Anda di halaman 1dari 60

Case report anemia

Titia Rahmania G1A107066 Pembimbing : dr. Dian Anggraeni,Sp.A, M.kes

BAB I Pendahuluan
Anemia penurunan jumlah massa eritrosit

sehingga tidak dapat memenuhi fungsinya untuk membawa oksigen dalam jumlah yang cukup ke jaringan perifer anemia penurunan kadar hemoglobin, hematokrit atau hitung eritrosit

BAB II Identitas Pasien


Nama Umur Jenis Kelamin Bangsa Agama Alamat

: An. M F : 11 tahun, 10 bulan : Perempuan : Indonesia : Islam : Jl. A. Thalib RT.25 kel.simpang IV : 04 Juli 2013 : 731747

sipin MRS tanggal MR

ANAMNESA
Keluhan utama : lemas sejak 1 hari sebelum masuk rumah sakit Keluhan tambahan : Saat berusia 7 tahun (kelas 1 SD), anak sempat dirawat di RS

dengan keluhan pusing, lemas dan tidak selera makan. Waktu dirawat tersebut anak mendapatkan tranfusi sebanyak tiga kantong darah. Dari keterangan dokter yang merawat, saat itu anak didiagnosa dengan anemia. Tiga bulan berikutnya, anak kembali masuk rumah sakit dengan keluhan yang sama, dan kembali mendapatkan tranfusi darah sebanyak tiga kantong. Satu tahun yang lalu (saat lebaran haji), anak kembali dirawat di RS dengan keluhan yang sama. Riwayat trauma ataupun perdarahan aktif disangkal, pada saat itu pasien mendapatkan tranfusi sebanyak empat kantong darah, setelah ditranfusi, keadaan umum pasien meningkat secara signfikan, pasien kembali merasa segar dan mulai aktif. Nenek pasien mengatakan bahwa pasien didiagnosa dengan anemia, tanpa penjelasan lebih lanjut mengenai penyakitnya.

Sehari harinya, pasien mengaku mudah lemas dalam

beraktifitas, terutama aktifitas yang berat. Pasien juga mengaku sering tidak kuat saat mengikuti pelajaran olahraga, pasien juga mengeluhkan sering pusing dan lemas serta sulit mengerti pelajaran di sekolah. 4 hari yang lalu, anak mulai tidak mau makan dengan alasan tidak selera, sehari hari anak memang sulit untuk makan, dan tidak menyukai sayur. Malam sebelum masuk rumah sakit, anak mengeluhkan perutnya sakit hingga tidak bisa tidur dan merasa lemas. Buang air kecil dan buang air besar normal. Muntah (-), demam (-) batuk (-) pilek (-) demam (-) Keesokan harinya (hari masuk rumah sakit), anak dibawa nenek dan kakeknya ke IGD RSUD raden Mattaher karena semakin merasa lemas dan terlihat memucat. Anak disarankan untuk dirawat inap di bangsal anak dan dijadwalkan untuk tranfusi darah.

Riwayat perjalanan penyakit

7 tahun dirawat di RS dengan keluhan lemas dan pucat tranfusi 3 kantong darah

3 bulan kemudaian dirawat dengan keluhan yang sama tranfusi 3 kantong darah

Setahun yang lalu dirawat dengan gejala yang sama tranfusi 4 kanting darah

Saat ini masuk kembali dengan keluhan yang sama tranfusi 9 kantong darah

1. Riwayat Kehamilan dan Kelahiran Masa kehamilan : cukup bulan

Riwayat Makanan ASI: (+) 3bulan

Partus
Tempat Ditolong oleh Tanggal 2001

: spontan
: rumah : bidan : 1 september

Susu Botol/kaleng: (+) minum susu bantu


Bubur Nasi: (+) makan bubur nasi Nasi lembek: (+) sejak usia 7 bulan Kesan : kualitas dan kuantitas makan cukup

BBL
PB

: 3000 gram
: - (nenek tidak mengetahui)

Riwayat Imunisasi BCG : iya Polio : iya DPT : iya Campak : iya Hepatitis : iya Kesan : imunisasi dasar telah diberikan

Riwayat Perkembangan

Fisik Gigi Pertama :5 bulan Berbalik: 6 bulan Tengkurap : 6 bulan Merangkak : 6 bulan Duduk : 9 bulan Berdiri : 11 bulan Berjalan : 11 bulan Berbicara: 1 tahun, 2 bulan Kesan : perkembangan fisik

Pemeriksaan fisik
Keadaan umum

: Tampak sakit sedang, pucat Kesadaran : compos mentis BB : 15 kg PB : 112 cm Status Gizi : kurang Tanda vital :
Tensi : 90/60 Rr : 34x/i Suhu : 35.8c

KEPALA Bentuk : Bulat Rambut: kecoklatan, kering, tidak berkilau Kulit : PUCAT Mata : Konjungtiva anemis (+/+) , sklera ikterik (-/-) Telinga : Bentuk normal, simetris, liang lapang, serumen (-/ Hidung : Bentuk normal, septum deviasi (),sekret (-) Mulut: Bibir kering, sianosis (-),faring tidak hiperemis, tonsil T-T , caries

Status gizi BB : 15 kg PB : 112cm Lingkar kepala : 47 cm

Lingkar lengan atas : 13 cm

LEHER Bentuk: Simetris Trakhea: Di tengah KGB : Tidak membesar JVP : normal

THORAKS Inspeksi: Bentuk simetris, retraksi sela iga (-) JANTUNG Inspeksi : Iktus kordis tidak terlihat Palpasi : Iktus kordis teraba Perkusi: Batas atas sela iga II garis parasternal sinistra Batas jantung kanan sela iga IV garis parasternal dextra Batas jantung kiri sela iga V garis midklavikula sinistra Auskultasi : Bunyi jantung I-II murni, murmur (+), gallop (-)

ANTERIOR KIRI Inspeksi Pergerakan pernafasan simetris KANAN Pergerakan pernafasan simetris KIRI

POSTERIOR KANAN Pergerakan pernafasan simetris

Pergerakan pernafasan simetris

Palpasi

Fremitus taktil = kanan

Fremitus taktil = kiri

Fremitus taktil = kanan

Fremitus taktil = kiri Sonor Suara nafas vesikuler Ronkhi (-) Wheezing (-)

Perkusi Auskultasi

Sonor Suara nafas vesikuler Ronkhi (-) Wheezing (-)

Sonor Suara nafas vesikuler Ronkhi (-) Wheezing (-)

Sonor Suara nafas vesikuler Ronkhi (-) Wheezing (-)

ABDOMEN Inspeksi: Tampak cembung, simetris, Palpasi: Nyeri tekan (+) , hepar teraba 3 cm dibawah arcus costae, kenyal, permukaan licin, tepi rata, teraba pembesaran Lien S4 Perkusi: Pekak, Shifting dullness (-) Auskultasi: Bising usus (+)

GENITALIA EXTERNA Kelamin: Perempuan, tidak ada kelainan EKSTREMITAS Superior: Edema (-/-), sianosis (-) Inferior: Edema (-/-), sianosis (-)

Pemeriksaan Darah Rutin (04 Juli penunjang Hasil pemeriksaan


2013)
WBC : 6.7 x 103/mm3 RBC : 0.88 x HCT : 5.7 % PLT

sediaan apusan darah tepi (4 juli 2013)


106/mm3

HGB : 1.7 g/dl

: 237 x 103/mm3 PCT : .228 % MCV : 64 l um3 MCH ; 19.0 L pg MCHC : 29.7 L g/dl Faal Haemostatis (4 juli 2013) Waktu perdarahan : 3 menit (1-6) Masa bekuan : 4.5 menit (5-15 menit)

Kesan eritrosit :jumlah menurun, mikrositik hipokromik, ditemukan sel muda : ortokhromatik eryuthoblast Kesan leukosit :jumlah dan bentuk dalam batas normal Kesan trombosit :jumlah dan bentuk dalam batas normal, penyebaran merata Kesimpulan : Anemia mikrositikhipokhromik

DIAGNOSIS BANDING
Thalasemia Anemia defisiensi besi

DIAGNOSIS KERJA
Anemia

penatalaksanaan
Suportif Tirah baring,diet tinggi kalori dan protein Medikamentosa
IVFD Dex 5% NS 20 tts/i Tranfusi PRC 5cc/kgBB/hari

Injeksi lasix 15 mg post tranfusi

Prognosis
Ad vitam

: dubia ad malam Ad fungsionam : dubia ad malam

Follow up

keterangan
Tranfusi ke-1 PRC 75cc

05-07-2013

S :tampak lemas, pucat O : composmentis, TD : 90/60, RR : 32X, T: 35.8C Conjungtiva anemis +/+, sklera ikterik +/+ , hepatosplenomegali, A :anemia Dd : thalasemia P : tranfusi PRC 5cc/kgBB/hari Lasix 15mg di pertengahan

06-07-2013

S :tampak lemas, pucat

O : composmentis, TD : 90/60, RR : 30X, T: 35.8C


Conjungtiva anemis +/+, sklera ikterik +/+ , hepatosplenomegali, A :anemia Dd : thalasemia P : tranfusi PRC 5cc/kgBB/hari Lasix 15mg di pertengahan

Tranfusi ke-2 PRC 75 cc

07-07-2013

S :tampak lemas, pucat


O : composmentis, TD : 80/60, RR : 30 X, T: 36C Conjungtiva anemis +/+, sklera ikterik +/+ , hepatosplenomegali, A :anemia Dd : thalasemia P : tranfusi PRC 5cc/kgBB/hari Lasix 15mg di pertengahan

08-07-2013

S :tampak lemas, pucat O : composmentis, TD : 90/60, RR : 32X, T: 35.8C Conjungtiva anemis +/+, sklera ikterik +/+ , hepatosplenomegali, A :anemia

Tranfusi ke-3 PRC 75 cc

Dd : thalasemia
P : tranfusi PRC 5cc/kgBB/hari Lasix 15mg di pertengahan

09-07-2013

S :tampak lemas, pucat O : composmentis, TD : 90/60, RR : 32X, T: 35.8C Conjungtiva anemis +/+, sklera ikterik +/+ , hepatosplenomegali, A :anemia Dd : thalasemia P : tranfusi PRC 5cc/kgBB/hari Lasix 15mg di pertengahan

10-07-2013

S :tampak lemas, pucat O : composmentis, TD : 90/60, RR : 32X, T: 35.8C Conjungtiva anemis +/+, sklera ikterik +/+ , hepatosplenomegali, A :anemia Dd : thalasemia P : tranfusi PRC 5cc/kgBB/hari Lasix 15mg di pertengahan

Tranfusi ke- 4

PRC 75 CC

S :tampak lemas, O : composmentis, TD : 90/50, RR : 32X, T: 36C Conjungtiva anemis +/+, sklera ikterik +/+ , hepatosplenomegali, A :anemia Dd : thalasemia P : tranfusi PRC 5cc/kgBB/hari Lasix 15mg di pertengahan S :tampak lemas O : composmentis, TD : 90/60, RR : 32X, T: 35.8C Conjungtiva anemis +/+, sklera ikterik +/+ , hepatosplenomegali, A :anemia Dd : thalasemia P : tranfusi PRC 5cc/kgBB/hari Lasix 15mg di pertengahan

Tranfusi PRC ke 5 PRC 75 cc

Hasil lab : Leukosit : 2.9 x 103 Eritrosit : 2.56 x 106 Hb : 6.9 g/dl Hct : 21.4 l% Trombosit : 181x 103 MCV : 84 MCH : 26.9 MCHC 32.2

S :tampak lemas, pucat O : composmentis, TD : 90/60, RR : 32X, T: 35.8C Conjungtiva anemis +/+, sklera ikterik +/+ , hepatosplenomegali, A :anemia Dd : thalasemia

Tranfusi ke- 6 PRC 75 cc

P : tranfusi PRC 5cc/kgBB/hari


Lasix 15mg di pertengahan S :tampak lemas, pucat O : composmentis, TD : 90/60, RR : 32X, T: 35.8C Conjungtiva anemis +/+, sklera ikterik +/+ , hepatosplenomegali, A :anemia Dd : thalasemia P : tranfusi PRC 5cc/kgBB/hari Lasix 15mg di pertengahan S :tampak lemas, O : composmentis, TD : 90/60, RR : 32X, T: 35.8C Conjungtiva anemis +/+, sklera ikterik +/+ , hepatosplenomegali, A :anemia Dd : thalasemia P : tranfusi PRC 5cc/kgBB/hari Lasix 15mg di pertegahan Konsul ke doktergigi, Hasil : RA+RB : calculus +, pro scalling 16,53,63,26,36,75,46 : pro ekstraksi Terapi: amoxicillin syrup Paracetamol syrup Tranfusi ke- 8 PRC 75 cc

S :tampak sakit ringan O : composmentis, TD : 90/60, RR : 32X, T: 35.8C Conjungtiva anemis +/+, sklera ikterik +/+ , hepatosplenomegali, A :anemia Dd : thalasemia P : tranfusi PRC 5cc/kgBB/hari Lasix 15mg di pertengahan S :tampak sakit ringan, O : composmentis, TD : 90/60, RR : 32X, T: 35.8C Conjungtiva anemis +/+, sklera ikterik +/+ , hepatosplenomegali, A :anemia Dd : thalasemia P : tranfusi PRC 5cc/kgBB/hari

Tranfusi ke 8 PRC 75 cc

Tranfusi ke-9
PRC 75CC

Lasix 15mg di pertengahan


S : sakit gigi (+), pipi sebelah kanan bawah membengkak O : caries + anemia A: P : : tranfusi PRC 5cc/kgBB/hari Lasix 15mg di pertengahan, amoxicillin, paracetamol Hasil lab : Leukosit : 4.1 x 103 Eritrosit : 4.19x 106 Hb : 11.2 g/dl Hct :35.6 l%

Trombosit :216 x 103


Mcv: 85 MCH : 26.8 MCHC 31.5

BAB III TINJAUAN PUSTAKA


Struktur hemoglobin dalam tubuh

SINTESIS FE DI DALAM TUBUH

Anemia

Hapusan darah tepi dan indeks eritrosit (MCV, MCH, MCHC)

Anemia mikrositik hipokrom

Anemia normositik normokrom

Anemia makrositik

Anemia mikrositik hipokromik (MCV < 80 fl ; MCH < 27 pg)

Anemia akibat penyakit kronis

Anemia defisiensi besi

Anemia sideroblas tik

Thalasse mia

TIBC meningkat Feritin menurun

Besi sumsum tulang negatif

Anemia defisiensi besi

Menurun TIBC menurun Feritin normal/menigkat Besi serum Elektroforesis Hb Normal Feritin normal Anemia sideroblastik HbA2 meningkat, HbF meningkat Thalasemia beta Besi sumsum tulang positif Anemia akibat penyakit kronik

ANEMIA MIKROSITIK HIPOKROM

Diagnosa anemia
Word Health Organization :
kadar Hb < 12 g/dL usia >6 tahun Kadar Hb <11 g/dL usia <6 tahun

Manifestasi klinis : sakit kepala, pusing, lemah, keringat dingin,

takikardi, sesak napas, kolaps sirkulasi yang progresif cepat atau syok, dan pucat (dilihat dari warna kuku, telapak tangan, membran mukosa mulut dan konjungtiva).

gejala lain tergantung dari penyebab anemia seperti

jaundice, urin berwarna hitam, mudah berdarah dan pembesaran lien


menegakkan diagnosa pemeriksaan laboratorium

pemeriksaan sel darah merah secara lengkap, pemeriksaan kadar besi, elektroforesis hemoglobin dan biopsi sumsum tulang.

penanganan anemia diadasarkan dari penyakit yang

menyebabkannya
jika karena defisiensi besi diberikan suplemen besi, defisiensi asam folat dan vitamin B12 diberikan

suplemen asam folat dan vitamion B12, dapat juga dilakukan transfusi darah, splenektomi,

GAMBARAN ANEMIA BERAT PADA TUBUH

Anemia defisiensi besi


timbul akibat berkurangnya penyediaan besi untuk

eritropoiesis karena cadangan besi kosong yang pada akhirnya mengakibatkan pembentukan hemoglobin berkurang. terdapat 2 stadium awal
stadium deplesi besi (iron depletion state) di tandai

dengan penurunan kadar serum tanpa penurunan kadar besi serum (SI) maupun Hb, stadium kekurangan besi (iron deficiency state) ditandai oleh penurunan ferritin serum dan SI tanpa penurunan kadar hemoglobin.

Gejala Klinis
Lemas, pucat dan cepat lelah Sering berdebar-debar Sakit kepala dan iritabel Pucat pada mukosa bibir dan faring, telapak tangan

dan dasar kuku Konjungtiva okuler berwarna kebiruan atau putih mutiara (pearly white) Adanya koilnikia, glositis dan stomatitis angularis Papil lidah atrofi : lidah tampak pucat, licin, mengkilat, merah, meradang dan sakit. Jantung dapat takikardi Jika karena infeksi parasit cacing akan tampak pot belly

diagnosa
WHO
Kadar Hb kurang dari normal sesuai usia Konsentrasi Hb eritrosit rata-rata menurun Kadar Fe serum menurun Saturasi transferin <15 % (N : 20-50 %)

Cook and Monsen Anemia hipokrom mikrositer Saturasi transferin menurun Nilai FEP > 100 ug/dl eritrosit Kadar feritin serum menurun Untuk kepentingan diagnosis minimal 2 dari 3 kriteria harus dipenuhi.

Lankowsky
Pemeriksaan apus darah tepi hipokrom mikrositer yang dikonfirmasi dengan kadar MCV, MCH, dan MCHC yang menurun FEP meningkat Feritin serum menurun Fe serum menurun, TIBC meningkat, ST menurun Respon terhadap pemberian preparat besi Retikulositosis mencapai puncak pada hari ke 5-10 setelah pemberian besi. Kadar Hb meningkat 0,25-0,4 g/dl atau PCV meningkat 1 %/hari Sumsum tulang o Tertundanya maturasi sitoplasma o Pada pewaranaan tidak ditemukan besi

Pemeriksaan penunjang
Pemeriksaan darah tepi lengkap, MCV, MCHC,MCH

Kadar Hb rendah, Ht menurun dengan penurunan nilai

MCV dan MCH Jumlah eritrosit umumnya normal, tapi kadang menurun Jumlah leukosit dan hitung jenis biasanya normal kecuali disertai infeksi. Peningkatan trombosit jarang ditemukan
Sediaan apus darah tepi (SADT)

Mikrositik hipokrom
Serum iron dan ferittin rendah, TIBC meningkat Pewarnaan besi pada jaringan sumsum tulang Pemeriksaan lain:

Darah samar feses : perdarahan gastrointestinal Parsitologi : infeksi parasit

penatalaksanaan
Pemberian zat besi
diberikan sampai kadar Hb normal, sebaiknya dalam bentuk ferro karena lebih mudah di serap

daripada bentuk ferri Dapat diberikan secara oral atau parentral dosis 3-5mg/kgBB di bagi dalam dua dosis, segera sesudah makan. Pemberiaan oral merupakan cara yang mudah, murah dan memuaskan Pemberiaan parentral dilakukan bila dengan pemberian oral gagal, misalnya akibat malabsorbsi atau efek samping yang berat pada saluran cerna. Pemberiaan parentral kurang di gunakan karena boleh menyebabkan syok anafilaktik Evaluasi hasil pengobatan dinilai dengan pemeriksaan Hb dan retikulosit seminggu sekali serta pemeriksaan SI dan ferritin sebulan sekali Terapi harus diteruskan sampai 2 bulan setelah Hb normal Sulfas ferosus : 3 x 10mg/kgBB Vitamin C : 3x100mg/hari untuk meningkatkan absorpsi besi

Transfusi darah
Di berikan bila kadar Hb < 6g/dl atau kadar Hb > 6g/dl

disertai lemah, gagal jantung, infeksi berat atau menjalani operasi Dalam bentuk suspensi sel darah merah (PRC)
Diet
Sumber hewani : hati, daging, ikan Sumber nabati : bayam,gandum, kacang kedelai, beras Kadar besi pada sumber hewani lebih tinggi di

bandingkan dengan nabati karena penyerapan besi nabati dihambat oleh tannin, kalsium dan serat dan di percepat oleh vitamin C, HCl, asam amino dan fruktosa Makanan tinggi vitamin C : jeruk
Edukasi

thalasemia
Suatu kelompok

anemia hemolitik kongenital herediter yang diturunkan secara autosom, disebabkan oleh kekurangan sintesis rantai polipeptida yg menyusun molekul globin dalam hemoglobin

patofisiologi
Molekul globin terdiri atassepasang rantai dan

yg menentukan jenis Hb. Pd org normal terdapat 3 jenis hb, yaitu Hb A (merupakan >96% dari Hb total, tersusun atas 2 rantai dan ), Hb F (<2%= 22) , HbA2 (<3%=22). Pd thalasemia , kekurangan produksi rantai menyebabkan kekurangan pembentukan 22 (Hb A), kelebihan rantai akan berikatan dengan rantai yg secara kompensatoir Hb F meningkat, sisanya dalam jumlah besar diendapkan pada membran eritrosit sebagai heiz bodies dan mengakibatkan eritrosit mudah rusak (inefective erytropoiesis)

diangosis
Anamnesis
Keluhan anemia berat : pucat, gangguan nafsu

makan, gangguan tumbuh kembang, perut membesar krn pembesaran hepar&lien.keluhan mmulai timbul pd usia 6 bln Pemeriksaan fisik pucat, bentuk muka mongoloid, dapat ditemukan ikterus, gangguan pertumbuhan, hepatospleenomegali

Pemeriksaan penunjang
Darah tepi
Hb rendah hingga 2-3 g/dL Gambaran morfologi eritrosit : mikrositik hipokrom,

sel target, anisositosis berat dengan makroovalositosis,polikroomasi,basophilic stipplong, benda howell-jolly, poikilositosis dan sel target (khas) Retikulosit meningkat

Sumsum tulang (tidak menentukan diagnosis)


Hiperplasia sistem eritropoiesis dengan normoblas

terbanyak dari jenis asidofil Granulasi Fe (dengan pengecatan prusian blue) meningkat Pemeriksaan khusus HbF meningkat : 20-90% Hb total Pemeriksaan pedigree : kedua orangtua pasien talasemia mayor merupakan carrier dengan Hb A2 meningkat (>3.5% hb total) Elektroforesis Hb : hemoglobinopati lain dan mengukur kadar HbF

Diagnosa banding
Anemia defisiensi besi

Anemia karena infeksi menahun


Anemia karena keracunan Pb Anemia sideroblastik

penatalaksanaan
Medikamentosa
iron cheleating agent (desferoxamine) dbrikan

stlh kadar feritin serum mncapai 1000ug/l atau skitar 10-20x tranfusi darah atau saturasi tranferin >50%
Desferoxamin 25-50 mg/kgbb/hari sc mlalui syringe pump

dlm waktu 8-12 jam min.slm 5 hari berturut setiap selesai tranfusi darah Vit.c 100-250mg/hari utk meningkatkan efek kelasi besi As.folat 2-5mg/hariutk memenuhi kebutuhan yg meningkat Vit.e 200-4 iu sbg antioksidan utk memperpanjang umur eritrsit

Splenektomi
Limpa yg terlalu besar mmbatasi

gerakwaspada ruptur Hipersplenisme ditandai pningkatan kebutuhan tranfusi dara atau kbthn suspensi eritrosit PRC melebihi 250 ml/kgBB dlm satu tahun Tranfusi darah
Hb dipertahankan 8-9.5 g/dlmmberikan supresi sumsum

tulang yg adekuat, menurunkan tingkat akumulasi besi, mempertahankan pertumbuhan dan perkembangan penderita PRC 3ml/kg BB utk kenaikan Hb 1g/dl

pemantauan
Tumbuh kembang terhambat

Pemeriksaan kadar feritin 1-3

bulankecendrungan kelebihan besi akibat absorbsi besi meningkat dan tranfusi darah berulang Potensi terjadinya gagal jantung

Penatalakasanaan thalasemia
Hingga sekarang tidak ada obat yang dapat

menyembuhkannya. Transfuse darah diberikan bila kadar Hb telah rendah ( kurang dari 6 g%) atau bila anak mengeluh tidak mau makan dan lemah. Untuk mengeluarkan besi dari jaringan tubuh diberikan iron chelating agent, yaitu desferal secara intra muscular atau intravena dengan dosis standar 40 mg/kgBB dalam 12 jam dengan infuse sub cutan, selama 5-6 malam dalam 1 minggu. tergantung kadar Fe, setidak-tidaknya diberikan setiap diberi transfusi PRC. Spleenektomi dilakukan pada anakanak yang lebih tua dari 2 tahun, sebelum didapatkan tanda-tanda hiperspleenisme atau hemosiderosis. Bila kedua tanda itu telah tampak, maka splenektomi tidak ada gunanya lagi. Sesudah splenektomi, frekuensi tranfusi darah biasanya menjadi lebih jarang. Diberikan pula berbagai macam vitamin, tetapi preparat yang mengandung besi

BAB IV TELAAH KASUS


Terlihat pucat Lemas, lesu Mudah letih jika beraktifitas Riwayat transfusi berulang Riwayat keluarga ? Berat badan sulit naik Pucat Lemah, lesu Riwayat tranfusi berulang Ada riwayat keluarga mengalami thalasemia Mudah letih Pucat Sulit berkonsentrasi dan beraktifitas Tidak ada kaitannya dengan riwayat eluarga Tidak memerlukan tranfusi berulang Biasanya mengalami perbaikan dengan mengkonsumsi makanan seimbang dan suplemen fe

Pemeriksaan fisik
Kondisi pasien
Tampakpucat dan lemah

thalasemia
Tampak pucat dan lemah, tergantung derajat thalasemia Conjungtiva anemis Skelera ikterik

Anemia defisiensi besi


Tampak pucat dan lemah tergantung derajat anemia Conjungtiva anemis

Conjungtiva anemis
Sklera ikterik

Hepatosplenomegali
Hepatospelenomegali Gangguan pertumbuhan Fasia mongoloid

Sklera ikterik Hepatosplenomegali -

Gambaran gizi kurang

Pemeriksaan penunjang
Hasil pemeriksaan pasien thalasemia
Hapusan darah tepi : anemia mikrositik hipokhrom, ditemukan sel muda orthokromatik erythroblast Gambaran darah rutin : penurunan nilai hb, ht
Hapusan darah tepi : anemia mikrositik hipokhrom, mikrositik hipokrom, sel target, anisositosis berat dengan makroovalositosis,polikroomasi,basophilic stipplong, benda howell-jolly, poikilositosis dan sel target (khas) Hapusan darah tepi : anemiamikrositik hipokhro m, gambaran sel eritrosit biasanya normal, Kadar besi (si) menurun, TIBC meningkat, saturasi menurun

Anemia defisiensi besi

Anamnesis Thallasemia ringan biasanya tidak menimbulkan gejala-gejala

apapun. Tetapi jika penderita menderita thalassemia sedang atau berat, penderita bisa memiliki beberapa tanda anemia seperti: Perasaan letih dan lesu Perasaan lemas berat badan anak tidak bertambah, atau lambat sekali bertambah Kulit tampak lebih pucat dari yang normalnya Kulit dan warna putih pada mata tampak kuning Air seni gelap Detak jantung yang cepat Nafas yang pendek-pendek selama berolahraga. Pada pasien yang ini, didapatkan gejala-gejala klinis seperti yang disebutkan diatas seperti, perasaan letih dan lesu, anak mudah lemas saat melakukan aktivitas yang menguras energi berat

Pada kasus ini, sulit untuk mengetahui apakah anemia yang dialami pasien merupakan sesuatu yang diturunkan Sebab, tidak adanya keterangan dari pihak ayah, Dari pihak ibu, tidak ada anggota keluarga atapun riwayat yang mengarah ke thalasemia.
Thalasemia sendiri merupakan suatu penyakit yang diturunjan secara autosom

Pada pemeriksaan

fisik pada anak ini dijumpai gambaran sklera ikterik, konjungtiva anemis, gambaran gizi kurang, hepatosplenomegali. Hal ini sesuai dengan gambaran klinis dari thalasemia

Pemberian transfusi darah PRC


Dosis 5cc/KgBB 5cc x 15 kg : 75 cc/kgBB hingga Hb

mencukupi.
Pemberian suplementasi asam folat
RDA asam folat 9-13 tahun : 180ug/hari asam folat

Diet lunak yang adekuat dan seimbang kepada

pasien
Kebutuhan kalori/hari

: 80-90 kkal/kg = 90 x 15 kg =

1350 kkal/hari Kebutuhan protein/hari : 1,5 gram/kg/hari : 1,5 x 15 = 22,5 g/hari = 90 kkal Kebutuhan lemak/hari : 15 % = 202.5 kkal = 22,5 gram/hari Kebutuhan karbohidrat/hari: 1350 (90 + 202.5) = 1057 kkal = 211.5 gram/hari

pasien mendapatkan transfusi darah yang tidak

teratur, pasien selama ini sudah 10x mendapatkan transfusi seharusnya pasien dimulai pemberian desferooksamin Pada pasien ini juga tidak diberikan suplementasi asam folat yang dapat membantu proses pembuatan sel darah merah yang baik. Pasien ini juga tidak mendapatkan tambahan vitamin c (membantu penyerapan fe) dan vit. E esbagai antioksidan

Splenektomi diindikasi pada pasien dengan

hipersplenism yang cukup berat, artinya destruksi sel darah merah oleh lien sudah demikian hebatnya, dan apabila perbesaran lien memberikan tekanan mekanis yang signifikan sehingga menimbulkan kenyamanan dan kemungkinan menganggu fungsi organ lain. diindikasikan pada pasien :
mendapatkankan transfusi darah lebih dari

250ml/kgBB/tahun untuk mempertahankan tingat Hb minimal 10 gr/dl. Sedangkan pada pasien ini dengan berat badan 15 kg, batas maksimal transfusi per tahun sampai perlu dilakukan splenektomi adalah 3750 ml, kenyataan pada pasien ini transfusi darah dilakukan kurang dari 1000 ml per tahunnya, (950ml) sehingga belum memenuhi

BAB V KESIMPULAN
Telah dilaporkan kasus seorang anak perempuan berusia 11tahun 10

bulan yang didiagnosis dengan anemia, dd: thalasemia, anemia defisiensi besi

Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis berupa tampak lemas,pucat, riwayat tranfusi berulang. splenomegali. Dari hasil pemeriksaan darah didapatkan gambaran darah tepi berupa anemia mikrositik hipokhrom.

Pemeriksaan fisik didapatkan gambaran penderita anemia berat dengan

Terapi pada pasien ini berupa transfusi PRC hingga mencapai Hb

normal serta edukasi kepada pihak keluarga mengenai kondisi pasien

TERIMA KASIH