Anda di halaman 1dari 12

RENGGANIS PURBASARI 4151101126 MEGAWATI 4151101127

DEFINISI
Nyeri kepala berdenyut di satu area kepala, disertai

mual, muntah, dan sensitif berlebih terhadap cahaya dan suara, dapat pula disertai dengan tanda sensorik (aura) berupa kilatan cahaya, gelap sesaat, atau kesemutan di tangan atau kaki. Untuk meringankannya membutuhkan tempat yang gelap dan sepi. Dapat dirasakan selama berjam-jam hingga berharihari.

GEJALA
Prodromal

Satu atau dua hari sebelum migrain terdapat tandatanda seperti: konstipasi, depresi, diare, banyak makan, hiperaktivitas, sensitif dan leher kaku.

Aura

Fenomena visual (melihat beberapa bentuk dan kilatan cahaya), kehilangan penglihatan, sensasi tertusuk-tusuk di tangan atau kaki, masalah dalam bahasa atau pembicaraan. Terkadang aura dihubungkan dengan aphasia atau kelemahan anggota gerak (hemiplegik migrain).

Serangan (attack)

Migrain dapat bertahan 4-72 jam tetapi frekuensinya berbeda pada setiap orang. Ada yang beberapa kali dalam 1 bulan ada juga yang lebih sedikit. Selama migrain dapat merasakan beberapa gejala seperti berikut:

Sakit di satu sisi kepala Sakit yang berdenyut Sensitif terhadap cahaya, suara, dan kadang bau-bauan Mual dan muntah Pandangan kabur Diare Kepala terasa ringan dan kadang disertai pingsan

Postdromal

Terjadi setelah serangan migrain, akan muncul perasaan seperti bahagia.

FAKTOR RISIKO
Riwayat keluarga

Lebih dari 90 % dari orang dengan migrain memiliki riwayat serangan migrain dalam keluarga. Usia Migrain dapat muncul pada setiap usia. Jenis Kelamin Perempuan 3 kali lebih sering memiliki migrain. Perubahan Hormon menstruasi dan kehamilan.

KOMPLIKASI
Abdominal problem

ibuprofen ulkus, nyeri perut, perdarahan Rebound headache obat dosis besar rebound headache Serotonin syndrome interaksi antidepresan dengan triptan mengancam jiwa

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Computerized tomography (CT) tumor, infeksi
Magnetic Resonance Imaging (MRI) tumor, stroke,

aneurisma, abnormalitas otak, pembuluh darah otak Lumbal Pungsi meningitis

PENATALAKSANAAN
Farmakoterapi Pengurang nyeri: analgetik, triptans, ergot, opiat. Obat pencegahan: obat kardiovaskular (beta blocker), antidepresan (amitriptylin), anti kejang (asam valproat). Perbaikan gaya hidup: relaksasi otot, tidur yang cukup,

istirahat. Pengobatan alternatif: akupunktur, manual terapi, vitamin dan mineral.

PENCEGAHAN
Mencegah Trigger

Hindari makan-makanan yang dapat menyebabkan migrain dan pola tidur rutin. Olahraga terartur Latihan aerobik jalan, berenang, dan bersepeda. Mengurangi Efek Estrogen Pada wanita yang memiliki migrain dan estrogen sebagai pemicu bertambah buruknya nyeri kepala, harus menghindari atau mengurangi obat-obat yang mengandung estrogen.