Anda di halaman 1dari 71

Ikterus Neonatorum

dr. Yoshi Pratama Djaja

ILUSTRASI KASUS
Identitas Pasien Nama : Bayi Ny. F Jenis kelamin: Perempuan Tanggal lahir : 24 Oktober 2010 Alamat : Kp. Wangkal RT 013/004 Sukaraja, Cibitung No. RM : 160302-76 Tanggal masuk: 27 Oktober 2010

ANAMNESIS
Keluhan Utama: Pasien rujukan dari RSIA Graha Sari dengan BBLR dan ikterus sejak usia 2 hari

Anamnesis
Riwayat Penyakit Sekarang
Bayi lahir 3 hari smrs, prematur ( lama kehamilan 28 minggu) Bayi tampak lemas dan sulit makan sejak lahir, jumlah asupan makanan oral perhari rata-rata 5-10 cc/hari, BAB (+), mekonium (+), BAK (+) Bayi tampak sesak Terdapat luka di pergelangan kaki ps (bekas infus).

Riwayat Penyakit Dahulu


Riwayat transfusi disangkal

Riwayat Penyakit Keluarga


Hipertensi, Diabetes Melitus, Jantung disangkal Riwayat kuning disangkal Konsumsi obat-obatan selama kehamilan pada ibu disangkal Ayah dan ibu golongan darah O

RIWAYAT KEHAMILAN
G4P3A0 Pemeriksaan antenatal di bidan, tidak teratur Keputihan (+), tidak diobati, anyanganyangan (-) Kuallitas dan kuantitas makanan selama hamil cukup Konsumsi jamu-jamuan & rokok disangkal

RIWAYAT PERSALINAN
Lama kehamilan 28 minggu Persalinan di RS Graha Asri dipimpin oleh dokter spesialis. Kehamilan diterminasi karena persalinan dini. Lahir bayi perempuan dengan:
Apgar Score : 4/5 Berat lahir : 1600 gram Pjg lahir : 45 cm

PEMERIKSAAN FISIK
Kesadaran: kesan letargis Tanda vital:
RR : 57 x/menit Nadi : 170 x/menit Suhu : 38,4 (40-60) (100-160) (36.0-37.5)

Berat badan Panjang badan

: 1350 gr : 45 cm

PEMERIKSAAN FISIK
Leher : t.a.k Kulit : tampak ikterus dari kepala,abdomen dan keempat ekstremitas Thorax dinamis
Paru

Jantung

Nadi = 170x/menit Regular, isi cukup, BJ I-II normal, murmur (-), gallop (-)

Abdomen

: simetris statis
:

lemas, turgor cukup, bising usus (+) normal, hati dan umbilikus dalam batas normal.

Anus

: (+) mekonium (+)

RR = 57x/menit regular, kedalaman cukup retraksi (-) vesikuler rhonki -/wheezing -/-

Genitalia : perempuan, labia minor menonjol


Ekstremitas : akral hangat, CRT < 3

Klasifikasi Neonatus berdasarkan Lubchenco (1967):

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Hasil Hemoglobin Hematokrit Leukosit Trombosit Bilirubin total Bilirubin Indirek Bilirubin Direk 15,1 g/dL 45,5 % 16.300 / L 262.000/L 21,8 20,3 1,5 Nilai normal 10,7-17,3 35-49 5000-19000 150.000-450.000 <10 <0.6 <0.4

GDS

110

DIAGNOSIS KERJA
Neonatus kurang bulan, besar masa kehamilan (NCB-BMK) Ikterus neonatorum ec. Dehidrasi dd/ early onset sepsis pada neonatus kurang bulan

PENATALAKSANAAN
O2 L/menit IVFD Dextrose 10% 100 cc/kg/24 jam Inj Cefotaxim 2x 80 mg Inj Amikasin 2x 120 mg Inj Aminofilin bolus 6 mg/kg BB 7,8 mg
Selanjutnya 2,5 mg/kg BB/12 jam

Rawat Luka Terapi sinar Saran pemeriksaan Hitung Jenis, CRP. I/T ratio, Kultur darah, albumin,

FOLLOW UP (28 Okt 2010)


S : demam (-), aktif (+), menangis kuat, refleks hisap baik, mekonium (+) O : keadaan umum tampak baik, sianosis (-), ikterik (+), sesak (-)
Berat badan: 1360 gram

Frekuensi nadi: 140 x/menit, regular, isi cukup Frekuensi nafas: 46 x/menit, regular, kedalaman cukup Suhu: 37,2C Paru: vesikuler, rhonki -/-, wheezing -/Jantung: Bunyi Jantung I-II normal, murmur -/-, gallop -/Abdomen: datar, lemas, turgor cukup, bising usus (+) normal Ekstremitas: akral hangat, sianosis (-), CRT <3

A : NCB-BMK Ikterus neonatorum ec.. P : Th/ lanjut + BLT + Puasa + IVFD Dx 10% 100cc/kgBB

FOLLOW UP (30 Okt 2010)


S : demam (-), aktif (+), menangis kuat, refleks hisap baik, mekonium (+) O : keadaan umum tampak baik, sianosis (-), ikterik (+), sesak (-)
Berat badan: 1320 gram

Frekuensi nadi: 140 x/menit, regular, isi cukup Frekuensi nafas: 40 x/menit, regular, kedalaman cukup Suhu: 37,2C Paru: vesikuler, rhonki -/-, wheezing -/Jantung: Bunyi Jantung I-II normal, murmur -/-, gallop -/Abdomen: datar, lemas, turgor cukup, bising usus (+) normal Ekstremitas: akral hangat, sianosis (-), CRT <3

A : NCB-BMK Ikterus neonatorum ec.. P : Th/ lanjut + BLT PASI (8x2.5-5cc) + IVFD NS 100cc/kgBB

FOLLOW UP (2 Nov 2010)


S : demam (-), aktif (+), menangis kuat, refleks hisap baik, mekonium (+) O : keadaan umum tampak baik, sianosis (-), ikterik (+), sesak (-)
Berat badan: 1420 gram

Frekuensi nadi: 140 x/menit, regular, isi cukup Frekuensi nafas: 40 x/menit, regular, kedalaman cukup Suhu: 37,2C Paru: vesikuler, rhonki -/-, wheezing -/Jantung: Bunyi Jantung I-II normal, murmur -/-, gallop -/Abdomen: datar, lemas, turgor cukup, bising usus (+) normal Ekstremitas: akral hangat, sianosis (-), CRT <3

A : NCB-BMK Ikterus neonatorum ec.. P : Th/ lanjut + BLT PASI (8x10cc) + IVFD NS 100cc/kgBB

FOLLOW UP (3 Nov 2010)


S : demam (-), aktif (+), menangis kuat, refleks hisap baik, mekonium (+) O : keadaan umum tampak baik, sianosis (-), ikterik (+), sesak (-)
Berat badan: 1420 gram

Frekuensi nadi: 140 x/menit, regular, isi cukup Frekuensi nafas: 42 x/menit, regular, kedalaman cukup Suhu: 37,2C Paru: vesikuler, rhonki -/-, wheezing -/ Jantung: Bunyi Jantung I-II normal, murmur -/-, gallop -/ Abdomen: datar, lemas, turgor cukup, bising usus (+) normal Ekstremitas: akral hangat, sianosis (-), CRT <3 Lab: Bilirubin total 7,92; Bilirubin Direk 0,41, Bilirubin indirek 7,51

A : NCB-BMK Ikterus neonatorum ec.. P : BLT stop + Amoxan 3x0,5 cc PASI (12x20cc) + IVFD NS 100cc/kgBB

FOLLOW UP (4 Nov 2010)


S : demam (-), aktif (+), menangis kuat, refleks hisap baik, mekonium (+) O : keadaan umum tampak baik, sianosis (-), ikterik (+), sesak (-)
Berat badan: 1460 gram

Frekuensi nadi: 140 x/menit, regular, isi cukup Frekuensi nafas: 40 x/menit, regular, kedalaman cukup Suhu: 37,2C Paru: vesikuler, rhonki -/-, wheezing -/Jantung: Bunyi Jantung I-II normal, murmur -/-, gallop -/Abdomen: datar, lemas, turgor cukup, bising usus (+) normal Ekstremitas: akral hangat, sianosis (-), CRT <3

A : NCB-BMK Ikterus neonatorum ec.. P : Amoxan 3x0,5 cc Rencana pulang

TINJAUAN PUSTAKA

IKTERUS
Ikterus fisiologis
Timbul hari ke 2-3 Tidak ada dasar patologis Kernicterus (-) Morbiditas (-) 25-50% cukup bulan dan lebih tinggi pada kurang bulan

Ikterus patologis
Ikterus sebelum usia 24 jam Ikterus bertahan setelah usia 8 hari pada NCB atau setelah 14 hari pada NKB Peningkatan bilirubin total serum > 0,5 mg/dL/jam Peningkatan bilirubin yang memerlukan fototerapi Adanya tanda-tanda penyakit yang mendasari

ETIOLOGI
Faktor-faktor: Produksi Uptake dan konjugasi hepar Transportasi Eksreksi Ikterus fisiologis:
Plasenta ke ibuproduksi sendiri Volume SDM > neonatus Hepar imatur Jumlah albumin Sirkulasi enterohepatik > Usia SDM < Uptake bilirubin-hepar <

PATOMEKANISME

Skema Peningkatan Kadar Bilirubin

Etiologi Hiperbilirubinemia indirek

DIAGNOSIS
Sifat ikterus fisiologis
Timbul setelah 24 jam Berlangsung kurang lebih 7-14 hari Terutama terdiri dari bilirubin indirek Kadar tertinggi bilirubin total kurang dari 15 mg % dan bilirubin direk kurang dari 2 mg % Tidak ada keadaan patologis lain

Peninggian kadar bilirubin


hari ke 2 3 Puncaknya pada hari ke 5 7menurun kembali pada hari ke 10 14. Kadar bilirubin biasanya tidak melebihi 10mg/dl pada bayi cukup bulan dan kurang dari 12mg/dl pada bayi kurang bulan.

DIAGNOSIS
Anamnesis Riwayat kuning, muncul berapa lama setelah kelahiran warna urine, warna feses, mual, muntah, nyeri epigastrium dan kuadran kanan atas, penyakit penyerta untuk mencari kecurigaan ke arah sepsis, Demam, batuk pilek, diare, kejang. Riwayat pemberian ASI, nutrisi setelah kelahiran, riwayat keluarga (hepatitis pada ibu) dan penggunaan obat-obatan. Pemeriksaan fisik Mulainya pada wajah dan seiring dengan kenaikan bilirubin serum berlanjut ke abdomen dan ekstremitas bawah. Muka = 5mg/dL; Mid-abdomen = 15 mg/dL; Telapak kaki = 20 mg/dL.

TIDAK IKTERIK

IKTERIK

DIAGNOSIS
Metode Kramer:
kulit kepala dan leher : bilirubin serum 4-8 mg/dL kulit tubuh di atas pusat : 5-12 mg/dL kulit tubuh di bawah pusat dan paha :8-16 mg/dL lengan dan tungkai : 11-18 mg/dL telapak tangan dan telapak kaki : >15 mg/dL

INGAT!! Jenis dan derajat hiperbilirubinemia akan menentukan apakah ikterus tersebut fisiologis atau patologis

Saat
Timbulnya Ikterus
Hari 1

Diagnosis
Kemungkinan

Pemeriksaan Anjuran
Laboratorium

Inkompatibilitas golongan darah (ABO, Rh)

Bilirubin, DPL

Sferositosis
Infeksi intra uterin (TORCH) bil. dir Anemia hemolitik Lain-lain bil. indirek

Golongan darah, Coombs Test


(direk ibu-bayi) Anamnesis Serologik (TORCH) Biakan darah G6PD, dll

Hari ke-2 dan ke-3

Biasanya ikterus fisiologik DD hari-1 (inkomp.darah) Infeksi bakteri Perdarahan tertutup

DPL, bilirubin G6PD Lab Hari-1

Hari ke-4
s/ d

Infeksi sepsis

DPL/ biakan darah

Def G6PD
ASI SGN (Sindr Gawat Napas) BIDPM (Bayi Ibu Penderita DM)

Enzim G6PD

SDR Criggler Najjar (Enz Gluk trans (-))

tipe I: enzim (-) tipe II: def. sedang


SDR Gilbert (Def. Enz trans): def ringan

Sesudah Hepatitis neonatal hari ke-7 Sepsis (Infeksi saluran kemih) Obstruksi Duktus kolestasis (Atresia bilirubin)

Bilirubin, DPL Petanda hepatitis DAT (Duodenum Aspiration Test), USG Gula darah/ urin Biopsi hati, kolesistogram Alfa 1-antitripsin

Galaktosemia
Hipotiroidisme Breast Milk Jaundice

PEMBERIAN ASI
Breastfeeding jaundice Berhubungan dengan pemberian ASI yang jarang dan masukan cairan yang kurang Biasanya tampak pada hari ke tiga sampai kelima, dengan pemberian ASI yang kurang baik, penambahan berat badan yang kurang memuaskan, dan urin yang pekat. Merupakan bagian dari ikterus fisiologis yang menjadi lebih nyata dengan kurangnya cairan tubuh. Segera membaik dengan pemberian nutrisi yang cukup

PEMBERIAN ASI
Breast milk jaundice Nampak pada usia lebih dari 7 hari, bisa berlangsung sampai 2 minggu atau bahkan lebih dari 1 bulan. Hormon pregnandiol di dalam ASI dapat langsung mempengaruhi konjugasi biliurubin Peningkatan aktivitas lipoprotein lipase di dalam ASI menyebabkan peningkatan kadar asam lemak bebas yang dapat menghambat glukoronidasi. Faktor yang tidak diketahui di dalam ASI dapat meningkatkan sirkulasi bilirubin enterohepatik.

SEPSIS
Sepsis hiperbilirubinemia direk
15 % bayi sepsis dapat ditemukan kolestasis infeksi menyebabkan kerusakan hati langsung ke hepatosit atau tidak langsung oleh toksin, seperti hepatitis, TORCH, sifilis

Sepsis hiperbilirubinemia indirek


Sepsis MODS Hati perubahan fungsi dan perfusi hati proses konjugasi bilirubin indirek menjadi direk terganggu Peningkatan penghancuran eritrosit hiperbilirubinemia indirek

IMATURITAS
Imaturitas Hiperbilirubinemia
Peningkatan produksi bilirubin masa hidup eritrosit bayi < (90 hari) Ikatan bilirubin dan albumin lebih lemah pada BKB hipoalbumin, hipoksia, asidosis, hipotermi, septikemi Fungsi hati belum sempurna sehingga clearance bilirubin hati terhambat.

PEMERIKSAAN
Kriteria tradisional yang direkomendasikan untuk memantau dan memeriksa bayi baru lahir dengan ikterus adalah:
Ikterus yang jelas secara klinis dalam 24 jam pertama kehidupan bayi Peningkatan kadar bilirubin serum total > 5 mg/dL sehari Kadar bilirubin serum total > 13 mg/dL dalam 4 hari pertama pada bayi cukup bulan Kadar bilirubin serum direk > 2 mg/dL Ikterus yang nyata yang bertahan > 1 minggu pada bayi cukup bulan atau > 2 minggu pada bayi prematur.

Bila ditemukan salah satu kriteria diatas periksa:


Penentuan kadar serum bilirubin direk, indirek dan total Penentuan golongan darah ibu dan bayi serta skrining darah bayi untuk antibodi Penentuan konsentrasi Hb atau Ht atau keduanya Darah tepi lengkap dan hitung retikulosit Morfologi sel darah merah

Pertimbangkan pemeriksaan tambahan berdasarkan hasil pemeriksaan klinis:


Pemeriksaan untuk sepsis,
Bila faktor resiko (+) Ruptur membran yang lama, infeksi maternal atau demam, temperatur neonatus yang tidak stabil

Pemeriksaan lebih lanjut


Infeksi, hematologi atau penyakit metabolik yang jarang

Tatalaksana ikterus neonatorum


Tujuan : Mencegah keracunan oleh bilirubin Cara 1. Pencegahan hiperbilirubinemia - Pemberian makan dini - Hidrasi adekuat 2. Penurunan kadar bilirubin - Terapi sinar - Transfusi tukar

Terapi Sinar
Prinsip : Bilirubin indirek diubah oleh cahaya dengan gelombang 450-460 nanometer photoisomer yang larut dalam air

Perlengkapan
lampu neon 6-8 buah tempat tidur atau inkubator alat penutup mata

Fototerapi

Table.1 Pilihan tindakan fototerapi berdasarkan usia dan kadar bilirubin (AAP) Usia (jam) Pertimbangan fototerapi < 24 25-48 49-72 > 12 > 15 Fototerapi > 15 > 18 Kadar bilirubin total (dalam mg dl)

Terapi sinar
Letakkan bayi dalam keadaan telanjang dibawah lampu dengan jarak 45 cm Tutup mata Setiap 2 jam bayi disusui Ubah posisi bayi setiap selesai menyusui Ukur suhu setiap 4 jam Timbang bayi setiap hari Periksa kadar bilirubin setiap 12 jam Hentikan terapi sinar bila kadar < 10 mg/dl

Efek samping terapi sinar


Meningkatkan kehilangan cairan insensibel Defekasi encer Warna kemerahan pada kulit Bronze baby syndrome Hipertermia

PENATALAKSANAAN
Pemberian ASI
Penghentian pemberian ASI biasanya tidak diindikasikan Pemberian ASI lebih sering (10-12 kali sehari) Pemberian ASI dapat dihentikan bila untuk kepentingan diagnostik atau pengobatan ketika kadar bilirubinnya meningkat dan ada risiko terjadinya transfusi tukar. Bila hal ini terjadi maka: Lanjutkan fototerapi:
Pertimbangkan untuk menghentikan pemberian ASI selama 24 jam, atau Selingi pemberian ASI dengan pemberian susu formula bila masukan cairan merupakan masalah Suplementasi air tidak dapat menurunkan kadar bilirubin

PEMBAHASAN KASUS

ANAMNESIS
Kuning hari ke-3 Dari kepala-leher-badan Demam (+) Mual-muntah (-) Urin gelap (-) Tinja pucat (-) Mekonium (+) ASI (-) NKB-BMK, faktor resiko minor +1

Ikterik fisiologis

Timbul hari ke 2-3 Dasar patologis (-) 25-50% bayi cukup bulan, lebih tingg pada bayi kurang bulan Timbul cephalocaudal

Ikterik patologis

Terjadi pada usia < 24 jam Memerlukan fototerapi Peningkatan bil total > 0,5 mg/dL/jam Ada penyakit yang mendasari Ikterus > 8 hari pada NCB atau > 14 hari pada NKB

PEMERIKSAAN FISIK
KU : letargi
Suhu : 38,4C Nadi : 170x/menit RR : 57x/menit

Kepala :
Kulit ikterus (+)

Penekanan kulit (+) Metode Kramer:


Lengan dan tungkai 11-18 mg/dL

PEMRERIKSAAN PENUNJANG
Bilirubin total : 21, 8 mg/dL Bilirubin direk : 1,5 mg/dL Bilirubin indirek : 20,3 mg/dL Hiperbilirubinemia Indirek
Inkomptabilitas ABO Sepsis Polisitemia (twin tranfusion) Puasa / terlambat minum Imaturitas Gangguan f/ enzim Gangguan f/ enzim

Atresia / stenosis intestinal G6PD deficiency

TATALAKSANA
Rencana terapi:
ASI (sesuai kebutuhan) PASI Rencana fototerapi Antibiotik untuk sepsis kombinasi cefotaxim amikasin Aminofilin

Rencana diagnostik
Bilirubin serum DPL

Rencana pulang jika bilirubin total < 10 mg/dL

EDUKASI
ASI eksklusif Penjemuran dibawah sinar matahari 7-9 pagi
Wajah bayi berlawanan dengan sinar matahari Pakaian bayi dilepaskan

ASI Imunisasi BCG, Hepatitis B, Polio (DPT & Campak) Bila kuning > 14 hari, segera bawa ke dokter

PROGNOSIS
Ad vitam Ad functionam Ad sanactionam : bonam : bonam : bonam

TERIMA KASIH

Daftar Pustaka
Nelson W. E., Jaundice and Hyperbilirubinemia on the Newborn, Nelson Textbook of Pediatrics, 17th edition, W. B. Saunders Company, United States of America, 2004, page 592 598. Markum A. H., Ikterus dan Hiperbilirubinemia pada Neonatus, Buku Ajar Ilmu Kesehatan Anak, Jilid 1, Balai Penerbit FKUI, Jakarta, hal 313 317. Hall and Guyton, Bilirubin Formation and Excretion, Textbook of Medical Physiology, W. B. Saunders Company, United States of America, 1996, page 887. Matondang Corry S,Prof Dr, et al (2003). Diagnosis Fisis pada Anak. Jakarta: Sagung Seto:156 Hadinegoro SR, et al. Diagnosis dan Tata Laksana Penyakit Anak dengan Gejala Kuning. Jakarta: Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM. 2007 Shann F (2003). Drug doses. Australia: Intensive Care Unit Royal Childrens Hospital: 9 Staf Pengajar Ilmu Kesehatan Anak (2000) : Buku Kuliah 2 Ilmu Kesehatan Anak, cetakan ke sembilan. Jakarta: Bagian Ilmu Kesehatan Anak FKUI.

Ikterus

FOTOTERAPI
Rawat bayi tanpa pakaian di dalam inkubator atau boks bayi dengan lapisan protektif untuk melindungi bayi bila ada tabung fluoresens yang pecah (perlindungan gonad tetap merupakan kontroversi) Tutup mata bayi sewaktu dilakukan fototerapi. Berikan perawatan mata bayi dengan larutan saline secara teratur Turunkan temperatur inkubator hingga 1C dibawah temperatur yang direkomendasikan. Jaga agar kulit tetap bersih dan kering terutama di daerah perianal, untuk mencegah ekskoriasi Jangan gunakan krim dan losio pada kulit bayi karena adanya risiko terbakar

FOTOTERAPI
Pantau
Berat badan setiap hari Iradiasi dengan fotometer setiap shift. Bila hal ini tidak memungkinkan, tabung flouresens harus secara rutin diganti sesuai dengan ketentuannya.

Periksa:
Temperatur kulit setiap 2-4 jam Hidrasi (turgor kulit, membran mukosa, fontanel anterior) Tingkat ikterus (sklera, kulit, terutama badan dan kaki) Mata, untuk melihat adanya tidaknya kotoran mata Kulit, untuk melihat adanya petekie atau rash Abdomen, untuk melihat ada tidaknya distensi

Indikasi terapi sinar


Kadar bil mg/dl Berat lahir 5-9 bila hemolisis 10-14 semua Usia < 24 jam

15-19

< 2500 g >24 jam > 2500 g (observasi) > 2500 g >48 jam

Transfusi tukar
Indikasi :
kadar bil 10-14 mg/dl 15- 19 >20 Berat lahir <2500 g semua semua Usia <24 jam <48 jam 0 - >72 jam

Transfusi tukar
Pilihan darah untuk transfusi tukar Inkompatilitas ABO
darah golongan O +ve dalam plasma AB Isoimujjnisasi Rhesus darah gol O ve atau darah golongan bayi yang Rhesus negatif Untuk lain darah golongan bayi

Hiperbilirubinemia indirek yang memanjang

Sindrom Crigler Najjar Breastmilk jaundice Hipothiroidism Stenosis pilorus Hemolisis yang berlangsung terus Malaria

Hiperbilirubinemia direk yang memanjang


Hepatitis neonatal idiopatik Inspissated bile syndrome Infeksi Malformasi- atresia biliaris, kista kholedokus Penyakit metabolisme- galaktosemia Nutrisi parenteral total yang lama

Neonatal Sepsis

Early vs Late onset sepsis


Early Late

Onset

< 72 jam

> 72 jam

Sumber

Maternal genital tract

Nosokomial

Symptoms of neonatal sepsis


CNS Lethargy, refusal to suckle, limp, not arousable, poor or hight pitched cry, irritable, seizures
CVS Pallor, cyanosis, cold, clammy skin Respiratory Tachypnea, apnea, grunt, retractions

Symptoms of neonatal sepsis


GIT Vomiting, diarrhoea, abdominal distension

Hematological Bleeding, jaundice Skin Rashes, purpura,pustules

Signs of neonatal sepsis


Cold to touch (hypothermia) Poor perfusion ( CRT) Hypotension Renal failure Sclerema Bulging fontanelle, neck retraction Poor weight gain*

Practical sepsis screen


1. Leukopenia (TLC < 5000/mm3) 2. Neutropenia (ANC < 1800/mm3) 3. Immature neutrophil to total neutrophil (I/T) ratio (>0.2) 4. Micro-ESR (> 15 mm 1st hour) 5. CRP + ve

Algoritma Sepsis neonatorum (Divisi IKA FKUI RSCM)


Neonatus

Gejala Klinis (+)

Gejala klinis (-)

Antibiotik Sebelumnya periksa Darah : -Jumlah leukosit -CRP -IT ratio -Kultur -Urin lengkap / kultur urin (late onset) -LP : -Early onset : bila kultur (+) -Late onset Ro thoraks (RR lebih dari 60 x / mnt)

Faktor risiko (+) 1 mayor atau 2 minor Gejala klinis (-)

Faktor resiko

observasi

Normal

Meragukan

Abnormal (Minimal 2 septic Marker (+))

Ulang septic marker 12-24 jam

Ulang septic marker 12-24 jam

Gejala klinis (-)

Normal

Normal

Abnormal

Kultur

Choice of Antibiotics
Pneumonia or Sepsis
Penicillin
(Ampicillin or Cloxacillin)

Aminoglycoside
(Gentamicin or Amikacin)

Meningitis
Apicillin + Gentamicin + Chloramphenicol or Gentamicin or Amikacin + Cefotaxime

Suspected neonatal sepsis


* Start parenteral antibiotics * Send cultures (report in 72 hrs.)

Culture - ve
Clinically well (Stop Ab) Clinically ill (Cont Ab x 7 - 10D)

Culture + ve Culture + ve

Pneumonia, Sepsis (Cont Ab x 7 - 10 D)

Meningitis, Osteomyelitis

Aminofilin
Diberikan pada neonatus preterm dengan resiko neonatal apnoe. (umumnya pada hari 2-7) Metilxantin
Meningkatkan pernapasan secara sentral dengan menurunkan ambang respon terhadap hiperkarbia Meningkatkan kontraktilitas diafragma dan mencegah kelelahan diafragma (fatique)