Anda di halaman 1dari 31

II.

PEMAKAIAN HURUF KAPITAL DAN HURUF MIRING

A. Huruf kapital atau Huruf Besar

1. Huruf kapital atau huruf besar dipakai sebagai huruf pertama kata pada awal kalimat.
Misalnya : Mereka sedang melakukan suatu pekerjaan. Adi membeli bola. Siapa yang membeli buku itu? Mereka sangat senang melihat pertunjukan itu. Orang itu memakai sepatu hitam. Ibu membeli sepatu Adi di toko.

2. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama petikan langsung.


Misalnya : Dia berkata Bahwa bumi itu bulat". Ibu berkata "Adik jangan pegang kucing itu". Ani bertanya "Dimana kamu membeli buku itu?". Lia bertanya "Dimana letak kota itu?" "Bulan depan Engkau keluar kota" katanya.

3. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama dalam ungkapan yang berhubungan dengan nama Tuhan dan kitab suci, termasuk kata ganti untuk Tuhan.

Misalnya : Kita harus berserah diri kepada-Nya. Selalu ingatlah kepada Allah SWT dimana kita berada. Kitab suci kita adalah Al-Qur'an. Allah yang menciptakan langit dan bumi.

4. a. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang diikuti nama orang.

Misalnya : Raden Sri Wahyuni adalah salah satu puteri kraton. Nyi Ageng Serang adalah salah satu pahlawan di Indonesia. Orang itu bernama Haji Agus Salim. Imam Syafi'i adalah tokoh Umat Islam. Jalan raya itu macet karena Gubernur Fauzi Bowo sedang lewat.

4. b. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama gelar kehormatan, dan keagamaan yang tidak diikuti nama orang.

Misalnya : Dia memiliki keturunan ningrat sehingga mendapatkan gelar haji. karena mendapatkan wahyu dari Allah SWT, Muhammad menjadi seorang nabi. Siapa nama lurah yang baru dilantik itu?

5. a. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang atau yang dipakai sebagai pengganti nama orang tertentu, nama instansi, atau nama tempat.

Misalnya : Kofii Anan dan Ban Ki Mon pernah menjabat sebagai Ketua PBB. Gubernur Fauzi Bowo menjadi menghadiri acara pemilihan Miss Indonesia. Gubernur D.I. Jogjakarta adalah Sultan Hamengku Buwono.

5. b. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama jabatan dan pangkat yang tidak diikuti nama orang, nama instansi, atau nama tempat.

Misalnya : Acara itu akan dihadiri oleh presiden. Bapak Adi adalah seorang lurah. Hari ini akan ada rapat guru. Orang itu adalah seorang bupati.

6. a. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur-unsur nama orang.


Misalnya : . .

6. b. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama orang yang digunakan sebagai nama jenis atau satuan ukuran.

Misalnya : . .

7. a. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa , suku bangsa, dan bahasa.

Misalnya : . .

7. b. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku, dan bahasa yang dipakai sebagai bentuk dasar kata turunan.

Misalnya : . .

8. a. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama tahun, bulan, hari, hari raya, dan peristiwa sejarah.

Misalnya : . .

8. b. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama peristiwa sejarah yang tidak dipakai sebagai nama.

Misalnya : . .

9. a. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama geografi.


Misalnya : Asia Timur Jakarta Surabaya Bukit Tinggi Indramayu Jalan Supriyadi Kali Angke Lembah Harau

Pegunungan Foja Selat Malaka Tanjung Priok Teluk Bone Terusan Saimana

9. b. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama istilah geografi yang tidak menjadi unsur nama diri.

Misalnya : berenang di danau berjalan ke timur mendaki Ke gunung bermain di lembah

9. c. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama geografi yang digunakan sebagai nama jenis.

Misalnya : petai cina nangka belanda jeruk pontianak Kesunda-sundaan Keinggris-inggrisan

10. a. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua unsur nama negara, lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, serta nama dokumen resmi kecuali kata seperti dan.

Misalnya : Badan Intelijen Negara Komisi Pemilihan Umum Mahkamah Agung Komisi Pemberantasan Korupsi

10. b. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama kata yang bukan nama resmi negara, lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, badan, serta nama dokumen resmi.

Misalnya : Kebijakan yang diambil pemerintah dinilai tidak tepat. Akan rencana perombakan menteri-menteri di Indonesia.

11. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama setiap unsur bentuk ulang sempurna yang terdapat pada nama badan, lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, serta dokumen resmi.

Misalnya : Peraturan Perundang-Undangan Indonesia Undang-Undang Pelayanan Publik Undang-Undang Kementerian Negara

12. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua kata (termasuk semua unsur kata ulang sempurna) di dalam nama buku, majalah, surat kabar, dan judul karangan kecuali kata seperti di, ke, dari, dan, yang, untuk yang tidak terletak pada posisi awal.

Misalnya : Buku Beberapa Aspek Linguistik Indonesia dikarang oleh S. Dardjowijojo. Dia membaca majalah Aneka Yess kemarin. Dia berlangganan surat kabar Media Indonesia. Buku Laksamana Raja Lautan adalah karya Ibrahim.

13. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur singkatan nama gelar, pangkat, dan sapaan.
Misalnya : S.T. S.Ag. Ir. S.Pd. S.Kom. M.M. M.Kom. M.T M.Akt. R.A. R.M.

Sarjana Teknik Sarjana Agama Insinyur Sarjana Pendidikan Sarjana Komputer Magister Manajemen Magister Komputer Magister Teknik Magister Akuntansi Raden Ajeng Raden Mas

14. a. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan seperti bapak, ibu, saudara, kakak, adik, dan paman yang dipakai dalam penyapaan dan pengacuan

Misalnya : Jam berapa Bapak akan pulang? tanya Rudi. Hari ini Ibu masak sayur apa? tanya Suci. Terima kasih atas saran Saudara. Guci itu terbuat dari apa Kak? tanya Andi. Kapan Paman akan main lagi ke rumah? Tanya Indra.

14. b. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan yang tidak dipakai dalam pengacuan atau penyapaan.

Misalnya : Terima kasih atas kehadiran saudara-saudara dalam acara ini. Baju yang kita lihat tadi telah diborong oleh ibu-ibu. Diharapkan untuk bapak-bapak bisa menjadi teladan yang baik.

15. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata ganti Anda
Misalnya : Apakah Anda sudah menerima paket yang kami kirim? Apa yang ada di fikiran Anda? Apakah Anda tahu perbedaan antara bukit dan lembah?

B. Huruf Miring

1. Huruf Miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan nama buku, majalah, dan surat kabar yang dikutip dalam tulisan.

Misalnya : Sumber yang di dapat, diperoleh dari Media Indonesia. Buku yang dipakai dalam pelajaran Bahasa Indonesia adalah Cermat Berbahasa Indonesia. Buku faforit saya adalah Harry Potter dan Twillight Series.

2. Huruf Miring dalam cetakan dipakai untuk menegaskan atau mengkhususkan huruf, bagian kata, kata, atau kelompok kata.

Misalnya : Bisa dapat bermakna racun dan juga mampu. Gerakan Peristaltik terjadi di kerongkongan. Ambigu dan Wagu juga dikenal dengan istilah tabu.

3. Huruf Miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan kata namailmiah atau ungkapan asing kecuali yang telah disesuaikan ejaannya.

Misalnya : Phitechanthopus Erectus merupakan salah satu golongan manusia purba. Mantra yang dipakai untuk memanggil suatu benda dalam film Harry Potter adalah Accio Jenis olahraga yang populer dalam film Harry Potter adalah Quidditch

Catatan: Dalam tulisan tangan atau ketikan, huruf atau kata yang akan dicetak miring diberi satu garis di bawahnya