Anda di halaman 1dari 63

DASAR NEUROPSIKIATRI: NEUROFISIOLOGI DAN NEUROKIMIA

PENDAHULUAN
Sistem saraf serangkaian organ kompleks dan bersambungan Dalam mekanisme sistem saraf, lingkungan internal dan stimulus eksternal dipantau dan diatur. Kemampuan khusus iritabilitasdan konduktivitas, diatur dg tiga cara utama :

Input sensorik.

Aktivitasintegratif. Output motorik

ORGANISASI STRUKTURAL SISTEM SARAF


Sistem saraf pusat (SSP) otak dan medulla spinalis Sistem saraf perifer saraf lain dalam tubuh.

Anatomis

saraf cranial dan saraf spinal SSP dg reseptor/efektor

Fisiologis
Saraf aferen (sensorik) Saraf eferen (motorik) : somatic (volunter) otonom (involunter) :

Saraf simpatis Saraf parasimpatis


3

KOMPOSISI KIMIA JARINGAN SARAF :


Jaringan saraf merupakan jaringan yang sebagian besar terdiri dari lipid. Protein hanya terdapat sekitar 30% dan sebagian besar ada pula yang merupakan bagian dari lipid yang disebut proteolipid. Demikian juga karbohidrat umumnya terikat pada lipid sebagai glikolipid seperti :

glukosa galaktosa

gula amina (heksosamine)


4

Jaringan saraf :
tipe sel jaringan saraf : sel-sel neuron sel yang menyalurkan sinyal neuroglia terdiri dari : astrosit oligodendrit/sel Schwann mikroglia sel ependimal

NEURON
sejenis sel yang khusus berperan dalam menyalurkan/tranmisi informasi (komunikasi antar sel) Neurones terdapat di otak dan jaringan saraf dan saling berhubungan/berkomunikasi satu dengan lainnya Bagian-bagian neuron :
Neuron

dendrit Badan sel axon Neuron yang satu berhubungan dengan neuron atau sel lainnya melalui celah sinaps.
6

Struktur dan dinamika membran sel saraf :


Neuron :

unit fundamental sistim saraf terdiri dari :

neuron sensorik ( cahaya, raba, tekanan, suara, penciuman dll.)


neuron motorik (pergerakkan otot dan sekresi hormon) diantaranya terdapat sel-sel glia yang mengisi ruang antar neuron bagian-bagian neuron : badan sel, dendrit, akson dan terminal akson fungsi neuron : untuk melaksanakan komunikasi, menyalurkan informasi: Sinyal listrik ( komunikasi informasi ke dalam sel)

Sinyal kimia (menyalurkan informasi antar sel melalui ruang interneuron)


7

STRUKTUR NEURON

(LANJUTAN)

Sinaps : daerah tertentu dari neuron dalam menerima atau menyalurkan informasi berupa sinyal dari atau ke neuron/sel berikutnya.
Badan neuron mengandung inti sel dan lisosom sintesis protein dan komponen membran sel, demikian pula pada dendrit, kecuali pada akson dan terminal akson tidak mempunyai ribosom untuk untuk sintesis protein dan komponen plasma membran

Neuron menyalurkan sinyal berupa potensial listrik sepanjang membrannya. Bila sinyal itu sampai ke prasinaps maka sinaps akan melepaskan (eksositosis) suatu neurotransmiter yang tersimpan dalam vesikel yang kemudian bergerak melalui celah sinaps ke reseptor khas pada pasca sinaps.

10

DENDRIT :
suatu neuron umumnya mempunyai lebih dari satu dendrit yang memanjang dari badan sel Menyalurkan impuls sinyal dari terminal akson ke neuron atau sel lainnya Mengubah sinyal-sinyal kimia yang timbul pada terminal akson menjadi sinyal listrik yang akan ditransmisikan ke badan sel berikutnya.

11

AKSON :
Merupakan penyalur impuls listrik potensial aksi dan bergerak menjauhi badan sel ke terminal saraf/sinaps. Neuron juga memiliki serat akson yg panjang yg berasal dari akson hilok (badan sel yg agak menebal). Pangkal akson dinamakan segmen awal. Akson berakhir sebagai cabang-cabang terminal, tiap cabang berakhir dgn tonjolan sinaptik (synaptic knob). Tonjolan tsb dinamakan juga tonjolan akhir (terminal button) atau telodendria akson, yang mengandung granula atau vesikel (tempat menyimpan transmiter sinaptik yg disekresi oleh sel saraf).

12

MORFOLOGI SEL-SEL SARAF

13

MORFOLOGI SEL-SEL SARAF


Sejumlah

besar neuron memiliki akson yg bermielin (suatu kompleks lipid protein yg membungkus sekeliling akson) Diluar SSP lapisan mielin ini adalah bagian dari sel-sel Schwann, yaitu sel-sel yg menyerupai sel-sel glia yg terdapat di sepanjang akson. Sarung myelin membungkus akson kecuali pada ujungnya dan pada nodus Ranvier, yaitu penyempitan-penyempitan berdiameter 1m, yg berjarak 1 mm.

14

MORFOLOGI SEL-SEL SARAF

15

SEL GLIA
Meski tidak berpartisipasi langsung transmisi sinyal listrik namun sel glia sangat penting Sel glia menjaga stabilitas struktural bagi neuron dengan membungkusnya Glial-derived growth and trophic factors (GGF &GTF), membantu dan memandu neuron selama perkembangan dan perbaikan sel.

16

FUNGSI SEL GLIA


Astrosit

bentuknya spt bintang (sangat bercabang) berfungsi


menghubungkan antara neuron dan pembuluh darah nutrisi, oksigen yg dibutuhkan neuron, serta membawa sisa metabolisme dapat pula mengambil K+ dan neurotranmiter di CES homeostasis CES serta mensekresi faktor neurotropik.

Mikroglia

: sel-sel imun khusus, yang menetap pada SSP. menyingkirkan selsel yang rusak scavenger dan invasi asing.
17

FUNGSI SEL GLIA


Sel

Ependimal : sel-sel epitel yg membuat barier selektif permeabel antar kompartemen dalam otak Sel Schwan pada sistem saraf perifer dan Oligodendrosit di SSP, melindungi dgn myelin (selubung membran fosfolipid). Sel schwan mensekresi faktor neurotropik. Sel Satelit (sel schwann tdk bermyelin), membuat kapsul penyangga disekeliling badan sel saraf di ganglia (kumpulan badan sel saraf diluar SSP)

18

SEL GLIA

19

KLASIFIKASI SEL SARAF


Berdasar struktur : Pseudounipolar Bipolar Multipolar An aksonik

20

KLASIFIKASI BERDASAR STRUKTUR

21

METABOLISME & SINTESIS DLM SEBUAH NEURON


Badan

sel/ soma, memiliki nukleus dan semua organel yg dibutuhkan dalam aktivitas seluler (hasilkan energi & sintesis). Akson hanya menghantarkan sinyal kimia dan listrik, protein yg dibutuhkan harus disintesis dlm retikulum endoplasma kasar di badan sel/ soma Mekanisme pengepakan kedalam vesikel dan pergerakan sepanjang akson disebut dgn transport aksonal.
22

METABOLISME & SINTESIS DLM SEBUAH NEURON

23

SINYAL LISTRIK
Potensial membran Gradien konsentrasi sel

[Na+ /sodium, Cl- & Ca2+] lebih tinggi di cairan ekstrasel [K+ /potasium] lebih tinggi di cairan intrasel

Depolarisasi menyebabkan sinyal listrik Gerbang saluran mengkontrol permeabilitas

24

MEMBRAN SEL

25

SINYAL LISTRIK: KONSENTRASI ION DAN POTENSIAL EQUILIBRIUM

Table 8-2: Ion Concentrations and Equilibrium Potentials

26

PERBANDINGAN KONSENTRASI ION CES DAN CIS

27

SYNAPSE
Synapse

merupakan lokasi koneksi dan area komunikasi antar neuron-neuron yang dibagi menjadi celah Synaptic. Berfungsi memfasilitasi zat kimia isyarat transmisi melalui neurotransmitter Transmisi isyarat elektrik melalui suatu potential aksi dan konduksi.
28

29

SINAPS

MEKANISME SINAPS

TRANSDUKSI IMPULS SARAF :


Informasi dari lingkungan (sinyal)
reseptor pada neuron sensorik

konversi sinyal ke sinyal listrik


sinyal diteruskan ke neuron/sel berikutnya ( diubah jadi sinyal kimia pada sinaps) oleh neurotransmiter setelah terjadi transduksi sinyal pada pasca sinaps, pada neuron berikut diubah kembali jadi sinyal listrik informasi disalurkan pada motor neuron
32

reaksi pada otot

kel.endokrin(hormon)

PROSES TRANSDUKSI SINYAL OLEH NEUROTRANSMITER SEHINGGA DIHASILKAN PEMBUKAAN KANAL ION DEPOLARISASI POTANSIAL AKSI

33

POTENSIAL AKSI
Merupakan perubahan pulsatil yang terjadi tiba-tiba selama lk. 2 ms., dan menjalar sepanjang membran plasma. Pada keadaan istirahat potensial sekitar -60mV Pada saat tercapai puncak potensial aksi, potensial pada membran mencapai +50mV (bag. dalam lebih positif) depolarisasi membran dengan perubahan 110 mV cepat kembali ke keadaan istirahat. Perpindahan potensial aksi ini sepanjang perjalannya berlangsung sangat cepat (100 m/detik) Potensial aksi itu dibangun oleh suatu protein membran yang merupakan kanal ion yang dapat membuka dan menutup, sehingga terjadi perpindahan ion-ion K+ dan Na+ melalui kanal itu.

34

POTENSIAL AKSI

Potensial membran yang timbul pada sel saraf itu sangat tergantung pada gradien ion Na+ dan K+ pompa Na+K+ATPase ATP tidak secara langsung mempengaruhi potensial aksi tanpa ATP potensial aksi masih berlangsung) saraf membangkitkan ribuan potensial aksi meskipun tidak energi pergerakan ion setiap dibangkitkan sinyal listrik hanya memerlukan sebagian kecil ion Na+ dan K+.

35

36

SALURAN-SALURAN ION/ ION CHANNELS


Resting atau saluran ion pasif Saluran saluran ion bergerbang kimia Chemically activated atau ligand gated Saluran ion yang aktif karena tegangan atauvoltagedactivated (Voltage gated) Saluran ion yang terbuka atau tertutup bila ada suatu molekul intrasel atau Signal gated channel

1. 2.

3.

4.

37

TIPE KANAL ION YANG MEMBANGKITKAN POTENSIAL AKSI


K+
Exterior
Interior
++++

Na+
-++

ligan Na+

Na+

----

K+ Na+ Na+ Ligand gated channe terbuka bila ada suatu sinyal ekstrasel, misal neurotransmiter Na+ Signal gated channel terbuka atau tertutup bila ada suatu molekul intrasel (second messenger) yang 38 spesifik seperti ion Ca. atau protein G. Voltage gated ion channel membuka secara transient bila ada perubahan potensial aksi membran

Pada keadaan istirahat kanal selalu terbuka

NEUROTRANSMITTER
Merupakan zat kimia yang berkomunikasi dan memberi informasi dari satu sel ke sel yang lain. Saat ini terdapat lebih dari 100 berbagai neurotransmitter yang telah dikenali. Dari penelitian ditemukan bahwa neurotransmitter yang ditemukan berbeda dalam bagian atau daerah otak yang berbeda. Neurotransmitter berfungsi membedakan fungsi dari berbagai jaringan otak. Neurotransmitters digolongkan berdasarkan pada ukuran-ukuran dan criteria yang dijumpai pada molekul-molekulnya.

39

JENIS-JENIS NEUROTRANSMITTER

Acetylcholine Dopamine Epinephrine Norepinephrine GABA Serotonin Glutamate Substance P Endorphin Neuropeptide lainnya.
40

NEUROTRANSMITTER MONOAMINES (CATECHOLAMINE)

Acetylcholine (ACh)
Merupakan neurotransmitter yang tidak diproduksi didalam neuron. Ditrasportasikan ke otak dan ditemukan pada seluruh bagaian otak. Memiliki konsentrasi tinggi di basal ganglia dan cortex motorik. Fungsi Utama Acetylcholine (ACh) adalah mengatur atensi, memori, rasa haus, pengaturan mood, tidur REM, memfasilitasi perilaku sexual dan tonus otot.
41

FUNGSI UTAMA ACETYLCHOLINE (ACH)


Atensi Memori Haus Pengaturan Mood Tidur REM Perilaku Sexual Tonus otot. Alzheimers & Gangguan memori (Menurun) Anxietas & Depresi (meningkat)

42

FUNGSI UTAMA ACETYLCHOLINE (ACH)


Gejala Defisit Kurangnya inhibisi Berkurangnya fungsi memori Euphoria Antisosial Penurunan fungsi bicara. Gejala Berlebihan Over-inhibisi Anxietas & Depresi Keluhan Somatic

43

DOPAMINE (DA)
Berlokasi di CNS dan diproduksi dalam substantia nigra. Dopamine (DA) dipindahkan dari celah synaptic oleh enzim MAO. Fungsi Utama Dopamine (DA) adalah mengatur fungsi pikiran, pengambilan keputusan, perilaku reward-seeking Berperan dalam mengintegrasikan kognisi.

44

GEJALA DEFISIT
Ringan:

Kurang control impuls Kurang spatiality Kurang kemampuan berpikir abstrak.


Parkinsons Gangguan Endocrine Gangguan pergerakan. Substance abuse
45

Berat:

GEJALA BERLEBIHAN
Ringan:

Meningkatkan kreativitas Kemampuan generalisasi Peningkatan spatialitas. Schizophrenia Disorganized thinking Loose association Tic Stereotypic behavior.
46

Berat:

NOREPINEPHRINE
Memiliki konsentrasi tinggi di dalam locus ceruleus serta dalam konsentrasi sekunder dalam hippocampus, amygdala, dan kortex cerebral. Selain itu ditemukan juga dalam konsentrasi tinggi di saraf simpatis. Dipindahkan dari celah synaptic dan kembali ke penyimpanan melalui proses reuptake aktif. Fungsi Utama adalah mengatur fungsi kesiagaan, pusat perhatian dan orientasi; mengatur fightflightdan proses pembelajaran dan memory.

47

NOREPINEPHRINE

Gejala Defisit:

Ketumpulan Kurang energi (Fatique) Depresi Anxietas kesiagaan berlebih Penurunan rasa awas Paranoia Kurang napsu makan. Paranoia
48

Gejala Berlebihan:

SEROTONIN (5HT)
Kelainan Serotonin (5HT) berimplikasi terhadap beberapa jenis gangguan jiwa yang mencakup ansietas, depresi, psikosis, migren, gangguan fungsi seksual, tidur, kognitif, dan gangguan makan. Banyak tindakan dalam perawatan gangguan jiwa adalah dengan jalan mempengaruhi sistem serotonin tersebut. Fungsi Utama dari Serotonin (5HT) adalah dalam pengaturan tidur, persepsi nyeri, mengatur status mood dan temperatur tubuh serta berperan dalam perilaku aggresi atau marah dan libido.

49

SEROTONIN (5HT)

Gejala Defisit:

Irritabilitas & Agresif Depresi & Ansietas Psikosis Migren Gangguan fungsi seksual Gangguan tidur & Gangguan kognitif Gangguan makan. Obsessive compulsive disorder (OCD) Sedasi Penurunan sifat dan fungsi aggresi Pada kasus yang jarang: halusinasi.

Gejala Berlebihan:

50

EPINEPHRINE (ADRENALINE)
Telah diproduksi secara sintetis sebagai obat sejak 1900 dan menjadi obat pilihan untuk perawatan anaphylaxis. Bersama norepinephrine dilepaskan oleh kelenjar adrenal. Meningkatkan detak jantung dan melakukan dilatasi jalan napas untuk meningkatkan fungsi nafas dan menyempitkan pembuluh darah di dalam usus dan kulit. Terlibat di dalam metabolisme energi dan glukosa. Terlalu kecil epinephrine dihubungkan dengan depresi. Terlalu banyak adalah perilaku kekerasan

51

GLUTAMATE
Fungsi Utama Glutamat adalah pengaturan kemampuan memori dan memelihara ufngsi automatic. Glutamat merupakan neurotransmitter excitatory utama pada otak dimana hampir tiap area otak berisi glutamate. Glutamat memiliki konsentrasi tinggi di corticostriatal dan di dalam sel cerebellar. Gangguan pada neurotrasmitter ini akan berakibat gangguan atau penyakit bipolar afektif dan epilepsi.

52

GLUTAMATE
Gejala

Defisit:

Gangguan memori Low energy Distractibilitas. Schizophrenia

Gejala

Berlebihan:

Kindling Seizures Bipolar affective disorder.


53

GAMMA AMINO BUTYRIC ACID (GABA)


Merupakan neurotransmitter yang memegang peranan penting dalam gejala-gejala pada gangguan jiwa. Hampir tiap-tiap area otak berisi neuron-neuron GABA. Banyak pathway di otak menggunakan GABA dan merupakan Neurotransmitter utama untuk sel Purkinje. GABA dipindahkan dari synaps melalui katabolism oleh GABA transaminase Fungsi Utama adalah menurunkan arousal dan mengurangi agresi, kecemasan dan aktif dalam fungsi eksitasi.

54

AMINO BUTYRIC ACID (GABA)

Gejala Defisit:
Irritabilitas Hostilitas Tension and worry Anxietas Seizure.

Gejala Berlebihan:

Mengurangi rangsang selular Sedasi Gangguan memori


55

PEPTIDE: OPIOD TYPE


Fungsi Utama dari Peptide Opiod Type adalah mengatur emosi dan fungsi pusat reward. Selain itu melakukan konsolidasi pada memori serta mengatur reaksi terhadap stress.

56

PEPTIDA: OPIOD TYPE


Gejala

Defisit:

Hypersensitivas untuk menyakitkan dan menekan Kurangnya sensasi rasa senang Dysphoria. Substance abuse

Gejala

Berlebihan:

Insensitivitas terhadap rangsang nyeri Gangguan catatonic-like Halusinasi dengar Memori menurun.

57

ENDORPHIN
Termasuk dalam suatu keluarga zat kimia otak yang tergolong baru yang menyiarkan ulang informasi: neuropeptida. Suatu bahan-kimia diproduksi di dalam otak dan spinal cord yang mengurangi rasa nyeri dan meningkatkan mood. Berperan dalam persepsi kesenangan dan sakit Merupakan neurotransmitter itu membebaskan rasa sakit dan mempengaruhi senang dan bahagia. Dalam keadaan defisit adalah Keluhan Somatic

58

ENKEPHALINS
Salah satu jenis dari opioid yang mengikat pada sel reseptor exitory (rasa nayaman) Terikat pada reseptor sel yang di terdapat dalam otak dan spinal cord untuk menghilangkan rangsang nyeri.

59

DYNORPHINS
Suatu

kelas opioid peptides mencakup dynorphin A, dynorphin B, dan bagianbagian yang lebih kecil dari peptida. Dynorphins berada pada reseptor kappaopioid sel yang peka rangsangan dan telah ditunjukkan memegang peran transmisi sistem saraf pusat.
60

NEUROTRANSMITTER YANG BARU DITEMUKAN

Anandamide Yang paling terbaru temukan dari suatu bahan kimia otak Dari kata ' ananda', bahasa Sansekerta untuk kata kebahagiaan. Mempunyai suatu efek pada tetrahydrocannabinol (THC), bahan kimia yang aktip di dalam bahan cannabis.

61

NEUROTRANSMITTER YANG BARU DITEMUKAN


Nociceptin

Ilmuwan baru-baru ini telah menemukan bahan kimia otak yang lain yaituu nociceptin yang dapat mengurangi kecemasan.

62

TERIMA KASIH
63

SELAMAT BELAJAR