Anda di halaman 1dari 27

Pendahuluan

NAOH

Kegunaan
Proses Pembuatan Pendahuluan KOH

Continous Door Causticizing

Elektrolisis Garam

KOH

Kegunaan Proses Pembuatan

Proses Boiling

Proses Elektrolisis

Natrium Hidroksida(NaOH)merupakan salah satu bahan kimia yang sangat penting untuk industri dan termasuk Heavy Chemical Industry yang diproduksi dalam volume besar. Kebutuhan Caustic Soda (NaOH)terus meningkat terutama digunakan untuk bahan pembuatan sabun, pemurnian minyak, dan proses pengolahan minyak goreng.

Adapun kegunaan dari NaOH adalah untuk : Proses pembuatan kertas. Pembuatan sabun dan detergen. Proses pengolahan minyak goreng. Pembuatan bumbu masak. Pemurnian minyak bumi. Pengolahan garam NaCl

Proses Pembuatan NAOH

Continous Door Causticizing

Elektrolisis Garam

Proses

Bahan

Proses

Bahan

Bahan baku yang digunakan adalah: Kalsium Hidroksida (Ca(OH)2) Natrium Karbonat (Na2CO3) Produk yang dihasilkan adalah: Natrium Hidroksida (NaOH) Produk samping yang dihasilkan adalah: Kalium Karbonat (K2CO3)

Pada proses ini bahan yang digunakan adalah Na2CO3 dan Ca(OH)2. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut : Na2CO3(aq) + Ca(OH)2(s) 2NaOH(aq) + CaCO3(s)
Metode ini dilakukan sebagai berikut : 1. Larutan Na2CO3 dicampur dengan Ca(OH)2 yang menghasilkan larutan NaOH dan CaCO3(s). 2. Setelah dipisahkan, larutan NaOH dipekatkan sesuai konsentrasi NaOH yang diinginkan. Proses ini dapat dilakukan secara batch maupun kontinyu 3. Pada reaksi di atas gunakan larutan Na2CO3 20 %, sedangkan Ca(OH)2 yang digunakan berupa buburan. Reaksi berlangsung pada temperatur 85 oC. 4. Setelah diaduk selama 1 jam, kemudian diendapkan di dalam thickener. Larutan hasil pemisahan dari thickener mengandung NaOH dengan kadar 10 12 %. 5. Larutan tersebut kemudian dimasukkan ke dalam evaporator untuk dipekatkan kadar NaOHnya menjadi 50 % dengan konversi 95 96 %. Sedangkan endapan yang keluar sebagai hasil bawah thickener dipompa ke thickener yang lain untuk diambil kandungan NaOH dan Na2CO3 dengan jalan menambahkan air panas ke dalam thickener tersebut.

Step 1 : Distribute the Chemicals

Menggunakan reactor tangki berpengaduk. Pada tahap ini, Na2CO3 dan Ca(OH)2 direaksikan di dalam reaktor dengan tipe CSTR. Produk keluar berupa NaOH sebagai produk utama dan CaCO3 sebagai produk samping.

Step 2 : Eliminate Differences in Composition

Pada tahap ini, produk yang keluar dari reactor berupa NaOH dan CaCO3 kemudian dipisahkan dengan menggunakan alat pemisah yang berupa thickener, evaporator, kristalisator, sentrifuge dan dryer.

Step 3 : Eliminate Differences in Temperature, Pressure and Phase.

Pada tahap ini, terjadi pemisahan secara spesifik dengan waktu, tekanan, suhu yang beda akan menghasilkan produk dengan konsentrasi yang diinginkan

Bahan baku yang digunakan adalah: Natrium Klorida (NaCl) Air (H2O) Produk yang dihasilkan adalah: Natrium Hidroksida (NaOH) Produk samping yang dihasilkan adalah: H2 Cl2

Pada proses pembuatan NaOH dengan cara elektrolisa, reaksi yang tejadi adalah sebagai berikut: 2NaCl + 2H2O 2NaOH + H2 + Cl2 Tahapan tahapan proses elektolisa garam meliputi: 1. Proses pemurnian larutan NaCl NaCl padat dilarutkan ke dalam sejumlah air sampai konsentrasi tertentu. Kemudian dilakukan pemurnian larutan garam dari ion ion Mg2+, Ca2+, Fe3+, dan SO42- dengan menambahkan reagen BaCl2, NaOH, dan Na2CO3 dalam bentuk larutan. Dengan demikian ion ion tersebut bereaksi dan menghasilkan endapan yang dibuang pada rotary drum filter. 2. Proses elektrolisa larutan NaCl Larutan NaCl dimasukkan ke dalam reaktor sel elektrolisa. Dalam sel elektrolisa larutan garam dialiri arus listrik searah (DC), sehingga akan mengakibatkan terurainya NaCl menjadi Na+ dan Cl-. Dengan penambahan air akan terbentuk NaOH disertai pembentukan gas H2.

Proses elektrolisa sendiri dapat dilakukan dengan 3 macam cara : 1. Proses elektrolisa dengan sel diaphragma Dalam sel diphragma yang dipakai sebagai anoda adalah grafit dan sebagai katoda digunakan besi atau platina.. Dengan adanya arus searah, pada anoda diperoleh gas Cl2 dan pada katoda diperoleh gas H2 Reaksi : NaCl Na+ + ClH2O H+ + OHAnoda : 2Cl- Cl2 + 2e | Katoda : 2H2O + 2e H2 + 2OHNa+ + OH- NaOH Konsentrasi NaCl yang diizinkan adalah 340 350 g/liter yang merupakan larutan jenuh. Larutan NaOH yang dihasilkan adalah 11,3 15 %.
2.

Proses sel elektrolisa dengan sel membran Sel membran memakai membran semipermeabel untuk memisahkan anoda dan katoda. Membran ini hanya mengijinkan ion Na+ untuk melewatinya dan mencegah ion OH-. Pemakaian ini dimaksudkan untuk mencegah ion OH- dan Cl- masuk ke dalam ruangan katoda. Membran terbuat dari bahan polimer. Sel membran menghasilkan NaOH yang lebih murni dan lebih tinggi konsentrasinya bila dibandingkan dengan sel diaphragma.

3.

Proses elektrolisis dengan menggunakan sel merkuri Di dalam sel merkuri, yang dipakai sebagai katoda adalah merkuri yang dialirkan pada bagian dasar sel, sedangkan sebagai anoda dipakai grafit. Larutan NaCl yang telah dimurnikan dialirkan diantara kedua elektroda tersebut dan membentuk NaHg pada katoda dan gas Cl2 pada anoda. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut : NaCl Na+ + ClAnoda : 2Cl- Cl2 | Katoda : 2Na+ + Hg+ + 2e NaHg 2NaHg + H2O 2NaOH + H2 + Hg Larutan NaCl sebagai umpan masuk ke dalam sel elektrolisa pada suhu 60 70oC dengan konsentrasi NaCl 340 350 g/liter. Amalgam (NaHg) yang dihasilkan mengalir ke dekomposer dan dikontakkan dengan air secara counter current sehingga dihasilkan NaOH 50 % dan gas H2.

PT Asahimas Subentra Chemicals PT Sulfindo Adiusaha PT Industri Soda Indonesia PT Soda Sumatera PT Inti Indorayon Utama PT Indah Kiat Pulp and Paper PT Kertas Letjes PT Tjiwi Kimia PT Kertas Basuki Rachmat PT Kertas Padalarang PT Pakerin PT Suparma PT Miwon Indonesia PT Sasa Fermentasi

Pendahuluan Kalium hidroksida merupakan penamaan dalam bahasa Indonesia untuk senyawa potassium hydroxide dan dikenal dengan nama lain seperti : caustic, potash, potassia, dan potassium hydrate. Kalium hidroksida merupakan senyawa anorganik dengan rumus molekul KOH dimana unsur kalium ( K+ ) mengikat sebuah gugus hidroksil ( OH- ). Seperti halnya natrium hidroksida, maka kalium hidroksida merupakan basa kuat dan banyak digunakan pada industri kimia sebagai pengontrol derajat keasaman suatu larutan maupun campuran.

industri kalium karbonat bahan baku pembantu pada industri pupuk fosfat kimia agro (agro chemical) baterai alkaline industri tekstil industri sabun sebagai bahan pemucat

Pembuatan Kalium Hidroksida Dengan Proses Boiling Pembuatan Kalium Hidroksida Dengan Proses Elektrolisa

Bahan Baku Ca(OH)2


K2CO3

Tahapan Proses Menguapkan air yang terdapat pada campuran larutan kalsium hidroksida dan larutan kalium karbonat Terbentuk endapan kalsium karbonat (CaCO3) dan larutan kalium hidroksida (KOH). Reaksi yang terjadi : Ca(OH)2(Aq) + K2CO3(Aq) CaCO3(S) + 2 KOH(Aq) Campuran produk kemudian dipisahkan menjadi dua lapisan pada precipitator untuk kemudian difiltasi pada filter untuk memisahkan endapan kalsium karbonat dengan larutan kalium hidroksida Larutan kalium hidroksida kemudian diuapkan untuk mengurangi kadar air sampai didapat padatan kalium hidroksida.

Ca(OH)2 +
Air

Solution tank Boiling tank precipitator filter Boiling tank

Solution tank

CaCO3 KOH

K2CO3 + Air

Kalium Hidroksida padatan dilarutkan dalam air bersuhu 60C hingga bebrbentuk larutan. Larutan kalium klorida kemudian diumpankan pada sel elektrolisa untuk proses elektrolisa. KCl menjadi unsur kalium (K+) dengan gas klor (Cl-). Gas klor terakumulasi menjadi gas klorin (Cl2) untuk kemudian dikeluarkan sebagai produk samping, sedangkan kalium (K+) diumpankan menuju bagian anoda (-). kalium (K+) bereaksi dengan senyawa air (H2O) membentuk kalium hidroksida (KOH) dengan melepas gas hydrogen (H2) sebagai produk samping.

2 KCl(Aq) + 2 H2O(l) Cl2(g)

2 KOH(Aq) + H2(g) +

Terima Kasih Banyak Karena Keterbatasan Referensi Kami Mohon Maaf Apabila Ada kekurangan dan Kesalahan

Wassalamualaikum