Anda di halaman 1dari 18

Angina Ludwig / Phlegmon

Latty Indriastuti J520110045

DEFINISI
Angina Ludwig adalah infeksi ruang submandibula (rahang bawah) berupa peradangan selulitis dari bagian superior ruang sekitar leher ditandai dengan pembengkakan pada bagian bawah submandibular.

ETIOLOGI
Akibat infeksi akar gigi Karies Bakteri streptococcus atau staphylococcus

PREDILEKSI
Jarang terjadi pada anak-anak dan sering terjadi pada dewasa muda (terbanyak sekitar 20-60 tahun)

Pemeriksaan Subjektif
CC Pasien mengeluh nyeri leher bagian dalam,nyeri tenggorokan,sukar membuka mulut serta kesulitan bernafas. Leher menjadi bengkak dan berwarna merah. PMH
Pasien tidak pernah dirawat di rumah sakit Pasien tidak sedang melakukan pengobatan Pasien tidak alergi obat

PDH Pernah sakit gigi dan melakukan pencabutan gigi. FH Orangtua pasien tidak mengalami penyakit sistemik

Pemeriksaan Objektif
Pemeriksaan tanda vital suhu tubuh : biasanya febris atau demam Intraoral : gigi geligi: 16 pernah sakit dan kemudian dicabut edema pada dasar mulut dan lidah

Pemeriksaan Extraoral Muka : bengkak Pipi : tidak ada kelainan Bibir : tidak ada kelainan Pinggir rahang : tidak ada kelainan Kelenjar ludah : tidak ada kelainan Kelenjar limfa : tidak ada kelainan

DD
1. Abses glandula saliva 2. Limfadenitis 3. Peritonsilar abses

Untuk dapat menegakkan diagnosis dari angina ludwig ada 4 kriteria yang dikemukakan oleh Grodinsky : 1. Terjadi secara bilateral pada lebih dari 1 rongga 2. Menghasilkan infiltrasi yang gangren dengan atau tanpa pus 3. Mencakup fasia jaringan ikat dan otot namun tidak melibatkan kelenjar 4. Penyebaran secara perikontinuitatum bukan secara limfatik

Pemeriksaan Penunjang
1. Pemeriksaan laboratorium darah 2. Pemeriksaan kultur cairan dari jaringan untuk mengetahui bakteri 3. Foto xray lateral untuk mengetahui adanya pembengkakan jaringan lunak 4. CT scan

Penatalaksanaan
1. Trakeostomi atau cricothyroidotomy untuk membuka jalan nafas 2. Pemberian antibiotik 3. Drainase + incisi apabila terjadi infeksi

Gambaran klinis
Penderita mengalami kesulitan berat saat menelan, bernafas dan berbicara, hipersalivasi, malaise dan demam tinggi Pembengkakan pada leher, blateral rung submandibularis. Penderita bisa merasakan sakit dengan durasi yang lama.

referensi
Lemmonick. 2002. Ludwigs Angina. Pittsburgh : Hospital Psycian Linda. J. Vorvick.2011. Ludwigs Angina.Washington : A.D.A.M Pedersen, Gordon. W. 1996. Buku Ajar Praktis Bedah Mulut. Jakarta : EGC