Anda di halaman 1dari 25

Referat

SISTEM SARAF PUSAT DENGAN PENYAKIT MENINGOENSEFALITIS


Oleh Budi Fitriadi I1A002061 Pembimbing dr. H. Hasyim Fachir,Sp.S

Mortality rate meningitis => 21% dengan kematian pasien pneumococcal meningitis lebih tinggi daripada pasien meningococcal meningitis.

Di Afrika, antara 1988 dan 1997 => 704,000 kasus dengan jumlah kematian 100.000 orang. Pada tahun 1998 dan 2002=> 224.000 kasus baru dengan meningococcal meningitis

Ensefalitis, di USA (Amerika Serikat) => kejadian 1 kasus/ 250.000-500.000 penduduk per tahun.
< 20 tahun => terjadi sepanjang tahun dengan 1/3 kasus herpes simpleks ensefalitis serta 1 1/2nya terjadi pada usia 50 tahun

ANATOMI DAN FISIOLOGI ORGAN TERKAIT (MENINGENS DAN ENSEFALON)

SSP
Otak (ensefalon)

Sumsum tulang belakang (medula spinalis)

otak tengah (mesensefalon)

otak besar (serebrum)

otak kecil (serebelum)

sumsum sambung (medulla oblongata)

Otak besar (serebrum)


Fungsi => dalam pengaturan semua aktifitas mental, yakni berkaitan dengan kepandaian (intelegensi), ingatan (memori), kesadaran, dan pertimbangan.

Otak tengah (mesensefalon)


Fungsi => mengatur refleks mata seperti penyempitan pupil mata, dan juga merupakan pusat pendengaran

Otak kecil (serebelum)


Fungsi => koordinasi gerakan otot yang terjadi secara sadar, keseimbangan, dan posisi tubuh,. Ada rangsangan yang merugikan atau berbahaya maka gerakan sadar yang normal tidak mungkin dilaksanakan.

Sumsum sambung (medulla oblongata)


Fungsi => menghantar impuls yang datang dari medula spinalis menuju ke otak, mempengaruhi jembatan, refleks fisiologi seperti detak jantung, tekanan darah, volume dan kecepatan respirasi, gerak alat pencernaan, dan sekresi kelenjar pencernaan, mengatur gerak refleks yang lain seperti bersin, batuk, dan berkedip

MENINGOENSEFALITIS

MENINGEN

ENSEFALON

Falx cerebri
Tentorium cerebelli

Durameter MENINGEN Arachnoid


Piameter

Falx cerebelli

Falx cerebelli

Falx cerebelli

Gambar 1. Penampang melintang lapisan pembungkus jaringan otak

encephalon adalah bagian sistem saraf pusat yang terdapat di dalam cranium; terdiri atas proencephalon (disebut juga forebrain yaitu bagian dari otak yang berkembang dari anterior tiga vesikel primer terdiri atas diensefalon dan telensefalon); mesencephalon (disebut juga brainstem yaitu bagian dari otak yang berkembang dari bagian tengah tiga vesikel primer, terdiri atas tektum dan pedunculus); dan rhombencephalon (disebut juga hindbrain,terdiri atas metensefalon (serebelum dan pons) dan mielensefalon (medulla oblongata)

Gambar 3. jaringan otak (encephalon)

Meningoencephalitis adalah peradangan yang terjadi pada encephalon dan meningens. Nama lain dari meningoencephalitis adalah cerebromeningitis, encephalomeningitis, dan meningocerebritis Etiologi meningoencephalitis => bakteri dan virus,.

Manifestasi Klinis
Gejala Umum : Lemah, letargia Demam, sakit kepala Mual-muntah Sakit tengkuk-punggung-tungkai

Gejala khusus : - Gangguan kesadaran - Defisit neurologi ( hemiplegia, nistagmus, anisokor, papil edem, TIK meningkat

Diagnosis
Neurologik Meningeal sign (+) Kesadaran berkabut TIK meningkat ( sakit kepala dan muntah) Defisit neurologis fokal

TEMUAN DALAM PEMERIKSAAN PENUNJANG

DIAGNOSIS BANDING MENINGOENCEPHALITIS


Kejang demam Meningitis Encephalitis Intracranial abscess Sekuele dari edema otak Infark cerebral Perdarahan cerebral

PENANGANAN MENINGOENCEPHALITIS

KOMPLIKASI DAN PROGNOSA MENINGOENCEPHALITIS


Sindrom hormon antidiuretik Demam persisten umum
Gejala biasanya menyelesaikan selama beberapa hari untuk 2 sampai 3 Minggu. Meskipun kebanyakan pasien baru dengan bentuk epidemiologi meningoensefalitis menular di AS sembuh tanpa gejala sisa, kasus yang parah dapat menyebabkan kematian atau gejala neurologis sisa yang substansial dapat hampir terjadi