Anda di halaman 1dari 23

SALIVA as DNAS SOURCE

FOR DNA TESTING BY: DR.AGUNG SOSIAWAN,DRG, M.KES

Sources of Biological Evidence


Blood Semen Saliva Urine Hair Teeth Bone Tissue

Collection of Bite Mark Evidence

Label with a ruler Swab for saliva Swab for DNA analysis Swab for microorganisms Photograph the bite mark Make impression of the bite mark Cast of teeth made from suspect to compare to impression

Various Bite Marks

Analyzing bite marks

Bite marks are photographed with a scale

Casts of impression are taken Impression traced onto transparencies Casts of suspects teeth are taken Comparison between suspect cast and bite mark

Bite marks on skin are taken over repeated intervals

Comparison of Evidence

Evidence of saliva (amylase) proves it is a bite mark Finding positive association between the ABO blood type in the bite mark and the saliva of the suspect means the suspect cannot be excluded as the biter DNA keep suspect from being excluded Similar microorganisms in bite and suspect keep him from being excluded Comparison of casts and impressions

Collection of Suspect Evidence

Swab mouth of suspect for amylase, ABO blood grouping and DNA Swab gums for microbiology analysis Photograph suspects teeth and biting patterns Make impression of suspects teeth for the making of casts Record biting pattern in semi-solid material to compare with bite mark

Terms

Amylase:

Enzyme group responsible for the catalysis of starches, specifically amylose and amylopectin. Found in human saliva

Saliva Evidence

Submit evidence in its entirety, if possible Can be collected using sterile swabs

Use one slightly moistened swab, followed by one dry swab Collect a control Package separately

Criminalistics

Praktikum collecting saliva:

Alat & Bahan: -mikropipet 100ul-1000ul -beaker glass 50 ml -conical tube -aqua water -centrifuge 12.000 rpm

Saliva untuk keperluan analisis DNA

Komponen saliva :

Complex mixture of enzymes, cells, proteins, leukosit, inorganic substances Darah :2 komponen utama

Red Blood Cells = No DNA

White Blood Cells = DNA

Collection for DNA Analysis

Sample Volume: Whole saliva, dengan volume 500 L Untuk hasil yang bagus direcommendasikan melakukan collecting saliva sebanyak 2 kali, dimana sampel saliva kedua diambil 15 menit setelah initial collection.

DNA EXTRACTION RESULT

Tahapan Praktikum

Kumur mulut dengan air aqua untuk menghilangkan sisa makanan, dan tunggu selama 10 menit sebelum dilakukan pengambilan saliva Diinstruksikan pada mahasiswa yang akan diambil salivanya untuk menghasilkansaliva sebanyakbanyaknya, untuk membayangkan sdg mengkonsumsi makanan favorit mereka dsb, Disiapkan beaker glass 50 ml yang digunakan untuk menampung saliva yang berasal dari RM sampel

Lanjutan tahapan Praktikum:

Sampel saliva yang akan diperiksa divortex, dan kemudian dilakukan centrifuge selama 15 menit dengan kecepatan sekitar 3,000 RPM (1500 x g). Pemeriksaan harus dilakukan hanya pada clear saliva, untuk menghindari adanya sedimen yang ada pada dasar tabung. Kemudian dilakukan aspirasi secara perlahan untuk menghindari terbentuknya bubbles. Sampel siap dilakukan ekstraksi dan isolasi DNA

Organic Extraction 1 Phenol/Chloroform


1. To Sample add Digest Buffer:
SDS, EDTA, Tris, Proteinase K Cells

2. Incubate at 56C
3. Add Phenol/Chloroform
Digested cells: DNA, Proteins, lipids Phenol/Chloroform

4. Vortex; centrifuge
DNA is separated:
DNA/RNA Proteins Lipids

5. Transfer DNA-containing aqueous layer into new microfuge tube


DNA/RNA

Lipids

Proteins

Fungsi komponen ekstraksi DNA


fenol-kloroform yang berfungsi sebagai pendenaturasi protein. Presipitasi DNA dengan menggunakan etanol,berfungsi sebagai penghilang fenol-kloroform(apabila fenol-kloroform masih berada di dalam sampel maka dikhawatirkan akan menghambat kerja enzimenzim restriksi atau enzim lain yang digunakan untuk analisis molekuler). Etanol absolut untuk presipitasi : menghilangkan kontaminan. Isopropanol dingin untuk mengendapkan DNA SDS adalah sejenis deterjen yang mampu mengemulsi lipid. Etanol 70% untuk presipitasi lanjutan. mendapatkan pelet DNA krn berfungsi memekatkan DNA

METODE ISOLASI DNA DENGAN DNAZOL DARI SAMPEL SALIVA


Sampel saliva dimasukkan kedalam tabung sentrifus Sampel disentrifus dengan kecepatan 12.000 rpm selama 10 menit Supernatan hasil pemusingan dibuang Endapan / pellet ditambah dengan DNAZol 1 cc kemudian divortex Inkubasi selama 15 menit Tambahkan chloroform 0,2 cc kemudian divortex Centifuge 8000 rpm selama 15 menit

LANJUTAN.

Ambil supernatan dengan hati-hati, lalu dimasukkan kedalam eppendorf tube baru Tambahkan isopropanol 0,5 cc, dihomogenkan dengan cara dibolak balik dengan pelan. Inkubasi 15 menit Centrifuge 12.000 rpm selama 10 menit Buang supernatan Cuci pellet dengan etanol 70 % sebanyak 0,5 cc Centrifuge 12.000 rpm selama 5 menit Buang supernatan. Pellet ditambah aquadest steril sebanyak 50 l.

10. Forensic Odontology. Dental Students: The dental students network. (2000). 30 Jan 2005 <http://www.studentdoctor.net/dental/forensics.html> 11. Forensic Odontology. (2004). 27 Feb 2005 http://faculty.ncwc.edu/toconnor/425/425lect16.htm> 12. Forensic Odontology. The thin blue line: information section. 27 Feb 2005 <http://www.policensw.com/info/forensic/forensic5.html>. 13. James, S., Nordby, J., Eds. Forensic science: an introduction to scientific and investigative techniques. CRC Press, New York, 2003. 14. Kouble, R., Craig, G. A comparison between direct and indirect methods available for human bite mark analysis. J Forensic Sci 2004; 49(1). 15. Lee, S., Choi, J., Yoon, C., Kim, C., Shin, K., The diversity of dental patterns in orthopantomography and its significance in human identification. J Forensic Science 2004; 49(4). 16. Lewis, C. Leventhal, L. Locator system versus WinID3 versus CAPM14: identifying vicims from dental remains in a large disaster. J of Forensic Identification 2004; 52(4):185-202. 17. Martin-de las Heras, S., Valenzuela, A., Ogayar, C., Valverde, A., Torres, J., Computer-based production of comparison overlays from 3D-scanned dental casts for bite mark analysis. J Forensic Sci 2005; 50(1).

References