencapaian pada tahun
anggaran yang akan datang
 Perkiraan pencapaian tahun yg akan datang
 Identifikasi Permasalahan & Tantangan
Bab II Gambaran Umum RKPD
Prioritas pembangunan daerah yang diamanatkan dalam RKPD untuk
menyelesaikan permasalahan dan tantangan serta untuk mendukung
upaya mewujudkan sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan dalam
RPJMD.
Bab III Kerangka Ekonomi Makro dan Implikasi terhadap Sumber
Pendanaan
a. Uraian kebijakan penganggaran sesuai dengan kebijakan pemerintah.

b. Kondisi yang berbeda akan menghasilkan target/sasaran yang


berbeda.
c. Perkiraan penerimaan untuk mendanai seluruh pengeluaran pada

Babtahun yang datang.


IV Penutup
Uraian mengenai kesimpulan terhadap hal-hal yang disepakati.

57
PEDOMAN PENYUSUNAN RANCANGAN
KUA
PEDOMAN
PENYUSUNAN APBD
PEMERINTA
YG DIKELUARKAN H DAERAH
OLEH MENDAGRI
 Pokok-pokok
kebijakan yang
memuat sinkronisasi Rancangan
KUA
kebijakan
pemerintah dengan
pemerintah daerah
 Prinsip dan DPRD
kebijakan
penyusunan APBD
tahun anggaran
58
berkenaan IR. HASMIRIZAL LUBIS,
Proses Penyampaian Rancangan
KUA
PEMERINTAH DAERAH

KOORDINATOR TAPD KDH DPRD


Disampaika Disampaikan
n ke DPRD
TAPD Sekda
selaku ke KDH paling
lambat
RKPD Koordinator paling
lambat Pertengahan
TAPD awal bulan bulan Juni
Juni
Rancangan Rancangan Rancangan
Rancangan
KUA KUA KUA
KUA

Panitia
Rancangan KUA
Anggar
dibahas bersama
an
Paling DPRD
lambat
Minggu ke- Nota Kesepakatan
1 59
Contoh asumsi dan kondisi yang menjadi
dasar pencapaian sasaran pada tahun yang
akan datang adalah:
(2)Laju inflasi
(3)Pertumbuhan ekonomi regional
(4)Tingkat penyerapan tenaga kerja regional, dan
(5)Lain-lain asumsi yang relevan dengan kondisi daerah setempat.

Bab III Kerangka Ekonomi Makro dan Implikasi terhadap Sumber


Pendanaan
a. Uraian kebijakan penganggaran sesuai dengan kebijakan
pemerintah.
b. Kondisi yang berbeda akan menghasilkan target/sasaran yang
berbeda.
c. Perkiraan penerimaan untuk mendanai seluruh pengeluaran pada
tahun yang datang.
60
CONTOH
MENGHUBUNGKAN ANTARA ASUMSI MAKRO
DENGAN KUA

KUA
Urusan Wajib
ASUMSI Implikasi Asumsi ( 25)
MAKRO Pendidikan
Makro Penyesuaian
1. Standar Sasaran Prog..
Laju Inflasi
Harga TOLOK UKUR Keg…
KINERJA
2. Proyeksi
PROGRAM Kesehatan
Pertumbuhan Pendapat YANG
Ekonomi an, TERTUANG Pekerjaan Umum
Regional
Belanja DALAM RPKD Dst………..
dan
Dst…. Urusan Pilihan
Pembiaya
an ( Dipilih
Daerah)
Pertanian
3. Dst…..
Kehutanan
61
Target Pencapaian Kinerja yang Terukur Dari
Setiap Urusan Pemerintahan Daerah

SASARAN PAGU
BIDANG URUSAN TARGET ORGANISAS
KODE PROGRAM/ INDIKATIF
PEMERINTAHAN DAERAH (%) I
KEGIATAN (Juta Rp)

1 URUSAN WAJIB

1 01 Pendidikan

Program ......

Kegiatan ......

dst ...

1 02 Kesehatan

Program ......

Kegiatan ......

dst ...

62
Proyeksi
Pendapatan, Belanja, dan Pembiayaan Daerah
BERTAMBAH/
JUMLAH
(BERKURANG)
NO URAIAN
Proyeksi TA
TA (n-1) Rp %
(n)

1. PENDAPATAN DAERAH

1.1 Pendapatan asli daerah

1.1.1 Pajak Daerah

1.1.2 …..

1.2 Dana perimbangan


1.2.1 Dana Bagi Hasil Pajak/ Bagi Hasil Bukan Pajak

1.2.2 …..

1.3 Lain-lain pendapatan daerah yang sah

1.3.1 Hibah

1.3.2 …..
Jumlah Pendapatan

2. BELANJA DAERAH

2.1 Belanja Tidak Langsung

2.1.1 Belanja pegawai

2.1.2 Belanja bunga

2.1.3 ……

2.2 Belanja Langsung


2.2.1 Belanja pegawai

2.2.2 ……
Jumlah Belanja
Surplus/(Defisit)
63
BERTAMBAH/
JUMLAH
(BERKURANG)
NO URAIAN
Proyeksi
TA (n-1) Rp %
TA (n)

Surplus/(Defisit)

3. PEMBIAYAAN DAERAH

3.1 Penerimaan pembiayaan

3.1.1
Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Anggaran sebelumnya
(SiLPA)

3.1.2 Pencairan dana cadangan

3.1.3 ……

Jumlah penerimaan pembiayaan

3.2 Pengeluaran pembiayaan

3.2.1 Pembentukan dana cadangan

3.2.2 ......

Jumlah pengeluaran pembiayaan

Pembiayaan neto

3.3 Sisa lebih pembiayaan anggaran tahun berkenaan


(SILPA)

64
HUBUNGAN RKPD DENGAN KUA

CONTOH RKPD
O
LOKASI
INDIKATOR RGA
INDIKATOR KEGIATAN PAGU INDIKATIF
PROGRAM NISA
PRIORITAS SI
N PROGRAM/KEGIATA
PEMBANGUN
O N Jumlah Sum
AN
Hasil Keluaran Hasil (Rp) ber

1 Peningkatan
Kualitas
Sumber
Daya
Manusia Rasio Anak
Dina
Usia Dini
s
Program bersekolah
Pend 858.000.0
Pendidikan Anak dengan
i 00
Usia Dini Jumlah Anak
dika
Usia Dini
n
sebesar 1 : 3 1.Rasio
5 (Lima) Jumlah
Unit Kelas
Gedung dibandi
Sekolah ng anak
Baru (TK) didik
Pembangunan dengan sebesar A
Kec. A
sarana dan standar 3 1 : 50 754.000.0 PBD
Kec. B
prasarana Gedung kelas 2.Jumlah 00
Kec. C
Sekolah (TK) untuk anak
setiap yang
sekolah terlayan
i
menjadi
400
orang
Rata-rata
Program
biaya 100.000.0
Peningkatan Mutu
pendidikan 00
Pendidikan SD
menurun 65
HUBUNGAN RKPD DENGAN KUA

RKPD YANG DITUANGKAN DALAM KUA


O
LOKASI
INDIKATOR RGA
INDIKATOR KEGIATAN PAGU INDIKATIF
PROGRAM NISA
PRIORITAS SI
N PROGRAM/KEGIATA
PEMBANGUN
O N Jumlah Sum
AN
Hasil Keluaran Hasil (Rp) ber

1 Peningkatan
Kualitas
Sumber
Daya
Manusia Rasio Anak
Dina
Usia Dini
s
Program bersekolah
Pend 858.000.0
Pendidikan Anak dengan
i 00
Usia Dini Jumlah Anak
dika
Usia Dini
n
sebesar 1 : 3 1.Rasio
5 (Lima) Jumlah
Unit kelas
Gedung dibandi
Sekolah ng anak
Baru (TK) didik
Pembangunan dengan sebesar A
Kec. A
sarana dan standar 3 1 : 50 754.000.0 PBD
Kec. B
prasarana Gedung kelas 2.Jumlah 00
Kec. C
Sekolah (TK) untuk anak
setiap yang
sekolah terlayan
i
menjadi
400
orang

66
HUBUNGAN TOLOK UKUR
PROGRAM DAN KEGIATAN
• INDIKATOR
• INDIKATOR KEGIATAN
PROGRAM/KEGIATAN PROGRAM
• Hasil • Keluaran • Hasil

• Rasio Anak Usia Dini


bersekolah dengan
Program Pendidikan Anak Usia Dini
Jumlah Anak Usia Dini
sebesar 1 : 3
5 (Lima) Unit Gedung • Rasio Jumlah
Sekolah Baru (TK) Kelas dibanding
dengan standar 3 kelas anak didik sebesar
Pembangunan sarana dan prasarana
setiap sekolah. 1 : 50
Gedung Sekolah (TK)
• Jumlah anak yang
terlayani menjadi
400 orang
•Mebelair pendidikan • Rasio Jumlah kelas
untuk 5 (Lima) Unit dibanding anak
Gedung Sekolah Baru didik sebesar 1:
Pengadaan mebelair sekolah (TK) dengan standar 3 50
kelas setiap sekolah. • Jumlah anak yang
terlayani menjadi
400 orang
•Tersusunnya kurikulum • Terpenuhinya
Pengembangan kurikulum, bahan ajar 7 mata pelajaran pokok kurikulum untuk
dan model pembelajaran Pendidikan berbasis minat dan bakat pelayanan
Anak Usia Dini dengan muatan bermuatan lokal. pendidikan anak
local. usia dini sebanyak
400 orang anak. 67
HUBUNGAN INFORMASI DALAM RKPD DENGAN RPJMD

INFORMASI DALAM RPJMD ( 2005 – 2009 )

INDIKATOR KEGIATAN SELAMA 5 TAHUN


PROGRAM/KEGIATAN KONDISI TAHUN 2005
Hasil
Keluaran
1.Rasio Jumlah Kelas Rasio Jumlah Sekolah dan
Pembangunan 50 (Lima) Unit dibanding anak didik anak didik sebesar 1 : 70
sarana dan Gedung Sekolah sebesar 1 : 40 dengan data jumlah anak usia
prasarana Gedung Baru (TK) yang 2.Jumlah anak yang sekolah dini yang belum
Sekolah (TK) terdiri dari 3 terlayani menjadi 500 sekolah rata-rata sebesar 600
kelas setiap orang orang.
sekolah
INFORMASI DALAM KUA ( RKPD 2007 )
LOKA
INDIKATOR KEGIATAN PAGU INDIKATIF
SI
PROGRAM/KEGIATAN
Jumlah Sum
Hasil
Keluaran (Rp) ber

1.Rasio Jumlah Kelas


5 (Lima) Unit
dibanding anak didik
Pembangunan sarana Gedung A Kec. A
sebesar 1 : 50 754.000.0
dan prasarana Gedung Sekolah Baru PBD Kec. B
2.Jumlah anak yang 00
Sekolah (TK) (TK) yang Kec. C
terlayani menjadi 400
terdiri dari 3
orang
kelas setiap
sekolah.

68
CONTOH PERHITUNGAN PENCAPAIAN TARGET DALAM KUA

INFORMASI DALAM RPJMD ( 2005 – 2009 )


INDIKATOR KEGIATAN SELAMA 5 TAHUN
PROGRAM/KEGIATAN KONDISI TAHUN 2005
Hasil

Rasio Jumlah Kelas dan anak


Pembangunan
didik sebesar 1 : 70 dengan
sarana dan Rasio Jumlah Kelas dibanding
data jumlah anak usia sekolah
prasarana Gedung anak didik sebesar 1 : 40
dini yang belum sekolah rata-
Sekolah (TK)
rata sebesar 600 orang.

INFORMASI DALAM KUA ( RKPD 2007 )


INDIKATOR KEGIATAN PAGU INDIKATIF
PROGRAM/KEGIATAN Jumlah (Rp) Sumber
Hasil
Dana
Pembangunan sarana dan
Rasio Jumlah Kelas dibanding anak didik 754.000.00
prasarana Gedung Sekolah APBD
sebesar 1 : 50 0
(TK)

PENCAPAIAN TARGET 2007

{ (70-50) : (70 - } x 100% = 66,67%


40)

69
CONTOH PENYAJIAN PENCAPAIAN TARGET DALAM KUA

BIDANG URUSAN SASARAN TARG PAGU


ORGANIS
KODE PEMERINTAHAN PROGRAM/ ET INDIKATIF
ASI
DAERAH KEGIATAN (%) •(Juta Rp)

  1 URUSAN WAJIB

0 201.812.213.
  1
1 PENDIDIKAN
000

Rasio Anak Usia Dini


Program Dinas
0 bersekolah dengan 66,67 858.000.00
  1
1 Pendidikan Anak Pendidika
Jumlah Anak Usia % 0
Usia Dini n
Dini sebesar 1 : 3
Rasio Jumlah kelas
dibanding anak didik
sebesar 1 : 50
dengan terbangunnya
Pembangunan
5 unit sekolah baru Dinas
0 sarana dan 66,67
  1
1 (USB) TK dengan Pendidika 754.000.000
prasarana Gedung %
standar 1 sekolah n
Sekolah (TK)
terdiri dari 3 kelas
sehingga jumlah anak
yang terlayani menjadi 70
CONTOH PENYAJIAN INDIKATOR PROGRAM/KEGIATAN

INDIKATOR INDIKATOR INDIKATOR


PROGRAM/KEGIATAN PROGRAM KEGIATAN KEGIATAN
(KELUARAN) (HASIL)
Program Pelayanan Prosentase
Administrasi jumlah surat
Perkantoran terkirim
dibanding
dengan total
jumlah surat Tercapainya
dalam satu 1500 surat prosentase
tahun adalah terkirim rata-rata
80% surat yang
gagal
Penyediaan jasa surat Tersampaika
menyurat n 20% dari
rata-rata
jumlah surat
yang
seharusnya
terkirim. 71
CONTOH PENYAJIAN INDIKATOR PROGRAM/KEGIATAN

INDIKATOR INDIKATOR INDIKATOR


PROGRAM/KEGIATAN PROGRAM KEGIATAN KEGIATAN
(KELUARAN) (HASIL)
Perbandingan
jumlah mebelair
Program peningkatan layak pakai
sarana dan prasarana dengan jumlah
aparatur pegawai non
struktural adalah
1:1
62 unit Tercapainya
(meubelair) prosentase
meja kursi total mebelair
untuk pegawai
non struktural
Pengadaan mebeleur
yang tidak
(meja-kursi)
layak pakai
sebesar 30%
dari total
meubelair yang72
PRIORITAS & PLAFOND
ANGGARAN SEMENTARA

73
PENGERTIAN
PRIORITAS DAN PLAFON ANGGARAN
SEMENTARA (PPAS)

PROGRAM PRIORITAS DAN PATOKAN


BATAS MAKSIMAL ANGGARAN YANG
DIBERIKAN KEPADA SKPD UNTUK
SETIAP PROGRAM DAN KEGIATAN
SEBAGAI ACUAN DALAM PENYUSUNAN
RKA-SKPD

PENENTUAN BATAS MAKSIMAL DAPAT


DILAKUKAN SETELAH
74
PENGERTIAN
PRIORITAS
 Prioritas adalah suatu upaya mengutamakan
sesuatu daripada yang lain

 Prioritas merupakan proses dinamis dalam


pembuatan keputusan yang saat ini dinilai
paling penting dengan dukungan komitmen
untuk melaksanakan keputusan tsb

 Penetapan prioritas tidak hanya mencakup


keputusan apa yang penting untuk dilakukan,
tetapi juga menentukan skala atau peringkat
wewenang/urusan/fungsi atau program dan
kegiatan yang harus dilakukan lebih dahulu
dibandingkan program atau kegiatan yang lain75
TUJUAN
PRIORITAS

Terpenuhinya skala dan lingkup kebutuhan


masyarakat yang dianggap paling penting dan
paling luas jangkauannya, agar alokasi sumber
daya dapat digunakan/dimanfaatkan secara
ekonomis, efisien dan efektif, mengurangi tingkat
risiko dan ketidakpastian serta tersusunnya
program atau kegiatan yang lebih realistis.
Contoh : - Prioritas Pendidikan : Program Wajib
Belajar 9 Thn
- Prioritas Kesehatan : Penurunan tingkat
kematian
ibu dan anak
- Keamanan & Ketertiban : Antisipasi 76
PLAFON ANGGARAN
SEMENTARA
 Plafon anggaran sementara adalah jumlah
rupiah batas tertinggi yang dapat
dianggarkan oleh tiap-tiap satuan kerja
perangkat daerah, termasuk didalamnya
belanja pegawai
 Plafon anggaran yang disepakati oleh
Pemerintah Daerah dengan DPRD bersifat
sementara dalam arti bahwa plafon anggaran
harus ditindaklanjuti dengan Peraturan
Kepala Daerah menyangkut batasan plafon
anggaran yang bersifat tetap /Prioritas dan
Plafon Anggaran (PPA) SKPD
77

ANALISIS YANG DAPAT
DIKEMBANGKAN DALAM PENYUSUNAN
PPAS
ANALISIS SWOT

LINGKUNGAN INTERNAL
FAKTOR KEKUATAN FAKTOR KELEMAHAN
Seberapa Besar Faktor –Faktor
Kekuatan Yang Dimiliki Dapat
Digunakan Untuk Mengatasi
Faktor-Faktor Kelemahan
LINGKUNGAN EKSTERNAL
FAKTOR PELUANG FAKTOR TANTANGAN
Seberapa Besar Faktor –Faktor
Peluang Dapat Digunakan
Untuk Menghadapi Faktor-
Faktor Tantangan

IMPLEMENTASI DALAM PENYUSUNAN PPAS


Dengan Pemberian Bobot Masing-Masing Faktor Yang Tersebut 78
Diatas
CONTOH PROSES PENENTUAN PRIORITAS
ANALISIS SWOT
INTERNAL EKSTERNAL
FAKTOR FAKTOR PELUANG
KEKUATAN
Urusan Urusan
Pendidikan 4+3 = 7 2+3 = 5 Pendidikan
•Program A • Program B
(12)
2+4 1+ 2 = 3
•Program B =6 • Program A
(9)
• Dst……
•Dst……
Urusan Urusan
Kesehatan Kesehatan
1+2 2+3
•Program A =3 =5 • Program B
2+ 3 3+1 (9)
•Program B =5 =4
• Program A
INTERNAL EKSTERNAL
(8)
CONTOH FAKTOR FAKTOR
KELEMAHAN TANTANGAN
BOBOT 5 s/d 79
Substansi dan Lingkup Materi PPAS
Bab I Pendahuluan
Kondisi/prestasi yang telah dicapai, Perkiraan pencapaian tahun yg akan
datang, Identifikasi Permasalahan & Tantangan
Bab II Kebijakan Umum APBD
Gambaran ringkas target pencapaian kinerja setiap urusan berdasarkan
proyeksi anggaran.
Bab III Proyeksi Pendapatan, Belanja dan Pembiayaan Daerah
Asumsi makro ekonomi yang disepakati terhadap implikasi kemampuan
fiskal daerah.
Kebijakan yang ditempuh dalam upaya peningkatan pendapatan daerah
Faktor-faktor yang mempengaruhi tidak terjadinya terjadinya
peningkatan belanja daerah
Bab
 IV Prioritas
Kebijakan Program
pemerintah dan Plafon
daerah Anggaran
di bidang pembiayaan daerah tahun
anggaran
Uraian berkenaan
tentang prioritas program dan plafon anggaran yang disepakati
yaitu mencakup :
Capaian sasaran program,

Dasar pertimbangan penentuan besaran pagu indikatif untuk mencapai


sasaran program
Hal-hal yang perlu mendapatkan perhatian SKPD dalam menjabarkan
Bab V Penutup
program lebih lanjut ke dalam masing-masing kegiatan
Uraian mengenai kesimpulan terhadap hal-hal yang disepakati. 80
MATRIKS PRIORITAS PROGRAM DAN PLAFON ANGGARAN

SASARAN
PRIORITAS PROGRAM JUMLAH PLAFON
NO. PROGRAM/ ORGANISASI
DAN KEGIATAN ANGGARAN
KEGIATAN

1.

2.

3.

4.

5.

6.

Dst.

JUMLAH

81
PLAFON ANGGARAN MENURUT ORGANISASI
PLAFON ANGGARAN
URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH
•KODE •JUMLAH
•DAN ORGANISASI BELANJA TIDAK BELANJA
LANGSUNG LANGSUNG

1 URUSAN WAJIB

1 01 Pendidikan

1 01 01 Dinas Pendidikan

1 01 02 Dst………………

1 02 Kesehatan

1 02 01 Dinas Kesehatan

1 02 02 Dst..................

1 03 Pekerjaan Umum

1 03 01 Dinas Pekerjaan Umum

1 03 02 Dst.................

1 04 Dst

2 URUSAN PILIHAN

2 01 Pertanian

2 01 01 Dinas Pertanian

2 01 02 Dst............

2 02 Kehutanan

2 02 01 Dinas Kehutanan

2 02 02 Dst………………

2 03 Dst..............

Jumlah
82
SURAT EDARAN KEPALA DAERAH
Tentang
Pedoman Penyusunan RKA-SKPD
1. PPA yang dialokasikan untuk setiap program SKPD berikut
rencana pendapatan dan pembiayaan
2. Sinkronisasi program dan kegiatan antar SKPD dengan
kinerja SKPD berkenaan sesuai standar pelayanan minimal
yang ditetapkan
3. Batas waktu penyampaian RKA-SKPD kepada PPKD
4. Hal-hal lainnya yang perlu mendapat perhatian SKPD terkait
dengan prinsip-prinsip peningkatan efisiensi, efektifitas,
transparansi, dan akuntabilitas penyusunan anggaran dalam
rangka pencapaian prestasi kerja
5. Dokumen sebagai lampiran meliputi KUA, PPA, kode
rekening APBD, format RKA-SKPD, analisis standar belanja
Diterbitkan
dan standar satuan harga
Paling lambat awal bulan Agustus tahun 83
berjalan

Anda mungkin juga menyukai