Anda di halaman 1dari 26

EKSPLOITASI MIGAS

EKSPLORASI MIGAS DAN PANAS BUMI

DISUSUN OLEH : RENALDI P. RESZA H. GIOVANNI A. ARIEF R.

EKSPLOITASI MIGAS

EKSPLORASI MIGAS DAN PANAS BUMI

SEJARAH PERMINYAKAN DI INDONESIA


Tahun 1870 - 1871 : Ditemukan di daerah Purwodadi - Jawa Tengah, tepatnya di desa Ngamba, melalui pengamatan rembesan-rembesan minyak di permukaan tanah oleh seorang engineer Belanda (P. Vandijk). Karena gempa di Yogyakarta (1867) hampir semua rembesan tersebut tertutup dan tidak mengeluarkan rembesan minyak lagi. Yang tertinggal hanya air asin yang berbau minyak.

EKSPLOITASI MIGAS

EKSPLORASI MIGAS DAN PANAS BUMI

Tahun 1885 : Pengeboran sumur minyak pertama di Indonesia di desa Telaga Said adalah sumur Telaga Tunggal No. 1, yang di gali pada 15 Juni 1885. Kedalaman 121 meter. 180 barrel perhari. Perusahaan yang dibentuk untuk mengambil dan mengolah minyak bumi dari sumur tersebut dinamakan Royal Dutch atau Shell Group.

1924 - Perusahan minyak AS masuk 1962 - Indonesia bergabung OPEC 1966 - Pertamin + Permina = Pertamina 1967 - PSC ditemukan

EKSPLOITASI MIGAS

EKSPLORASI MIGAS DAN PANAS BUMI

TAHAPAN OPERASI PADA INDUSTRI MIGAS


Tahap Eksplorasi 1. Survey Geologi Permukaan 2. Survey Seismik Tahap Pemboran 1. Pemboran Eksplorasi 2. Pemboran Delinasi 3. Pemboran Pengembangan

Prospek
Tahap Produksi 1. Sembur Alam 2. Sembur Buatan Tahap Evaluasi Prospek atau Tutup

Tahap EOR 1. Injeksi Air 2. Injeksi Panas 3. Injeksi Kimia 4. Injeksi Tercampur

EKSPLOITASI MIGAS

EKSPLORASI MIGAS DAN PANAS BUMI

Survey Geology

Kegiatan yang meliputi pengumpulan, analisa dan penyajian data yang berhubungan dengan informasi kondisi geologi, geofisika, dan geokimia suatu wilayah yang diperkirakan berpotensi megandung cadangan Migas.
Seismic Survey Adalah salah satu tahapan kegiatan eksplorasi yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran/informasi bawah permukaan (subsurface image) dengan menggunakan prinsip penjalaran gelombang seismik/ gelombang getar.

EKSPLOITASI MIGAS Eskplorasi

EKSPLORASI MIGAS DAN PANAS BUMI

Merupakan kegiatan yg bertujuan untuk memperoleh informasi Mengenai kondisi geologi , geofisika, geokimia di wilayah kerja yang ditetapkan dengan pengeboran eksplorasi (pengeboran uji) untuk menambah informasi kondisi geologi bawah permukaan untuk menemukan dan memperoleh perkiraan cadangan minyak dan gas.

Eksploitasi
Rangkaian kegiatan yang bertujuan untuk menghasilkan minyak dan gas bumi dari wilayah kerja yang ditentukan, yang terdiri atas pengeboran dan penyelesaian sumur, analisa lubang sumur dan kandungannya, pembangunan sarana produksi, sarana penyimpanan dan pengolahan migas serta kegiatan lain yang mendukungnya.

EKSPLOITASI MIGAS

EKSPLORASI MIGAS DAN PANAS BUMI

BEBERAPA ISTILAH PEMBORAN : PEMBORAN EKSPLORASI (Wildcat) Pemboran sumur-sumur yang dilakukan untuk membuktikan ada tidaknya hidrokarbon serta untuk mendapatkan data-data bawah permukaan sebanyak mungkin. --- (Exploration Well) PEMBORAN DELINIASI Pemboran sumur-sumur yang bertujuan untuk mencari batas-batas penyebaran migas pada lapisan penghasilnya. --- (Delination/Confirmation Well) PEMBORAN PENGEMBANGAN Pemboran sumur yang akan difungsikan sebagai sumur-sumur produksi di wilayah yang telah eksis. --- (Development Well) PEMBORAN SUMUR-SUMUR SISIPAN (INFILL WELL) Pemboran sumur-sumur yang letaknya diantara sumur-sumur yang telah ada, dengan tujuan untuk mengambil hidrokarbon dari area yang tidak terambil oleh sumur-sumur yang sebelumnya telah ada.

EKSPLOITASI MIGAS

EKSPLORASI MIGAS DAN PANAS BUMI

BEBERAPA ISTILAH PEMBORAN :

Sumur produksi : sumur yang menghasilkan hidrokarbon, baik minyak, gas ataupun keduanya. Aliran fluida dari bawah keatas. Sumur injeksi : sumur untuk menginjeksikan fluida tertentu ke dalam formasi. Aliran fluida dari atas ke bawah. Sumur vertikal : sumur yang bentuknya lurus dan vertikal. Sumur berarah (deviated well, directional well) : sumur yang geometrinya tidak lurus vertikal, bisa berbentuk S, J atau L. Sumur horisontal (Horizontal well) : sumur dimana ada bagiannya yang berbentuk horisontal.

EKSPLOITASI MIGAS

EKSPLORASI MIGAS DAN PANAS BUMI

PEMBORAN BERARAH DAN PEMBORAN HORISONTAL

Pemboran merupakan langkah yang pertama dan penting dalam industri perminyakan. Saat ini pemboran telah dapat dioperasikan dalam berbagai cara, baik dengan pemboran vertikal, pemboran berarah, sampai pemboran horisontal.

EKSPLOITASI MIGAS
Directional drilling

EKSPLORASI MIGAS DAN PANAS BUMI

Pemboran berarah adalah metode pemboran yang mengarahkan lubang bor menurut suatu lintasan tertentu ke sebuah titik target yang terletak tidak vertikal dibawah mulut sumur.

1.

Alasan-alasan penggunaan directional drilling : Reservoir berada di bawah perkotaan, lalu lintas yang ramai, tempat-tempat bersejarah ataupun lahan perkebunan (pertanian).
Reservoir hidrokarbon berada di bawah perairan yang dekat dengan daratan

2.

EKSPLOITASI MIGAS

EKSPLORASI MIGAS DAN PANAS BUMI

Horizontal drilling Pemboran horisontal sebenarnya merupakan pengembangan dari teknik pemboran berarah. Di dalam pemboran horisontal, lubang bor diupayakan agar mempunyai panjang penembusan zona produktif yang lebih besar, dengan tujuan untuk memperluas daerah pengurasan suatu sumur.

Alasan-alasan pengunaan horizontal drilling : 1. Meningkatkan laju produksi sumur. 2. Meningkatkan recovery sumur. 3. Membuat reservoir yang sudah tidak ekonomis bila dikembangkan dengan pemboran tegak, menjadi ekonomis kembali bila dikembangkan dengan pemboran horisontal. 4. Memperkecil terjadinya water and gas coning.

EKSPLOITASI MIGAS

EKSPLORASI MIGAS DAN PANAS BUMI

Pemboran Berarah di Bawah Kota

Pemboran Berarah di Bawah Sungai

Pemboran Berarah Karena Adanya Patahan

Pemboran Berarah Karena Adanya Salt Dome

EKSPLOITASI MIGAS

EKSPLORASI MIGAS DAN PANAS BUMI

Pemboran Horisontal Reservoar Tipis Tetapi Luas

Pemboran Horisontal Reservoar Lepas Pantai

Pemboran Horisontal pada Lensa-lensa

EKSPLOITASI MIGAS

EKSPLORASI MIGAS DAN PANAS BUMI

Tipe Pemboran Horizontal

EKSPLOITASI MIGAS

EKSPLORASI MIGAS DAN PANAS BUMI

Well Completion

Tahap operasi produksi dimulai apabila sumur telah selesai dikomplesi (Well Completion). Komplesi sumur adalah pekerjaan tahap akhir atau penyempurnaan untuk mempersiapkan sumur pemboran menjadi sumur produksi.

Tujuannya adalah untuk mendapatkan hasil produksi optimum dan mengatasi pengaruh negatip dari setiap lapisan produktif.

EKSPLOITASI MIGAS

EKSPLORASI MIGAS DAN PANAS BUMI

Komplesi sumur meliputi beberapa tahapan operasi produksi, yaitu : Tahap pemasangan dan penyemenan pipa selubung produksi (production casing). Tahap perforasi dan atau pemasangan pipa liner. Tahap penimbaan (swabbing) sumur.

EKSPLOITASI MIGAS

EKSPLORASI MIGAS DAN PANAS BUMI

JENIS-JENIS WELL COMPLETION DAPAT DIBAGI MENJADI :


1. Formation Completion open hole completion perforated casing completion (cased-hole completion) sand exclution type completion (problem kepasiran) 2. Tubing Completion single completion commingle completion multiple completion permanent type completion

3. Wellhead Completion

EKSPLOITASI MIGAS

EKSPLORASI MIGAS DAN PANAS BUMI

TAHAPAN PRODUKSI MIGAS


Ada 3 metode memproduksikan migas di Lapangan: A. Primary Recovery (Natural Methods) Produksi dilakukan berdasarkan gradient tekanan Solution gas drive, Gas Cap drive dan Water Drive Secondary Recovery Digunakan untuk menganti teknik perolehan migas Primary Recovery yang sudah tidak mampu lagi menaikkan fluida ke permukaan. Water flooding, Mechanical/Artificial Lift.

B.

C.

Tertiary Recovery (Enhanced Recovery) Jika secondary recovery tidak lagi efektif Thermal Process, CO2 Injection and Chemical Injection.

EKSPLOITASI MIGAS METODE PRODUKSI

EKSPLORASI MIGAS DAN PANAS BUMI

A. Metode Sembur Alam (Natural Flowing) Adalah tahap produksi pada saat tekanan reservoIr cukup besar, sehingga mampu mendorong fluida reservoar sampai ke permukaan. (Water Drive, Gas Cap Drive and Solution Gas)

B.

Metode Sembur Buatan (Artificial Lift) Metode artificial lift adalah metode produksi yang dilakukan dengan menggunakan tenaga tambahan dan peralatan khusus untuk mengangkat fluida reservoir karena sudah tidak mampu lagi mengalir ke permukaan dengan sendirinya (karena penurunan tekanan reservoir).
Beberapa jenis artificial lift yang di gunakan saat ini adalah : Gas Lift, Sucker Rod Pump, Electrical Submersible Pump dan Progresive Cavity Pump.

EKSPLOITASI MIGAS

EKSPLORASI MIGAS DAN PANAS BUMI

C. Metode Produksi Tingkat Lanjut (EOR)


EOR merupakan teknik lanjutan untuk mengakat minyak jika berbagai teknik dasar sudah dilakukan tetapi hasilnya tidak seperti yang diharapkan atau tidak ekonomis.
Ada tiga macam teknik EOR yang umum : 1. Teknik termal : menginjeksikan fluida (air panas atau uap panas) bertemperatur tinggi ke dalam formasi untuk menurunkan viskositas minyak sehingga mudah mengalir. Dengan menginjeksikan fluida tersebut, juga diharapkan tekan reservoir akan naik dan minyak akan terdorong ke arah sumur produksi. 2. Teknik chemical : menginjeksikan bahan kimia berupa surfactant atau polimer untuk mengubah properti fisika dari minyak ataupun fluida yang dipindahkan, sehingga minyak dapat lebih mudah mengalir. 3. Proses miscible : menginjeksikan fluida pendorong yang akan bercampur dengan minyak lalu diproduksi. Fluida yang digunakan misalnya larutan hidrokarbon, gas hidrokarbon, CO2 ataupun gas nitrogen.

EKSPLOITASI MIGAS

EKSPLORASI MIGAS DAN PANAS BUMI

EKSPLOITASI MIGAS

EKSPLORASI MIGAS DAN PANAS BUMI

Fasilitas Produksi terdiri dari :


1. Down hole facility : Tubular Product (Casing, Tubing) Packer Side Pocket Mandrel (SPM) Dll. Surface facility : Wellhead (Kepala Sumur) Gathering System Manifold System Separator (Pemisah) Treating Facilities Oil Storage (Tangki pengumpul)

2.

Pompa

EKSPLOITASI MIGAS

EKSPLORASI MIGAS DAN PANAS BUMI

Peralatan Produksi Permukaan


Fungsi Peralatan produksi permukaan : 1. Media pengangkut 2. Pemisah 3. Penimbun (Penampungan)
Peralatan Produksi Permukaan terdiri dari : A. Wellhead (Kepala Sumur) B. Gathering System C. Manifold System

D. E. F. G.

Separator (Pemisah) Treating Facilities Oil Storage (Tangki pengumpul) Pompa

EKSPLOITASI MIGAS

EKSPLORASI MIGAS DAN PANAS BUMI

Skema Fasilitas Produksi di Permukaan

EKSPLOITASI MIGAS

EKSPLORASI MIGAS DAN PANAS BUMI

Proses Penyulingan Minyak Mentah


Secara teoritis proses destilasi (penyulingan) di bagi dalam beberapa langkah : 1. Minyak mentah yang akan diproses ditampung dalam sebuah wadah yang memiliki selang penghubung dengan ruang destilasi. 2. Minyak mentah dipanaskan dalam boiler menggunakan uap air bertekanan tinggi sampai suhu ~600 oC. Uap minyak mentah yang dihasilkan kemudian dialirkan ke bagian bawah menara/tanur destilasi. 3. Dalam proses pemanasan ini, minyak bumi akan menguap jadi gas. Penguapan disini terjadi secara bertahap. Dari masing-masing tahapan menghasilkan beberapa komponen mulai dari gas, naftalen, gasoline, kerosin, solar, dan beberapa jenis bahan bakar lain-nya. 4. Uap yang dihasilkan akan dialirkan ke ruang destilasi. Ruang destilasi ini diatur sedemikian rupa. Di dalamnya ada tabung dan nampan yang suhunya disesuaikan dengan titik didih masing-masing komponen.

5. Nantinya, komponen-komponen itu bakal masuk ke dalam tabung yang sesuai dengan karakternya. Misalnya gasoline bakal mesuk ke nampan bersuhu 70 derajat celcius.

EKSPLOITASI MIGAS

EKSPLORASI MIGAS DAN PANAS BUMI