Anda di halaman 1dari 20

Ns.Dhiana Setyorini,S.Kep.,M.Kep.,Sp.

Mat

40% infertilitas berasal dari pihak suami (pria). 10-20% pasangan suami istri mengalami infertilitas.

penyebab infertilitas
Wanita: endometriosis dan infeksi panggul, sedangkan kelainan lainnya: mioma uteri, polip, kista, dan saluran telur tersumbat (bisa satu atau dua yang tersumbat).

Pria:
Kelainan sperma Gangguan seksualitas.

REPRODUKSI WANITA
Female Factors
Follopian tube Uterine ovary Cervix Extra-genital tract
sperm oocyte

Hypothalamus Pituitary

Thyroid Adrenal

REPRODUKSI PRIA

1. Endometriosis
endometrium yang semestinya berada di lapisan paling dalam rahim (lapisan endometrium) terletak dan tumbuh di tempat lain. Gejala umum penyakit endometriosis adalah nyeri yang sangat pada daerah panggul terutama pada saat haid dan berhubungan intim, serta -tentu saja-i nfertilitas

2. Infeksi Panggul
kumpulan penyakit pada saluran reproduksi wanita bagian atas, meliputi radang pada rahim, saluran telur, indung telur, atau dinding dalam panggul. Gejala umum infeksi panggul adalah: nyeri pada daerah pusar ke bawah (pada sisi kanan dan kiri), nyeri pada awal haid, mual, nyeri saat berkemih, demam, dan keputihan dengan cairan yang kental atau berbau. Infeksi panggul memburuk akibat haid, hubungan seksual, aktivitas fisik yang berat, pemeriksaan panggul, dan pemasangan AKDR (alat kontrasepsi dalam rahim, misalnya: spiral).

3. Mioma Uteri
tumor atau pembesaran jaringan otot yang ada di rahim. Biasanya mioma uteri yang sering menimbulkan infertilitas adalah mioma uteri yang terletak di lapisan dalam (lapisan endometrium). .Mioma aktif saat wanita dalam usia reproduksi sehingga -saat menopause- mioma uteri akan mengecil atau sembuh

4. Polip
Polip adalah suatu jaringan yang membesar dan menjulur yang biasanya diakibatkan oleh mioma uteri yang membesar dan teremas-remas oleh kontraksi rahim. Polip dapat menjulur keluar ke vagina. Polip menyebabkan pertemuan spermasel telur dan lingkungan uterus terganggu, sehingga bakal janin akan susah tumbuh.

5. Kista
kantong tertutup yang dilapisi oleh selaput (membran) yang tumbuh tidak normal di rongga maupun struktur tubuh manusia. Jenis kista yang paling sering menyebabkan infertilitas adalah sindrom ovarium polikistik. Penyakit tersebut ditandai amenore (tidak haid),hirsutism (pertumbuhan rambut yang berlebihan, dapat terdistribusi normal maupun tidak normal), obesitas, infertilitas, dan pembesaran indung telur. Penyakit ini disebabkan tidak seimbangnya hormon yang

mempengaruhi reproduksi wanita.

6. Saluran Telur yang Tersumbat


sperma tidak bisa bertemu dengan sel telur sehingga pembuahan tidak terjadi. Pemeriksaan yang dilakukan untuk mengetahui saluran telur yang tersumbat adalah dengan HSG (Hystero Salpingo Graphy), yaitu semacam pemeriksaan rntgen (sinar X) untuk melihat rahim dan saluran telur

7. Sel Telur
gangguan proses pelepasan sel telur (ovulasi). 80% penyebab gangguan ovulasi adalah sindrom ovarium polikistik (ggn haid). Haid yang normal memiliki siklus antara 26-35 hari, dengan jumlah darah haid 80 cc dan lama haid antara 3-7 hari.

Cairan ejakulat:
Pada pemeriksaan cairan ejakulat yang normal didapatkan: Volume: 2 mililiter. Lama mencair: 60 menit. pH (tingkat keasaman): 7,2. Kadar spermatozoa: 20 juta spermatozoa per mililiter. Jumlah spermatozoa total: 20 juta spermatozoa per ejakulat Motilitas (pergerakan): 50% motil (grade a dan b)*; atau 25% bergerak progresif (grade a) dalam 60 menit setelah ejakulasi. Vitalitas: spermatozoa hidup 75%. Sel darah putih: < 1juta per mililiter.

Penyebab Umum Ketidaksuburan Pria


1. Gangguan di daerah sebelum testis (pretesticular) hipofisis yang bertugas mengeluarkan hormon FSH dan LH. Kedua hormon tersebut mempengaruhi testis dalam menghasilkan hormon testosteron, akibatnya produksi sperma dapat terganggu. Terapi yang bisa dilakukan adalah dengan terapi hormon

2. Gangguan di daerah testis (testicular)


Trauma: pukulan, gangguan fisik, atau infeksi. butuh suhu yang lebih dingin daripada suhu tubuh, yaitu 3435 C, Jumlah estrogen yang tinggi dalam tubuh akan mempengaruhi produksi sperma. konsumsi suplemen alami. Asam amino Lcarnitine (ditemukan dalam daging merah dan susu) dan L-arginine (terdapat dalam kacangkacangan, telur, daging, dan wijen) berkhasiat meningkatkan mutu sperma.

3. Gangguan di daerah setelah testis (posttesticular) Gangguan terjadi di saluran sperma sehingga sperma tidak dapat disalurkan dengan lancar, biasanya karena salurannya buntu (bawaan sejak lahir, terkena infeksi penyakit -seperti tuberkulosis (Tb)-, serta vasektomi yang memang disengaja.

4. Gangguan lain
pelebaran pembuluh darah (varises). Varises pada pembuluh darah yang menyuplai testeis disebut varicocele. melemahkan sperma, seperti adrenalin dan sebagainya.

Penyebab Lain
1. Kelainan Kekebalan Tubuh 2. Infertilitas Sebagai Komplikasi Penyakit Lain: penyakit genetik, kencing manis (diabetes mellitus), penyakit kelenjar gondok, kelainan hormon, dan obesitas (kegemukan).