Anda di halaman 1dari 16

LARUTAN PENYANGGA/BUFFER

DISUSUN OLEH:
LAILA MAJNUN HUTAGAOL(4122131026) MECYANA PASARIBU(4121131013) NIRYA FINETRI HUTAHAEAN(4123131065)

LARUTAN PENYANGGA
Adalah larutan yang digunakan untuk mempertahankan nilai pH tertentu agar tidak banyak berubah selama reaksi kimia berlangsung.

CAMPURAN LARUTAN PENYANGGA


A. Campuran asam lemah + basa kunjugasi atau garamnya disebut PENYANGGA ASAM Contoh : a. CH3COOH + CH3COONa b. H3PO4 + NaH2PO4 B. Campuran basa lemah + asam kunjugasi atau garamnya disebut PENYANGGA BASA Contoh : NH4OH + NH4Cl

PEMBUATAN LARUTAN PENYANGGA


Larutan penyangga secara sederhana dibuat dengan mencampurkan asam lemah dengan basa konjugatnya. Secara sama, larutan penyangga juga dapat dibuat dengan mencampurkan basa lemah dengan asam konjugatnya. Larutan penyangga bekerja secara bereaksi dengan asam atau basa yang ditambahkan untuk mengendalikan pH. Sebagai contoh, bayangkanlah sebuah larutan penyanga yang terbuat dari basa lemah amonia, NH3 dan asam konjugatnya, ion amonium (NH4+). Ketika asam klorida (HCl) ditambahkan pada larutan tersebut, amonia akan "merendam" proton (H+) dari asam menjadi ion NH4+. Karena proton telah terkunci dalam ion amonium, proton tidak dapat menjalankan aksinya untuk menurunkan pH larutan. Ketika NaOH ditambahkan pada larutan penyangga yang sama, ion amonium akan menyumbangkan proton yang tadi terkunci kepada basa menjadi amonia dan air. Dalam hal ini larutan penyangga menetralkan basa. Seperti pada contoh di atas, larutan penyangga bekerja dengan menggantikan asam atau basa kuat itu deingan yang lemah. Proton asam kuat digantikan oleh ion amonium (sebuah asam lemah). Basa kuat OH- digantikan oleh basa lemah amonia. Penggantian ini menyebabkan larutan penyangga mempunyai kekuatan mengendalikan pH.

PRINSIP KERJA
1. Jika ditambah asam :

Ion H+ dari asam dinetralkan oleh basa lemah.


2. Jika ditambah basa :

tersebut

akan

Ion OH- dari basa tersebut akan dinetrakan oleh asam konjugasi

KAPASITAS BUFFER
Jumlah asam atau basa yang dapat kita tambahkan ke dalam suatu larutan penyangga adalah terbatas dan hal ini tergantung dari konsentrasi komponen penyususn larutan penyangga itu sendiri. Jadi setiap larutan penyangga memiliki batasan sampai berapa banyak dia mampu menampung asam atau basa yang ditambahkan kepadanya sehingga larutan penyangga tersebut mampu mempertahankan nilai pH seperti semula. Hal inilah yang kita kenal dengan istilah Kapasitas Larutan Penyangga. Kapasitas larutan penyangga() didefinisikan sebagai kuantitas asam atau basa yang dibutuhkan oleh satu liter larutan penyangga untuk mengubah satu unit pH. Kapasitas buffer sering juga disebut sebagai intensitas buffer. =dCb/dpH=-dCa/dpH Dimana, Ca dan Cb adalah jumlah mol asam kuat atau basa kuat perliter yang dibutuhkan untuk menghasilkan perubahan satu unit pH. Kapasitas buffer adalah bilangan positif. Semakin besar ketahanan suatu larutan terhadap perubahan pH akan semakin besar.

MEMILIH LARUTAN PENYANGGA (BUFFER)


Pemilihan larutan penyangga untuk aplikasi tertentu biasanya berdasarkan dua pertimbangan, yaitu (1) pH larutan yang diinginkan dan (2) kesesuaian komposisi kimia larutan buffer dengan sampel. Pemilihan larutan buffer dengan pertimbangan pH akan sangat baik bila komponen asamnya memiliki pKa berdekatan dengan pH larutan yang dinginkan, yaitu akan memungkinkan perbandingan konsentrasi pasangan asam basa menjadi saling berdekatan (hampir sama) sehingga kapasitas larutan buffer menjadi maksimum. Sedangkan pertimbangan kesesuaian komposisi kimia larutan buffer adalah sangat kompleks dan membutuhkan pengetahuan akan kemungkinan interaksi antara komponen larutan buffer dengan komponen kimia yang terdapat pada sampel yang akan diperlakukan.

RUMUS PH (ASAM )
PENYANGGA BERSIFAT ASAM (H+) = Ka . (A) (B) pH = - log (H+) = pKa + log (G) (A) Ket : (A) : konsentrasi asam lemah (G) : konsentrasi basa konjugasi Ka : konstanta asam

RUMUS PH (BASA)
PENYANGGA BERSIFAT BASA (OH-) = Kb . (B) (G) pOH = - log (OH-) = pKb + log (B) (G) Ket : (B) : konsentrasi asam lemah (G) : konsentrasi asam konjugasi Kb : konstanta basa

FUNGSI LARUTAN PENYANGGA


Dalam tubuh makhluk hidup

- Larutan penyangga H2 CO3 + HCO3- untuk menjaga pH dalam darah pH darah tubuh manusia berkisar antara 7,35-7,45. pH darah tidak boleh kurang dari 7,0 dan tidak boleh melebihi 7,8 karena akan berakibat fatal bagi manusia. Organ yang paling berperan untuk menjaga pH darah adalah paru-paru dan ginjal. - Untuk menjaga PH tubuh agar sesuai dengan karakteristik reaksi enzim - Larutan penyangga karbonat - Larutan penyangga fosfat

FUNGSI LARUTAN PENYANGGA


Dalam kehidupan sehari-hari

Larutan penyangga asam dan natrium sitrat yang menjaga PH dalam makanan kaleng sehingga makanan tidak mudah dirusak oleh bakteri

Sebagai

obat

penghilang

rasa

nyeri,

aspirin

mengandung asam asetilsalisilat. Beberapa merek aspirin juga ditambahkan zat untuk menetralisir kelebihan asam di perut, seperti MgO.

FUNGSI LARUTAN PENYANGGA


Obat suntik atau obat tetes mata, pH-nya harus disesuaikan dengan pH cairan tubuh. Obat tetes mata harus memiliki pH yang sama dengan pH air mata agar tidak

Obat tetes mata

menimbulkan iritasi yang mengakibatkan rasa perih pada mata. Begitu pula obat suntik harus disesuaikan dengan pH darah.

Obat suntik

FUNGSI LARUTAN PENYANGGA


Dalam industri, larutan penyangga

digunakan untuk penanganan limbah. Larutan penyangga ditambahkan pada limbah untuk mempertahankan pH 5-

Limbah industri

7,5. Hal itu untuk memisahkan materi organik pada limbah sehingga layak di buang ke perairan.

Pembuangan limbah industri

CONTOH SOAL ASAM


KE DALAM L A R U TA N C H 3C O O H D I T A M B A H K A N P A D AT A N C H 3 C O O N A , S H G K O N S E N T R A S I C H 3C O O H = 0 , 1 M O L A R D A N K O N S E N T R A S I C H 3C O O N A = 0 , 0 5 M O L A R . J I K A KA C H 3C O O H 1,8 X 1 0 -5. TENTUKAN PH CAMPURAN ? JAWAB ( H +) = K A X ( A S A M L E M A H ) (GARAM) = 1 , 8 X 1 0 -5 X 0,1 = 3 , 6 X 1 0 -5 0,05

PH

=
= =

- L O G ( H +)
- L O G 3 , 6 X 1 0 -5 5 - LOG 3,6

CONTOH SOAL BASA


5 0 M L N H 4O H 0,1 MOLAR DICAMPUR DGN 1 0 0 M L ( N H 4) 2S O 4 = 0 , 2 M O L A R . J I K A K B N H 4O H = 1 0 -5 . T E N T U K A N P H C A M P U R A N ? JAWAB:

M M O L N H 4O H = V X M = 0 , 5 M L X 0 , 1 = 5 M M O L M M O L ( N H 4) 2S O 4 = V X M = 1 0 0 M L X 0 , 2 = 2 0 MMOL
( O H -) = K B X (MMOL BASA LEMAH) 2(MMOL GARAM ) = 1 0 -5 X POH PH = 5 = 1 0 -5 X 0 , 1 2 5 = 1 , 2 5 X 1 0 -6 2 X 20 = - LOG ( OH) = - L O G 1 , 2 5 X 1 0 -6 = 6 L O G 1 , 2 5 = 14 ( 6 LOG 1,25 ) 8+ LOG 1,25

TERIMA KASIH