Anda di halaman 1dari 24

HAK ASASI MANUSIA

Kelompok 1
Afada Limpad Y (02) Cintya Eka S (09) Dewi W (11) Difa Reynikha F (12) Raditya Noor A (21) Shaffan Haqi (24)

PENGERTIAN HAK ASASI MANUSIA SEJARAH PEMIKIRAN HAK ASASI MANUSIA

PENGERTIAN HAK ASASI MANUSIA


hak asasi manusia berasa dari istilah droits de lhome (bahasa Perancis), human rights (bahasa Inggris) , menslijke recten (bahasa Belanda), serta fitrah (bahasa Arab). Ada juga yang menyebutkan hak hak tersebut sebagai hak yang fundamental (fundamental rights, civil rights).

Namun di indonesia pada umumnya kita lebih tepat menggunakan istilah hak hak asasi manusia, dari basic rights (Inggris) dan grond rechten (Belanda).

Pengertian HAM menurut para ahli


1. John Locke dan liberalisme klasik: hak asasi meliputi the rigft to life, the right to liberty, the right tp property. Pendapat John Locke ini sangat dipengaruhi oleh gagasan hukum alam (Natural Law) ketika keadaan alamiah (State of Nature), yaitu suatu keadaan dimana keadaan belum terdapat kekuasaan dan otorita apa apa, semua orang sama sekali bebas dan sama derajatnya.

2. Prof. Koentjoro Poerbo Pranoto (1976) : hak asasi manusia adalah hak yang bersifat asasi. Artinya hak-hak yang dimiliki manusia menurut kodratnya merupakan yang tidak dapat dipisahkan dari hakikatnya sehingga bersifat suci

3. G.J. Wolhots : hak asasi manusia adalah sejulah hak yang melekat dan berakar pada tabiat setiap pribadi manusia ,bersifat kemanusiaan

4. Jan Materson anggota Komisi Hak Asasi Manusia PBB merumuskan pengertian HAM dalam human right could be generally defines as those right which are inherent in our nature and without which we cannot live as human being yang artinya HAM adalah hak-hak yang secara inheren melekat dalam diri manusia dan tanpa hak itu manusia tidak dapat hidup sebagai manusia

5. Prof. Darji Darmodiharjo :hak asasi manusia adalah dasar hak-hak pokok yang dibawa sejak lahir sebagai anugerah Tuhan YME. Hak-hak asasi itu menjadi dasar dari hak dan kewajiban-kewajiban yang lain.

Sejarah Pemikiran Hak Asasi Manusia

Adanya tuntutan akan pemenuhan hak mengandaikan sebelumnya telah terjadi pelanggaran hak atau pengabaian hak. Demikian pula, lahirnya Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia 1948 muncul karena ada berbagai bentuk pelanggaran terhadap HAM. Sejarah penuh dengan pendindasan baik oleh negara, kelompok atau individu penguasa yang pada dasarnya mengingkari bahwa manusia bebas dan setara. Deklarasi Universal HAM mencerminkan suatu tingkat perkembangan kesadaran yang cukup menentukan karena mengakui bahwa semua manusia dilahirkan bebas dan sama.

Manusia memilikinya karena kemanusiannya, bukan karena etnis, ras, jenis kelamin, atau agama. Dengan kata lain, hak alamiah melekat padamanusia sebagai individu. Jadi negara, komunitas atau kelompok, tidak dapat membatasi hak-hak itu, tanpa persetujuan bebas dari individu. Manusia adalah individu yang berekspresi, berasosiasi, berpikir, brerdagang, dan lain sebagainya. Semuanya itu adalah hak alamiah manusia sebagai individu yang bebas.

Hal ini tercermin dalam pasal 1 (DUHAM) Semua umat manusia dilahirkan bebas dan sama dalam Hak dan martabat. Mereka dikaruniai akal budi dan hati nurani, dan harus bersikap terhadap satu sama lain dalam semangat persaudaraan.

Pasal pertama ini dianggap mendefinisikan dasar filosofis Hak Asasi Manusia. Hak akan kebebasan dan persamaan merupakan hak yang melekat pada manusia sejak lahir dan tidak bisa dicabut darinya. Hak dan kebebasan yang diperoleh manusia ini didasarkan pada ciri yang membedakan manusia dari makhluk lain, yaitu rasionalitas dan moralitas. Untuk menekankan bahwa HAM itu melekat pada manusia dan tidak pertama-tama berasal dari tataan hukum, sejak awal modernitas, maka tradisi HAM berbicara tentang hak-hak kodrati.

Tentu saja perlu diakui bahwa aliran pemikiran hukum kodrat kentara mempengaruhi perumusan landasan HAM. Penekanan pada aspek ini membawa pemikiran bahwa manusia lahir bersama hak-hak itu.

Gagasan HAM (jus hominum) menurut Michel Villey, deperti dikutip oleh Simon GoyardFabre, muncul pertama kali pada tahunm 1537 (menjelang masa modern). Namun gagasan itu menunjukan sama sekali isi program yang harus diwujudkan, apalagi perjuangan untuk suatu gagasan HAM atau hak subyrktif.

Baru kemudian setelah Revolusi Perancis (1789) Deklarasi Hak-hak Asasi Manusia dan Warganegara menandai sejarah peradaban. Dalam deklarasi ini, setidaknya gagasan tentang hak-hak asasi manusia dinyatakan sebagai katagori yang tidak bisa dipisahkan dari hukum politik modern. Sebetulnya keprihatinan terhadap hak-hak asasi manusia sudah ada sejak tahun 1215 dalam Magna Carta, namun baru jaman modern dirumuskan dalam teks yang penuh makna.

Sebelum Deklarasi Perancis 1789, telah ada lebih dulu di Inggris Retition of Rights (1628), Habeas Corpus Act (1679), dan Bill of Rights (1689). Di Inggris sangat berkembang kebebasan politik, kebebasan pribadi dan terutama hormat terhadeap keamanan pribadi melalui Habeas Corpus Act yang memeungkinkan pengadilan yang cepat terhadap tahanan untuk segara memberitahu sebab sesungguhnya dan penahanannya.

Kemudian di Amerika, besar pula pengaruh Declaration of Independence (1776). Deklarasi kemerdekaan Amerika yang dirumuskan oleh Jefferson memiliki kata pembukaan yang sangat penting pengaruhnya dilihat dari HAM.

Bunyinya: Semua oreang diciptakan sama, oleh pencip[ta mereka dilengkapi hak-hak yang tidak dapat dipisahkan; diantara hak-hak itu ialah hak hidup, hak kebebasan dan hak akan kebahagiaan. Pemerintah dibentuk oleh manusia untuk menjamin hak-hak tersebut, dan kekuasaan yang adil berasal dari persetujuan mereka yang diperintah

Tidak jauh dari semboyan Revolusi Perancis (liberte, egalite, fraternite). Rene Cassin seperti dikutip oleh Micheline R. Ishay, mengelompokan Deklarasi Universal HAM 1948 ke dalam empat gagasan utama utama yang menandai tahap-tahap sejarah kemunculannya yaitu martabat, kebebasan, kesetaraan, dan persaudaraan.

Jadi, Hak Asasi Manusia bermula dari sebuah gagasan. Gagasan bahwasanya manusia tidak boleh diperlakukan semena-mena oleh kekuasaan. Mengapa demikian? Sebab manusia memiliki hak alamiah. Hak Alamiah itu melekat begitu saja pada manusia. Ia bukan pemberian siapa-siapa.

Manusia memilikinya karena kemanusiannya, bukan karena etnis, ras, jenis kelamin, atau agama. Dengan kata lain, hak alamiah melekat padamanusia sebagai individu. Jadi negara, komunitas atau kelompok, tidak dapat membatasi hak-hak itu, tanpa persetujuan bebas dari individu.

Manusia adalah individu yang berekspresi, berasosiasi, berpikir, brerdagangf, dan lain sebagainya. Semuanya itu adalah hak alamiah manusia sebagai individu yang bebas.