Anda di halaman 1dari 73

GEOGRAFI, DEMOGRAFI & SUMBER DAYA ALAM

Dosen Pengasuh : Prof. Dr. Suahasil Nazara Dr. Ir. Adhi Shantika, SH., MH Dr. Chotip., MS.I

Kelompok Pertama : Miftah Farid Rizty Damayanti Rizky Dwi Pradana

PENGERTIAN DASAR DEMOGRAFI


Kata Demografi berasal dari bahasa Yunani yang berarti : Demos adalah rakyat atau penduduk dan Grafein adalah menulis. Jadi Demografi adalah tulisan-tulisan atau karangan-karangan mengenai rakyat atau penduduk.

Beberapa Definisi Ahli-Ahli Demografi lainnya : Johan Suszmilch (1762) : Demografi ialah ilmu yang mempelajari hukum Illahi dalam perubahan-perubahan pada umat manusia yang tampak dari kelahiran, kematian dan pertumbuhannya. George W Barclay : Demografi memberikan gambaran yang menarik dari penduduk yang digambarkan secara statistik. Demografi mempelajari tingkah laku keseluruhan dan bukan tingkah laku perorangan.

Philip M. Hauser & Dudley Duncan : Demografi mempelajari tentang sejumlah, persebaran
territorial dan komposisi penduduk serta perubahan-perubahannya dan sebab-sebab perubahan tersebut. D.V. Glass : Demography is generally limited to studies of human population as influenced by demographic process : fertility, mortality and migration.

RUANG LINGKUP DEMOGRAFI


Demografi sebagai salah satu ilmu disiplin telah berkembang sejak 3 (tiga) abad yang lalu. John Graunt, seorang pedagang pakaian yang hidup pada abad ke-17 di London, dianggap sebagai Bapak Demografi. Ia melakukan analisa data kelahiran dan kematian, dan dari hasil analisanya dikemukakannya batasanbatasan umum tentang kematian (Mortality), kelahiran (Fertility) dan perkawinan dalam hubungannya dengan proses penduduk.

KLASIFIKASI DEMOGRAFI PURE DEMOGRAPHY DAN POPULATION STUDIES.

PURE DEMOGRAPHY (demografi murni) atau juga disebut demografi formal menghasilkan teknik-teknik untuk menghitung data kependudukan. Dengan teknik-teknik tersebut dapat diperoleh perkiraan keadaan penduduk di masa depan atau di masa lampau. POPULATION STUDIES : mempelajari hubungan antara faktor-faktor perubahan penduduk.

TUJUAN-TUJUAN & PENGGUNAAN DEMOGRAFI


Para ahli Demografi membagi 4 (empat) tujuan pokok yaitu : 1. Mempelajari kuantitas dan distribusi penduduk dalam suatu daerah tertentu. 2. Menjelaskan pertumbuhan masa lampau, penurunannya dan persebarannya dengan sebaik-baiknya dan dengan data yang tersedia. 3. Mengembangkan hubungan sebab akibat antara perkembangan penduduk dengan bermacam-macam apsek organisasi sosial. 4. Mencoba meramalkan pertumbuhan penduduk di masa yang akan datang dan kemungkinan-kemungkinan konsekuensinya.

BEBERAPA UKURAN DASAR DEMOGRAFI


1. Fertilitas Fertilitas dalam pengertian demografi adalah kemampuan riil seorang wanita untuk melahirkan, yang dicerminkan dalam jumlah bayi yang dilahirkan. 2. Mortalitas (Kematian) Tinggi rendahnya angka kematian dipengaruhi oleh berbagai faktor misalnya, struktur umur, jenis kelamin, jenis pekerjaan, status sosial ekonomi, keadaan lingkungan dan sebagainya. 3. Migrasi Migrasi sering diartikan sebagai perpindahan penduduk yang relatif permanen dari suatu daerah ke daerah lain. Orang yang melakukan migrasi disebut migran. 4. Angka Pertumbuhan Penduduk (Population Growth Rate atau r) Angka Pertumbuhan Penduduk (r) menunjukkan rata-rata pertambahan penduduk pertahun pada periode/waktu tertentu, dan biasanya dinyatakan dengan persen.

TEORI-TEORI KEPENDUDUKAN
Para ahli kependudukan memperkirakan penduduk dunia sekitar 250 juta pada saat lahirnya Nabi Isa as. Sedangkan kapan manusia mulai mendiami bumi ini, diperkirakan sejak 2 juta tahun yang lalu. Dahulu filosof-filosof Cina yang memasalahkan jumlah optimum penduduk yang bekerja pada tanah pertanian. Mereka merumuskan suatu proporsi yang ideal antara luas tanah dengan jumlah penduduk. Menurut penelitian mereka jika terjadi persediaan pangan yang merosot maka berakibat pada tingginya angka kematian. Jika umur perkawinan terlalu muda maka menyebabkan angka kematian bayi tinggi, dan jika biaya pesta perkawinan naik maka angka perkawinan akan turun.

Teori-teori kependudukan kemudian berkembang pesat pada dasarnya bertitik tolak pada masalah kependudukan dalam kaitannya dengan masalah ekonomi, etik, agama, pertahanan/politik dan sebagainya.

Pertumbuhan Penduduk dan Pembangunan Ekonomi


Studi tentang kependudukan telah menjadi subyek yang menarik di antara para ahli ilmu-ilmu sosial, pada tahun-tahun terkahir ini, masalah sosial dan ekonomi telah membawa ke arah makin dekatnya perhatian diberikan pada hubungan antara demografi, sosio-ekonomi dan faktor-faktor lainnya kedalam dua pendekatan yaitu : 1. Besar (size), komposisi dan distribusi penduduk akan mempengaruhi kegiatan-kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat. 2. Keadaan ekonomi dan lingkungan akan menentukan tingkat dan pola kelahiran, mortalitas dan migrasi.

Dalam Demografi ada 3 (tiga) fenomena yang merupakan bagian penting daripada penduduk yaitu :
1. Dinamika Kependudukan (Change in Population)

2. Komposisi Penduduk (Population Composition)


3. Besar & Persebaran Penduduk (Size & Population Distribution)

Pengelompokkan Penduduk sangat berguna untuk berbagai maksud dan tujuan tertentu seperti : 1. Untuk mengetahui Human Resources yang ada baik menurut umur maupun jenis kelamin. 2. Untuk mengambil suatu kebijakan yang berhubungan dengan kependudukan. 3. Untuk membandingkan keadaan suatu penduduk dengan penduduk lainnya.

4. Melalui penggambaran piramida penduduk dapat diketahui proses demografi yang telah terjadi pada penduduk tersebut.

KOMPOSISI PENDUDUK
Pengelompokkan penduduk dapat diklasifikan sebagai berikut :

1. Biologis, meliputi umur, dan jenis kelamin.


2. Sosial, antara lain meliputi tingkat pendidikan, status perkawinan dan sebagainya. 3. Ekonomi, meliputi penduduk yang aktif secara ekonomi, lapangan pekerjaan, jenis pekerjaan, tingkat pendapatan, dsb. 4. Geografis, berdasarkan tempat tinggal, daerah perkotaan, pedesaan, provinsi, kabupaten, dsb.

Konsep, Definisi dan Ukuran-ukuran


Dalam membahas komposisi penduduk, khusus yang berhubungan dengan komposisi menurut umur dan jenis kelamin ada beberapa konsep, definisi dan ukuran-ukuran yang perlu diketahui seperti : Single Age, Age Heaping Sex ratio Dependency ratio Media Age

PERSEBARAN PENDUDUK
Secara garis besarnya persebaran penduduk dapat digolongkan menurut : 1. Geografis 2. Administratif dan Politis

PIRAMIDA PENDUDUK
Komposisi umur dan jenis kelamin suatu penduduk secara grafik digambarkan dalam bentuk piramida penduduk. Faktor-faktor yang mempengaruhi Struktur Umur Penduduk, yaitu : 1. 2. 3. 4. Fertilitas Mortalitas Kematian bayi / Irfant Mortality Migrasi

Tiga Ciri Penduduk (The Three General Population)


Berdasarkan komposisi Umur dan jenis kelamin maka karakteristik penduduk dari suatu negara dapat dibedakan atas tiga ciri, yaitu : 1. Expansive Sebagian besar penduduk berada dalam kelompok umur termuda.

2.

Consrictive Sebagian kecil penduduk berada dalam kelompok umur muda.


Stationary Banyaknya penduduk dalam tiap kelompok umur hampir sama banyaknya, dan mengecil pada usia tua kecuali pada kelompok umur tertentu.

3.

BAB III SUMBER-SUMBER DAN EVALUASI DATA KEPENDUDUKAN

Ada 3 pengelompokan sumber data kependudukan: 1. Sensus 2. Survei 3. Registrasi

SENSUS PENDUDUK
Definisi sensus: Sensus penduduk adalah keseluruhan proses pengumpulan (collecting), menghimpun dan menyusun (compiling) dan menerbitkan data-data demografi, ekonomi dan sosial yang menyangkut semua orang pada waktu tertentu di suatu negara atau suatu wilayah tertentu. Sensus dilaksanakan oleh BPS. Informasi yang biasa diperoleh antara lain nama, jenis kelamin dan umur.

SURVEI
Survei merupakan pencacahan penduduk dengan penarikan sampel. Survei yang bersifat nasional dan dilaksanakan oleh pemerintah:
Survei Penduduk Antar Sensus (Supas) Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Survei Prevalensi Kontrasepsi Indonesia and Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia

Survei banyak dilakukan oleh BPS (Biro Pusat Statistik)

REGISTRASI
Definisi Registrasi merupakan kumpulan keterangan mengenai terjadinya peristiwa-peristiwa lahir dan mati serta segala kejadian penting yang merubah status sipil seseorang sejak ia lahir hingga mati. Peristiwa penting:
Perkawinan, perceraian, pengangkatan anak, dan migrasi

Pihak yang melakukan registrasi:


Kelahiran : Kantor Catatan Sipil dan Kelurahan Kematian : Departemen Kesehatan Perkawinan dan perceraian : Departemen Agama dan Kantor Catatan Sipil

EVALUASI DATA
Evaluasi data mengetahui reliabilitas data Faktor-faktor yang mempegaruhi ketelitian data
Partisipasi dan kerjasama masyarakat Masalah geografi Tenaga pencacah Pelaksanaan di lapangan dan ketersediaan perlengkapan

BAB IV FERTILITAS
Konsep-konsep penting:
Fertilitas Natalitas Lahir hidup Lahir mati Abortus Masa reproduksi

SUMBER DATA
Registrasi
Jenis data : statistik kelahiran Kelemahan : a. Ketepatan definisi yang dipakai dan aplikasinya b. Kelengkapan registrasi c. Ketepatan alokasi tempat d. Ketepatan alokasi waktu e. Ketepatan pengelompokan kelahiran berdasarkan karakteristik ekonomi/demografi

SUMBER DATA (2)


Sensus
Jenis data : Komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin Jumlah anak yang pernah dilahirkan hidup Jumlah anak yang pernah dilahirkan dalam satu periode yang lalu Data penduduk yang berhubungan dengan variabel fertilitas Kelemahan : Kebenaran jawaban bergantung pada ingatan responden Hasil perhitungan bergantung pada ketepatan dalam memperhitungkan jangka waktu perhitungan Keterangan responden dipengaruhi kesalahan pelaporan umur

SUMBER DATA (3)


SURVEI
Jenis data: Komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin Jumlah anak yang pernah dilahirkan hidup Jumlah anak yang pernah dilahirkan dalam satu periode yang lalu Data penduduk yang berhubungan dengan variabel fertilitas Keterangan tambahan yang lebih rinci (mis., riwayat kelahiran, status kehamilan, Kelemahan: Kebenaran jawaban bergantung pada ingatan responden Hasil perhitungan bergantung pada ketepatan dalam memperhitungkan jangka waktu perhitungan Keterangan responden dipengaruhi kesalahan pelaporan umur

PENGUKURAN FERTILITAS
Ada 2 pendekatan dalam pengukuran fertilitas:
1. Yearly performance Crude Birth Rate (CBR) atau Angka Kelahiran Kasar

PENGUKURAN FERTILITAS
General Fertility Rate (GFR) atau Angka Kelahiran Umum

PENGUKURAN FERTILITAS
Age Specific Fertility Rate (ASFR) atau Angka Kelahiran menurut Kelompok Umur

PENGUKURAN FERTILITAS
Total Fertility Rate (TFR) atau Angka Kelahiran Total

PENGUKURAN FERTILITAS (2)


2. Reproductive history
Children Ever Born (CEB) atau jumlah anak yang pernah dilahirkan

PENGUKURAN FERTILITAS (2)


Child Woman Ratio (CWR)

PENGUKURAN REPRODUKSI
1. Gross Reproduction Rate
Banyaknya perempuan yang dilahirkan oleh suatu kohor wanita

2. Net Reproduction Rate


Perhitungan atas kemungkinan bayi perempuan meninggal sebelum mencapai masa reproduksinya

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI FERTILITAS


Ada beberapa pendapat ahli mengenai faktorfaktor yang mempengaruhi fertilitas:
Menurut Davis & Blake
Variabel antara pada tahap intercourse, konsepsi, dan gestasi.

Menurut Freedman Menurut Leibenstein Menurut Becker

STUDI PERBEDAAN FERTILITAS DI INDONESIA


Tempat tinggal wanita pada saat pencacahan Tingkat pendidikan Umur perkawinan pertama Pengalaman bekerja

BAB V

MORBIDITAS DAN MORTALITAS

Pendahuluan
Telah diterangkan sebelumnya, bahwa fertilitas (kelahiran) sebagai penyebab pertambahan penduduk. Maka mortalitas (kematian) adalah variabel yang berkaitan dengan pengurangan Jumlah penduduk.

Selain itu,
Faktor yang erat berkaitan dengan Mortalitas, yaitu Morbiditas (Kesakitan). Rangkaian Morbiditas atau disebut morbiditas kumulatif pada akhirnya menghasilkan peristiwa suatu kematian.

Morbiditas
Dalam arti sempit, morbiditas dimaksudkan sebagai peristiwa sakit atau kesakitan. Dalam arti luas, morbiditas melingkupi bahasan statistik atau ukuran tentang peristiwa-peristiwa kematian serta faktor yang mempengaruhinya, baik seperti faktor sosial, ekonomi dan budaya.

Mortalitas
Mortalitas (Kematian) merupakan salah satu di antara tiga komponen Demografi selain Fertilitas (Kelahiran) dan Migrasi yang dapat mempengaruhi perubahan penduduk.

Urgensi Data Mortalitas


Data Mortalitas sangat penting. Antara lain untuk: 1. Proyeksi penduduk guna perencanaan pembangunan. 2. Evaluasi terhadap program-program kebijaksanaan penduduk.

3 Keadaan Vital (I)


Ada 3 keadaan vital, yang masing-masing saling bersifat mutually exclusive, artinya keadaan yang satu tidak mungkin terjadi bersamaan dengan salah satu keadaan lainya. Ketiganya keadaan itu adalah: 1. Lahir Hidup (live birth) 2. Mati (death) 3. Lahir mati (fetal death)

3 Keadaan Vital (II)


Definisi menurut UN (United Nation) dan WHO (World Health Organization): 1. Lahir hidup (live birth) Yaitu peristiwa keluarnya hasil konsepsi dari rahim seorang ibu secara lengkap tanpa memandang lamanya kehamilan dan setelah perpisahan tersebut terjadi, hasil konsepsi bernafas dan mempunyai tanda-tanda hidup lainya, seperti denyut jantung, denyut tali pusat, atau gerakan-gerakan otot, tanpa memandang apakah tali pusat sudah dipotong atau belum.

Kesimpulan Definisi
Morbiditas adalah penyimpangan dari keadaan kesehatan yang normal, yang biasanya dibatasi pada kesehatan fisik maupun mental. Mortalitas adalah peristiwa menghilangnya semua tanda-tanda kehidupan secara permanen yang dapat terjadi setiap saat setelah kelahiran hidup. (LDFEUI, 1981)

3 Keadaan Vital (III)


2. Mati (death) Yaitu keadaan menghilangnya semua tanda-tanda kehidupan secara permanen, yang bisa terjadi setiap saat setelah kelahiran hidup. 3. Lahir mati (fetal death) Yaitu peristiwa menghilangnya tanda-tanda kehidupan dari hasil konsepsi sebelum hasil konsepsi tersebut dikeluarkan dari rahim ibunya.

Sumber Data Kematian


1. Sistem Registrasi Vital Artinya, kejadian kematian dilaporkan dan dicatat segera setelah peristiwa kematian tersebut terjadi. 2. Sensus atau Survei Penduduk Artinya, kegiatan sesaat yang bertujuan untuk inventarisasi data penduduk , termasuk di dalamnya data kematian. Perbedaan mendasar antara 2 sumber tersebut di atas terletak pada aspek waktu. Yang pertama pendataanya selalu up date dan yang kedua pendataan dilakukan setelah sekian lama peristiwa kematian terjadi sesuai skala sensus.

Ukuran Morbiditas dan Mortalitas

Hal ini digunakan sebagai dasar untuk menentukan tinggi rendahnya tingkat kesakitan atau kematian suatu komunitas penduduk.

Angka. Rasio. Persentase. Proporsi. Prevalensi. Insiden, dan Person years lived.

Beberapa ukuran yang digunakan adalah:

Ukuran-Ukuran Dasar Morbiditas


1. Insiden. Adalah jumlah kasus baru suatu penyakit selama suatu kurun waktu tertentu. 2. Prevalensi. Adalah jumlah penduduk yang sakit pada saat tertentu tanpa memperhitungkn mulainya kasus penyakit tersebut. 3. Attack Rate. Risiko terhadap suatu penyakit pada suatu penduduk yang terjadi pada periode waktu pendek.

Hubungan antara Ukuran-ukuran Morbiditas


P = I X D, dan bentuk hubungan lainya: F = M/I Di mana P= Prevalensi, I= insiden, D= Lama penyakit rata-rata, F= Case Fatality Rate dan M= Mortality.

Ukuran-ukuran Dasar Mortalitas


Angka Kematian Kasar(Cruth Death Rate-CDR) Adalah jumlah kematian per 1000 penduduk pada tahun tertentu. Rumus penghitunganya adalah: CDR= Jumlah kematian tahun tertentu per Jumlah penduduk tertentu kali Konstanta (umumnya 1.000) Angka Kematian Menurut Umur(Age Specific Death Rate-ASDR) Adalah jumlah kematian yang terjadi pada kelompok umur tertentu per 1.000 penduduk kelompok umur tersebut pada tahun tertentu. Rumus penghitunganya adalah: ASDR x= Jumlah kematian penduduk kelompok umur x pada tahun tertentu per Jumlah penduduk kelompok umur x pada tahun tertentu kali Konstanta (umumnya 1.000) Angka Kematian Bayi (Infant Mortality Rate-IMR) Adalah jumlah kematian bayi usia di bawah 1 tahun (0-11 bulan) per 1.000 kelahiran hidup dalam tahun tertentu. Rumus penghitunganya adalah: Jumlah kematian bayi berusia di bawah 1 tahun pada tahun tertentu per jumlah kelahiran hidup pada tahun tertentu kali Konstanta (umumnya 1.000)

Rasio Kematian Perinatal (Perinatal Mortality Ratio) dan Angka Kematian Perinatal (Perinatal Mortality Rate) Kematian PPerinatal adalah kematian pada periode perinatal, yaitu peride sesaat sebelum kelahiran, saat kelahiran, dan beberapa saat setelah kelahiran. Rumus penghitunganya, RKP= Jumlah kematian bayi maksimal umur 7 hari ditambah Jumlah kematian janin minimal umur 28 minggu per Jumlah kelahiran hidup kali Konstanta. Sedangkan AKP= Jumlah kematian bayi maksimal umur 7 hari ditambah Jumlah kematian janin minimal umur 28 minggu per Jumlah kelahiran hidup ditambah Jumlah kematian janin minimal umur 28 minggu kali Konstanta. Angka Kematian Baru Lahir (Neo-Natal Death Rate) Adalah kematian yang terjadi sebelum bayi berumur 1 bulan atau 28 hari per 1.000 pada peride tertentu. Rumus penghitunganya adalah: Jumlah kematian bayi umur < 1 bulan per Banyak kelahiran kali Konstanta. Angka Kematian Lepas Baru Lahir (Post Neo-Natal Death Rate) Adalah kematian yang terjadi pada bayi yang berumur antara 1 bulan sampai dengan kurang 1 tahun per 1.000 kelahiran pada periode tertentu. Rumus penghitunganya adalah: Jumlah kematian bayi umur 1 bulan s/d <1 tahun per Jumlah kelahiran kali Konstanta.

Angka Kematian Anak (Child Mortality Rate) Adalah jumlah kematian anak berumur 1-4 tahun selama 1 tahun tertentu per 1.000 anak umur yang sama pada pertengahan tahun itu. Rumus penghitunganya adalah: Jumlah kematian anak umur 1-4 tahun selama 1 tahun pada tahun tertentu per Jumlah anak umur 1-4 tahun pada pertengahan tahun kali Konstanta. Angka Kematian Anak di Bawah Lima tahun (Chilhood Mortality Rate) Adalah jumlah kematian anak usia < lima tahun selama satu tahun per 1.000 anak usia yang sama pada pertengahan tahun tersebut. Rumus penghitunganya adalah: Jumlah kemtian anak berumur <5 tahun selama 1 tahun pada tahun tertentu per Jumlah anak berumur <5 tahun pada pertengahan tahun kali Konstanta. Proporsi Kematian Anak di Bawah Lima tahun (Proportion of Children Dead Under 5) Adalah proporsi jumlah kematian anak usia <5 tahun selama satu tahun tertentu terhadap jumlah seluruh kematian selama tahun itu. Rumus penghitunganya adalah: Jumlah kemtian anak berumur <5 tahun selama 1 tahun pada tahun tertentu per Jumlah kematian selama tahun tersebut kali 100.

Angka Kematian Maternal (Maternal Mortality Rate-MMR) Adalah jumlah kematian wanita yang disebabkan oleh komplikasi kehamilan dan kelahiran anak per 100.000 kelahiran hidup pada tahun tertentu. Rumus penghitunganya adalah: Jumlah kematian maternal per Jumlah kelahiran hidup kali Konstanta. Angka Kematian menurut Penyebab (Cause Specific Death Rate) Adalah banyaknya kematian untuk suatu sebab tertentu per 100.000 penduduk. Rumus penghitunganya adalah: Jumlah kematian karena penyebab X per Jumlah penduduk kali Konstanta. Case Fatality Rate (CFR) Adalah banyaknya kematian penderita selama satu periode karena penyakit tertentu per jumlah penderita penyakit tersebut yang mempunyai resiko mati pada periode yang sama. Rumus penghitunganya adalah: Jumlah kematian karena penyakit X per Jumlah penderita penyakit X.

Proporsi Kematian karena Sebab Tertentu (Proportion Dying of a Specific Cause-PDSC) Adalah jumlah kematian yang disebabkan oleh penyebab tertentu dibandingkan dengan jumlah seluruh kematian. Rumus penghitunganya adalah: Jumlah kematian karena sebab tertentu pada tahun tertentu per Jumlah seluruh kemetian pada tahun tertentu kali Konstanta.

Angka Harapan Hidup Adalah perkiraan rata-rata tambahan umur seseorang yang diharapkan dapat terus hidup.

Standardisasi
Standardisasi ukuran dilakukan untuk dapat melkukan perbandingan angka-angka dengan lebih akurat, terutama untuk angka-angka ukuran kasar.

2 Jenis Standardisasi
Standardisasi Langsung Adalah angka kematian dengan mengunakan satu penduduk standar untuk mengaplikasikan angka kematian umur tertentu dari masing-masing penduduk yang akan dibandingkan. Standardisasi Tidak Langsung Adalah satandardisasi angka kematian dengan menggunakan suatu himpunan angka kematian umur tertentu standar yang kemudian diaplikasikan pada masing-masing penduduk yang akan dibandingkan untuk memperoleh angka kematian yang diperkirakan.

Jenis-jenis Tabel Kematian Complate life table: Tabel kematian yang menggunakan kelompok umur tahunan (single-year age groups). Abridged life table: Tabel kematian yang menggunakan kelompok umur 5 tahunan (five year age groups). Macam-macam Tabel Kematian Probabilitas Meninggal Probabilitas Hidup Jumlah Kematian Jumlah Tahun Orang Hidup Angka Harapan Hidup Rasio Kelangsungan Hidup

Perkembangan Angka Kematian Anak dan Ibu di Indonesia


Kematian Ibu di Indonesia sebagian besar -60% sampai 80%disebabkan: Pendarahan saat melahirkan Persalinan macet Sepsis Tekanan Darah Tinggi Infeksi, dan Kejang Kehamilan

Sementara itu,
Akses ibu hamil dan melahirkan terhadap pelayanan kesehatan modern masih rendah, dimana kurang 50% kelahiran dibantu bidan terlatih (Surkenas 2001). Artinya penggunaan dukun tradisional masih tinggi. -Perkembangan Angka Kematian Anak dan Ibu di Indonesia AKB mengalami penurunan dari masa ke masa. SDKI tahun 1994, 57 per 1.000 kelahiran hidup menjadi 51 per 1.000 kelahiran hidup (SDKI tahun 1997) dan 35 per 1.000 kelahiran hidup (SDKI tahun 2002-2003). Proyeksi selanjutnya mencapai 20 per 1.000 kelahiran hidup pada tahun 2015 sesuai Millenium Development Goals (MDGs)

Dan..
AKI di Indonesia masih cukup tinggi, meski mengalami penurunan. SDKI tahun 1994, 334 per 100.000 kelahiran hidup turun menjadi 334 per 100.000 kelahiran hidup (SDKI 1997) dan menjadi 307 per 100.000 kelahiran hidup (SDKI 2002-2003). Proyeksi selanjutnya mencapai 102 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2015 sesuai Millenium Development Goals (MDGs)

Upaya yang telah dilakukan dalam rangka penurunan AKI seperti program Making Pregnacy Safer (MPS) sejak tahun 2000 yang selanjutnya dijabarkan pencananagan program Gerakan Sayang Ibu (GSI)

Migrasi merupakan salah satu dari ketiga faktor dasar yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk, sedangkan faktor lain adalah kelahiran dan kematian. Definisi : Migrasi adalah Perpindahan Penduduk dengan tujuan untuk menetap dari suatu tempat ke tempat lain melampaui batas politik/negara ataupun batas administratif/batas bagian dalam suatu negara. Jadi migrasi sering diartikan sebagai perpindahan yang relatif permanen dari suatu daerah ke daerah lain. Ada dua dimensi penting yang perlu ditinjau dalam penelaahan migrasi, yaitu dimensi waktu dan dimensi daerah.

Migrasi merupakan aktivitas pindahnya seseorang sedangkan orangnya yang pindah tempat tinggal disebut migran. Definis migran menurut PBB A migrant is a person who changes his place of residence from one political or administrative area to another.

Berikut Beberapa Bentuk Perpindahan Tempat (Mobilitas)

1. Perubahan tempat yang bersifat rutin misalnya orang yang pulang balik kerja (recurrent movement) 2. Perubahan tempat yang tidak bersifat sementara, seperti perpindahan tinggal bagi para pekerja musiman 3. Perubahan tempat tinggal dengan tujuan menetap dan tidak kembali ketempat semula (non-recurrent movement)

Mobilitas dalam ilmu sosiologi menurut sifatnya dibedakan menjadi mobilitas vertikal dan mobilitas horizontal. Mobilitas vertikal adalah perubahan status sosial dengan melihat kedudukan generasi misalnya melihat status kedudukan ayah. Sedangkan migrasi horizontal adalah perpindahan penduduk secara teritorial, spasial atau geografis.

JENIS-JENIS MIGRASI 1. Migrasi Masuk (in migration) 2. Migrasi Keluar (out migration) 3. Migrasi Neto (net migration) 4. Migrasi Bruto (gross migration) 5. Migrasi Total (total migration) 6. Migrasi Internasional (international migration) 7. Migrasi Semasa Hidup (life time migration) 8. Migrasi Parsial (partial migration) 9. Arus Migrasi (migration stream) 10. Urbanisasi (urbanization) 11. Transmigrasi (transmigration)

Faktor-faktor yang mempengaruhi migrasi


Pada dasarnya ada dua pengelompokan faktor-faktor yang menyebabkan seseorang melakukan migrasi, yaitu faktor Pendorong dan faktor Penarik Faktor-faktor Pendorong, misalnya :

1. Makin berkurangnya sumber daya alam 2. Menyempitnya lapangan pekerjaan 3. Adanya tekanan-tekanan atau diskriminasi politik, agama, suku di daerah asal 4. Tidak cocok lagi dengan adat/budaya/kepercayaan di tempat asal 5. Alasan pekerjaan atau perkawinan 6. Terjadinya bencana alam

Faktor-Faktor Penarik antara lain, ialah


1. Adanya rasa superior 2. Kesempatan mendapatkan pendapatan yang lebih baik 3. Kesempatan mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi 4. Keadaan lingkungan dan keadaan hidup yang menyenangkan 5. Tarikan dari orang yang diharapkan sebagai tempat berlindung 6. Adanya aktivitas-aktivitas di kota besar

Menurut Everett S Lee ada 4 faktor yang menyebabkan orang mengambil keputusan untuk melakukan migrasi yaitu :
1. Faktor-faktor yang terdapat didaerah asal 2. Faktor-faktor yang terdapat ditempat tujuan 3. Rintangan-rintangan yang menghambat 4. Faktor-faktor pribadi

Faktor-faktor sebagai daya tarik ataupun pendorong di atas merupakan perkembangan dari ketujuh teori migrasi (the laws of migration) yang dikembangkan oleh E.G. Ravenstein pada tahun 1885. Ketujuh teori migrasi yang merupakan penggeneralisasian dari migrasi ini ialah :
1. Migrasi dan Jarak 2. Migrasi Bertahap 3. Arus dan Arus Balik 4. Perbedaan Desa dan Kota mengenai kecenderungan melakukan migrasi 5. Wanita melakukan migrasi pada jarak yang dekat dibandingkan laki-laki 6. Teknologi dan migrasi 7. Motif ekonomi merupakan dorongan utama orang melakukan migrasi.

URBANISASI
Ialah bertambahnya proporsi penduduk yang berdiam di daerah kota yang disebabkan oleh proses perpindahan penduduk ke kota dan/atau akibat dari perluasan daerah kota. Masalah-masalah Urbanisasi, antara lain : 1. Sehubungan dengan pertambahan penduduk Indonesia yang cepat maka kota-kota besar pun mempunyai penduduk yang besar pula. 2. Pendatang yang mempunyai keahlian yang sama sekali lain daripada yang dibutuhkan di kota 3. Walaupun pendatang mempunyai motivasi yang kuat untuk mengembangkan dirinya di kota tetapi kenyataan kota sendiri belum siap untuk menerimanya.

TRANSMIGRASI
Adalah salah satu bagian dari migrasi. Istilah ini memiliki arti yang sama dengan resettlement atau settlement dalam literature. Transmigrasi adalah pemindahan dan/kepindahan penduduk dari suatu daerah untuk menetap ke daerah lain yang di tetapkan didalam wilayah Republik Indonesia guna kepentingan pembangunan negara atau karena alasan-alasan yang diatur dalam undang-undang. Transmigrasi yang diselenggarakan dan diatur pemerintah disebut transmigrasi umum sedangkan transmigrasi yang biaya perjalanannya dibiayai sendiri tetapi ditampung dan diatur oleh pemerintah disebut transmigrasi spontan atau transmigrasi swakarsa.

Jenis-jenis Transmigrasi
Dalam perjalananya transmigrasi digolongkan atas berbagai jenis yaitu : 1. Transmigrasi Family atau Keluarga 2. transmigrasi umum 3. Transmigrasi S.O.B (STAAT VAN OORLOG EN BELEG) untuk para bekas tahanan S.O.B tahun 1953 4. Transmigrasi Nelayan 5. Transmigrasi DBS (Dengan Biaya Sendiri) 6.Transmigrasi BRN (Biro Rekonstruksi Nasional) atau Transmigrasi Veteran 7. Transmigrasi Kooperatif 8. Transmigrasi Keahlian

Beberapa hal yang perlu dikemukakan dalam permasalah transmigrasi, yaitu :


1. Penyiapan tanah/pemukiman harus disiapkan dengan baik sebelum transmigrasi tiba. 2. Selektitivitas dalam pemberangkatan transmigran supaya lebih baik 3. Penyiapan prasarana sejak di tempat asal maupun di tempat tujuan 4. Koordinasi yang baik antara pihak yang mengelola transmigrasi