Anda di halaman 1dari 30

Penentuan Luas Produksi

By Muhammad Madyan

Definisi
Luas produksi diartikan sebagai jumlah atau volume produk yang seharusnya dibuat oleh perusahaan dalam suatu periode tertentu. `Besar kecilnaya luas produksi dapat menentulkan keuntungan yang akan diperoleh perusahaan, maka diperlukan perencanaan produksi yang tepat

Dampak Dari Luas Produksi Yang Terlalu Besar


Pemborosan dalam penrongkosan dan investasi aktiva tetap dan bahan baku. Menagakibatkan kerusakan barang jadi, karena terlalu lama disimpan sehingga akan memperbesar biaya-biaya pemeliharaan dan biaya penyimpanan di gudang.

Dampak Dari Luas Produksi yang Terlalu Kecil


Harga pokok produk terlalu tinggi karena biaya tetap yang dipikul oleh volume produksi yang kecil, sehingga ongkos persatuan menjadi tinggi Permintaan konsumen tidak terpenuhi.

Faktor-faktor yang mkempengaruhi luas produksi


Tersedianya bahan baku Tersedianya kapasitas mesin Tersedianya tenaga kerja Batasan permintaan Tersedianya faktor produksi lainnya

Cost
C1 C3 C2

Luas Produksi Maksimal


AC

AC Minimum

Q1

Q2

Q3

Penentuan Luas Produksi


Pendekatan Konsep Marginal Cost (MC) dan Marginal Revenue (MR) Pendekatan konsep Cost Profit Volume Relationship (CPV ratio), atau konsep hubungan ongkos, laba dan volume penjualan

Luas Produksi Maksimal


MC

R, C
C1 C2
T

AC MC=AR=P
K
AC AR

Q1

Ketentuan
Pada pasar persaingan sempurna, kurva MR adalah sama dengan P Luas produksi sebesar OQ1 akan menghasilkan laba maksimum (pada saat MC=MR) Profit = TR-TC TR = AR( atau P) X Q OQ1TC1 TC = AC X Q OQ1KC2 _ Total Profit C2KTC1

TC

Laba Maximum

M
TC

O Q1 Q2 Q3
Profit

Pengendalian Persediaan Bahan Baku


Persediaan merupakan aktiva yang meliputi barang-barang milik perusahaan dengan maksud untuk dijual dalam satu periode usaha, atau persediaan barang yang masih dalam proses produksi atau bahan baku yang menunggu penggunaannya dalam proses produksi

Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam penentuan jumlah persediaan


Besarnya persediaan minimal Jumlah produksi yang akan dibual atau dijual oleh perusahaan. Adanya resiko kerusakan barang digudang Perkiraan tentang harga bahan dari waktu ke waktu Efisiensi dari fasilitas transfor Efesiensi dan teknik penanganan persediaan.

Jumlah pembelian yang paling ekonomis (EOQ)


Adalah jumlah setiap kali pembelian bahan yang disertai dengan biaya minimal atau dengan kata lain EOQ merupakan jumlah setiap pembelian bahan yang ekonomis. Dua kelompok biaya yang dipertimbangkan dalam EOQ: - Biaya pemesanan (Ordering Cost atau Set up Cost) - Biaya penyimpanan di gudang (Inventory Carrying Cost)

Biaya pemesanan (Ordering Cost atau Set up Cost


Biaya untuk mempersiapkam pemesanan Biaya mengirim atau menugaskan karyawan untuk melakukan pemesanan Biaya yang terjadi pada saat penerimaan bahan yang dipesan Biaya penyelesaian pembayaran pemesanan Dan sebagainya.

Biaya penyimpanan di gudang (Inventory Carrying Cost)


Biaya sewa gudang Biaya pemeliharaan bahan Biaya asuransi bahan Biaya tenaga kerja penjaga gudang Biaya kerusakan bahan baku dalam penyimpanan dan lain-lain

RUMUS
EOQ atau EOQ 2 xRxS C 2 xRxS PxI

Dimana: R S P

: Kebutuhan barang dalam satu periode. : biaya pemesanan setiap kali pesan : hsrgs brli tisp unit bsrsng

I
C

: biaya penyimpanan yang dinyatakan dalam persentase dari harga per unit barang.
: Biaya penyimpanan tiap unit barang yang disimpan

Asumsi Penggunaan Rumus EOQ


Harga barang tiap unit adalah tetap setiap periode Barang tersebut tersedia pada setiap saat dan hudang untuk penyimpanan barang cukup tersedia untuk menampung barang yang dibeli. Barang yang dibeli adalah barang yang cukupo tahan lama

Istilah lainnya dalam EOQ


Safety stock adalah persediaan pengaman Re order Point (ROP) adalah titik dimana harus dilakukan pemesanan kembali. Lead time adalah waktu menunggu dari saat persediaan dipesan sampai persediaan diterima perusahaan.

Contoh
Perusahaan LumpuR selama satu tahun (320 hari kerja efektif), menggunakan bahan mentah sebanyak 6.400 unit dengan harga Rp. 50,- tiap unit. Dalam rangka pembelian tersebut, dibutuhkan biaya-biaya: Biaya pengiriman pesanan Rp. 10, tiap pemesanan Biaya administrasi Rp 20,- tiap pemesanan Biaya untuk menyelesaikan pesanan Rp 20,- tiap unit Biaya penyimpanan di gudang Rp 1 ,- tiap unit pertahun. Diminta: Menentukan besarnya EOQ Menentukan besarnya ROP jika lead time nya 6 hari Gambarkan grafik EOQ, ROP, dan sefety Stock (Safety Stockny = 500 unit)

a. b. c.

Solusi
R : 6.400 unit S : Rp 10 + Rp 20 + Rp 20 = Rp 50 C : Rp 1 ,-

2 xRxS EOQ C 2 x6.400x50 EOQ 800 unit 1

Penggunaan selama 1 tahun Penggunaan 1 hari Penggunaan selama lead time

= 6.400 unit = 6.400/320 = 20 unit = 6 x 20 unit


= 120 unit

Safety stock = 500 jadi ROP = 120 + 500 = 620 unit Frekuensi pembelian selama 1 tahun = 6.400/800 = 8 kali Atau (320/8) x 1 = 40 hari sekali

Unit

EOQ= 800

500 Safety Stockl

6 hari

waktu

40 hari

Pengendalian Biaya produksi dengan analis pulang pokok


Analis pulang pokok (Break even Point) merupakan analisis untuk mengetahui apakah luas produksi yang diabuat perusahaan sudah mendatangkan keuntungan atau justru merugikan. Keadaan pulang pokok yaitu keaadaan produksi atau penjualan perusahaan di mana jumlah pendapatan (penerimaan penjualan) sama besarnya dengan jumlah pengeluaran (biaya)

Informasi lain yang dapat diberikan oleh analisis BEP


Jumlah penjualan minimum yang harus dipertahankan Jumlah penjualan yang harus dicapai untuk memperoleh laba tertentu Seberapa jauh berkurangnya penjualan agar perusahaan tidak rugi Dapat mengetahui bagaimana efek perubahan mharga jual, biaya dan volume penjualan terhadap laba yang akan diperoleh

Asumsi-Asumsi yang digunakan dalam BEP


Biaya di dalam perusahaan dapat dibagi dalam golongan biaya tetap dan biaya variabel Besarnya biaya variabel secara total akan berubah-ubah secara proporsional dengan volume penjualan/produksi. AVC tetap Besarnya biaya tetap secara total akan tetap meskipun terdapat perubahan volume penjualan/produksi. AFC berubah Harga jual per unit selama periode yang dianalisis Perusahaan hanya membuat satu macam produk

RUMUS BEP
TFC BEP ( dalam Unit) P - AVC TFC TFC BEP (dalam Rp) AVC TVC 11P TR TFC Laba Penjualan (BE laba) TVC 1TR

Contoh
Perusahaan XYZ pada tahun 1988 memjpunyai data sebagai berikut: penjualan 100.000 unit @ Rp 10,= Rp. 1000.000,Biaya Tetap (TFC) = Rp 360.000,Biaya Variabel (TVC) = Rp 400.000,- = Rp 760.000,Keuntungan = Rp. 240.000 Soal: - Hitunglah BEP dalam unit maupun Rupiah - Menggambar grafiknya - Menentukan penjualan minimal bila pada tahun 1989 diinginkan keuntungan sebesar Rp. 300.000

Solusi
TFC 360.000 BEP (dalam Unit) 60.000 unit P - AVC 10 4 TFC 360.000 BEP (dalam Rp ) Rp.600.000 TVC 400.000 11TR 1.000.000

TR/TC (dalam ribuan Rp)

TR

TC

600

360

TFC

60

Penjualan (ribuan unit)

Apabila diinginkan keuntungan sebesar Rp. 300.000 TFC Laba 360.000 300.000 Penjualan Rp 1.100.000, TVC 400.000 11 TR 1.000.000 Pembuktian : Penjualan TVC TFC Rp 440.000 Rp 360.000 TC Rp. 800.000 Keuntungan Rp. 300.000 Rp. 1.100.000