Anda di halaman 1dari 47

Buerger Disease (tromboangitis obliteran)

Ira Pratiwi 081.0211.027 B2

Definisi
penyakit peradangan segmental nonaterosklerosis dengan pembentukan trombus pada pembuluh arteri sedang dan kecil, vena, serta melibatkan saraf di daerah tungkai dan lengan. Jika tidak diobati dapat menyebabkan gangren pada daerah yang dipengaruhinya.

Etiologi
external factors : merokok, cuaca dingin/lembab, trauma kronik, infeksi. internal factors : disfungsi imunologis 4 faktor yang mungkin turut mendasari timbulnya penyakit (1) konsumsi tembakau (2) kaitan imunogenik (3) penurunan kemampuan vasodilatasi endoteliumdependen (4) hiperhomosisteinemia.

Faktor Internal

Faktor Eksternal Suhu dgn dan stress Merokok

Imunogenik Peningkatan sensitivitas seluler terhadap kolagen tipe I dan II Peningkatan pembentukan dind.arteri

Hiperhomosistein

nikotin

Pembatasan bioavailabilitas nitric oxide

Vasokonstriksi PD

Dingin Penyempitan PD Vasodilatasi endotelium-dependen Peransangan proliferasi sel otot polos Elastisitas dind PD

Obstruksi

Nadi lemah

Gangguan perfusi perifer

Epidemiologi :
laki-laki & perempuan rasio 3:1 Kebanyakan umur 20-45 tahun. 40% memiliki riwayat peradangan pembuluh vena (flebitis) yang

Manifestasi Klinis

tahap awal sering terjadi flebitis superfisial yang hilang timbul dan berpindah-pindah di daerah kaki Tahap lanjut punya gambaran yang sama dengan penyakitpenyakit oklusi arteri kronis lainnya.

Rest Pain
Timbulnya rest pain di malam hari disebabkan o/ interaksi beberapa faktor : (a) hilangnya bantuan gaya gravitasi terhadap pasokan arteri pada posisi terlentang (b) reduksi fisiologi curah jantung pada waktu istirahat (c) suhu dingin yang memicu vasokonstriksi. Rest pain disebabkan o/ iskemia kulit dan otot, neuritis iskemik, dan flebitis

postural color changes


perubahan warna kulit kaki bila posisi berubah kaki akan pucat bila ditinggikan dan merah bila direndahkan.

perubahan trophic, ulserasi, serta gangren


satu atau lebih jari yang meluas ke proksimal melibatkan seluruh kaki atau tangan dan sering kali butuh amputasi Ulserasi dan gangren seringkali bermula dari ujung jari di sekitar kuku dengan tendensi meluas ke proksimal.

Gambaran Histopatologik
fase akut
terjadi oklusi oleh terbentuknya trombus berupa proliferasi endotelium tunika intima dengan infiltrasi selsel lekosit

fase subakut (intermediate)

trombus yang mulai organisasi dengan tanda-tanda peradangan ringan

fase kronis

transformasi trombus menjadi fibrosis intraluminal serta pembentukan fibrosis pada dinding pembuluh darah dan perivaskuler.

Lumen is tersumbat o/ a thrombus dsertai 2 abscesses (arrows) Di dinding pembuluh darah ada infiltrasi leukocytes The toes are gangrenous
12

Stadium Klinis
I : local ischemic stage II : nutritional ischemic stage III : necrotic stage

Diagnosis
(1) adanya riwayat merokok (2) usia dibawah 50 tahun (3) adanya oklusi arteri infrapopliteal (4) keterlibatan salah satu anggota gerak atas atau flebitis migrans (5) tidak ada faktor risiko aterosklerosis selain merokok.

Pemeriksaan

Pemeriksaan Fisik
ditemukan pulsasi arteri tungkai melemah atau menghilang. Pd kulit lesi eritema, bengkak dan sianosis. Kerusakan kulit berupa ulkus dan gangren Sensitif terhadap dingin

Pemeriksaan Lab
No specific laboratory tests confirm or exclude the diagnosis of Buerger disease. Tujuan utama px lab disini hanya u/ menyingkirkan diagnosa px darah rutin tes fungsi hati tes fungsi ginjal urin rutin kadar gula darah puasa reaktan fase-akut (LED dan protein C-reaktif) antibodi antinuklear faktor rematoid Komplemen petanda serologis untuk CREST-syndrome dan skleroderma skrining hiperkoagulabiliti.

Pemeriksaan Khusus
Doppler examination arteriography: pembuluh arteri terihat lesi-lesi oklusif segmental dimana segmen pembuluh yang terkena diperantarai oleh segmen yang sehat. Semakin distal lesi semakin banyak dan arteri proksimal tampak normal. Di daerah oklusi tampak gambaran kolateralisasi berbentuk corkscrews (pembuka botol), spider legs (kaki laba-laba), atau tree roots (akar pohon).

Angiografi
Abnormal normal

Differential Diagnosis
Atherosclerosis obliterans Takayasus arteritis Diabetes mellitus

Komplikasi
Ulcerations Gangrene Infection Jarang terjadi penyumbatan di coronary

Penatalaksanaan

menghentikan merokok istirahat atau mengurangi aktifitas untuk menurunkan kebutuhan oksigen jaringan. Penanganan lokal terhadap ulkus, infeksi dan gangren, menghindari cedera dingin, panas, trauma dan infeksi. Simpatektomi (menghilangkan vasokontriksi pembuluh darah secara permanen)

penyembuhan ulkus
pemberian prostaglandin E1(PGE1) intra arterial secara kontinu atau intravena secara intermiten. Dapat diberi antikoagulan, kortikosteroid, vasodilatator, hemorrheologic obat anti platelet dan anti inflamasi non steroid. Amputasi dipertimbangkan bila ada indikasi.

pencegahan komplikasi dari penyakit Buerger


Menggunakan alas kaki untuk mencegah kaki trauma dan panas atau cedera kimia perawatan ujung luka untuk melindungi terhadap infeksi Menghindari dingin dr lingkungan Menghindari obat yang mengakibatkan vasoconstriction

Perawatan Bedah
Omental transfer Sympathectomy Spinal cord stimulator implantation terapi bedah untuk penyakit Buerger (pd pasien yang terus merokok) dengan cara amputation untuk Luka, ganggren, atau intractable pain.

Hindari amputation bila mungkin, tetapi, jika diperlukan, melakukan operasi

Perawatan Rawat Inap


Indikasi untuk penerimaan pasien dengan penyakit Buerger meliputi: Surgery Perawatan Parenteral pharmacological u/ infeksi atau sakit yang sulit disembuhkan dgn terapi medis scr oral terapi intensif tntang Modifikasi perilaku untuk pasien tidak dpt berhenti merokok di rumah

Perawatan rawat jalan


Sering kontrol u/ penyembuhan luka Education : tentang higiene kaki, khususnya pencegahan luka seperti menghindari pemakaian sepatu dan stoking sempit serta hati-hati ketika menggunting kuku.

In/Out Patient Medicine


Nonsteroidal,obat bius,analgesics dapat diberikan untuk meringankan ischemic sakit, dan antibiotik yang sesuai u/pengobatan infeksi

Pencegahan
Pasien harus consul untuk tidak merokok.

Prognosis
pasien yang berhenti merokok sebelum ganggren berkembang, amputation 0%. Penyakit ini semakin memburuk pada penderita yang tetap merokok. Daerah tubuh yang mengalami kematian jaringan (gangren) harus segera diangkat/dibuang dengan tindakan pembedahan.

TerimaKasih

Claudication Intermitten

Definisi
Nyeri, ketegangan & kelemahan tungkai (betis, paha, bokong) saat berjalan, yg meningkat smp mjd pincang dikrnkan obstruksi aliran arteri yg mnyebabkan iskemia otot & dpt pulih stlh istirahat

Kompleks gejala yang ditandai dengan nyeri, tegang, dan kelemahan pd tungkai saat berjalan, dan gejala hilang setelah istirahat
(dorland)

Klaudikasio serangan nyeri otot dan kelemahan karena iskemia berulang


(IPD UI,hal:1674)

- Intermittent claudication - Jaw claudication kompleks gejala klaudikasio intermiten tetapi pada otot pengunyah, terjadi pada arteritis sel raksasa - Neurogenic claudication klaudikasio yg disertai nyeri dan parestesi pada punggung,bokong, dan tungkai yg hilang bila membungkuk disebabkan gg.mekanik akibat posisi/iskemia cauda ekuina - Venous claudication disebabkan oleh stasis vena

klaudikasio

kamus kedokteran dorland

Klaudikasio biasanya timbul pada aktifitas fisik, dan hilang saat istirahat beberapa saat Klaudikasio intermiten adalah tanda dari insufisiensi arteri Penumpukan asam laktat dan metabolisme lain pada otot yg iskemia menyebabkan nyeri kram pada otot

Klaudikasio intermiten
IPD UI, hal:1674

Epidemiologi
2:1 laki laki di banding wanita

Manifestasi klinik
Nyeri pada saat aktifitas (berjalan) Kram otot

Faktor resiko
Usia Tua (> 40 years) Laki - Laki Merokok Diabetes mellitus Hyperlipidemia Hypertension Hyperhomocysteinemia

Tanda & gejala


Cyanosis atrophic changes like loss of hair, shiny skin Penurunan tempereratur Penurunan Pulsasi Pucat Dingin Nyeri Paraesthesia

Patogenesis
Atherosclerosis in peripheral arteries of legs During exercise, oxygen demand increases

Muscles operate anaerobically


Produce lactic acid and other metabolites

Leg pain
Lactic acid and other metabolites washed away on rest

Manajemen
Risk factor modification Exercise therapy Antiplatelet therapy cilostazol Medical therapy targeted at symptoms Vasodilators (e.g. verapamil, isoxsuprine, cinnarizine, xanthinol nicotinate, cyclandelate) Revascularisation procedures