Anda di halaman 1dari 22

Dr. Evi Fitriany, M.

Kes

Kualitas data penelitian (baik kualitatif maupun

kuantitatif) tergantung: 1. kualitas instrumen penelitian 2. kualitas pengumpulan data

Penelitian kuantitatif
Yang mempengaruhi kualitas data instrumen hasil penelitiannya: 1. Kualitas validitasdan reliabilitas instrumen

INSTRUMEN PENELITIAN
Instrumen: alat yang digunakan untuk pengumpulan

data penelitian. Kualitas data tergantung kualitas instrumen (Alat ukur) Instrumentasi: proses pemilihan atau pengembangan metode dan alat ukur yang tepat dalam rangka pembuktian kebenaran hipotesis

Dasar instrumentasi: landasan teoritis yang

digunakan dalam menyususn hipotesis dan operasionelisasinya Data manifestasi realitas (kebenaran), sifatnya terbatas dalam mengungkap seluruh realitas kebenaran pengukuran yang benar agar data mendekati realitas sesungguhnya Alat ukur juga harus benar: valid dan reliabel

JENIS INSTRUMEN 1. BERDASARKAN KATEGORI:


a. memperoleh informasi atau data tentang keadaan obyek atau proses yang diteliti
b. mengontrol obyek atau proses penelitian

2. BERDASARKAN WUJUDNYA:

a. perangkat keras (hardware) contoh: spektofotometer, stetoskop, termometer dll b. perangkat lunak (software) contoh: kuesioner, checklist, rating scale, ujian tertulis, pedoman wawancara

Perangkat lunak dapat mengukur: - Informasi langsung dari obyek - Mengevaluasi obyek atau tindakan obyek oleh pengamat - Mengukur langsung kemampuan dan pengetahuan obyek - Mengukur secara tidak langsung tentang kepercayaan, sikap atau perilaku obyek

KRITERIA INSTRUMEN
KRITERIA Instrumen yang baik:

Akurasi (accuracy) 2. Presisi (Precission) 3. Kepekaaan (Sensitivity)


1.

1. Akurasi: berkaitan dengan validitas kualitatif (kesahihan) instrumen. Apakah benar-benar mengukur apa yang hendak diukur 2. Presisi: berkaitan erat dengan keterandalan(reliability) yaitu kemampuan memberikan kesesuaian hasil pada pengulangan pengukuran kapan saja, oleh dan kepada siapa saja hasilnya ajeg (konsisten) 3. Kepekaan Dapat mengetahui adanya perubahan harga variabel Terkait validitas kuantitatif (mengukur dengan cermat

Instrumen dan metode pengumpulan data


Instrumen: alat pengumpulan data pada waktu

penelitian sesuai metode pengumpulan data yang digunakan. Contoh: - Instrumen untuk Metode tes: tes atau soal tes - Instrumen untuk metode angket/kuesioner: angket atau kuesioner - instrumen untuk metode observasi: chek-list -Instrumen untuk metode dokumentasi adalah pedomen dokumentasi atau chek list

PENGUKURAN
PEMBERIAN BATAS KUANTIFIKASI TERTENTU

PADA VARIABEL SEHINGGA DAPAT DIKETAHUI NILAI ATAU BESARAN VARIASINYA Implementasi instrumentasi yang dikenakan pada variable-variabel penelitian sehingga diperoleh data penelitian HAKEKATNYA: suatu kerangka kerja operasional yang mengusahakan agar fakta atau fenomena diletakkan sedemikian rupa sehingga maknanya terlihat lebih nyata, lebih mendekati realitas sesungguhnyA

PRINSIP PENGUKURAN
ADA 3 UNSUR DALAM PROSES PENGUKURAN:

HIMPUNAN OBYEK yang diukur 2. HIMPUNAN ANGKA dalam instrumen 3. PEMETAAN sebagai kriteria hasil pengukuran Contoh:
1.

MACAM PENGUKURAN
PENGUKURAN (pengamatan) kualitatif, penetapan atau identifikasi terhadap ada(atau tidak adanya) nilai nominal variabel. Data hasil pengukuran berskala nominal 2. PENGUKURAN (pengamatan) kuantitatif, penetapan atau identifikasi besar kecilnya (magnitude) nilai variasi suatu variabel. Data hasil pengukuran berskala ordinal, interval atau rasio
1.

KLASIFIKASI DATA HASIL PENGUKURAN 1. DATA BERSKALA NOMINAL (jenis kelamin, status
perkawinan, agama, setuju/tidak, warna kulit dll 2. DATA BERSKALA ORDINAL (tingkat pendidikan, sangat setuju/setuju/tidak setuju) 3. DATA BERSKALA INTERVAL (suhu, indeks prestasi) 4. DATA BERSKALA RASIO (BB, TB, luas, dosis, waktu dll)

KAIDAH PENGUKURAN 1. OBYEKTIVITAS (terhindar bias penelitian)


2. VALIDITAS (mengukur apa yang hendak diukur)
3. RELIABILITAS ( konsistensi dan stabilitas

pengukuran)

Mendekatkan data hasl penelitian dengan realitas sesungguhnya

MENGHINDARI KESALAHN PENGUKURAN


Menggunakan alat dan cara ukur yang sesensitif mungkin dan sudah teruji validitas dan reabilitasnya 2. Keterampilan dan kondisi pengukur
1.

DIMENSI PENGUKURAN VARIABEL


BERAPA BANYAK UNSUR ATAU KOMPONEN

PENYUSUN VARIABEL: a. DIMENSI TUNGGAL (bb,tb, jumlah sel, kadar zat tertentu) b. DIMENSI GANDA (tingkat kelangsingan:BB+TB+total skin fold+usia dll) butuh indeks domposit--- butuh landasan teori (ada yang sudah ada rumus, ada yang perlu disusun)

TINGKAT PENGUKURAN VARIABEL


Sifat variabel yang diukur, skala nominal, ordinal,

interval atau rasio Penentuan tingakt pengukuran ini sangat menentukan kecermatan atau ketepatan dalam analisis data penelitian ------sehingga mempengaruhi keabsahan hasil penelitian dan kesimpulan atau generalisasi toritik yang akan diangkat dari penelitian

LANGKAH-LANGKAH PENGUKURAN
TAHAP PERSIAPAN : - merumuskan definisi operasional variabel (dimensi pengukuran) - menentukan tingkat pengukuran variabel - memilih metode dan alat ukur yang tepat 2. TAHAP PRA PENGUKURAN: uji coba alat ukur (peneraan, uji validitas dan reabilitas) 3. TAHAP PENGUKURAN
1.

TAHAP PENGUKURAN
Hal-hal yang perlu diperhatikan:

Instrumen penelitian (metode dan alat ukur): validitas dan reabilitas 2. Subyek penelitian yang dihadapi:faktor subyektif yang pengaruhi hasil pengukuran (lelah, psikis dll) 3. Administrasi (pencatatan hasil) pengukuran 4. Keadaan lingkungan (suasana) pengukuran
1.

KESALAHAN PENGUKURAN
KESALAHAN SISTEMATIS: faktor alat (alat ukur tidak valid dan reliabel) dan faktor pengukuran (suasana pengukuran, dan administrasi) 2. KESALAHAN SAMPLING : kesalahan hasil pengukuran karena sampling tidak representatif
1.

MENGHINDARI KESALAHAN (SISTEMATIS)PENGUKURAN


1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

Pilih alat yang sudah baku Peneraaan terlebih dahulu Uji coba (uji validitas dan reabilitas) Latihan mengukur Satu pengukuran pengulangan Pencatatan dengan cermat dan segera (alat bantu) Pengendalian suasana