Anda di halaman 1dari 19

MULUSKUM KONTANGIOSUM

DEFINISI Adalah suatu penyakit infeksi kulit dan membran mukosa yang disebabkan oleh Muluskum Kontangiosum Virus (MKV) yang bersifat jinak atau benigna yang sering menyerang anak-anak dan dapat pula terjadi pada dewasa

ETIOLOGI

virus DNA, muluskum kontangiosum virus dalam famili Poxviridae

Moluskum kontangiosum virus I

Moluskum kontangiosum virus II

Moluskum kontangiosum virus III

EPIDEMIOLOGI
Dewasa

Anak

seksual

Kontak kulit langsung

KLASIFIKASI
Berdasarkan kelompok yang terkena

ANAK Predileksi di daerah yang terpapar, seperti wajah, tungkai atas dan tungkai bawah Sembuh spontan

DEWASA Predileksi di daerah genital Tranmisi penularan melalui aktivitas seksual Sembuh spontan

PENDERITA HIV/AIDS Predileksi umumnya di wajah, tersebar melalui pisau cukur Tanpa terapi yang adekwat, moluskum dapat membesar

DIAGNOSIS
Menemukan lesi khas : papul padat dengan umbilikasi sentral, distribusi tertentu pada anak dan dewasa

Mikroskop cahaya : bahan seperti keju yang


keluar dari lesi, memperlihatkan badan moluskum yang khas (inklusi intrasitoplasmik)

Pada pewarnaan HE dan biopsi terdapat badan moluskum

GAMBARAN KLINIS
papul sferikal permukaan halus konsistensi kenyal umbilikasi pada bagian sentral Diameter rata-rata 3 5 mm Lesi berwarna putih seperti lilin, kuning muda, atau seperti warna kulit Berbentuk kubah,di tengahnya terdapat lekukan (delle). Jika dipijat tampak ke luar massa yang berwarna putih seperti nasi Jumlah lesi biasanya kurang dari 30 buah, tetapi dapat mencapai ratusan buah

GAMBARAN KLINIS
Lesi yang teriritasi menjadi bentuk pustul dan kadang berkrusta, yang menstimulasi terjadinya infeksi bakteri sekunder. Lokalisasi penyakit ini di daerah muka (daerah yang sering terkena), badan, ekstremitas. Pada orang dewasa di daerah pubis dan genitalia eksterna.

DIAGNOSIS BANDING

veruka vulgaris veruka plana kondiloma akuminata

PENATALAKSANAAN
Non-Farmakologi Memperbaiki higiene perorangan/keluarga/kelompok Tidak bertukar pakaian/handuk dengan orang lain Tidak melakukan olah raga yang berkontak badan Sebaiknya pasien kontrol kembali 2-4 minggu setelah pengobatan Menyarankan pasangan seksual juga berobat

PENATALAKSANAAN
Farmakologi

Mengeluarkan massa yg mengandung badan moluskum


(enukleasi) dengan : Kuret agak nyeri/tidak nyaman, paling efektif, efek samping minimal Elektrodesikator merupakan pilihan utama pada penderita HIV dengan lesi yang banyak / besar Bedah beku (CO2, N2) lesi dibekukan selama 10-15 detik, nyeri minimal Kombinasi asam salisilat dan asam laktat keratolitik Salep antibiotik-hidrokortison (jika terjadi inflamasi/infeksi sekunder)

KOMPLIKASI

Dapat terjadi infeksi sekunder, dermatitis moluskum (ektimasi), atau menjadi diseminata.

PROGNOSIS

Dengan pengobatan yang efektif dan bersih, umumnya baik, dan tidak ada kekambuhan, kecuali ada reinfeksi. Pada kasus dengan gangguan imunitas, moluskum kontangiosum menjadi sukar sembuh (rekalsitran).1

Muluskum Kontangiosum di retroaurikula dekstra pada pasien AIDS

Muluskum Kontangiosum di area genital pada pasien AIDS

Muluskum Kontangiosum pada anak

Muluskum Kontangiosum pada dewasa

Umbilikasi papul pada remaja perempuan yang sehat7

papul merah muda, multipel, pada ketiak anak kecil7

Moluskum kontangiosum di perineum dan bokong pada pasien penerima transplantasi paru

Moluskum kontangiosum di anogenital pada penderita HIV/AIDS

DAFTAR PUSTAKA
1. Nugroho, Suroso Adi. Moluskum Kontangiosum. Dalam Infeksi Menular Seksual Edisi Ketiga. Jakarta : Balai Penerbit FKUI ; 2007 : 166-168. 2. Handoko, Ronny P. Penyakit Virus. Dalam Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin Edisi Kelima. Jakarta : Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ; 2007 : 114-115. 3. Mandal, B.K.,Wilkins, E.G.L., Dunbar, E.M., Mayon-White, R.T. Lecture Notes Penyakit Infeksi. Edisi keenam. Jakarta : Erlangga ; 2004 : 120-121. 4. Murtiastutik, Dwi. Buku Ajar Infeksi Menular Seksual. Edisi pertama. Surabaya : Airlangga University Press ; 2008 : 181

DAFTAR PUSTAKA
6. Buxton PK, Jones RM. ABC of Dermatology. Fifth Edition. UK : BMJ ; 2009 : 103 7. James, William D., Berger, Timothy G., Elston, Dirk M. Andrews Disease of The Skin : Clinical Dermatology. Tenth Edition. USA : Saunders Elsevier ; 2006 : 394-396 8. Wolff Klaus, Johnson RA. Fitzpatricks Color Atlas and Synopsis of Clinical Dermatology. New York : 2009 ; Mc Graw Hill : 772-775