Half – Wave Rectifier

Kelompok 1

Syamsam Ardu. S Mukhlis Rismah A. St. Mutmainnah

1. Judul percobaan 2. Tujuan 3. Rumusan Masalah 4. Tinjauan Pustaka 5. Alat dan Bahan 6. Variabel terukur dan dihitung 7. Hasil pengamatan 8. Analis dan pembahasan 9. Kesimpulan 10.Saran 11.Daftar pustaka

LATAR BELAKANG
Di dalam kehidupan sehari-hari kita dapat melihat dan membayangkan bahwa sejumlah besar rangkaian elektronika membutuhkan tegangan DC (Direct Current) supaya berjalan dengan baik, karena tegangan jala-jala adalah tegangan AC (Alternating Current) maka kita harus mengubah tegangan AC ke DC. Rangkaian yang melakukan konversi ini disebut catu daya dimana komponen utama catu daya adalah dioda penyearah yang mengalirkan arus satu arah saja. Bentuk gelombang dan tegangan keluaran dari rangkaian penyearah gelombang, sepenuhnya tidak berbentuk DC murni akan tetapi memiliki komponen riak (Ripple) dan dapat direduksi dengan jaringan penapis (filter) dimana menggunakan capasitor elektrolit. Akan tetapi di dalam percobaan ini kita membicarakan penyearah setengah gelombang dimana menggunakan satu buah dioda saja yang berfungsi untuk menyearahkan arus.

Memahami besaran – besaran dasar gelombang sinusoidal d. b. Memahami fungsi dioda sebagai penyearah gelombang.Tujuan percobaan : a. Memahami pengaruh pemasangan kapasitor pada keluaran untuk rangkaian penyearah gelombang . Memahami prinsip kerja dari suatu rangkaian penyearah setengah gelombang c.

RUMUSAN MASALAH 1. Bagaimana pengaruh pemasangan kapasitor pada keluaran untuk rangkaian penyearah setengah gelombang ? . Apa saja besaran-besaran dasar dari gelombang sinusoidal 4. Apa fungsi dari dioda sebagai penyearah gelombang ? 2. bagaimana prinsip kerja dari suatu rangkaian penyearah setengah gelombang ? 3.

bila Dioda diasumsikan sebagai sebuah Dioda Ideal… .TINJAUAN PUSTAKA Penyearah Setengah Gelombang AC Gambar rangkaian tersebut menunjukkan sumber AC menghasilkan sebuah tegangan Sinusoidal.

Dioda akan menjadi sebuah Dioda dengan Bias Maju. artinya dioda dapat berlaku sebagai sebuah saklar tertutup .+ AC _ + _ Pada Siklus Positif / Putaran Setengah positif.

artinya dioda dapat berlaku sebagai sebuah saklar terbuka + AC + _ _ .Pada Siklus Negatif / Putaran Setengah Negatif. Dioda akan menjadi sebuah Dioda dengan Bias Balik.

Bentuk gelombang Ideal Vin VP(in) t Gelombang masukan berupa gelombang Sinus dengan nilai seketika vin dengan sebuah nilai Puncak Vp(in). .

Setengah Gelombang Vout VP(out) t Pada penyearah setengah gelombang. sehingga dinamakan sebagai Sinyal setengah Gelombang . maka dioda akan berlaku sebagai penghantar selama putaran setengah Positif dan tidak berlaku sebagai penghantar pada setengah siklus negatif.

tegangan setengah gelombang tersebut merupakan tegangan DC yang bergerak naik sampai nilai max dan turun sampai nol dan tetap nol selama siklus setengan negatif Setengah Gelombang Ideal : Vp(out) = Vp(in) . artinya arus mengalir hanya pada satu arah.Vout VP(out) t Tegangan setengah gelombang menghasilkan arus beban satu arah.

+ AC _ + _ D1 RL Rangkaian equivalen pada putaran maju stengah siklus positif. D1 merupakan Dioda dengan bias maju yang akan menghasilkan sebuah tegangan beban positif yang diindikasikan sebagai Polarity Plus-Minus melalui Resistor beban. .

sebab mengganti tegangan masukan AC ke Pulsating (getaran) tegangan keluaran DC Vout VP(out) t .Selama kedua putaran setengah. Rangkaian ini disebut sebagai Rectifier gelombang penuh. tegangan beban mempunyai polaritas yang sama dan arus beban berada dalam satu arah.

Kabel Penghubung B. Dioda 5399 mB b. Capasitor 1000 μF 3. Resistor 100 Ωj c. Voltmeter digital c.METODOLOGI EKSPERIMEN A. Capasitor Elektrolit dengan spesifikasi : 1. Transformator b. Bahan a. Capasitor 220 μF 2. Osiloskop Sinar Katoda (CRO) d. Capasitor 2200 μF . Alat a.

2 = 1.2 volt Tegangan input (Vpp) = 7 x 0.7 voltgan Tegangan output (Vdc) dari voltmeter = 1.4 volt Tegangan output (Vp) = 3.8 volt  Tegangan input pada trafo = 4.5 volt .HASIL PENGAMATAN     Hambatan = 100Ω NST Vertikal = 1/5 = 0.5 x 0.2 = 0.

5 t 5 -3.5 10 15 . Gelombang output V 3.

 Gelombang input V 3.5 5 10 15 t .

2 volt Vrms Voltmeter = 4. Tegangan riak V Capasitor I= 330 μF NST Vertikal = 0.2 volt tegangan riak =1 skala x 0.5 volt 1 5 10 15 t .2=0.

2 volt 2  5 10 15 t . Tegangan riak V Capasitor II = 220 μF NST Vertikal = 1 volt tegangan riak = 2 skala x 1 = 2 volt Vrms Voltmeter = 4.

2= 1.8 volt .Menghitung nilai tegangan keluaran (Vout) NST Vertikal = 0.4 volt Tegangan output pada voltmeter = 3.Analisis data NST vertikal = 0.Menghitung nilai tegangan masukan (Vin) Tegangan input pada CRO (Vpp) = 7 skala x 0.2 volt Vout (Vrms) dari voltmeter = 1.2 volt .2=0.7 volt .5 x 0.

Vp = Vpp/2 = 1.318 x Vp = 0.2 v .7 = 0.318 x 0.4 = 0.5 v Vdc = 0.Menghitung nilai tegangan riak (Vrpp) R = 100 Ω .7 volt Vrms = Vp/ 2 = 0.7/1.4/2 = 0.

Rl = 1 x 0. 330 .c.7 x 104 . Untuk capasitor 330 μF tegangan riak (Vrpp) dari CRO = 0.7 50.a.2 volt Vrpp = 1 x Vp f. 10-6 100 = 0.

7 50 .220 . 10-6 .6 volt = 2 volt .000 = 0.7 x 104 11. 100 = 0. C Rl = 1 x 0.b. Untuk capasitor 220 μF NST vertikal = 1 volt tegangan riak (Vrpp) = 2 skala x 1 Vrpp = 1 x Vp f .

2 volt dan volt Berdasarkan hasil analisis diperoleh nilai Vrms sebesar 0.5 volt dan Vp sebesar 0.4 volt sedangkan pada capasitor 220 μF didapatkan tegangan riaknya sebesar 0.7 volt. . dan pada kapasitor 330 μF diperoleh tegangan riaknya sebesar 0.6 volt.PEMBAHASAN Pada hasil pengamatan diperoleh tegangan masukan (Vin) dari Osiloskop sebesar 1.7 volt dan tegangan output (Vrms) dari voltmeter sebsar 1.4 volt.8 volt.setelah dipasang kapasitor secara berturutturut yaitu 330 μF dan 220 μF maka didapat teganga riak pada masing-masung kapasitor yaitu 0. tegangan output (Vout) 0.

dalam percobaan yang kami lakukan tidak terbukti. hal ini disebabkan oleh pengamat dalam mengamati skala pada osiloskop atau kesalahan paralaks. Sedangkan tegangan ratarata (Vdc) mendekati tegangan input yang digunakan yaitu 4.Berdasarkan teori bahwa semakin besar capasitor yang dipakai maka tegangan riaknya (Vrpp) akan semakin kecil dan sebaliknya semakin kecil kapasitor yang dipakai maka tegangan riaknya (Vrpp) maka tegangan riaknya akan semakin besar. Namun.5 volt .

Dioda penyearah berfungsi untuk menyearahkan arus bolak-balik (AC) menjadi arus searah (DC). Dioda dapat berfungsi dengan baik apabila diberi panjar maju dan tidak berfungsi dengan baik apabila diberi panjar mundur 2. setelah melewati dioada maka arus bolak-balik (AC) berubah menjadi arus searah (DC). Pada saat melewati dioda muatan yang bernilai positif (+) .KESIMPULAN 1. Prinsip kerja dari penyearah setengah gelombang yaitu arus yang masuk (Vin) merupakan arus bolak-balik (AC).

cepat rambat gelombang (v). 3. . tegangan puncak (Vp) dan tegangan puncak ke puncak (Vpp) 4.diloloskan sedangkan muatan yang bermuatan negatif (-) tidak diloloskan (dipotong) sehingga bentuk gelombang yang mulanya berupa gelombang sinusoidal berubah menjadi gelombang tanpa lembah. periode (T). besaran-besaran dasar dari gelombang sinusoidal yaitu frekuensi (f). panjang gelombang (λ). Pengaruh pemasangan kapasitor yaitbesar cu sebagai penapis (fillter) sehingga terjadi atau terbentuk tegangan riak (ripple).

.Semakin besar kapasitor yang dipakai maka semakin kecil tegangan riaknya dan sebaliknya semakin kecil kapasitor yang dipakai maka tegangan riaknya akan semakin besar.

. Para praktikan harus menguasai prosedur kerja sebelum melakukan percobaan 3. Para praktikan harus trampil dalam menggunakan osiloskop 4. Sebaiknya praktikan agar lebih teliti dalam mengamati suatu gelombang pada osiloskop 2.SARAN 1. Para praktikan harus berhati-hati dalam menggunakan alat supaya tidak cepat rusak.

Elektronika teori dan Penerapannya. Mudah menguasai Elektronika. Jakarta : Gramedia Zamirda. Zam. Surabaya : I.DAFTAR PUSTAKA Saleh. Makassar : UIN Wibawanto. Penuntun Praktikum Elektronika Dasar II. Dkk. Bandung : ITB Tim Penyusun .Makassar : UNM Sutrisno. 2008. 2009. Dasar-Dasar Elektronika. 2007. 2002.dah . Elektronika Dasar Pengenalan Praktis. Efhi. Hari. Muhammad. 1986.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful